Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Differences in Junior High School Students’ Critical Thinking Skills in Tems of Learning Styles Using Construct 2 Game Media in Natural Science (IPA) Subject Biology Handoko, Akbar; Hidayah, Nur; Sri Anggoro, Bambang; Ferry, Dharma
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 16 No 2 (2025): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v16i2.31111

Abstract

The development of students’ critical thinking skills has become a central objective in contemporary science education, yet conventional instructional approaches often fail to actively engage learners in higher-order cognitive processes. This study aims to examine the effects of Construct 2 game-based learning media and learning styles on junior high school students’ critical thinking skills. A quantitative quasi-experimental design with a 2 × 3 factorial structure was employed, involving 67 seventh-grade students divided into an experimental group (Construct 2) and a control group (video-based learning). Data were collected using a validated critical thinking test and a learning style questionnaire, and analyzed using two-way ANOVA. The results revealed a significant main effect of learning media, with students in the game-based group achieving higher critical thinking scores than those in the video-based group. A significant effect of learning styles was also identified, indicating differences in critical thinking performance across visual, auditory, and kinesthetic learners. However, no significant interaction effect was found between learning media and learning styles. These findings suggest that interactive game-based learning provides a more effective approach to enhancing students’ critical thinking skills and can be applied consistently across diverse learner characteristics. The study contributes to the integration of educational technology and cognitive development by highlighting the role of interactive media in fostering higher-order thinking. Perbedaan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Pertama Ditinjau dari Gaya Belajar Menggunakan Media Game Construct 2 pada Mata Pelajaran IPA Biologi ABSTRAK: Pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa menjadi salah satu tujuan utama dalam pembelajaran sains modern, namun pendekatan pembelajaran konvensional sering kali belum mampu mendorong keterlibatan kognitif yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran berbasis game Construct 2 dan gaya belajar terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen dan rancangan faktorial 2 × 3 yang melibatkan 67 siswa kelas VII yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (Construct 2) dan kelompok kontrol (media video). Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis yang telah divalidasi serta angket gaya belajar, kemudian dianalisis menggunakan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan media pembelajaran, di mana siswa yang belajar menggunakan media berbasis game memperoleh skor berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan media video. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan gaya belajar terhadap keterampilan berpikir kritis, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berdasarkan karakteristik visual, auditori, dan kinestetik. Namun demikian, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara media pembelajaran dan gaya belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis game yang interaktif lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan dapat diterapkan secara konsisten pada berbagai karakteristik siswa
Local Wisdom Based Water Resources Conservation for Environmental Sustainability Dharma Ferry
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 8 No. 2 (2019): December 2019
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v8i2.2538

Abstract

The purpose of this research is about to find out how the society’s local wisdom of Lempur, Gunung Raya sub-district conserve water resources. Data and information were taken from interview and observation of river condition by observing its pH and transparency. This research adopts descriptive qualitative approach. The informants of this research were the leaders of custom Lekok Lima Puluh Tumbi Lempur and Village government of Lempur. The data were collected by taking the sample of river water quality, interview, and documentation. The data were analyzed by using interactive model concept proposed by Miles and Huberman (reduction, display, and verification). In general, the results of this research showed that local wisdom such as the customary law have not been implemented well yet. Based on the test of pollution parameter, it was found that the condition of waters did not achieve the level of danger yet because the level of pH is 7. It is expected that the society keep local wisdom in conserving water resources to make those water resources conserved well.
Eksplorasi Eksplorasi Tingkat Kecemasan Artificial Intelligence (AI) pada Mahasiswa Pendidikan Biologi di Institut Agama Islam Negeri Kerinci : penelitian kuantitatif Wulandari; Dharma Ferry
Edusainstika Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menawarkan berbagai kemudahan dalam hal akademik mahasiswa hal ini telah menimbulkan banyak kekwhawatiran dalam penggunaanya. Kekhawatiran, atau ketakutan yang muncul akibat penggunaan AI disebut sebagai Kecemasan Artificial Intelligence (AI kegelisahan). Mahasiswa pendidikan biologi adalah pengguna AI aktif dalam kegiatan perkuliahan. Studi ini melihat kecemasan AI siswa pendidikan Biologi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survey cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 mahasiswa pendidikan biologi dari total 135 populasi yang merupakan seluruh mahasiswa pendidikan biologi yang aktif pada tahun akademik 2024/2025. Instrumen penelitian menggunakan angket Artificial Intelligence Anxiety Scale yang dikembangkan oleh wang terdiri dari 21 item dari empat indikator yaitu: kecemasan pembelajaran, pergantian pekerjaan, kebutuhan sosioteknis, dan konfigurasi AI. Pengumpulan data dilakukan melalui angket cetak dan berani menggunakan platform Google Form. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data responden, sedangkan uji T dan ANOVA untuk memancarkan kecemasan AI antar kelompok demografi. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0.008 berarti bahwa siswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tidak terdapat perbandingan yang signifikan mengenai tingkat kecemasan siswa terkait dengan pengalaman penggunaan AI, tempat tinggal, frekuensi penggunaan, konteks penggunaan, dan kemahiran penggunaan AI. siswa berusia 18–20 tahun dengan nilai rata-rata 62,797 menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan usia lainnya. Dan mahasiswa semester 4 dengan nilai rata-rata 69.592 menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan semester lainnya. kecemasan tentang pergantian pekerjaan dengan nilai rata-rata 67 menjadi indikator tertinggi.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa Peserta dan Non-Peserta Pendampingan Kompetisi Sains Nasional SMA Kota Sungai Penuh Ananda Nurul Utami; Dharma Ferry; Novinovrita M
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.420

Abstract

Perkembangan signifikan di dunia pendidikan pada abad ke-21 tercermin dalam dampak positif dari kemajuan teknologi dan interaksi lintas sektor. Kunci pentingnya literasi sains adalah pada kemampuan individu dalam memanfaatkan informasi ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan yang relevan, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Penelitian ini mengulas kemampuan literasi sains siswa pada konten Biologi SMA di Kota Sungai Penuh, Indonesia, dengan fokus pada perbedaan antara mereka yang mengikuti pembinaan KSN (Kompetisi Sains Nasional) dan yang tidak. Populasi penelitian adalah siswa SMA Kota Sungai Penuh dengan sampel berjumlah 230 siswa. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif menggunakan aplikasi JASP seri 0.18. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa peserta pembinaan KSN memiliki rata-rata skor literasi sains pada konten Biologi sebesar 80,125 dan siswa yang bukan peserta pembinaan KSN memiliki rata-rata skor literasi sains pada konten biologi sebesar 72,696. Berdasarkan hasil penelitian, siswa peserta pembinaan KSN memiliki rata-rata skor literasi sains pada konten yang lebih  tinggi dibandingkan siswa yang bukan peserta pembinaan KSN.