Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Exploring The Potential of Diabetes Panel and Albumin as Predictors on Urinary Incontinence in Elderly Soni, Yulfitra; Tambunan, Nicholas Albert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Suros, Angel Sharon; Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.857

Abstract

Urinary incontinence (UI) is a significant health issue among the elderly, affecting their quality of life. While its etiology is multifaceted, metabolic and nutritional markers such as diabetes panel parameters and albumin levels may play a role in its severity. However, the relationship between these biomarkers and UI remains underexplored. This study aims to investigate the association of diabetes panel components and albumin levels with the severity of UI in elderly individuals to identify potential predictors. A cross-sectional analytic study was conducted involving 93 elderly participants from Bina Bhakti Nursing Home. UI was assessed using the International Consultation on Incontinence Questionnaire-Urinary Incontinence Short Form (ICIQ-UI SF). Metabolic markers were analysed using validated methods, including fasting glucose, HbA1c, fasting insulin, HOMA-IR, and albumin. Data were statistically analyzed using Spearman’s Rho and multiple regression analyses to determine correlations and predictive relationships. Significant correlations were observed between HbA1c (r = -0.284, p = 0.006) and albumin (r = -0.259, p = 0.012) with UI severity. Multiple regression analysis confirmed that HbA1c and albumin are significant predictors of UI, with lower levels associated with increased UI severity. Diabetes panel parameters, particularly HbA1c and albumin levels, are valuable predictors of UI severity in elderly individuals. These findings emphasize the importance of metabolic and nutritional health monitoring in managing and mitigating UI symptoms. Future longitudinal studies and intervention trials are recommended to validate these findings and explore therapeutic implications.
Peran Edukasi dan Evaluasi Handgrip Strength sebagai Upaya Deteksi Dini Sarcopenia pada Usia Produktif di Cengkareng Sidarta, Erick; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 3 № 02 (2025): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v3i02.1777

Abstract

Hydrated skin is an important indicator of overall skin health, as water content in the stratum corneum plays a vital role in maintaining the skin barrier function. Insufficient hydration can lead to dry skin, increase the risk of infections, and reduce quality of life. This activity aimed to assess skin water and oil levels among the elderly residents at Hana Nursing Home to prevent dry skin conditions. The PDCA (Plan–Do–Check–Act) approach was applied, which included planning the screening activities, measuring skin water and oil levels, evaluating the results, and providing skin care education for participants with abnormal findings. A total of 36 elderly individuals participated in this activity at Hana Nursing Home, South Tangerang. The results showed that 20 participants (55.56%) had low oil levels, while 24 participants (66.67%) had low water levels. These findings underscore the importance of maintaining skin hydration through adequate fluid intake, regular use of moisturizers, and adopting a healthy lifestyle. Early detection of skin hydration status, combined with targeted education, is effective in preventing dry skin and improving quality of life in the elderly population.
CORRELATION OF SIMPLE ANTHROPOMETRY AND BODY COMPOSITION WITH HANDGRIP STRENGTH IN OLDER ADULTS: CROSS-SECTIONAL STUDY Ernawati, Ernawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hartono, Vincent Aditya Budi; Syarifah, Andini Ghina; Warsito, Jonathan Hadi; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34313

Abstract

Latar Belakang: Kekuatan genggam tangan (Handgrip Strength/HGS) merupakan indikator kesehatan fisik secara umum pada lansia. HGS mencerminkan keseimbangan antara massa otot dan lemak serta membantu dalam diagnosis sarkopenia. Memahami hubungan antara ukuran antropometri, komposisi tubuh, dan HGS penting untuk mengatasi penurunan kesehatan otot akibat penuaan. Tujuan: Studi ini mengevaluasi korelasi antara parameter antropometri sederhana, komposisi tubuh, dan HGS pada lansia, guna mendukung deteksi dan intervensi dini sarkopenia. Metode: Studi potong lintang dilakukan pada 31 lansia (≥60 tahun) di Panti Wreda Santa Anna tahun 2024. Pengukuran antropometri mencakup lingkar pinggang, pinggul, betis, leher, dan lengan atas. Komposisi tubuh seperti distribusi lemak dan otot rangka dianalisis menggunakan Omron Karada Scan HBF 375. HGS diukur dengan dinamometer terkalibrasi. Uji korelasi Spearman’s Rho digunakan dengan signifikansi p<0,05. Hasil: Terdapat korelasi signifikan antara HGS dan beberapa parameter, terutama berat badan, tinggi badan, lingkar betis, lemak viseral, dan indeks otot rangka. Otot rangka tungkai menunjukkan korelasi kuat dengan HGS (r=0,653; p<0,001). Hasil ini menegaskan keterkaitan antara kesehatan otot, komposisi tubuh, dan perubahan terkait usia. Kesimpulan: HGS, yang dipengaruhi oleh parameter antropometri dan komposisi tubuh, merupakan indikator yang andal untuk sarkopenia pada lansia. Intervensi yang menargetkan faktor-faktor ini dapat meningkatkan fungsi otot dan kualitas hidup lansia.
ASSESSING THE PREDICTIVE ROLE OF LIPID PROFILE AND DIABETES MELLITUS PANEL ON FECAL INCONTINENCE SEVERITY Limas, Peter Ian; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Putra, Muhammad Dzakwan Dwi; Jaya, I Made Satya Pramana; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34328

Abstract

Latar Belakang: Inkontinensia fekal (FI) adalah masalah umum di kalangan lansia yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Ini terkait dengan tantangan fisik dan psikologis. Disregulasi kadar glukosa dan lipid telah terlibat dalam FI, dengan obesitas dan hiperlipidemia berkontribusi pada peradangan sistemik dan kerusakan jaringan. Memahami faktor metabolik yang mempengaruhi FI dapat membantu dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan. Tujuan: Studi ini mengeksplorasi hubungan antara profil lipid, indikator diabetes mellitus, dan tingkat keparahan FI pada individu lanjut usia. Metode: Studi analitik cross-sectional dilakukan dengan 93 orang lanjut usia dari Panti Jompo Bina Bhakti. Indeks Keparahan Inkontinensia Fekal (FISI) digunakan untuk menilai keparahan FI. Profil lipid dan panel diabetes mellitus diperoleh melalui tes darah vena. Analisis statistik termasuk Spearman's Rho dan analisis regresi berganda. Hasil: Studi ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara kadar LDL dan keparahan FI, menunjukkan peran protektif LDL dalam menjaga integritas jaringan anorektal. Demikian pula, kadar HbA1c berhubungan terbalik dengan keparahan FI, menunjukkan bahwa kontrol glikemik yang lebih baik terkait dengan gejala FI yang berkurang. Parameter lipid dan indikator glikemik lainnya tidak menunjukkan dampak signifikan pada keparahan FI. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen lipid dan kontrol glikemik sangat penting dalam mengelola FI pada lansia. LDL dan HbA1c muncul sebagai penanda potensial untuk menilai risiko dan keparahan FI. Untuk meningkatkan hasil bagi pasien lanjut usia dengan FI, pendekatan multifaktorial, termasuk intervensi diet dan farmakologis, harus diprioritaskan.
Pemeriksaan HDL, LDL, dan Edukasi Gaya Hidup sebagai Pencegahan Aterosklerosis pada Usia Dewasa Johan; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i3.469

Abstract

Aterosklerosis merupakan proses kronik progresif yang bermula dari ketidakseimbangan lipid, khususnya peningkatan LDL dan penurunan HDL. Perubahan ini sering terjadi pada individu usia produktif tanpa disertai keluhan klinis. Deteksi dini profil lipid menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kardiovaskular. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kadar HDL dan LDL disertai edukasi gaya hidup di komunitas Danau Sunter. Pengambilan darah vena dilakukan untuk mengukur konsentrasi HDL dan LDL, kemudian hasil disampaikan kepada peserta secara individual dengan penjelasan visual mengenai kaitan lipid dan risiko aterosklerosis. Sebanyak 49 peserta (rata-rata usia 44,87 tahun) menjalani pemeriksaan, dengan hasil 20,41% memiliki HDL sangat rendah dan 55,10% HDL rendah. Pada parameter LDL, 44,90% menunjukkan nilai tinggi. Profil ini mengindikasikan potensi risiko aterosklerosis yang signifikan pada usia produktif. Skrining HDL dan LDL merupakan pendekatan preventif yang sederhana dan efektif dalam mengidentifikasi individu berisiko tinggi aterosklerosis. Intervensi edukatif setelah pemeriksaan mendukung pemahaman peserta terhadap pentingnya regulasi lipid melalui gaya hidup sehat.
Mewujudkan Sikap Bela Negara pada Generasi Muda dengan Menghindari 4 Dosa Pendidikan Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Santoso, Alexander Halim
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v2i2.202

Abstract

Sikap bela negara merupakan sebuah tekad dan kesediaan yang diperlukan setiap warga negara untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda perlu untuk selalu menanamkan nilai-nilai dasar bela negara, meliputi rasa cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Namun seiring berkembangnya zaman, terjadi krisis kesadaran bela negara pada generasi muda dikarenakan degradasi moral akibat 4 dosa pendidikan yang meliputi perundungan, kekerasan seksual, intoleransi, dan korupsi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode narrative literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan sumber yang relevan dengan topik dan membuat kesimpulan mengenai cara mewujudkan sikap bela negara pada generasi muda dengan menghindari 4 dosa pendidikan. Dari kajian yang telah dilakukan, menghindari 4 dosa pendidikan tersebut, dapat membantu mewujudkan masyarakat Indonesia terutama pada generasi muda agar memiliki kesadaran bela negara yang dicerminkan pada sikap dan perilakunya dalam kehidupan bermasyarakat. Generasi muda juga harus dapat memenuhi perannya sebagai Agent of change, Guardian of value, Iron stock, Social control, dan Moral force dengan cara menghindari 4 dosa pendidikan, sehingga kesadaran bela negara pada generasi muda dapat meningkat, serta menjadi generasi emas yang dapat mempertahankan bangsa dan negara.
Hubungan Kadar Insulin Puasa dengan Indeks Massa Tubuh Pada Kelompok Lanjut Usia di Panti Lanjut Usia Charissa, Olivia; Santoso, Alexander Halim; Kurniawan, Joshua; Wijaya, Dean Ascha; Nathaniel, Fernando; Firmansyah, Yohanes; Wijaya, Bryan Anna; Gracienne, Gracienne; Satyo, Yovian Timothy; Ranonto, Steve Vallery
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.13126

Abstract

ABSTRACT Elderly population is increasing globally. One of the global adversity is obesity. Prevalence of obesity in the elderly population is growing over time and has become a global threat. Obesity also affect insulin level and resistancy, becoming the foundation for diabetes melitus, the unending global health problem. This will bring various health risks for elderly. This study aims to find out the correlation between fasting insulin level with body mass index in the elderly population. This cross-sectional study was done in Santa Anna Nursing Home. The sampling method is total sampling. Body mass index data collection was carried out according to standard physical examination protocols and insulin level analysis was carried out according to standard laboratory protocols. Statistic analysis used in the study is Spearman correlation, with hoped significance level of 5% and power of 80%. We found 31 respondents with mean age of 73.1 (±9.55) years with female as the dominant gender. The median of insulin level were 10 (5,4 – 29,,5) uIU/mL, with mean BMI of 22,24 (3,95) kg/m2. Statistical analysis found no significant correlation between fasting insulin level with BMI (p-value : 0.179), but clinically could be seen that increase of fasting insulin level will affect the increase of BMI though its only a weak correlation (r-spearman : 0.248). Fasting insulin level plays a role and could affect body mass index in the elderly body.  Keywords: Body Mass Index, Elderly, Fasting Insulin, Nursing Home  ABSTRAK Jumlah penduduk lanjut usia secara global akan terus meningkat. Salah satu permasalahan yang mendunia adalah obesitas. Prevalensi obesitas pada populasi lanjut usia kian meningkat dan menjadi ancaman global. Obesitas juga memengaruhi kadar dan resistensi insulin yang menyebabkan diabetes melitus menjadi masalah kesehatan yang tak kunjung berakhir di dunia. Hal ini menjadi dasar berbagai risiko kesehatan pada lansia. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bermakna antara kadar insulin puasa dengan indeks massa tubuh pada kelompok lanjut usia. Studi cross-sectional ini dilaksanakan di Panti Lanjut Usia Santa Anna. Metode pengambilan sampel berupa total sampling. Pengambilan data indeks massa tubuh dilakukan sesuai protokol pemeriksaan fisik standar dan analisa kadar insulin dilaksanakan sesuai protokol laboratorium standar. Analisa statistik yang digunakan pada penelitian ini berupa analisa korelasi spearman, dengan nilai signifikansi yang diharapkan pada penelitian ini adalah sebesar 5% dengan kekuatan penelitian sebesar 80%.  Didapatkan 31 responden dengan rerata usia sebesar 73,1 (±9,55) tahun dengan dominan berjenis kelamin perempuan (71,0%). Rerata kadar insulin puasa adalah 10 (5,4 – 29,,5) uIU/mL, dengan rerata IMT 22,24 (3,95) kg/m2. Pada uji statistik tidak didapatkan korelasi yang bermakna antara kadar insulin puasa dengan IMT (p-value : 0.179), tetapi secara klinis dapat terlihat bahwa peningkatan kadar insulin puasa akan berdampak terhadap peningkatan IMT walaupun tergolong dalam korelasi lemah (r-spearman : 0.248). Kadar insulin puasa tampak memegang peranan dan dapat berdampak terhadap indeks massa tubuh pada lansia. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Insulin Puasa, Lanjut Usia, Panti Lanjut Usia
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LANSIA AKAN PENTINGNYA ALBUMIN DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA Ernawati, Ernawati; Wijaya, Bryan Anna; Saerah, Stefanus Handy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31158

Abstract

Albumin bertanggung jawab untuk menjaga tekanan onkotik, mengangkut asam lemak, dan mengatur hormon. Albumin diperlukan untuk sintesis protein, penyembuhan luka, pemeliharaan volume darah, dan menghindari edema pada lansia. Hipoalbuminemia, atau kadar albumin yang rendah (<3,5 g/dL), sering dikaitkan dengan lambatnya penyembuhan luka dan risiko lebih tinggi akibat infeksi. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman lanjut usia tentang bahaya hipoalbuminemia dengan menerapkan teknik PDCA (Plan-Do-Check-Act). Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada 93 peserta, didapatkan bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami hipoalbuminemia (24,3%) dibandingkan perempuan (31,6%), hipoalbumineia sendiri diderita oleh 24 (25,8%) lansia dalam kegiatan skrining ini. Pendidikan terkait gizi seimbang, pemeriksaan rutin, dan penyesuaian pola makan adalah beberapa contoh intervensi yang dapat dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya hipoalbuminemia. Penyembuhan luka berhubungan dengan kadar konsentrasi albumin, maka dari itu, kadar albumin yang adekuat termasuk salah-satu faktor penting dalam menjaga kesehatan. Maka dari itu, program pengabdian masyarakat mengenai pentingnya albumin dalam penyembuhan luka ini diharapkan dapat meningkatkan standar hidup lansia secara keseluruhan.
The Association Between Vitamin D Levels and Glycemic Control Parameters in Elderly Populations Gunawan, Shirly; Kosasih, Robert; Wijaya, Bryan Anna; Santoso, Alexander Halim; Firmansyah, Yohanes
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 8 No. 3 (2025): Vol 8, No 3, 2025 (Issue In Progress)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v8i3.357

Abstract

Diabetes is common in the elderly, and routine monitoring of HbA1c and blood glucose is required to prevent complications. HOMA-IR assesses insulin resistance, while vitamin D may influence glucose metabolism by enhancing insulin sensitivity. This study examines the relationship between vitamin D levels and glycemic control, including HbA1c, fasting glucose, insulin, and HOMA-IR. This cross-sectional observational study included 91 elderly residents of Panti Wreda Bina Bhakti, excluding those with acute illness or chronic conditions affecting Vitamin D and diabetes parameters. All participants provided informed consent. The study measured serum Vitamin D-25(OH) and insulin using ELISA, while fasting blood glucose and HbA1c were assessed via blood chemistry analysis. HbA1c control was categorized as good (<6.5%), moderate (6.5–8.0%), or poor (>8%). HOMA-IR was calculated using a standard formula. Pearson correlation analysis determined the relationship between Vitamin D levels and glycemic parameters, with statistical significance at p < 0.05. The correlation analysis found a significant negative relationship between vitamin D levels and HbA1c (r: -0.211; p: 0.044). However, no significant correlation was found between vitamin D and fasting blood glucose levels (r: 0.057; p: 0.590), insulin (r: -0.083; p: 0.432), and HOMA-IR (r: -0.040; p: 0.704).  Vitamin D levels show a significant negative correlation with HbA1c in the elderly, indicating its role in long-term glycemic control. Although no significant relationship was found with other glycemic parameters, these findings suggest that monitoring vitamin D status may be considered as part of a more comprehensive approach to diabetes management in the geriatric population.
EVALUASI PARAMETER ANTROPOMETRI DAN BIOKIMIA SEBAGAI PREDIKTOR KOMPOSISI LEMAK TUBUH PADA LAKI-LAKI DEWASA Purnomo, Yonathan Adi; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35876

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi obesitas dan gangguan metabolik menekankan perlunya pendekatan skrining yang praktis, efektif, dan berbasis risiko. Peningkatan lemak subkutan berpotensi meningkatkan risiko penyakit-penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, sehingga evaluasi parameter antropometri dan biokimia pada laki-laki dewasa memiliki nilai penting dalam memprediksi lemak subkutan  Tujuan: Evaluasi antropometri dan biokimia darah metabolik dengan komposisi lemak tubuh pada laki-laki dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan dari laki-laki dewasa yang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Ujung Menteng, Cengkareng Timur, Grogol, Duri Kosambi, Tanjung Duren Selatan, dan Menteng Dalam periode Juni 2024 – Juni 2025. Parameter yang dinilai meliputi lingkar perut, lingkar panggul, rasio pinggang-pinggul (waist-to-hip ratio/WHR), tekanan darah, serta parameter biokimia seperti trigliserida, asam urat, HDL, dan LDL. Komposisi lemak subkutan diukur berdasarkan segmentasi tubuh melalui metode antropometri standar. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil: Lingkar perut menunjukkan korelasi yang sangat kuat terhadap total lemak subkutan (r = 0,783; p < 0,001), menegaskan perannya sebagai indikator utama akumulasi lemak perifer. WHR dan lingkar panggul juga menunjukkan korelasi signifikan terhadap distribusi lemak tubuh. Parameter biokimia seperti kadar trigliserida menunjukkan korelasi positif terhadap seluruh area lemak subkutan (r = 0,280; p = 0,002), sedangkan tekanan darah diastolik berasosiasi signifikan dengan semua segmen lemak subkutan. Sebaliknya, asam urat, HDL, dan LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Lingkar perut dan parameter biokimia dapat digunakan sebagai prediktor praktis terhadap komposisi lemak subkutan pada laki-laki dewasa. Implementasi skrining multifaktorial berbasis antropometri dan biokimia dapat menjadi pendekatan klinis yang efektif dalam deteksi dini risiko metabolik.