Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Kitosan Limbah Kulit Udang Vannamei Sebagai Koagulan dalam Perbaikan Kualitas Air Danau Shabriyani Hatma; Setyawati Yani; Andi Suryanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.778 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i02.190

Abstract

Danau di Universitas Hasanuddin atau Danau UNHAS telah mengalami pencemaran sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Kitosan dari limbah kulit udang Vannamei dari Kawasan Industri Makassar (KIMA) dapat digunakan sebagai bahan untuk proses penjernihan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan dan kecepatan pengadukan pada proses penjernihan air danau UNHAS. Metode yang digunakan adalah jar test, rapid mixing dan slow mixing dengan varian penambahan konsentrasi kitosan berturut-turut 0.5, 1, 1.5, 2, 2.5 (% berat) pada kecepatan putar pengadukan cepat berturut-turut 100, 300, 500, dan pengadukan lambat 70 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air danau terbaik dari segi pH dicapai pada penambahan kitosan 0,5%, sedangkan dari segi TDS dan suhu, kualitas air terbaik diperoleh pada penambahan kitosan 2,5%. Kecepatan optimum pengadukan yang memberi kualitas air terbaik dari segi pH dan TDS adalah pada 500 rpm, sedangkan kecepatan optimum yang meberikan kualitas air dengan suhu terbaik diperoleh pada kecepatan 100 rpm. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan kulit udang memiliki potensi untuk digunakan sebagai koagulan untuk proses perbaikan kualitas air danau.
Pengaruh Suhu dan Waktu Peleburan Alkali pada Pembuatan Asam Oksalat dari Batang Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Astri Wiyani GM; Ruslan Kalla; Andi Suryanto
Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains
Publisher : Program Pascasarjana UMi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam oksalat disebut juga sebagai senyawa dikarboksilat yang atom–atom C nya mampu mengikat lebih dari satu gugus hidroksil yang dapat disintesis dari limbah yang mengandung selulosa yang tinggi. Pada penelitian ini digunakan limbah batang eceng gondok sebagai bahan yang di sintesis menjadi asam oksalat dengan menggunakan metode peleburan alkali dengan memvariasikan suhu peleburan (80oCdan 140oC) dan waktu peleburan (60, 70, 80, 90) menit dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu peleburan optimum pada pembentukan asam oksalat. Pada penelitian ini menggunakan 10 gram serbuk halus batang eceng gondok dan 150 ml pelarut alkali (NaOH) yang memperoleh kondisi optimum pada konsentrasi 4,5 N dengan waktu peleburan 70 menit dan suhu 80oC dengan berat atau yield asam oksalat sebesar 0,6665 gr (6,65%). Karakteristik asam oksalat yang dihasilkan memiliki titik leleh sebesar 102,3oC dan asam oksalat standar memiliki titik leleh sebesar 101,7oC.
EDUKASI ALAT PENANAMAN BIBIT DAN PUPUK KALSIUM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAGUNG PADA KELOMPOK TANI ASSAMATURU DI DESA PADDINGING KABUPATEN TAKALAR Syamsul Bakhri; Rismaladewi Maskar; Zakir Sabara; Andi Suryanto; Gusnawati; Faisal; Muh Azhar; Shalsabila Firdauzia Ismail; Alifyah Fitrah Suci Rachmadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.23936

Abstract

This PKM activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency, for four months. The main problem he faces is using conventional seed planting tools, so the process of perforating and planting corn seeds takes a very long time and uses manpower. So far, the time required for perforating and planting seeds using conventional tools, namely for an area of ​​1 ha, takes four days, even in the process of perforating and planting corn seeds using labour, so the target audience must spend a very large amount of money to pay labour wages. In addition to using conventional corn seed planting tools, the target audience also experienced difficulties procuring micro fertilisers, namely urea, NPK, and ZA fertilisers. In addition to the high price of microfertilizers due to reduced government subsidies, there are sometimes shortages in the market. The service in this village is so that the Target Audience can use Modern Corn Seed Planting Equipment and utilise calcium fertiliser to supplement their corn plants. Corn seeds efficiently have low operating costs, increasing the harvest's quality and quantity. The solution provided to achieve this goal is the procurement of a modern corn seed planting tool called the Imtagro NTCC One Output Corn Planting Tool and calcium fertiliser as an investment for the Target Audience, as well as Assistance to the Target Audience, as well as Assistance to the Target Audience on the use of these modern tools and use of calcium fertiliser on corn plants. ---  Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama empat bulan. Permasalahan utama yang dihadapinya adalah penggunaan alat penanaman bibit yang masih konvensional, sehingga dalam proses pelubangan dan penanaman bibit jagung membutuhkan waktu yang sangat lama dan menggunakan tenaga kerja. Selama ini, waktu yang dibutuhkan untuk pelubangan dan penanaman bibit dengan menggunakan alat yang masih konvensional yaitu untuk lahan seluas 1 Ha membutuhkan waktu selama 4 hari, bahkan dalam proses pelubangan dan penanaman bibit jagung menggunakan tenaga kerja sehingga Khalayak Sasaran harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membayar upah tenaga kerja. Selain penggunaan alat penanaman bibit jagung yang masih konvensional, Khalayak Sasaran juga mengalami kesulitan dalam pengadaan pupuk mikro yaitu pupuk urea, NPK, dan ZA. Selain mahalnya harga pupuk mikro tersebut karena berkurang subsidi dari pemerintah, juga kadang terjadi kelangkaan di pasaran. Tujuan dilaksanakan pengabdian di desa ini, adalah agar Khalayak Sasaran dapat menggunakan Alat Penanaman Bibit Jagung yang Modern dan memanfaatkan pupuk kalsium sebagai suplemen pada tanaman jagungnya bahkan pupuk kalsium ini dapat berfungsi sebagai pengganti pupuk mikro jika terjadi kelangkaan di pasaran, dengan harapan Khalayak Sasaran dapat menanam bibit jagung dengan efisien, biaya operasional yang murah, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya. Solusi yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengadaan alat penanaman bibit jagung yang modern yang bernama Alat Tanam Jagung Imtagro NTCC One Output dan pupuk kalsium sebagai investasi kepada Khalayak Sasaran, serta Pendampingan kepada Khalayak Sasaran, serta Pendampingan kepada Khalayak Sasasran tentang penggunaan alat modern tersebut dan penggunaan pupuk kalsium pada tanaman jagung.
PKM PEMANFAATAN LIMBAH KULIT TELUR MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI DI DESA PADDINGING KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Syamsul Bakhri; Rismaladewi Maskar; Muh Azhar; Andi Suryanto; Gusnawati Gusnawati; Nurjannah Nurjannah; Munira Munira; Citra Aulian Chalik; Shalsabila Firdauzia Ismail; Alifyah Fitrah Suci Ramadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23252

Abstract

This PKM activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency for four months. The economic activities of the people of Paddingging Village, Sanrobone District, Takalar Regency are mostly based on agricultural business activities and small industries. not used and just thrown away which is detrimental to the environment. The Assamaturu Farmer Group is the Target Audience in this PKM program and is one of the agricultural business groups that has the potential to be developed. The main problem he faced was that corn production did not meet expectations due to the less-than-optimal use of urea and NPK fertilizers due to the high price of fertilizers. In addition, the availability of fertilizers on the market is sometimes rare, so the prices of fertilizers that are successfully obtained and purchased are very expensive. The purpose of carrying out this PKM activity is so that the target audience can utilize eggshell waste to become organic fertilizer. To achieve this goal, the activities carried out in this PKM as a solution to overcome the problems experienced by the Target Audience are the Provision of Science and Technology Understanding through presentations to the Target Audience on the utilization of eggshell waste into organic fertilizer and assistance in the use of organic fertilizer in corn plants. The results achieved from this PKM activity are that the target audience can utilize eggshell waste to become organic fertilizer and be able to use this organic fertilizer on their corn plants.  ---  Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama empat bulan. Kegiatan perekonomian masyarakat Desa Paddingging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar sebagian besar berbasis pada kegiatan usaha pertanian dan industri kecil, Berdasarkan hasil survei, terdapat banyak industri kue, rumah makan, toko roti (donat), dan martabak telur yang menggunakan telur sebagai bahan bakunya sehingga terdapat banyak limbah kulit telur yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja sehingga dapat merugikan lingkungan. Kelompok tani Assamaturu sebagai Khalayak Sasaran dalam program PKM ini, dan merupakan salah satu kelompok usaha bidang pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Permasalahan utana yang dihadapinya adalah hasil produksi jagung tidak sesuai harapan dikarenakan kurang optimalnya penggunaan pupuk NPK dan pupuk urea yang disebabkan harga pupuk yang mahal, bahkan ada rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi pupuk. Selain itu, keberadaan pupuk di pasaran kadang langka sehingga harga pupuk yang berhasil didapatkan dan dibeli memiliki harga yang sangat mahal. Tujuan dilaksanakan kegiatan PKM ini adalah agar Khalayak Sasaran dapat memanfaatkan limbah kulit telur menjadi pupuk organik. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan dalam PKM ini sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dialami Khalayak Sasaran adalah Pemberian Pemahaman IPTEK melalui persentasi kepada Khalayak Sasaran tentang pemanfaatan limbah kulit telur menjadi pupuk organik dan pendampingan penggunaan pupuk organik pada tanaman jagung. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini adalah Khalayak Sasaran mampu memanfaatkan limbah kulit telur menjadi pupuk organik dan mampu menggunakan pupuk organik tersebut pada tanaman jagungnya.  
Avtur Waste Treatment to Produce Useful Fuel Products based on ASTM Standard Nurhudaeni, Dwi; Sabara, Zakir; Suryanto, Andi; Junisu, Belda Amelia; Septiariva, Iva Yenis; Fanani, Riza Aldiansyah
International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability Vol. 1 No. 2 (2022): International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.921 KB) | DOI: 10.58524/ijhes.v1i2.73

Abstract

The many avtur samples that are tested every month has an impact on avtur waste that accumulates in the PT. Pertamina Lubricant PU Jakarta laboratory. Avtur wastes are usually just thrown away without being processed again. This study focuses on the utilization of avtur test results waste by knowing the quality of avtur waste with flash point, distillation, freezing point, density and color test parameters. The aims of this research are to solve the problem of waste from avtur testing results by reusing avtur waste to become a product so as to reduce the occurrence of losses. The first step is to prepare a sample of waste from avtur test results and then perform tests on the flash point, distillation, freezing point, density and color test parameters. After that, avtur waste was formulated: avtur ASTM standard T.107 with variations in the formulation, namely 5% LA : A, 10% LA : A, 15% LA : A and 20% LA : A. After that, the mixing process was carried out for 15 minutes using a stirrer motor with a speed of 300 rpm (rotations per minute). Then flash point, distillation, freezing point, density and color tests were carried out to get results that match the specifications of the avtur. The results showed that the formulation of the avtur test results: avtur according to American Standard Testing and Material (ASTM) standard had met the avtur specifications. Where the best formulation was found in 10% avtur waste formulation with test value of color : 25, density : 802.4 Kg/m3, flash point : 42.5 oC, freezing point : -55.0 oC and distillation (IBP : 156.0 oC, 10 % : 172.0 oC, 50% : 194.0 oC , 90% : 225.0 oC, End Point : 257.0 oC. Based on the results of the formulation testing that has been carried out, the avtur test results formulated with ASTM standard for avtur have met the company's quality standards.
Analysis of Air Pollution Level In Settlement Area Using Passive Sampler Method Djamal, Normalia; Suryanto, Andi; Artiningsih, Andi; Nasrullah, Nizar; Manningtyas, Rosyi Damayanti T; Velina, Yessy
International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability Vol. 1 No. 2 (2022): International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.455 KB) | DOI: 10.58524/ijhes.v1i2.77

Abstract

Air pollution, especially in big cities in Indonesia, has reached a very worrying level. The main sources of air pollution come from various human activities, including industry, transportation, offices, and housing. These various activities are the biggest contribution of air pollutants that are released into the free air. In this study, observations and measurements of air pollution levels were carried out in the Final Disposal Site (FDS). The absence of good waste management in Sinjai Regency has triggered the community to manage waste by means of Open Dumping, where waste is simply dumped in a landfill without any treatment. Pollutant gas originating from the landfill will produce harmful gases, including Nitrogen Dioxide (NO2), Sulfur Dioxide (SO2) and others. This study aims to determine the concentrations of Nitrogen Dioxide (NO2) and Sulfur Dioxide (SO2) in Final Disposal Site (FDS) Tondong and in residential areas around Tondong FDS, Sinjai Regency by using the passive sampler method. The test results obtained are the NO2 value at point 1 which is 3.69 g/m3, point 2 is 5.25 g/m3, point 3 is 3.1 g/m3 and point 4 is 7.1 g/m3 with an average value The average NO2 parameter test is 4.785 g/m3. While the SO2 value at point 1 is 4.46 g/m3, point 2 is 7.34 g/m3, point 3 is 8.47 g/m3 and point 4 is 5.93 g/m3. The average value of the SO2 parameter test is 6.55 g/m3. Calculating the Air Quality Index based on the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number 27 of 2021 concerning the Environmental Quality Index, air pollution at the Tondong Landfill is worth 93.14 indicating the very good category.
Inhibitory Power of Bacterial Growth in the Composition Formulation for Making Liquid Soap Based on Waste of Cooking Oil Bakhri, Syamsul; Kalsum, Ummu; Gusnawati, Gusnawati; Ilyas, Muhammad Ilham Akbar; Budyanto, Rahmad; Suryanto, Andi
International Journal of Halal System and Sustainability https://jurnal.narotama.ac.id/https://www.spb.gba.gov.ar/campus/https://conference.trunojoyo.ac.id/https://ojs.ucp.edu.ar/https://libros.cimsur.unam.mx/https://ojs.stikesmucis.ac.id/http://medi Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/injhss.v3i2.280

Abstract

Utilization of waste cooking oil as a raw material in the manufacture of liquid soap is to process it into goods that have economic value and prevent environmental pollution. The purpose of this study was to determine the composition of used cooking oil and KOH which has a very strong inhibitory effect on bacterial growth. The composition ratio (w/w) used between waste cooking oil and KOH is 325:125, 400:100, and 425:75. The process of making liquid soap is carried out experimentally using hot process of method, which begins with refining waste of cooking oil using actived of charcoal. Testing the inhibition of bacterial growth was carried out In Vitro using Staphylococcus Aureus bacteria contamination. The results achieved in this study are third liquid soap has strong inhibition of bacterial growth, and from third liquid soap it, liquid soap with a composition of 375 grams of used cooking oil and 125 grams of KOH which has a very strong inhibition of bacterial growth.
Pemanfaatan Daun Ketapang Kering dan Kulit Kakao menjadi Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif Ganing, Melani; Suryanto, Andi; Sabara, Zakir; Arman, Muh
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i2.813

Abstract

Pemanfaatan limbah daun ketapang kering dan kulit kakao menjadi briket merupakan sumber energi alternatif yang cukup besar dan perlu pengkajian untuk mendapatkan data karakteristik dari briket yang dihasilkan. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui berapa komposisi terbaik campuran daun ketapang kering dan kulit kakao terhadap karakteristik briket yang dihasilkan dan mengetahui pengaruh komposisi briket terhadap kualitas nyala. Tahapan penelitian yaitu proses pirolisis, penggilingan, pengayakan, penambahan perekat serta pengeringan. Kemudian dilakukan tahap pengujian karakteristik briket dan uji nyala. Hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh komposisi campuran terbaik yaitu komposisi campuran 10:90 (10% daun ketapang kering dan 90% kulit kakao). Nilai kalor yang dihasilkan yaitu 4871 kalori/gram. Untuk uji nyala, komposisi bahan 50% daun ketapang kering dan 50% kulit kakao merupakan briket yang paling lama waktu penyalaannya hingga menjadi abu yaitu 1 jam 33 menit 20 detik. Komposisi dari masing-masing briket tidak berpengaruh secara signifikan terhadap lama briket menyala hingga menjadi abu.
Uji Aktifitas Katalis NaOH/Ni/gamma Al2O3 pada Proses Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Suryanto, Andi; Jaya, Fitra; Arifin, Mubdiana; Armayanti; Herdianzah, Yan
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.829

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang potensial untuk diproduksi secara berkesimbungan. Minyak kelapa sawit salah satu bahan baku yang dapat dikonversi menjadi biodisel. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh katalis (NaOH/Ni/γ-Al2O3) pada reaksi transesterfikasi minyak kelapa sawit terhadap persentase rendemen biodiesel, densitas, persentase etil ester, serta konversi asam lemak bebas dari produk biodiesel dari minyak kelapa sawit. Proses pembuatan biodiesel melalui transesterifikasi minyak kelapa sawit dengan pereaksi etanol pada suhu 60oC dengan penambahan katalis NaOH/Ni/γ-Al2O3 . Setelah waktu reaksi yang ditentukan, produk biodiesel didiamkan selama 24 jam ini bertujuan agar terjadi pemisahan antara sisa etanol, dan gliserol. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan, produk biodiesel terbaik pada penelitian ini adalah produk dengan persentase katalis 4% dan waktu reaksi 3 jam. Produk biodiesel ini, menghasilkan persentase rendemen sebesar 94,26% dan persentase etil ester sebesar 89,21% dan nilai konversi FFA sebesar 85,28%.
Adsorpsi Gas CO2 Menggunakan Kapur Tohor, Arang Aktif Dan Zeolit Pada Kendaraan Bermotor Roda Dua Ramli, Abdur Rifai; Suryanto, Andi; Yani, Syamsuddin
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 1 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.832

Abstract

Pemanasan global yang terjadi akibat emisi gas rumah kaca merupakan salah satu persoalan yang menjadi perhatian dunia secara luas dalam dekade terakhir. Berbagai upaya pengendalian emisi gas CO2 yang menjadi komponen utama gas rumah kaca telah banyak diupayakan dan diteliti, antara lain penggunaan teknologi zero emission dan pengendalian gas CO2 pada sumber emisi. Penelitian ini difokuskan pada upaya pengurangan kandungan CO2 dari gas buang kendaraan bermotor roda dua dengan metode adsorpsi menggunakan 3 jenis adsorben (kapur tohor, arang aktif, dan zeolit), dengan variasi massa adsorben 50 gram, 100 gram, dan 150 gram. Selain itu dilakukan juga pengamatan daya adsorpsi dari campuran ketiga jenis adsorben tersebut dalam berbagai komposisi. Pengukuran emisi dilakukan sebelum dan setelah penggunaan adsorben menggunakan flux 4005 infrared multigas analyser pada menit ke 1, 5, 10, 15 dan 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal terjadi pada berat 150 gram dan menit ke 10 untuk setiap jenis adsorben. Adsorben yang paling besar daya adsorpsinya adalah kapur tohor yaitu 30,68% kemudian zeolit sebesar 28,94% dan yang paling kecil adalah arang aktif sebesar 27,45%. Komposisi campuran adsorben yang paling besar daya adsorpsinya adalah perbandingan 1 : 1 : 1 (K1Z1A1) dengan daya adsopsi CO2 sebesar 27,61%.