Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Prarancangan Pabrik Gasoline Dari Crude Oil Aspal Buton (Asbuton) Dengan Kapasitas 280.000 Ton/Tahun Kantohe, Alfirandi; Muliadi Makmur; Yani, Setyawati; Suryanto, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.895

Abstract

Prarancangan pabrik Gasoline dari Crude oil (Asbuton) aspal buton dan bertujuan untuk mengkajilebih lanjut kelayakan pabrik untuk didirikan. Pabrik Gasoline ini dirancang dengan kapasitas 280.000ton/tahun dan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari/tahun dan 24 jam/hari. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan kapasitas, dibutuhkan crude oils aspal buton sebanyak 667257,6663 ton/tahun sebagai bahan baku utama dengan kemurnia produk yaitu 77 %. Proses yang dilakukan adalah proses pemisahan berdasarkan titik didih untuk memisahkan produk utama dan produk samping pada menara destilasi. Digunakan tiga menara destilasi tipe Plate Column pada kondisi operasi berbeda pada tiap menara destilasi, untuk destilasi pertama tekanan umpan masuk, tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 5 atm dan suhu umpan masuk 126,11oC Suhu puncak menara 52,31oC suhu dasar menara 175,75 oC. Untuk destilasi kedua tekanan umpan masuk,tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 6 atm dan suhu umpan masuk 185,43oC Suhu puncak menara 179,38oC suhu dasar menara 350,93oC.untuk destilasi ketiga tekanan umpan masuk,tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 6 atm dan suhu umpan masuk 362,27oC Suhu puncak menara 362,68oC suhu dasar menara 472,30oC. Profitabilitas meliputi Rate of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak berturut- turut sebesar11,17 % dan 7,26 % Pay of Time (POT) sebelum dan sesudah pajak4,3 tahun dan 5,4 tahun. Break Event Point (BEP) sebesar 40,98 % Shut Down Point (SDP) sebesar 26,06%dan Interest rate of return (IRR) sebesar 14,25 % Berdasarkan evaluasi ekonomi yang dilakukan, maka pabrik Gasoline 280.000 ton/tahun layak untuk didirikan.
Pengaruh Daya Dan Waktu Mikrowave Produksi Bahan Bakar Nabati Dari Minyak Jelantah Andi Suryanto; Mandasini; Annisa Djaharuddin; Andi Nabilla
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.915

Abstract

Dengan bertambahnya populasi penduduk dunia dan berkembangnya bidang industri dari tahun ke tahun kebutuhan energi mengalami kenaikan. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah-limbah rumah tangga atau minyak nabati sebagai sumber bahan bakar. Potensi minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar nabati. Metode yang yang digunakan yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Esterifikasi adalah proses konversi asam lemak menjadi ester sedangkan transesterifikasi adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, bercabang dari minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil, molekul rantai lurus, dan hampir sama dengan molekul dalam bahan bakar diesel. Keunggulan dari proses esterifikasi dan transesterifikasi ini adalah waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibangkinkan dengan metode konvensional dan biodiesel yang dihasilkan memiliki yield yang tinggi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel daya yaitu 100, 200, 400, dan 600 watt. dan variasi waktu yaitu: 1 ; 2,5 ; 3,5 ; 4 ; 4,5 ; dan 5 menit. Bidiesel dapat diperoleh dari minyak nabati dengan variasi daya dan waktu terbaik yaitu 600 watt dan 5 menit. Biodiesel ini telah memenuhi standar SNI 7182.2015 dengan nilai densitas 850-890 g/ml dapat disimpulkan bahawa biodiesel ini layak digunakan.
Efek Gelombang Mikro pada Pembuatan Biodiesel dengan Bahan Baku Jatropa Curcas Oil Suryanto, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.780

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk secara langsung berdampak terhadap kebutuhan masyarakat dan salah satunya adalah komsumsi bahar bakar minyak. Cadangan bahan bakar minyak dari fosil semakin menurun sehingga perlunya pengembangan energi baru terbarukan. Salah satu bahan bakar energi terbarukan adalah biodiesel yang dapat dibuat dari bahan tumbuhan maupun hewani melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya dan waktu reaksi pada pembuatan biodiesel dengan pemanasan gelombang mikro menggunakan bahan baku jatropa curcas oil. Evalusi proses dilakukan dengan daya 100, 264, 400 dan 600 watt, waktu reaksi 2,5; 5; 7,5; 10 dan 12,5 menit menggunakan katalis NaOH 0,5 % pada ratio 1:9 mol pada tekanan atmosferik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan gelombang sangat efektif dalam meningkatkan laju reaksi dengan dengan konsentrasi katalis yang rendah. Perolehan yield biodiesel 96,65 % pada daya 400 dan waktu 7,5 menit. Karakteristik produk biodiesel yang dihasilkan sesuai dengan standar nasional Indonesia.
Pengaruh gelombang mikro pada pembuatan biodiesel dan kualitas metil ester dari minyak goreng kelapa sawit dan minyak goreng kedelai menggunakan katalis naoh terhadap kualitas metil ester Faradillah, Husnah; Suryanto, Andi; Rasyid, Rismawati
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 1 (2025): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i1.41705

Abstract

The use of microwaves in the biodiesel production process has been widely used because it has many advantages, one of which is showing a more efficient reaction, with a short reaction time and separation process. It is necessary to determine the effect of microwaves on the quality of biodiesel from palm oil and soybean oil. The aim of the research was to: 1) Evaluate the effect of power on the yield of palm oil and soybean oil biodiesel with a mole ratio of 1:12, reaction time of 2.5 minutes, and NaOH catalyst concentration of 0.2%. 2) Evaluate the effect of power on the characteristics of palm oil and soybean oil biodiesel with a mole ratio of 1:12, reaction time of 2.5 minutes, and NaOH catalyst concentration of 0.2%. 3) Evaluate the effect of power on the quality of palm oil and soybean oil biodiesel methyl ester compounds with a mole ratio of 1:12, reaction time of 2.5 minutes, and NaOH catalyst concentration of 0.2%. This research was carried out by preparing samples of oil, methanol, catalyst and distilled water. Followed by weighing the 0.2% catalyst and dissolving it with methanol and oil with a mole ratio of 1:12 then reacting with a microwave method transesterification reaction with power variations of 100, 264, 400 watts and a reaction time of 2.5 minutes. The results of transesterification produce biodiesel and glycerol. Biodiesel is separated for the purification process. The results of biodiesel purification are followed by physical and chemical testing. The results of this research show that: (1) The yield of palm oil biodiesel was 96% with a power of 400 watts and the yield of soybean oil biodiesel was 92% with a power of 400 watts. (2) The characteristics show that they are in accordance with SNI 7812:2015, except for water content. (3) The optimal % area of methyl ester obtained from palm oil biodiesel is 55.23% of 400 watt power and 37.38% of 264 watt power from soybean oil biodiesel.
Netralisasi air limbah penambangan emas di Blok Jalur 7 Bolaang Mongondow dengan menggunakan larutan kapur Malureng, Niciawati Dg; Suryanto, Andi; Yani, Setyawati
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 1 (2025): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i1.42067

Abstract

The Bolaang Mongondow region, especially in Tanoyan Selatan Village within the Lolayan District, presents considerable promise for the extraction of economically significant minerals, including gold ore. In this region, the practice of small-scale gold mining frequently utilizes cyanidation methods, which present significant environmental hazards. This research endeavors to investigate the effectiveness of Lobong lime and Kemindo lime in neutralizing the pH of mining wastewater, with particular emphasis on the impact of lime type and concentration on pH levels. The methodology for treating wastewater entailed the incorporation of lime powder into mining wastewater at diverse concentrations of 0.03 g, 0.04 g, 0.05 g, 0.08 g, 0.10 g, and 0.12 g, accompanied by stirring intervals of 1 minute, 3 minutes, 5 minutes, 7 minutes, and 10 minutes. The results indicated that Kemindo lime consistently surpassed Lobong lime in elevating pH levels. Moreover, the level of lime demonstrated a direct positive relationship with the enhancement of pH; increased lime concentrations led to markedly higher pH values. The findings highlight the essential importance of choosing the correct type and concentration of lime in wastewater treatment to improve both water and soil quality, consequently reducing environmental repercussions.
Pemisahan Metil Ester Minyak Goreng Bekas Menjadi Biofuel Zulfakar, Ahmad; Suryanto, Andi; Kalsum, Ummu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9026

Abstract

Minyak goreng bekas dapat menjadi bahan baku untuk bahan bakar alternatif karena berasal dari limbah minyak nabati sehingga dapat dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Mempelajari suhu fraksinasi untuk mendapatkan biofuel dari pemanfaatan minyak goreng bekas. (2) Mempelajari komposisi biofuel dari pemanfaatan minyak goreng bekas pada proses distilasi vakum. (3) Mempelajari karakteristik biofuel saat proses pemisahan metil ester pada minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas diesterifikasi terlebih dahulu menggunakan katalis dari metanol dan H2SO4 untuk mengurangi asam lemak bebas hingga dibawah 2% agar menghasilkan yield yang banyak. Setelah itu dilakukan transesterifikasi menggunakan katalis metanol dan NaOH sehingga memisahkan metil ester. Untuk memperoleh biofuel dilakukan distilasi vakum pada metil ester menggunakan tekanan 600mmHG selama 30 menit. Dari proses distilasi tersebut dapat diketahui bahwa yield meningkat saat suhu meningkat. Dari feed 500mL metil ester, volume total distilat sebanyak 220mL. Densitas pada produk distilat mengalami penuruan saat suhu meningkat meskipun hanya sedikit dengan rentang 885-874 kg/m3. Hasil viskositas juga mengalami penurunan dengan rentang 4,76-5,89 cst. Pengujian Gas Kromatografi (GC) untuk produk distilat dilakukan hanya pada produk distilat terbanyak dengan suhu 375ÂșC. Komposisi biofuel pada dari hasil uji GC tersebut terdiri dari rantai karbon C9-C25 dengan luas area terdapat pada Methyl Stearat (C19) dengan luas area 50,35% dan Methyl Hexadecenoic (C17) dengan luas area 34,86%..
Proses Saponifikasi Minyak Kelapa dan Ekstrak Kulit Pisang untuk Pembuatan Handsoap Antibakteri dan Penyembuhan Luka Bakhri, Syamsul; Suryanto, Andi; Zainal, Zakinah; Fidya, Nurul
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 16, No 1 (2024): Vol. (16) No. 1, April 2024
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v16i1.31920

Abstract

This banana peel can be used as a raw material for antiseptic drugs and can also be used as an extract in the manufacture of liquid anti-bacterial soap and wound healing. This study aims to determine the effect of coconut oil and banana peel extract in inhibiting microbial growth, and the effectiveness of hand soap in wound healing. And to determine the effect of coconut oil and banana peel extract on hand soap on organoleptic tests, irritation tests, moisture tests, pH tests and foam tests. This research was started by preparing banana peel extract by maceration method, then coconut oil was heated to a temperature of 70C. KOH solution is added to the coconut oil mixture. After a solid mixture, the soap base is heated by steaming for 3 hours until it becomes clear. After neutral hand soap, citric acid was added to the hand soap, then added banana peel extract formulations with concentrations of (K-) 0, (F1) 100, (F2) 126, (F3) 150 and (F4) 175 grams in each formula. This hand soap has an inhibitory effect on Staphylococcus Epidermidis (SE) bacteria 20 mm which is categorized as very strong, and in terms of wound removal, this liquid soap has the potential to be good at removing wounds. The hand soap produced has a distinctive color and smell, and has a liquid texture. Does not cause irritation to the skin, has a moisturizing effect on the skin, has a pH according to SNI where the set pH range is 8-10, and has foam according to SNI, namely 13-220 mm
Optimalisasi Penggunaan Kitosan Limbah Kulit Udang Vannamei Sebagai Koagulan dalam Perbaikan Kualitas Air Danau Shabriyani Hatma; Setyawati Yani; Suryanto, Andi
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i02.190

Abstract

Danau di Universitas Hasanuddin atau Danau UNHAS telah mengalami pencemaran sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Kitosan dari limbah kulit udang Vannamei dari Kawasan Industri Makassar (KIMA) dapat digunakan sebagai bahan untuk proses penjernihan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan dan kecepatan pengadukan pada proses penjernihan air danau UNHAS. Metode yang digunakan adalah jar test, rapid mixing dan slow mixing dengan varian penambahan konsentrasi kitosan berturut-turut 0.5, 1, 1.5, 2, 2.5 (% berat) pada kecepatan putar pengadukan cepat berturut-turut 100, 300, 500, dan pengadukan lambat 70 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air danau terbaik dari segi pH dicapai pada penambahan kitosan 0,5%, sedangkan dari segi TDS dan suhu, kualitas air terbaik diperoleh pada penambahan kitosan 2,5%. Kecepatan optimum pengadukan yang memberi kualitas air terbaik dari segi pH dan TDS adalah pada 500 rpm, sedangkan kecepatan optimum yang meberikan kualitas air dengan suhu terbaik diperoleh pada kecepatan 100 rpm. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan kulit udang memiliki potensi untuk digunakan sebagai koagulan untuk proses perbaikan kualitas air danau.
EFEKTIVITAS ADSORBSI PHOSFAT PADA LIMBAH LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN PACKED COLOUM Irawaty, Irma; Rasyid, Rismawaty; Suryanto, Andi
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 16 No. 01 (2021): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v16i01.37

Abstract

Limbah laundry adalah salah satu limbah industri yang belum mendapat perhatian dalam pengelolaannya sebelum limbah tersebut dibuang kelingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahuai apakah silika oksida dan arang aktif dapat melakukan proses adsorbsi dengan menyerap phosfat dalam limbah laundry dengan menggunakan variasi campuran silika oksida dengan arang aktif, yakni 3 kg : 0 kg, 2 Kg : 1 kg, 1,5 kg : 1,5 kg, 1 kg : 2 Kg dan 0 kg : 3 Kg. Proses adsorbsi menggunakan packed colom di labolatorium Kimia dasar FTI UMI. Pengukuran kadar phosfat menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan penurunan kadar fosfat dalam sampel limbah laundry berturut turut berdasarkan variasi komposisi campuran silica oksida dengan arang aktif adalah 13,20%, 13,90%, 18,01% 32,69% dan 37,97%. Uji adsorbsi menunjukkan bahwa silika oksida dan arang aktif mampu menyerap fosfat. Semakin lama proses sirkulasi yang dilakukan untuk penyerapan phosfat maka persentase penurunan fosfat yang terserap semakin besar pula. Persentase penurunan jumlah fosfat terbesar adalah 37,97% pada campuran 3 kg silika oksida yang menunjukkan bahwa silika oksida sangat baik digunakan sebagai adsorben dalam proses adsorbsi menggunakan packed colom.
Avtur Waste Treatment to Produce Useful Fuel Products based on ASTM Standard Dwi Nurhudaeni; Zakir Sabara; Andi Suryanto; Belda Amelia Junisu; Iva Yenis Septiariva; Riza Aldiansyah Fanani
International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability Vol. 1 No. 2 (2022): International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.921 KB) | DOI: 10.58524/ijhes.v1i2.73

Abstract

The many avtur samples that are tested every month has an impact on avtur waste that accumulates in the PT. Pertamina Lubricant PU Jakarta laboratory. Avtur wastes are usually just thrown away without being processed again. This study focuses on the utilization of avtur test results waste by knowing the quality of avtur waste with flash point, distillation, freezing point, density and color test parameters. The aims of this research are to solve the problem of waste from avtur testing results by reusing avtur waste to become a product so as to reduce the occurrence of losses. The first step is to prepare a sample of waste from avtur test results and then perform tests on the flash point, distillation, freezing point, density and color test parameters. After that, avtur waste was formulated: avtur ASTM standard T.107 with variations in the formulation, namely 5% LA : A, 10% LA : A, 15% LA : A and 20% LA : A. After that, the mixing process was carried out for 15 minutes using a stirrer motor with a speed of 300 rpm (rotations per minute). Then flash point, distillation, freezing point, density and color tests were carried out to get results that match the specifications of the avtur. The results showed that the formulation of the avtur test results: avtur according to American Standard Testing and Material (ASTM) standard had met the avtur specifications. Where the best formulation was found in 10% avtur waste formulation with test value of color : 25, density : 802.4 Kg/m3, flash point : 42.5 oC, freezing point : -55.0 oC and distillation (IBP : 156.0 oC, 10 % : 172.0 oC, 50% : 194.0 oC , 90% : 225.0 oC, End Point : 257.0 oC. Based on the results of the formulation testing that has been carried out, the avtur test results formulated with ASTM standard for avtur have met the company's quality standards.