Claim Missing Document
Check
Articles

ASSESSING THE PREDICTIVE ROLE OF LIPID PROFILE AND DIABETES MELLITUS PANEL ON FECAL INCONTINENCE SEVERITY Limas, Peter Ian; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Putra, Muhammad Dzakwan Dwi; Jaya, I Made Satya Pramana; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34328

Abstract

Latar Belakang: Inkontinensia fekal (FI) adalah masalah umum di kalangan lansia yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Ini terkait dengan tantangan fisik dan psikologis. Disregulasi kadar glukosa dan lipid telah terlibat dalam FI, dengan obesitas dan hiperlipidemia berkontribusi pada peradangan sistemik dan kerusakan jaringan. Memahami faktor metabolik yang mempengaruhi FI dapat membantu dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan. Tujuan: Studi ini mengeksplorasi hubungan antara profil lipid, indikator diabetes mellitus, dan tingkat keparahan FI pada individu lanjut usia. Metode: Studi analitik cross-sectional dilakukan dengan 93 orang lanjut usia dari Panti Jompo Bina Bhakti. Indeks Keparahan Inkontinensia Fekal (FISI) digunakan untuk menilai keparahan FI. Profil lipid dan panel diabetes mellitus diperoleh melalui tes darah vena. Analisis statistik termasuk Spearman's Rho dan analisis regresi berganda. Hasil: Studi ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara kadar LDL dan keparahan FI, menunjukkan peran protektif LDL dalam menjaga integritas jaringan anorektal. Demikian pula, kadar HbA1c berhubungan terbalik dengan keparahan FI, menunjukkan bahwa kontrol glikemik yang lebih baik terkait dengan gejala FI yang berkurang. Parameter lipid dan indikator glikemik lainnya tidak menunjukkan dampak signifikan pada keparahan FI. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen lipid dan kontrol glikemik sangat penting dalam mengelola FI pada lansia. LDL dan HbA1c muncul sebagai penanda potensial untuk menilai risiko dan keparahan FI. Untuk meningkatkan hasil bagi pasien lanjut usia dengan FI, pendekatan multifaktorial, termasuk intervensi diet dan farmakologis, harus diprioritaskan.
Pemeriksaan HDL, LDL, dan Edukasi Gaya Hidup sebagai Pencegahan Aterosklerosis pada Usia Dewasa Johan; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i3.469

Abstract

Aterosklerosis merupakan proses kronik progresif yang bermula dari ketidakseimbangan lipid, khususnya peningkatan LDL dan penurunan HDL. Perubahan ini sering terjadi pada individu usia produktif tanpa disertai keluhan klinis. Deteksi dini profil lipid menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kardiovaskular. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kadar HDL dan LDL disertai edukasi gaya hidup di komunitas Danau Sunter. Pengambilan darah vena dilakukan untuk mengukur konsentrasi HDL dan LDL, kemudian hasil disampaikan kepada peserta secara individual dengan penjelasan visual mengenai kaitan lipid dan risiko aterosklerosis. Sebanyak 49 peserta (rata-rata usia 44,87 tahun) menjalani pemeriksaan, dengan hasil 20,41% memiliki HDL sangat rendah dan 55,10% HDL rendah. Pada parameter LDL, 44,90% menunjukkan nilai tinggi. Profil ini mengindikasikan potensi risiko aterosklerosis yang signifikan pada usia produktif. Skrining HDL dan LDL merupakan pendekatan preventif yang sederhana dan efektif dalam mengidentifikasi individu berisiko tinggi aterosklerosis. Intervensi edukatif setelah pemeriksaan mendukung pemahaman peserta terhadap pentingnya regulasi lipid melalui gaya hidup sehat.
Mewujudkan Sikap Bela Negara pada Generasi Muda dengan Menghindari 4 Dosa Pendidikan Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Santoso, Alexander Halim
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v2i2.202

Abstract

Sikap bela negara merupakan sebuah tekad dan kesediaan yang diperlukan setiap warga negara untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda perlu untuk selalu menanamkan nilai-nilai dasar bela negara, meliputi rasa cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Namun seiring berkembangnya zaman, terjadi krisis kesadaran bela negara pada generasi muda dikarenakan degradasi moral akibat 4 dosa pendidikan yang meliputi perundungan, kekerasan seksual, intoleransi, dan korupsi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode narrative literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan sumber yang relevan dengan topik dan membuat kesimpulan mengenai cara mewujudkan sikap bela negara pada generasi muda dengan menghindari 4 dosa pendidikan. Dari kajian yang telah dilakukan, menghindari 4 dosa pendidikan tersebut, dapat membantu mewujudkan masyarakat Indonesia terutama pada generasi muda agar memiliki kesadaran bela negara yang dicerminkan pada sikap dan perilakunya dalam kehidupan bermasyarakat. Generasi muda juga harus dapat memenuhi perannya sebagai Agent of change, Guardian of value, Iron stock, Social control, dan Moral force dengan cara menghindari 4 dosa pendidikan, sehingga kesadaran bela negara pada generasi muda dapat meningkat, serta menjadi generasi emas yang dapat mempertahankan bangsa dan negara.
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LANSIA AKAN PENTINGNYA ALBUMIN DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA Ernawati, Ernawati; Wijaya, Bryan Anna; Saerah, Stefanus Handy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31158

Abstract

Albumin bertanggung jawab untuk menjaga tekanan onkotik, mengangkut asam lemak, dan mengatur hormon. Albumin diperlukan untuk sintesis protein, penyembuhan luka, pemeliharaan volume darah, dan menghindari edema pada lansia. Hipoalbuminemia, atau kadar albumin yang rendah (<3,5 g/dL), sering dikaitkan dengan lambatnya penyembuhan luka dan risiko lebih tinggi akibat infeksi. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman lanjut usia tentang bahaya hipoalbuminemia dengan menerapkan teknik PDCA (Plan-Do-Check-Act). Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada 93 peserta, didapatkan bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami hipoalbuminemia (24,3%) dibandingkan perempuan (31,6%), hipoalbumineia sendiri diderita oleh 24 (25,8%) lansia dalam kegiatan skrining ini. Pendidikan terkait gizi seimbang, pemeriksaan rutin, dan penyesuaian pola makan adalah beberapa contoh intervensi yang dapat dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya hipoalbuminemia. Penyembuhan luka berhubungan dengan kadar konsentrasi albumin, maka dari itu, kadar albumin yang adekuat termasuk salah-satu faktor penting dalam menjaga kesehatan. Maka dari itu, program pengabdian masyarakat mengenai pentingnya albumin dalam penyembuhan luka ini diharapkan dapat meningkatkan standar hidup lansia secara keseluruhan.
The Association Between Vitamin D Levels and Glycemic Control Parameters in Elderly Populations Gunawan, Shirly; Kosasih, Robert; Wijaya, Bryan Anna; Santoso, Alexander Halim; Firmansyah, Yohanes
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 8 No. 3 (2025): Vol 8, No 3, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v8i3.357

Abstract

Diabetes is common in the elderly, and routine monitoring of HbA1c and blood glucose is required to prevent complications. HOMA-IR assesses insulin resistance, while vitamin D may influence glucose metabolism by enhancing insulin sensitivity. This study examines the relationship between vitamin D levels and glycemic control, including HbA1c, fasting glucose, insulin, and HOMA-IR. This cross-sectional observational study included 91 elderly residents of Panti Wreda Bina Bhakti, excluding those with acute illness or chronic conditions affecting Vitamin D and diabetes parameters. All participants provided informed consent. The study measured serum Vitamin D-25(OH) and insulin using ELISA, while fasting blood glucose and HbA1c were assessed via blood chemistry analysis. HbA1c control was categorized as good (<6.5%), moderate (6.5–8.0%), or poor (>8%). HOMA-IR was calculated using a standard formula. Pearson correlation analysis determined the relationship between Vitamin D levels and glycemic parameters, with statistical significance at p < 0.05. The correlation analysis found a significant negative relationship between vitamin D levels and HbA1c (r: -0.211; p: 0.044). However, no significant correlation was found between vitamin D and fasting blood glucose levels (r: 0.057; p: 0.590), insulin (r: -0.083; p: 0.432), and HOMA-IR (r: -0.040; p: 0.704).  Vitamin D levels show a significant negative correlation with HbA1c in the elderly, indicating its role in long-term glycemic control. Although no significant relationship was found with other glycemic parameters, these findings suggest that monitoring vitamin D status may be considered as part of a more comprehensive approach to diabetes management in the geriatric population.
EVALUASI PARAMETER ANTROPOMETRI DAN BIOKIMIA SEBAGAI PREDIKTOR KOMPOSISI LEMAK TUBUH PADA LAKI-LAKI DEWASA Purnomo, Yonathan Adi; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35876

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi obesitas dan gangguan metabolik menekankan perlunya pendekatan skrining yang praktis, efektif, dan berbasis risiko. Peningkatan lemak subkutan berpotensi meningkatkan risiko penyakit-penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, sehingga evaluasi parameter antropometri dan biokimia pada laki-laki dewasa memiliki nilai penting dalam memprediksi lemak subkutan  Tujuan: Evaluasi antropometri dan biokimia darah metabolik dengan komposisi lemak tubuh pada laki-laki dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan dari laki-laki dewasa yang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Ujung Menteng, Cengkareng Timur, Grogol, Duri Kosambi, Tanjung Duren Selatan, dan Menteng Dalam periode Juni 2024 – Juni 2025. Parameter yang dinilai meliputi lingkar perut, lingkar panggul, rasio pinggang-pinggul (waist-to-hip ratio/WHR), tekanan darah, serta parameter biokimia seperti trigliserida, asam urat, HDL, dan LDL. Komposisi lemak subkutan diukur berdasarkan segmentasi tubuh melalui metode antropometri standar. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil: Lingkar perut menunjukkan korelasi yang sangat kuat terhadap total lemak subkutan (r = 0,783; p < 0,001), menegaskan perannya sebagai indikator utama akumulasi lemak perifer. WHR dan lingkar panggul juga menunjukkan korelasi signifikan terhadap distribusi lemak tubuh. Parameter biokimia seperti kadar trigliserida menunjukkan korelasi positif terhadap seluruh area lemak subkutan (r = 0,280; p = 0,002), sedangkan tekanan darah diastolik berasosiasi signifikan dengan semua segmen lemak subkutan. Sebaliknya, asam urat, HDL, dan LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Lingkar perut dan parameter biokimia dapat digunakan sebagai prediktor praktis terhadap komposisi lemak subkutan pada laki-laki dewasa. Implementasi skrining multifaktorial berbasis antropometri dan biokimia dapat menjadi pendekatan klinis yang efektif dalam deteksi dini risiko metabolik.
Deteksi Dini Hepatitis B melalui Pemeriksaan HBsAg sebagai Upaya Promotif–Preventif Kesehatan Masyarakat Mano S., Donatila; Wijaya, Bryan Anna; Setiady, Brandon Alexander; Alexandro, Cristian; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2930

Abstract

Hepatitis B merupakan infeksi virus yang berdampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas global. Deteksi dini melalui pemeriksaan HBsAg berperan penting dalam upaya promotif–preventif karena dapat mengidentifikasi infeksi pada fase awal, termasuk kasus tanpa gejala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan deteksi dini Hepatitis B pada komunitas Baduy melalui pendekatan Point of Care Testing (POCT) yang disertai edukasi mengenai pencegahan penularan, vaksinasi, dan gaya hidup sehat. Sebanyak 59 partisipan berusia 16–75 tahun (rerata 38,86 ± 14,06 tahun) berpartisipasi. Hasil menunjukkan 98,3% negatif dan 1,7% positif HBsAg, dengan kasus positif berusia lebih tinggi (54 tahun). Skrining HBsAg sederhana terbukti efektif mendeteksi individu berisiko dan mencegah komplikasi seperti sirosis serta karsinoma hepatoseluler. Integrasi POCT dan edukasi kesehatan memperkuat strategi promotif–preventif berbasis komunitas untuk menekan beban Hepatitis B di Indonesia.
Pemeriksaan Asam Urat sebagai Strategi Promotif-Preventif untuk Pencegahan Gout pada Komunitas Lebak Mijaata, Djoko Micni; Wijaya, Bryan Anna; Mahendri, Ryan Daffano Putra; Philo, Andrew; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2931

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik dengan prevalensi meningkat dan berperan dalam terjadinya gout serta penyakit metabolik lain. Keterbatasan akses pemeriksaan laboratorium di komunitas adat seperti di wilayah Kabupaten Lebak menyebabkan deteksi dini sering terabaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendeteksi hiperurisemia melalui pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode point of care testing (POCT) yang cepat dan praktis. Sebanyak 59 warga dewasa di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pemeriksaan dan edukasi mengenai pola makan rendah purin, hidrasi, serta aktivitas fisik. Rerata kadidar asam urat 8,25 ± 1,75 mg/dL dengan prevalensi hiperurisemia 88,14%. Pemeriksaan POCT terbukti efisien sebagai metode skrining komunitas dan efektif meningkatkan literasi kesehatan. Intervensi ini menegaskan pentingnya skrining kadar asam urat sebagai strategi promotif–preventif berbasis komunitas untuk menekan risiko gout dan komplikasi metabolik.
Deteksi Dini Hipertensi dan Gangguan Fungsi Ginjal melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Jelambar Tan, Sukmawati Tansil; Wijaya, Bryan Anna; Mahendri, Ryan Daffano Putra; Philo, Andrew; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2957

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) dan hipertensi tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan dengan beban yang terus meningkat. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini CKD dan hipertensi dengan mengukur kreatinin serum, memperkirakan laju filtrasi glomerulus (eGFR), dan melakukan skrining tekanan darah di kalangan dewasa di Kecamatan Jelambar, Jakarta Barat. Program ini menerapkan pendekatan promotif-preventif yang menggabungkan pendidikan kesehatan, pemeriksaan medis, dan konseling individual untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko kardiovaskular dan ginjal. Sebanyak 59 peserta berusia 16–75 tahun diskrining. Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing adalah 119,76 ± 16,66 mmHg dan 77,54 ± 10,02 mmHg, dengan 47,8% dalam rentang normal, 43,5% prehipertensi, dan 8,7% hipertensi. Rata-rata kadar kreatinin serum adalah 0,92 ± 0,17 mg/dL, sedangkan rata-rata eGFR adalah 88,63 ± 14,07 mL/min/1,73 m². Sebagian besar peserta (58,7%) memiliki fungsi ginjal normal, 37% mengalami penurunan ringan, dan 4,3% mengalami penurunan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar populasi dewasa sudah menunjukkan gangguan ginjal dini meskipun tekanan darah secara klinis normal, menekankan pentingnya skrining rutin. Integrasi pengukuran tekanan darah dan eGFR terbukti sebagai metode berbasis komunitas yang sederhana namun efektif untuk identifikasi dini risiko CKD dan hipertensi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung upaya nasional dalam mengurangi beban penyakit tidak menular melalui strategi pencegahan, modifikasi gaya hidup, dan intervensi medis dini.
Skrining Komprehensif Status Gizi dan Komposisi Tubuh pada Populasi Dewasa di Kelurahan Jelambar Wijaya, Bryan Anna; Lumintang, Valentino Gilbert; Dewanto, Paulus Gegana Thery; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2958

Abstract

Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, dipicu oleh gaya hidup modern, urbanisasi, dan pola makan tinggi kalori. Di Indonesia, prevalensi sindrom metabolik mencapai sekitar 21,66%, dengan tingkat tertinggi tercatat di daerah perkotaan seperti Jakarta. Hal ini menyoroti pentingnya deteksi dini status gizi dan komposisi tubuh sebagai langkah pencegahan strategis terhadap gangguan metabolik. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining komprehensif terhadap status gizi dan komposisi tubuh di kalangan dewasa di Kecamatan Jelambar, Jakarta Barat. Penilaian meliputi pengukuran Indeks Massa Tubuh (BMI), lingkar tubuh, ketebalan lipatan kulit, dan analisis komposisi tubuh menggunakan alat analisis komposisi tubuh. Sebanyak 46 peserta berusia 20–63 tahun secara sukarela mengikuti program ini. Rata-rata BMI adalah 24,24 ± 4,25 kg/m², diklasifikasikan sebagai normal hingga kelebihan berat badan, dengan rata-rata lingkar pinggang 80,79 ± 11,47 cm yang menunjukkan kecenderungan obesitas sentral. Perempuan menunjukkan persentase lemak subkutan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sementara laki-laki memiliki massa otot skeletal yang lebih besar. Variasi terkait usia menunjukkan penumpukan lemak yang meningkat dan penurunan massa otot secara bertahap selama masa dewasa tengah. Temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan rutin status gizi dan komposisi tubuh sebagai pendekatan promotif-preventif untuk mengurangi risiko sindrom metabolik dan mendukung peningkatan kesehatan komunitas perkotaan.
Co-Authors Aditya Pratama Alexander Halim Santoso Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Andersan, Jonathan Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Bambang, Kresna Biromo, Anastasia Ratnawati Charissa, Olivia Daniel Ruslim David Ariwibowo Destra, Edwin Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Paulus Gegana Thery Dinali, Diana Enike, Syilvia Cendy Ernawati Ernawati EVELYN EVELYN Fadil Hidayat Fajarivaldi, Kresna Bambang Fransisca I. R. Dewi Frisca Frisca Gunaidi, Farell Christian Gunawan, Paskalis Andrew Hadisono, Hadisono Harsono, Axsel Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Adi Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Julia Jaya, I Made Satya Pramana Johan Johan Johan Johan Johan, Richver Framanto Kasvana, Kasvana Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Daffano Putra Mano S., Donatila Mijaata, Djoko Micni Moniaga, Catharina Sagita Noer Saelan Tadjudin Olivia Charissa Peter Ian Limas Philo, Andrew Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Pratana, Catherine Christiana Pratomo, Farhan Purnomo, Yonathan Adi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Rafi, Muhammad Adam Abizar Ruslim, Welly Hartono S., Donatila Mano Saerah, Stefanus Handy Santoso, Alexander Halim Sari Mariyati Dewi Nataprawira Setiady, Brandon Alexander Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Sukianto, Louise Audrey Suros, Angel Sharon Syarifah, Andini Ghina Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lydia Triyana Sari W., Linda Julianti Warsito, Jonathan Hadi Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Inge Friska Yohanes Firmansyah Yunita, Fenny