Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Relationship Between Desk Chair Workstations and the Incidence of Low Back Pain Among Elementary School Teacher In Paron district, Ngawi Regency Farizky Aji Nugroho; Salsabila Purnamasari
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/9jp09g07

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders affecting the lumbar region of the spine and may reduce comfort and work productivity. Elementary school teachers are considered at risk of developing LBP due to prolonged static postures and workstations that may not comply with ergonomic principles. This study aimed to analyze the relationship between workstation suitability—specifically desk and chair dimensions based on anthropometric measurements—and LBP complaints among elementary school teachers in Paron District, Ngawi Regency. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design conducted from February to March 2025. A total of 140 elementary school teachers were included using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements to assess workstation suitability and the Oswestry Low Back Pain Disability Questionnaire (ODI) to determine the severity of LBP. The collected data were analyzed using the Chi-Square test with a 95% confidence level. The findings showed that the majority of respondents were female (71.4%) and aged 45–59 years (42.1%). Based on workstation assessment, 81.4% of respondents had ergonomically suitable workstations, while 18.6% used non-ergonomic facilities. Most respondents (83.6%) experienced minimal to mild LBP, 12.1% moderate LBP, and 4.3% severe LBP. Statistical analysis revealed a significant relationship between workstation suitability and LBP complaints (p=0.000). Non-ergonomic workstations were associated with a higher incidence and greater severity of LBP. Therefore, the implementation of ergonomic principles and proper posture education is essential to prevent LBP and to maintain teachers’ spinal health and productivity.
Hubungan Postur Kerja, Lama Bekerja, dan Umur dengan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada Petani di Ngawi Talitha Inas Zhafira; Salsabila Purnamasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2736

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are health problems that can reduce productivity. Farmers are prone to MSDs because their work often involves non-ergonomic postures. This study employed a quantitative observational method with a total sampling technique, involving 90 respondents, to determine the relationship between work posture, working hours, and age with complaints of MSDs among farmers in Pleset Village, Pangkur District. The study variables included work posture, working hours, age, and MSD complaints. Work posture was assessed using the REBA method, while MSD complaints were measured with the Nordic Body Map Questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test, with a significance level set at p<0.05. The results showed no significant relationship between age (p=0.164), duration of work (p=0.893), and standing work posture (p=0.877) with MSD complaints. However, there was a significant relationship with bending work posture (p=0.039). It can be concluded that a bent work posture affects MSD complaints, whereas age, length of employment, and standing posture do not. Therefore, to reduce the risk of MSDs, preventive measures such as muscle stretching before and after work can be implemented. Additionally, group exercises and ergonomic education can be conducted during community gatherings.
Hubungan Usia, Masa Kerja, dan Intensitas Pencahayaan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja Bagian Menjahit Isniasta Eka Putri; Salsabila Purnamasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4532

Abstract

Kelelahan mata merupakan masalah kesehatan kerja yang umum dialami pekerja garmen. Usia, masa kerja, dan intensitas pencahayaan merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, masa kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit di CV. RKM Garment, Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 90 pekerja bagian menjahit, dengan 83 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) dan pengukuran intensitas pencahayaan dengan lux meter. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan Continuity Correction (a= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,1% penjahit mengalami kelelahan mata. Terdapat hubungan signifikan antara usia (nilai p = 0,036), masa kerja (nilai p = 0,017), dan intensitas pencahayaan (nilai p = 0,028) dengan kelelahan mata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, masa kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit di CV. RKM Garment, Karanganyar. Program pencegahan perlu mempertimbangkan ketiga faktor tersebut melalui perbaikan pencahayaan, pemeriksaan kesehatan berkala, dan edukasi metode 20-20-20.
PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER AISYIYAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WONOSOBO Yeni Indriyani; Salsabila Purnamasari; Kusuma Estu Werdani; Maharani Ayu Kusumawati; Rahmawati Fajrin; Burhannudin Ichsan; Ayu Khoirotul Umaroh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29276

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Butuh Lor, yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi sebesar 56,52% pada tahun 2023. Berbagai faktor penyebab, meliputi kondisi ekonomi, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang kurang memadai. Upaya pemerintah desa dan kader kesehatan dalam pencegahan stunting masih belum optimal, sehingga diperlukan adanya suatu intervensi program berbasis pelatihan dan pendampingan kader. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas softskill (komunikasi, advokasi, dan edukasi) dan hardskill (pemeriksaan antropometri, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi) dalam pencegahan stunting melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis desa untuk pencegahan stunting di Desa Butuh Lor, Wonosobo. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan policy brief sederhana untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader sebesar 40% dan keterampilan kader sebesar 40% serta menghasilkan rancangan sederhana kebijakan untuk pencegahan stunting. Program ini berkontribusi pada penguatan peran kadder dan komitmen pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a major health problem in Indonesia, including in Wonosobo Regency, especially in Butuh Lor Village, which has a high prevalence of stunting cases of 56.52% in 2023. Various causal factors include economic conditions, parenting patterns, nutritional intake, and inadequate sanitation. The efforts of the village government and health cadres in preventing stunting are still not optimal, so a program intervention based on training and mentoring for cadres is needed. This community service aims to increase the capacity of soft skills (communication, advocacy, and education) and hard skills (anthropometric examinations, growth and development monitoring, and nutritional interventions) in preventing stunting through training and mentoring, while supporting the formulation of village-based policies for preventing stunting in Butuh Lor Village, Wonosobo. The implementation method includes the preparation, implementation, and monitoring and evaluation stages. Activities involve training, Focus Group Discussions (FGDs), and the preparation of simple policy briefs to increase the capacity of health cadres. The results of the program show that the training is effective in increasing cadre knowledge by 40% and cadre skills by 40% and produce a simple policy design for stunting prevention. This program contributes to strengthening the role of cadres and the commitment of village governments in stunting prevention efforts.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH Windi Wulandari; Dwi Astuti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Salsabila Purnamasari; Athania Diva Casimira; Jenita Berlian Nindyasari; Widya Kusuma Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38288

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Desa Batan, Boyolali. Keterbatasan fasilitas pemilahan dan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa menyebabkan masyarakat masih mengelola sampah secara individu melalui pembakaran, penimbunan, atau pembuangan ke sungai yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan melalui pendirian bank sampah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan media powerpoint, Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan praktis. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu PKK sebanyak 21 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan hasil antara skor pre-test dan post-test sejumlah 10 soal yang disertai dengan observasi selama sesi pelatihan, indikator keberhasilan dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan pengurus bank sampah bisa menjalankan tahapan pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengelolaan sampah dengan rata-rata skor meningkat sebesar 13.45%, bersamaan dengan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola bank sampah sebesar 41%. Pendirian bank sampah dan pelatihan ekoenzim menjadi solusi nyata masyarakat bagi permasalahan sampah di Desa Batan.Abstract: Waste management remains a critical challenge in Indonesia, including in Batan Village, Boyolali. The lack of sorting facilities and village-level management systems has led residents to manage waste individually through burning, burying, or disposing of it into rivers, all of which adversely affect health and the environment. This community service initiative aims to enhance the knowledge and skills of partners in sustainable household waste management through the establishment of a waste bank. The methods employed included socialization using PowerPoint presentations, Focus Group Discussions (FGD), and practical training. The target participants were 21 members of the local Family Welfare Movement (PKK). Activity evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores via a 10-item questionnaire, supplemented by observations during the training sessions. Success indicators were defined by an increase in knowledge and the ability of the waste bank management team to execute operational stages. Results demonstrate that the program successfully improved waste management knowledge, with average scores increasing by 13.45%, alongside a 41% enhancement in the partners' capacity to manage the waste bank. The establishment of the waste bank and eco-enzyme training serve as tangible solutions for the community to address waste-related issues in Batan Village.
Hubungan Perilaku Hygiene dan Sanitasi Ibu dengan Keluhan Diare pada Bayi dan Balita di Kelurahan Pucangsawit Jebres, Surakarta Siti Rahma Fatkhiyah; Salsabila Purnamasari
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i2.29398

Abstract

Diarrhea remains a significant public health problem among infants and children under five, with increasing cases reported in Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Surakarta. Poor maternal personal hygiene practices are considered a potential contributing factor to diarrheal complaints in this population. This study aimed to determine the relationship between maternal behavior related to personal hygiene and diarrheal complaints among infants and toddlers in Kelurahan Pucangsawit. A quantitative observational study with a cross-sectional design was conducted involving 92 mothers who had infants and toddlers aged 0–59 months. Samples were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected through structured questionnaires assessing exclusive breastfeeding, handwashing practices, complementary feeding, household food safety, drinking water management, and proper feces disposal. Data were analyzed using univariate and bivariate statistical tests to examine associations among variables. The bivariate analysis used Fisher's exact test results. The p-value was 0.001 (p < 0.05). The study concludes that maternal personal hygiene behavior is associated with diarrheal complaints among infants and toddlers in Kelurahan Pucangsawit. Improving maternal hygiene practices is essential for preventing diarrhea in early childhood, particularly among infants and toddlers.
Pelatihan Budidaya Maggot dan Bank Sampah Kepada Kader Kesehatan sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Organik di Desa Karanganyar Ade Madona; Yulian Gilang Prayoga; Annisa Nur Syahadah; Nafilla Titan Prasetya Daryono; Athaya Nadya Zuhra; Puri Larasati; Alifia Anggraeni Prameswari; Alifah Ulima Zhafira; Iqbal Maulana Ihsan; Nur Riqqah Maulita; Eny Fauziana; Salsabila Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia sehari-hari tidak lepas dari kebutuhan terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah lingkungan yang bebas dari berbagai kotoran, termasuk di antaranya debu, sampah dan bau. Masih banyak masyarakat yang membungan sampah di sungai atau selokan yang dapat menyebabkan banjir yang tidak diduga. Rendahnya kualitas lingkungan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah dengan menggunakan metode Sosialisasi dengan Jenis data yag digunakan dalam kegiatan ini adalah data Kuantitatif yang mengukur tingkat pengetahuan kader Kesehatan di Desa Karanganyar. Tahap Perencanaan dan Persiapan ini terdiri dari mempelajari indikator permasalahan sampah yang ada di Desa Karanganyar. Tahapan pelaksanaan terdiri dari 2 aktivitas,yakni Sosialisasi Budidaya Maggot dan Sosialisasi Bank Sampah. Tahap Evaluasi yaitu observasi dan pengumpulan data Tingkat pengetahuan Kader Kesehatan. Dari hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan Berdasarkan pretest dan posttest yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi pelatihan budidaya maggot terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang signifikan sebanyak 16 peserta (84%). Hal ini sesuai penelitian dari (Rika, 2023) masyarakat RT 3/ RW 11 Kelurahan Air Tawar Barat Kecamatan Padang Utara mereka telah mengetahui dengan baik cara budidaya maggot dan juga telah sukses melakukan praktek pengolahan sampah organik dengan maggot. Sedangkan untuk kegiatan kedua dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi pelatihan bank sampah terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang signifikan sebanyak 13 peserta (68%). Hal ini didukung oleh (Putu Ayu, 2022) Program Bank Sampah berhasil menciptakan ketertarikan dan keaktifan ibu-ibu PKK.
Penyuluhan Kesehatan dan Demonstrasi Memasak Puding Labu Siam sebagai Alternatif Makanan Sehat untuk Mengelola Hipertensi Warga Dusun 3 Desa Karanganyar Fery Irawan; Ega Tanaya; Riyakhul Janah; Luthfi Raissa Shahda; Annisa Nur Rahmah; Faizatul Alfiyah; Rizky Amalia Nuraini; Sri Utami; Salsabila Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Program pengabdian "Santapan Sehat Hipertensi Minggat" bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pola makan sehat melalui penyuluhan kesehatan dan demonstrasi memasak puding labu siam di Dusun 3 Desa Karanganyar. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dan dilaksanakan pada 12 November 2024. Metode: pengisian kuesioner pre-test dan post-test, penyampaian materi melalui presentasi, serta demonstrasi memasak yang interaktif. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 6,27 pada pre-test menjadi 9,27 pada post-test, dengan peningkatan signifikan dalam proporsi peserta yang memiliki pengetahuan baik (dari 40% menjadi 86,7%). Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan: Program edukasi berbasis praktik dengan bahan lokal seperti labu siam terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi, meski terkendala tempat dan suasana yang kurang kondusif. Disarankan untuk memperluas lokasi, durasi, dan menambahkan sesi pendampingan agar materi lebih berkelanjutan.
Penyuluhan Kesehatan dan Demonstrasi Minuman Anti Hipertensi sebagai Alternatif Minuman Sehat untuk Mengelola Hipertensi Masyarakat Dusun 2 Desa Karanganyar Hanifah Auliya Fatin; Sherly Oktafiani; Marissa Usie Shania Devi; Hawa Eqyan Shifana; Adelia Lisa Andriyani; Sela Nurul Hikmah; Farizky Aji Nugroho; Fadillah Tri Hapsari; Bilqis Rahma Yantika; Selvi Tri Ardani; Marfita Arda Anggraini; Sasa Ocstarista Laksana Bintang; Salsabila Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Dusun 2 Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendaliannya. Kegiatan penyuluhan dan pemaksaan pembuatan minuman herbal anti hipertensi melalui program DEMI NANTI (Demonstrasi Minuman Anti hipertensi) dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengendalian tekanan darah secara alami. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif dengan media leaflet, pemaparan langsung pembuatan dua jenis minuman herbal berbahan dasar nanas–kencur dan mentimun–jeruk nipis, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil uji Paired Sample T-Test terhadap 78 responden menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan peserta, dari 50,77% menjadi 96,41% (p = 0,000 < 0,05) . Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi serta mendorong penerapan gaya hidup sehat. Program ini juga memperkuat pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pengendalian hipertensi yang mudah, murah, dan alami.
Physical Workload, Age, Gender, and Work Fatigue among Sawmill Workers Linda Antika Nilam Cahya; Salsabila Purnamasari; Mitoriana Porusia
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 8 No. 2 (2026): Volume 8 Issue 2 August 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (Salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v8i2.1962

Abstract

Work-related fatigue remains a concern in occupational health, especially in wood sawing activities that require continuous physical effort and repetitive movements. This study investigated the relationship of physical workload, age, and gender with fatigue levels among workers employed in wood sawing industries in Bagelen District, Purworejo Regency. A cross-sectional quantitative approach was applied involving all 80 workers from six selected wood sawing industries during February 2025. Physical workload classification was obtained from pulse rate-based measurements, while fatigue conditions were evaluated using the Subjective Self-Assessment Test instrument. The association between variables was examined using the chi-square test with a significance level of 0.05. Moderate fatigue was identified in 66,3% of workers, while 63.8% had moderate physical workload. Only physical workload showed a significant association with fatigue (p < 0.001), whereas age and gender showed no significant association. Workplace strategies focusing on ergonomic improvement and workload control are needed.
Co-Authors Ade Madona Adelia Lisa Andriyani Agustin, Salisa Darma Alifah Ulima Zhafira Alifia Anggraeni Prameswari Alreda Fitriana Amalia Natasyafira Andayani, Agnes Trisna Annisa Nur Rahmah Annisa Nur Syahadah Arfitania Firly As Shifa Arum Cahyaningsih Asti Damaningtyas Athania Diva Casimira Athaya Nadya Zuhra Audi Ahmad Rikardi Ayu Khoirotul Umaroh Bilqis Rahma Yantika Burhannudin Ichsan Cindy Ratna Adella Devanda Amelia Prihantika Diah Ayu Kusuma Wulandari Dwi Astuti Ega Tanaya Eny Fauziana Fadillah Tri Hapsari Faizatul Alfiyah Farida Nur Isnaeni Farizky Aji Nugroho Fery Irawan Hamida, Maftahatul Hanifah Auliya Fatin Hawa Eqyan Shifana Hendrik Hendrik Ima Aryani Intan Prasetyaningrum Iqbal Maulana Ihsan Isniasta Eka Putri Istichomah, Besta Ajeng Yoga Jenita Berlian Nindyasari Jenita Berlian Nindyasari Jenita Berliana Khalisha Ramdhani Santoso Khoirunissa Nadiva Nareswari Kusuma Estu Werdani Lina Dwi Cahyowardhani Linda Antika Nilam Cahya Lisa Ariani Luthfi Raissa Shahda Maharani Ayu Kusumawati Marfita Arda Anggraini Marissa Usie Shania Devi Masandra Maydiana Putri Milenia, Alifia Putri Millati, Rida' Mitoriana Porusia Mitoriana Porusia Moh Zamroji Muhammad Fajar Afnizar Muslimin Nafilla Titan Prasetya Daryono Nugrahani, Nur 'Aini Azhari Nur Riqqah Maulita Nur ‘Aini Azhari Nugrahani Puri Larasati Rahmawati Fajrin Rezania Asyfiradayati RIMA ERNIA Rina Swita Esther Sitindaon Riyakhul Janah Rizky Amalia Nuraini Sasa Ocstarista Laksana Bintang Sela Nurul Hikmah Selvi Tri Ardani Sherly Oktafiani Shuffah Arsya Azzahra Siti Rahma Fatkhiyah Sitorus, Jenti Sri Indra Kurnia Sri Utami Supirno, Supirno Susanti Alfitri Anissa Talitha Inas Zhafira Tanaya, Ega Tulus Dwiva Amalda Ummi Sholikhah Wahida Fitria Fatmasari Widya Kusuma Muslim Windi Wulandari Yeni Indriyani Yulian Gilang Prayoga Zuhra, Athaya Nadya