Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Revealing Indonesia through The Grief of Film: Marlina The Murderer in Four Acts Fitriansal Fitriansal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5290

Abstract

This study is based on qualitative research using the grief of film model in the five stages of Kubler-Ross. The aim is to unveil the grief of the film "Marlina The Murderer in Four Acts" by Mouly Surya, constructed through the exotic cultural anthropology of Indonesia, inspired by a true story in the Sumba region. The research results indicate that the film depicts the character Marlina undergoing a grief process in constructing its narrative. The film's foundation lies in the truth of reality, interpreted through Indonesia's ideology, utilizing the grand power of art and culture. This ultimately gives rise to the concept of the essence of interpreting nationalism through the character 'Marlina' as a representation of marginalized women challenging the nation's reality.
Pernyataan dan Tindakan Netizen terhadap Iklan Drama China di TikTok: Analisis Tindak Tutur Searle Rusdi, Andi Nur’ Afiat; Fitriansal, Fitriansal
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2025): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v5i1.72465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi berdasarkan klasifikasi John R. Searle dalam unggahan dan komentar TikTok terkait fenomena kecanduan terhadap iklan drama China. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis isi pragmatik. Data yang dikaji berupa tuturan dalam unggahan dari akun TikTok @smallchimmy, @tedjasigmaboy, dan @wayaniswara, serta komentar-komentar pengguna lain yang merespons unggahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan pengguna TikTok mencerminkan tiga kategori utama tindak tutur, yaitu: (1) tindak tutur representatif yang merepresentasikan opini atau kepercayaan penutur terhadap maraknya iklan drama China; (2) tindak tutur ekspresif yang menyatakan perasaan seperti kesal, heran, malu, atau terhibur; dan (3) tindak tutur direktif yang mendorong atau menyarankan tindakan tertentu, seperti menonton atau mencari episode lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi warganet di media sosial tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan ekspresi emosional dan ajakan yang membentuk dinamika komunikasi digital masa kini.
Pelatihan Seni Drama dan Penulisan Naskah Drama pada Siswa SMP Islam Athirah Makassar Fitriansal, Fitriansal; Pramono, Ashar; Gaffar, Muh. Syukri; Rosvita, Ita; Nurrahma, Nurrahma
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i1.239

Abstract

Pelatihan Seni Drama dan Penulisan Naskah Drama merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan potensi kreatif siswa sekaligus memperkuat karakter siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Islam Athirah Makassar dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Program Pelatihan mencakup materi teknik dasar seni drama, penulisan naskah drama, eksplorasi ekspresi tubuh, serta tata panggung. Melalui pendekatan partisipatif dan praktik langsung, siswa diajak mengeksplorasi ide-ide kreatif, mengangkat tema kehidupan sehari-hari, serta menyampaikan pesan moral melalui pertunjukan drama. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis naskah, memahami teknik akting, dan bekerja sama dalam tim. Selain itu, pelatihan ini juga memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dan berani tampil di depan umum. Dengan demikian, pelatihan seni drama tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengembangan keterampilan seni siswa, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa.
The value of the Makassar kelong in literature as an expression of local wisdom Hajrah, Hajrah; Rosvita, Ita; Fitriansal, Fitriansal
LITERA Vol. 24 No. 1: LITERA (MARCH 2025)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v24i1.79558

Abstract

This study aims to reveal the meanings contained in the oral tradition and modern form of kelong from Makassar, Indonesia. The research method is qualitative, using a literature review that focuses on cultural research. Data analysis uses the model developed by Miles and Huberman. Based on the results of the research, the value of Makassar kelong consists of: 1) religious values consisting of human relations with God, relations between humans, and human relations with the natural cosmos; 2) nationalism values consisting of love for the country, national spirit, respect for diversity, willing to sacrifice, and obey the law; 3) the value of independence consisting of hard work, creativity and innovation, discipline, resilience, lifelong learning; 4) the value of gotong royong which includes cooperation, solidarity, kinship, and mutual orientation; 5) and the value of integrity which includes honesty, exemplary, responsibility, and love of truth. The five kelong values reveal the function, implementation, and existence of local wisdom practiced by the people of Makassar today.
PENTINGNYA PELATIHAN ANAK: EPIK WE CUDAI MELAHIRKAN I LA GALIGO Fitriansal, Fitriansal; Ahmad Rizal Abdullah; Bungatang, Bungatang
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i1.1345

Abstract

Pentingnya nilai-nilai pelatihan dalam epik I La Galigo diharapkan menjadi referensi untuk penelitian lain dan menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia. Memberikan kesadaran tentang adanya nilai pelatihan yang terkandung pada kearifan lokal sebagai warisan yang dimiliki di Indonesia sehingga bisa memberikan sudut pandang pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode reflektif/refleksi dengan kajian hermenutika Schleiermacher tentang analisis teks dan rekontruksi teks Data yang digunakan sebagai objek kajian adalah naskah epik I La Galigo episode We Cudai Melahirkan I La Galigo. Data dianalasis sesuai dengan nilai-nilai pedagogik yakni pentingnya nilai pelatihan. Pada epik We Cudai Melahirkan I Lagaligo terdapat nilai pelatihan tentang penanaman keterampilan jasmani terhadap peserta didik atau anak.
Revealing Indonesia through The Grief of Film: Marlina The Murderer in Four Acts Fitriansal, Fitriansal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5290

Abstract

This study is based on qualitative research using the grief of film model in the five stages of Kubler-Ross. The aim is to unveil the grief of the film "Marlina The Murderer in Four Acts" by Mouly Surya, constructed through the exotic cultural anthropology of Indonesia, inspired by a true story in the Sumba region. The research results indicate that the film depicts the character Marlina undergoing a grief process in constructing its narrative. The film's foundation lies in the truth of reality, interpreted through Indonesia's ideology, utilizing the grand power of art and culture. This ultimately gives rise to the concept of the essence of interpreting nationalism through the character 'Marlina' as a representation of marginalized women challenging the nation's reality.
Pengembangan Soft Skills Siswa Melalui Pelatihan Drama Di SMP Islam Athirah Makassar Hajrah, Hajrah; Asri, Aswati; Fitriansal, Fitriansal; Hasbi, Nur; Neyarasmi, Fadilah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan soft skills siswa melalui pelatihan drama di SMP Islam Athirah Makassar. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran kreatif. Kegiatan berlangsung selama empat minggu dengan melibatkan 25 siswa kelas VIII melalui tahapan orientasi, pelatihan, kolaborasi pementasan, dan refleksi. Data dikumpulkan secara kualitatif melalui observasi, wawancara, dan jurnal reflektif untuk menilai perubahan perilaku dan sikap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kemampuan komunikasi verbal, kerja sama, dan empati siswa. Pelatihan drama menjadi media efektif untuk menumbuhkan ekspresi diri, mengatasi rasa takut, serta menginternalisasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan. Guru juga merasakan peningkatan kreativitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis seni dapat menjadi strategi pedagogis inovatif dalam memperkuat keterampilan abad ke-21, terutama dalam membangun karakter, kreativitas, dan kesadaran sosial siswa di lingkungan sekolah.Kata kunci: soft skills, pelatihan drama, pendidikan karakter
Kosmologis dalam Tenun Lipa’ Sa’be Bugis Perspektif Grounded Theory Fitriansal Fitriansal; Nilam Sari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2715

Abstract

Lipa’ Sa’be Bugis adalah tekstil tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis dan fungsional, tetapi juga berperan sebagai sistem semiotik yang menyampaikan makna kosmologis dan spiritual dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana motif, warna, dan proses menenun dalam Lipa’ Sa’be mengkomunikasikan pandangan dunia Bugis. Dengan menggunakan analisis semiotik dan grounded theory, penelitian ini menganalisis signifikansi simbolik Lipa’ Sa’be dan perannya dalam mentransmisikan pengetahuan kosmologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola geometris, warna, dan bahan tekstil ini mengandung prinsip kosmologis, yang mewakili hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan ilahi. Selain itu, proses menenun itu sendiri dipandang sebagai praktik spiritual yang menghubungkan penenun dengan kekuatan kosmik, mencerminkan keyakinan akan keterkaitan antara alam semesta. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang semiotika budaya dengan menawarkan perspektif baru mengenai bagaimana seni tradisional mengkomunikasikan makna kosmologis yang kompleks. Penelitian ini juga menyoroti peran kerajinan tradisional dalam pelestarian identitas budaya dan transmisi pengetahuan spiritual antar generasi. Implikasi dari studi ini menyarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara bentuk seni tradisional lainnya dan kosmologi dalam berbagai budaya Indonesia, untuk memperluas pemahaman tentang bagaimana budaya material berfungsi sebagai media ekspresi kosmologis.