Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Proses Saponifikasi Minyak Kelapa dan Ekstrak Kulit Pisang untuk Pembuatan Handsoap Antibakteri dan Penyembuhan Luka Bakhri, Syamsul; Suryanto, Andi; Zainal, Zakinah; Fidya, Nurul
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 16, No 1 (2024): Vol. (16) No. 1, April 2024
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v16i1.31920

Abstract

This banana peel can be used as a raw material for antiseptic drugs and can also be used as an extract in the manufacture of liquid anti-bacterial soap and wound healing. This study aims to determine the effect of coconut oil and banana peel extract in inhibiting microbial growth, and the effectiveness of hand soap in wound healing. And to determine the effect of coconut oil and banana peel extract on hand soap on organoleptic tests, irritation tests, moisture tests, pH tests and foam tests. This research was started by preparing banana peel extract by maceration method, then coconut oil was heated to a temperature of 70C. KOH solution is added to the coconut oil mixture. After a solid mixture, the soap base is heated by steaming for 3 hours until it becomes clear. After neutral hand soap, citric acid was added to the hand soap, then added banana peel extract formulations with concentrations of (K-) 0, (F1) 100, (F2) 126, (F3) 150 and (F4) 175 grams in each formula. This hand soap has an inhibitory effect on Staphylococcus Epidermidis (SE) bacteria 20 mm which is categorized as very strong, and in terms of wound removal, this liquid soap has the potential to be good at removing wounds. The hand soap produced has a distinctive color and smell, and has a liquid texture. Does not cause irritation to the skin, has a moisturizing effect on the skin, has a pH according to SNI where the set pH range is 8-10, and has foam according to SNI, namely 13-220 mm
Optimalisasi Penggunaan Kitosan Limbah Kulit Udang Vannamei Sebagai Koagulan dalam Perbaikan Kualitas Air Danau Shabriyani Hatma; Setyawati Yani; Suryanto, Andi
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i02.190

Abstract

Danau di Universitas Hasanuddin atau Danau UNHAS telah mengalami pencemaran sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Kitosan dari limbah kulit udang Vannamei dari Kawasan Industri Makassar (KIMA) dapat digunakan sebagai bahan untuk proses penjernihan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan dan kecepatan pengadukan pada proses penjernihan air danau UNHAS. Metode yang digunakan adalah jar test, rapid mixing dan slow mixing dengan varian penambahan konsentrasi kitosan berturut-turut 0.5, 1, 1.5, 2, 2.5 (% berat) pada kecepatan putar pengadukan cepat berturut-turut 100, 300, 500, dan pengadukan lambat 70 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air danau terbaik dari segi pH dicapai pada penambahan kitosan 0,5%, sedangkan dari segi TDS dan suhu, kualitas air terbaik diperoleh pada penambahan kitosan 2,5%. Kecepatan optimum pengadukan yang memberi kualitas air terbaik dari segi pH dan TDS adalah pada 500 rpm, sedangkan kecepatan optimum yang meberikan kualitas air dengan suhu terbaik diperoleh pada kecepatan 100 rpm. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan kulit udang memiliki potensi untuk digunakan sebagai koagulan untuk proses perbaikan kualitas air danau.
EFEKTIVITAS ADSORBSI PHOSFAT PADA LIMBAH LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN PACKED COLOUM Irawaty, Irma; Rasyid, Rismawaty; Suryanto, Andi
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 16 No. 01 (2021): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v16i01.37

Abstract

Limbah laundry adalah salah satu limbah industri yang belum mendapat perhatian dalam pengelolaannya sebelum limbah tersebut dibuang kelingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahuai apakah silika oksida dan arang aktif dapat melakukan proses adsorbsi dengan menyerap phosfat dalam limbah laundry dengan menggunakan variasi campuran silika oksida dengan arang aktif, yakni 3 kg : 0 kg, 2 Kg : 1 kg, 1,5 kg : 1,5 kg, 1 kg : 2 Kg dan 0 kg : 3 Kg. Proses adsorbsi menggunakan packed colom di labolatorium Kimia dasar FTI UMI. Pengukuran kadar phosfat menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan penurunan kadar fosfat dalam sampel limbah laundry berturut turut berdasarkan variasi komposisi campuran silica oksida dengan arang aktif adalah 13,20%, 13,90%, 18,01% 32,69% dan 37,97%. Uji adsorbsi menunjukkan bahwa silika oksida dan arang aktif mampu menyerap fosfat. Semakin lama proses sirkulasi yang dilakukan untuk penyerapan phosfat maka persentase penurunan fosfat yang terserap semakin besar pula. Persentase penurunan jumlah fosfat terbesar adalah 37,97% pada campuran 3 kg silika oksida yang menunjukkan bahwa silika oksida sangat baik digunakan sebagai adsorben dalam proses adsorbsi menggunakan packed colom.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK MANIS (CITRUS SINENSIS) SEBAGAI KATALIS HETEROGEN DALAM PEMBUATAN BIODIESEL Nurilah, Nurilah; Suryanto, Andi; Kalsum, Ummu
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 02 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i02.253

Abstract

Nurilah. Pemanfaatan limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai katalis Heterogen dalam pembuatan Biodiesel Jeruk manis (citrus sinensis) merupakan komoditas hasil pertanian di Indonesia yang sangat diminati oleh konsumen. Kulit jeruk manis (Citrus sinensis) biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan dan menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya. Selama ini pemanfaatan kulit jeruk manis belum dilakukan secara optimal, sehingga menyebabkan penumpukan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai katalis heterogen dalam proses transesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Kulit jeruk yang telah dikarbonisasi dan diimpregnasi dengan NaOH dikalsinasi pada berbagai suhu (400–700 °C) untuk menghasilkan katalis aktif. Variasi suhu kalsinasi dan konsentrasi katalis (1% dan 2%) dievaluasi terhadap parameter kualitas biodiesel, seperti yield, viskositas, dan densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kalsinasi 700 °C dengan konsentrasi katalis 2% menghasilkan yield tertinggi sebesar 93% dan densitas 0,867 g/cm³ yang masih sesuai dengan standar biodiesel SNI. Katalis pada suhu 600 °C menunjukkan hasil viskositas dan densitas paling optimal, mendekati spesifikasi standar biodiesel. Penelitian ini membuktikan bahwa kulit jeruk manis dapat dimanfaatkan sebagai katalis heterogen yang efektif, sekaligus menjadi solusi pengolahan limbah organik untuk produksi energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Peningkatan Aktivitas Katalis ˠ-Al2O3 Dengan Penambahan Larutan NaoH Artiningsih, Andi; Latarissa, Adityo Yusuf; Hasnawati, Hasnawati; Suryanto, Andi
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 02 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i02.262

Abstract

Katalis adalah suatu zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi kimia dengan tujuan untuk memperbesar kecepatan reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan katalis NaOH/γ- Al2O3, serta untuk mengetahui efektivitas katalis NaOH/γ- Al2O3 terhadap perolehan yield biodiesel. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Proses Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia Makassar, Penelitian yang dilakukan yaitu preparasi katalis dengan ditimbang 10 gram NaOH dan ditambahkan 100 ml aquadest, dicampurkan sedikit demi sedikit kedalam 10 gram serbuk (γ- Al2O3) dan diaduk hingga merata. Tahap selanjutnya pada pengeringan digunakan oven pada suhu 110oC selama 8 jam dan dilanjutkan dengan proses kalsinasi pada suhu 650oC selama 3 jam setelah itu dimasukkan katalis kedalam desikator kemudian ditimbang. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuatan katalis NaOH/γ- Al2O3 dengan suhu pemanasan kalsinasi 650oC selama 3 jam, tekstur yang dihasilkan sebelum dan sesudah kalsinasi tetap berbentuk serbuk berwarna putih dan halus, hal ini dikarenakan stabil dalam proses katalis dan pada suhu yang tinggi yaitu pada suhu 500-800oC, hal ini membuktikan bahwa hasil yang didapatkan sesuai dengan tekstur yang sudah ditetapkan pada γ- Al2O3 dan produk biodiesel ini, menghasilkan persentase rendemen sebesar 97,06%, karena hasil yield pada peneltian ini mengalami penurunan sehingga fektivitas katalis NaOH/γ- Al2O3 terhadap peroleh yield biodiesel kurang efektif, hal ini disebabkan terjadinya reaksi balik akibat berlebihnya waktu reaksi maupun konsentrasi yang digunakan sehingga melampaui batas optimumnya dan etil ester kembali menjadi trigliserida.