Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Respons Komunikasi Krisis pada Kasus Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Rohmah Hidayati; Dian Purworini
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi respons krisis Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) terhadap kasus mantan pimpinan KPK yang termuat dalam berita detikcom dan kompascom. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Teori yang akan diuji dalam penelitian ini yaitu Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan artikel berita harus relevan dengan kasus yang diteliti. Penelitian ini berfokus pada berita yang diunggah di platform media detikcom dan kompascom dari 23 Oktober 2023 hingga 31 Januari 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi respon krisis KPK yang paling dominan digunakan adalah Justification dengan presentase 76% dari total data, yang berarti KPK cenderung sering membenarkan krisis dan menjelaskan perkembangan krisis, sedangkan strategi yang paling sedikit digunakan yaitu Attack the Accuser, Denial, Scapegoating ditemukan sebanyak 2% hal ini berarti strategi yang lebih menyalahkan pihak lain jarang digunakan. Selanjutnya Uji T-test menunjukkan tidak ada perbedaan antar kedua media online tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi Justification dianggap efektif dalam memperbaiki citra lembaga pemerintah di mata publik, terutama ketika krisis berkaitan dengan isu yang sensitif dan melibatkan tokoh penting. 
Co-Authors Adiakarti Farid, Muhammad Rifa'at Agus Rakhmat Agus Triyono Aji, Aditya Ratna alfi damayanti Aliyani, Nafi Rahima Almayda, Mutiara Bahi Anjani Bharata Ajie Aprilia Ayu Savira Ar-Rozi, Ahmad Nafis Nizam Arif Pristianto Athaya, Muhamad Rivandi Ayu Khoirotul Umaroh Ayu Sari Nur Lestiyanti Brilliyanti, Aulia Suffah Cahyani, Offianda Regita Chasana, Rona R. B. Diah Priyawati Divi Galih Prasetyo Putri Dwi Pratiwi Edy Purwo Saputro Endang Sri Purwaningsih Endang Wahyu Pamungkas Engkus Kuswarno Faturohit Rois Imron Santoso Had, Fairus El Hanifah Salsabila Hidayat, Rafli Hidayati, Nurul Rohmah Izzatul Arifah Kurniawati, Nurdika Kusnadi, Vigard Itnadia Lelita Azaria Rahmadiva Livia, Wardhatul Luluk Tazkia Kamila Maritza Salsabila Fathihana Maryam Mar’atus Sholihah Mila Suhari Muhammad Irfan Zahran Naidoo, Gedala Mulliah Nanda Hani Nur Pertiwi Naufal Ahnaf Rizal Hartono Novyanti Setiyo Rini Nuraini, Adhela Tasya Nurmalinda, Yanuba Nurul Rohmah Hidayati Palupi, Palupi Pradhana Satria Pinandhita Purwaningsih, Endang Sri Purwanti Hadisiwi Puspita Sari, Dela PuspitaSari, Tarisa Hayu Rahman, Nuril Endi Raihanil Jannah, Raihanil Riski Apriliani Rona Rizkhy Bunga Chasana Rona Rizky Bunga Chasanah Sabila, Mayta Sabrina Cantika Putri Sandrana Setyawati, Anisa Setyowati, Nurul Shafa Una Putri Purnomo Sidiq Setyawan Siti Soekiswati Sohail Akhtar Syafuddin, Khairul Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Trijaya Trijaya Vinisa Nurul Aisyah Widi Widayat Wili Astuti Wulandari, Galih Tri Handrini Yanti Haryanti Yuli Kusumawati Yuwono, Iswahyudi T. Zavier Ferodova Al Fitroh Zulia Setiyaningrum