Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

REVIEW: SINTESIS TURUNAN ANDROGRAFOLID PADA GUGUS HIDROKSIL C-3 DAN C-19 Sri Indrayani; Sandra Megantara; Febrina Amelia Saputri
Jurnal Pharmascience Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8495

Abstract

Andrografolid merupakan senyawa diterpenoid utama dari tanaman Andrographis paniculata dan telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologi. Andrografolid memiliki struktur menarik yang terdiri dari α-alkiliden γ-butirolakton, dua ikatan olefin pada C-8 and C-12 dan tiga gugus hidroksil. Dari ketiga gugus hidroksil tersebut, salah satunya adalah gugus hidroksil alilik pada C-14 dan yang lainnya adalah gugus hidroksil sekunder dan primer pada C-3 dan C-19. Gugus hidroksil C-3 dan C-19 merupakan gugus yang potensial untuk dimodifikasi. Review ini menjelaskan tentang pentingnya gugus hidroksil andrografolid pada C-3 dan C-19 dan pengaruhnya terhadap aktivitas biologis yang ditimbulkannya. Modifikasi andrografolid pada gugus tersebut dengan menambahkan gugus hidroksibenzaldehid dapat meningkatkan efek farmakologis sebagai anti-HIV. Esterifikasi yang terjadi pada C-3 dan C-19 dapat meningkatkan aktivitas sebagai antitumor. Penambahan ester aromatik baik di C-3 dan C-19 dapat mengurangi aktivitas senyawa sebagai antitumor. Modifikasi pada gugus tersebut dapat dilakukan dengan mekanisme reaksi substitusi nukleofilik dengan penambahakn katalis dan pemanasan. Pemanasan dengan metode iradiasi microwave memberikan hasil sintesis dengan nilai rendemen yang paling tinggi.  Andrographolide is a diterpenoid lactone isolated from the herb of Andrographis paniculata and known for its multiple pharmacological activities. Andrographolide has an interesting architecture consisting of an α-alkylidene γ-butyrolactone moiety, two olefin bond (C-8 and C-12), and three hydroxyls groups. Of the three hydroxyl groups, one is allylic at C-14, and the others are secondary and primary at C-3 and C-19, respectively. Hydroxyl groups C-3 and C-19 are the potential groups to be modified. The review describes the importance of the hydroxyl groups of andrographolide located at C-3 and C-19 and its effect toward its biological activity. Modification by adding hydroxyl-benzaldehyde moiety to the hydroxyl groups could increase the activity of the compound as anti-HIV. Esterification at C-3 and C-19 could also enhance the activity of the compund as antitumor. The addition of aromatic esters both at C-3 and C-19 could lose the compound’s activity as antitumor. Modification of the hydroxyl groups of andrographolide located at C-3 and C-19 could be carried out by the mechanism of nucleophilic substitution reactions with the addition of catalysts and heating. Heating by using microwave irradiation method gives the highest synthesis yield.Keywords: Andrographolide, Andrographis paniculata, hydroxyl groups
Subchronic Toxicity of Ethanol Extract of Syzygium polyanthum (Wight) Walp. Leaves on Wistar Rat Sri Adi Sumiwi; Ade Zuhrotun; Rini Hendriani; Mochamad Rizal; Jutti Levita; Sandra Megantara
The Indonesian Biomedical Journal Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v11i1.458

Abstract

BACKGROUND: Previous works indicated various pharmacology activities of bay plant (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.), however only few studies investigated its toxicity. This work was aimed to study the subchronic toxicity of ethanol extract of this plant.METHODS: White Wistar rats were divided into 4 groups and were treated with 2% of Arabic gum (PGA) suspension, 1000 mg/kg of body weight (BW), 400 mg/kg of BW and 100 mg/kg of BW, respectively. The animals were observed on their body weight, hematology, clinical biochemistry parameters, organ index and histopathology.RESULTS: Flavonoids, tannins, polyphenols, saponins, quinones, monoterpenes and sesquiterpenes were detected in dried leaves and ethanol extract of bay plant. An increase of body weight in male and female groups treated with dose 100 and 400 mg/kg BW compared to controls, was observed. Moreover, there was an increase of white blood cell (WBC) in male and female groups treated with S. polyanthum extracts compared to controls, whereas a decrease of red blood cell (RBC) was observed in male groups treated with S. polyanthum extracts in dose-dependent manner compared to control. No significant changes of RBC were seen in female groups, haemoglobin values were not altered by extract treatment. Photomicrographs of liver, kidney, lungs, heart and spleen histopathology of male and female S. polyanthum extract-treated groups showed no significant alteration compared to controls.CONCLUSION: Our study revealed that S. polyanthum extracts does not show toxicity on the body weight, hematology, creatinine and serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), but fatty liver and necrosis are observed in female rats. This result can be beneficial for plant-based drug discovery, particularly this study provides information about the safety of S. polyanthum to be further developed as candidate of phytopharmaceutics.KEYWORDS: bay plants, salam leaves, hepatotoxicity, necrosis, SGOT, SGPT
The Pharmacokinetic Drug-Drug Interactions of Andrographis paniculata and Ibuprofen in the Plasma of Healthy Oryctolagus cuniculus Rabbits Mutakin Mutakin; Sandra Megantara; Batari A. Larasati; Yogiyanto Yogiyanto; Jutti Levita; Slamet Ibrahim
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.05 KB) | DOI: 10.15416/pcpr.v5i2.27508

Abstract

An HPLC method was developed and validated for the pharmacokinetic drug-drug interaction between Andrographis paniculata and ibuprofen in the plasma of Oryctolagus cuniculus rabbits after a single oral administration of the mixture. Nine healthy rabbits (6 males and 3 females, weight 1.68-2.42 kg) were acclimatized for 7 days and were randomly divided into 3 groups. At day-8th the rabbits were group (1) treated with a single oral administration of ibuprofen (dose of 28 mg/kg BW); group (2) treated with a single oral administration of Andrographis paniculata infusion (7.04 mL/kg BW); group (3) treated with a single oral administration of a mixture of Andrographis paniculata (7.04 mL/kg BW) infusion and ibuprofen (dose of 28 mg/kg BW). Plasma samples were prepared by collecting the blood from the marginal ear vein at 0, 30, 60, 90, and 120 minutes after the mixture administration, followed by centrifuging it for 30 minutes 3000 rpm. Chromatographic separation was performed on a LiChrosorb RP-18 with methanol and double-distilled water (70:30) as the mobile phase, flow rate 1 mL/minute. UV detection was set at 227 nm. The absorption and distribution of ibuprofen were fast (Tmax = 30 min; Cmax = 4.02962 mcg/mL), however, interestingly this drug could improve the absorption and distribution of andrographolide in Oryctolagus cuniculus rabbits
Tinjauan Critical Quality Attributes (CQA) dan Critical Process Parameter (CPP) Sebagai Bagian dari Pendekatan Quality by Design dalam Proses Pengembangan Tablet Salut Selaput Film Alifia Syifa Pebriani; Sandra Megantara; Rina Wijayanti
Majalah Farmasetika Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i4.38841

Abstract

Quality by Design (QbD) merupakan suatu pendekatan sistematis untuk pengembangan produk yang dimulai dengan penetapan tujuan dan menekankan pemahaman produk, proses serta kontrol proses, berdasarkan ilmu pengetahuan dan manajemen risiko mutu. Terdapat beberapa elemen yang termasuk ke dalam QbD, diantaranya adalah Critical Quality Attributes (CQA) dan Critical Parameter Process (CPP). Sebagian besar bentuk sediaan tablet di pasaran merupakan tablet salut film. Sehingga, tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui CQA dan CPP pada proses pengembangan tablet salut film. Dalam membuat review ini digunakan jurnal dan artikel hasil penelusuran di internet melalui website NCBI (dengan kategori yang dipilih adalah PubMed), science direct, dan google scholar yang sudah dipublikasi dalam 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian, didapatkan bahwa atribut mutu yang berpotensi untuk menjadi CQA dapat diidentifikasi dari setiap ruahan granul, inti tablet serta tablet salut. Selain itu, setiap tahapan proses dari mulai pengadukan, granulasi basah, pengayakan, pengeringan, pencetakan tablet, pencampuran larutan salut, serta penyalutan memiliki CPP yang perlu dipantau agar dapat dihasilkan produk yang sesuai dengan yang diharapkan.  
CASPASE: REVIEW TENTANG PERAN LAIN PADA APOPTOSIS, KARAKTER KANTUNG KATALITIK, SERTA INTERAKSI DENGAN SUBSTRAT DAN INHIBITORNYA Maryam Hasymia Ishmatullah; Sandra Megantara; Jutti Levita
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1154

Abstract

Akhir-akhir ini banyak dilakukan penelitian tentang penghambatan pertumbuhan sel kanker atau apoptosis dari ekstrak tanaman. Caspase, enzim protease yang berperan dalam apoptosis, menjadi target menarik untuk ditelaah. Penelusuran artikel ini dilakukan untuk memberi informasi tentang peran lain caspase pada apoptosis, karakter kantung katalitiknya, serta interaksinya dengan substrat dan inhibitor. Metode pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan kata kunci “caspase catalytic site”, “apoptosis”, “amino acid residues”, dan “substrates and inhibitors of caspase”. Hasil penelusuran artikel ini menunjukkan bahwa caspase-3 berperan dalam sensitivitas dan efisiensi apoptosis serta menghambat produksi ROS, sedangkan caspase 9 dapat membelah protein pro-apoptosis menjadi bentuk aktifnya. Kantung katalitik masing-masing caspase memiliki residu penting berbeda, yaitu residu Cys285 dan His23 pada caspase-3, Asp374 pada caspase-8, dan pada caspase 9 berupa residu Cys230, His224, Cys272, His237, Cys239, dan Cys287.  Substrat caspase-3 adalah DEVD dan DVLD dan inhibitornya yaitu FICA dan DICA bersifat alosterik. Substrat caspase-8 adalah IETD dan saat ini sedang dikembangkan inhibitornya yakni c-FLIP. LEHD adalah substrat caspase-9, serta seng merupakan inhibitor selektif caspase-9.  Dapat disimpulkan bahwa selain berperan dalam apoptosis, caspase juga meningkatkan sensitivitas dan efisiensi apoptosis serta menghambat produksi ROS. Walaupun secara umum karakter kantung katalitik caspase mirip, namun masing-masing caspase memiliki residu asam amino penting yang berbeda, dan masing-masing caspase memiliki inhibitor yang menempati posisi alosterik (bukan menghambat di tempat substrat terikat). Review ini akan bermanfaat bagi peneliti bidang penemuan obat antikanker.Kata kunci: antikanker, apoptosis, caspase
Review: Methods for Enhancing Solubility of Carvedilol Iyan Sopyan; Rania Talinta L; Nurdiani Adiningsih; Norisca Aliza Putriana; Sandra Megantara2 Megantara
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 4, Issue 1, Jan - April 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v4i1.39321

Abstract

The oral route of administration is the most frequently used route of drug administration and is generally the most convenient for patients. For an oral drug to be effective, a therapeutic concentration in the blood must be achieved. Solubility in water and permeability of active pharmaceutical ingredients are often used as the main conditions for rapid and complete absorption and high bioavailability. Carvedilol is beta blockers that works as an antihypertensive drug and included in biopharmaceutical classification system (BCS) class II with high permeability but low solubility. Due to this, the goal of this review is to go through a few different methods for increasing solubility of carvedilol. dissolution, and bioavailability. Various solubility enhancement techniques have been applied to carvedilol, including co-crystallization, liquidsolid technique, cyclodextrin inclusion complex, nanoparticles, hydrotrophy, nanosuspension, solid dispersion, nanoemulsion, and dendrimers. These techniques have been shown to increase the solubility and dissolution rate of carvedilol thereby increasing its bioavailability.Keyword: carvedilol, solubility enhancement, BCS class II
UJI IN SILICO KANDUNGAN SENYAWA TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera L.) UNTUK KANDIDAT OBAT ANTI HIPERLIPIDEMIA Adira Rahmawaty; Fauzia Rahma Cahyani; Nisa Safitri; Annisa Ayu Ningtyas Carolina Sitepu; Elsa Noor Hapitria; Sandra Megantara
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 26 No. 2 (2022): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v26i2.19859

Abstract

Hiperlipidemia merupakan salah satu kelainan metabolik yang ditunjukkan oleh kadar lemak darah yang tidak normal. Hiperlipidemia dapat menjadi penyebab dari Cardiovascular disease (CVD) atau penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian secara global. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan obat antihiperlipidemia secara in silico dari senyawa yang terkandung dalam tanaman anggur (Vitis vinifera L.) dengan reseptor HMG-COA reductase inhibitors dengan kode PDB 3CCZ. Pengujian dilakukan dengan serangkaian proses meliputi pencarian senyawa, analisis ADMETOKS, skrining farmakofor dan  molecular docking menggunakan AutoDockTools-1.5.6. Berdasarkan hasil uji in silico, diperoleh bahwa isorhamnetin yang terkandung dalam tanaman anggur berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu kandidat obat antihiperlipidemia dengan nilai ikatan energi dan konstanta inhibisi yang rendah yaitu -7.36 dan 4.01 μM yang juga disertai kesamaan interaksi residu asam amino antara standar dan isorhamnetin yang terdapat pada Asn 658 dan Gly 808.
Kajian Risiko Proses Penyediaan Produk Semisolid Industri X di Cikarang Selatan Ester Uli Elisabeth Simanjuntak; Sandra Megantara
Majalah Farmasetika Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i1.40652

Abstract

Keselamatan pengguna adalah fokus utama industri farmasi dalam pembuatan sebuah produk yang bermutu dan terjaga keamanannya. Selama proses penyiapan produk tersebut, tentu tidak akan terlepas dari risiko kegagalan ataupun potensi berbahaya yang tidak dapat diketahui sebelumnya. Kajian risiko sudah menjadi program mandatori secara global, dengan regulasi yang bersumber pada ICH Q9 tentang Quality Risk Management dan di Indonesia sendiri diatur di Aneks ke - XIII tentang Manajemen Risiko Mutu. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mendapatkan langkah sistematis dalam mengelola risiko-risiko yang mungkin terjadi agar dapat dicegah dan diminimalisir dengan menggunakan kajian risiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan diskusi di industri terkait. Hasil dari pengkajian risiko, dapat diketahui bahwa terdapat 2 proses dengan risiko yang tinggi pada produk yaitu proses pencampuran dan pengisian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua risiko tersebut menjadi prioritas dalam penanganannya dan perlu dimonitoring secara berkelanjutan. Selain itu terdapat risiko dengan nilai probabilitas(P) x severitas(S) tertinggi yaitu risiko kontaminasi pada proses pencampuran. Dengan adanya kajian risiko,diharapkan industri farmasi mampu mendeteksi lebih awal terkait risiko yang mungkin muncul dan mampu meminimalisir segala kerugian yang mungkin terjadi. Kata kunci: risiko, kajian risiko, kontaminasi
PEMAHAMAN MASYARAKAT TERKAIT PEMBUDIDAYAAN CACING LUMBRICUS DAN PEMASARAN KANAL DIGITAL UNTUK KEBUTUHAN SEDIAAN OBAT HERBAL MELALUI MEDIA WORKSHOP Muchtaridi Muchtaridi; Sandra Megantara; Muhammad Syahid Abdillah; Sitti Faza Karima; Nabila Alivia Yasmin; Ganendra Akbar Hadiyanto
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.38657

Abstract

Kampung Batu Lonceng, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang merupakan salah satu daerah usaha tani dan ternak yang ada di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang mengenai budidaya cacing dan digital marketing. Cacing tanah juga memiliki manfaat lain yaitu pada bidang medis. Cacing tanah dapat digunakan sebagai obat penurun panas, demam dan obat tipus. Penggunaan cacing tanah sebagai obat diproses dengan cara dikeringkan dan diekstrak dalam bentuk kapsul. Penelitian ini menggunakan random sampling survey terhadap 21 warga Desa Suntenjaya yang mengisi kuesioner secara luring di tempat. Kategori tingkat pengetahuan responden ditentukan berdasarkan pengkategorian Arikunto (2013). Hasilnya tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Suntenjaya mengenai budidaya cacing dan digital marketing dikategorikan kurang baik dengan rata-rata skor ≤ 9%.
Potential Molecular Interaction of Nutmeg’s (Myristica fragrans) Active Compound via Activation of Caspase-3 Ronny Lesmana; Filza Yulina Ade; Yuni Susanti Pratiwi; Hanna Goeanawan; Nova Sylviana; Sandra Megantara; Susianti Susianti; Vita Murniati Tarawan; Purwo Sri Rejeki; Hamidie Ronald Daniel Ray; Unang Supratman
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2022): IJOST: VOLUME 7, ISSUE 1, April 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v7i1.45663

Abstract

Myristica fragrans Houtt (belongs to the Myristicaceae family) is a Maluku Island (Indonesia) native plant. The seed of M. fragrans (Nutmeg) has been used for medicinal benefits. M. fragrans also has anti-cancer properties. The goal of this research was to use computer-aided drug design to investigate the in silico molecular docking of selected nutmeg compounds against Caspase-3. Molecular docking using Malegro Virtual Docker (MVD) software Ver 5.5 was performed to investigate binding complicated models to offer information on critical drug-receptor interactions. The most potent ligand was Licarin B, which had a docking score of -103.07 kcal/mol. The Licarin B structure formed several hydrogen bonds with Trp214 and Phe250. These findings imply that the nutmeg seed contains a prospective compound that could be a great anti-cancer agent.
Co-Authors Ade Zuhrotun Adira Rahmawaty Aeni, Wida Nur Alifia Syifa Pebriani Annisa Ayu Ningtyas Carolina Sitepu ARNANDA, QUINZHEILLA PUTRI ASRI SAVITRI Atusholihah, Annisa Auliya AS, Nisa Nurul Baihaqi, Achmad Al Batari A. Larasati Bawono, Lidya Cahyo Dede Jihan Oktaviani Dede Jihan Oktaviani Dhania Novitasari Diah Siti Fatimah DIAH SITI FATIMAH Eli Halimah, Eli Ella Fazila Elsa Noor Hapitria Ester Uli Elisabeth Simanjuntak Fadhilah, Ersa FAJRA DINDA CRENDHUTY Fatharan, Rahma Haniyyah FATIMAH, DIAH SITI Fauzia Rahma Cahyani Fauziyyah, Ganis Fitria Febrina Amelia Saputri Febrina Amelia Saputri, Febrina Amelia Filza Yulina Ade Ganendra Akbar Hadiyanto Gin Gin Ginanjar, Gin Gin Gofarana Wilar Gracia Anastasya Hanna Goeanawan HARTONO, ADI Holis Abdul Holik, Holis Abdul Hutabarat, Rismauli Ruth Natasari Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh Isman, Hasna Siti Munifah Iyan Sopyan Jiranusornkul, Supat Jutti Levita Khairinisa, Miski Aghnia Maknun, Shofiyah Durin Maryam Hasymia Ishmatullah Mochamad Rizal Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Afif Muhammad Ikhsan Muhammad Syahid Abdillah Mutakin Mutakin Nabila Alivia Yasmin NADIATUL KHAIRA. Y Nasrul Wathoni Nisa Safitri Norisca Aliza Putriana Nova Sylviana Nurdiani Adiningsih Nurdiani Adiningsih OKTAVIANI, DEDE JIHAN Prayoga, Randy Rassi Quinzheilla Putri Arnanda Quinzheilla Putri Arnanda RAMADHAN, SAQILA ALIFA Rania Talinta L Ray, Hamidie Ronald Daniel Rejeki, Purwo Sri Ridwan, Hanna Salwa Rina Wijayanti Rini Hendriani Ronny Lesmana Rusdin, Agus Sabila, Rusydina Salim, Prayoga Drajat Pangestu Salsabilla, Bunga Indra Saqila Alifa Ramadhan Saqila Alifa Ramadhan Shella - Widiyastuti Shella Widiyastuti Shella Widiyastuti SHINTA LESTARI Shinta Lestari Shinta Lestari, Shinta Silvia, Nurfianti Siska Sari Marvita Sitti Faza Karima Slamet Ibrahim - SOLEH SOLEH SOLEH Sri Adi Sumiwi Sri Indrayani Suhandi, Cecep Suhendi, Cece Susianti Susianti Trie Oktaviani Unang Supratman Vita Murniati Tarawan Widiyastuti, Shella Yasmiwar Susilawati Yogiyanto Yogiyanto Yuni Susanti Pratiwi