Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (THEOBROMA CACAO) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY-PASS PROTEIN TERHADAP POPULASI BAKTERI RUMEN SECARA IN-VITRO: THE EFFECT OF USING FERMENTED COCOA POD (THEOBROMA CACAO) WITH MINERAL SUPPLEMENTATION, PROBIOTICS AND PROTEIN BY-PASS AGAINST RUMEN BACTERIA POPULATION IN-VITRO Suharnas, Edwar; Syaripudin, Afrizal; Nurhaita; Zurina, Rita; Suliasih; Malianti, Lezita
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i2.30544

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by-pass protein terhadap populasi bakteri rumen secara In-vitro. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di Laboratorium Ilmu Nutrtisi Ternak Perah Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Materi yang digunakan adalah ransum yang terdiri dari hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 60% + 40%. Hijauan terdiri dari rumput lapangan (70%) dan pod kakao (Theobroma cacao) fermentasi (30%). Konsentrat terdiri dari kapur/dolomit, garam, tepung ampas tahu dan dedak padi halus. Perlakuan yang diujikan adalah A= ransum tanpa suplementasi (sebagai kontrol), B= suplementasi mineral (S 0,11%, P 0,08%, dan Zn 20 ppm), C= B + 0,4% S. cereviceae, D= B + 1% tepung indigofera E= suplementasi mineral (S 0,11%, P 0,08% dan Zn 20 ppm) + probiotik (0,4% S. cereviceae) + by-pass protein (1% tepung Indigofera sp). Parameter yang diamati adalah populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen. Populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen yang dihasilkan berkisar 5,75-8,65 dan 4,80-8,60 (log cfu/ml). Populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen tertinggi terdapat pada perlakuan E, yaitu suplementasi mineral dengan probiotik dan by-pass protein. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by-pass protein dapat meningkatkan populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen secara In-vitro. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral phosfor (P), sulfur (S), dan Zn), by-pass protein dan proboiotik mampu meningkatkan populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen secara In-vitro
SOSIALISASI TENTANG JENIS DAN PEMANFAATAN TANAMAN TOGA PADA SD NEGERI 99 KOTA BENGKULU Ramadhan, Taupik; Zurina Muchlis, Rita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 3 No. 3 (2023): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v3i3.6111

Abstract

Tahap pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan SD Negeri 99 Kota Bengkulu edukasi penggunaan obat herbal sangat dibutuhkan di berbagai wilayah salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri 99 yang berada di Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Jalan Cicarua RT 22 RW 07 Kota Bengkulu. SDN 99 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah yang terletak di Kota Bengkulu. SDN 99 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah yang belum mengoptimalkan pekarangan sekolah sebagai lahan untuk menanam tanaman herbal. TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan tanaman yang sangat bermanfaat yang ditanam di kebun yang dipelihara oleh keluarga. Tanaman ini ditanam untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan tradisional yang bisa mereka buat sendiri. TOGA merupakan tanaman langka di daerah Bukjeongik. Kehadiran TOGA di daerah memberikan tantangan dan hambatan, antara lain masyarakat belum mengetahui cara pengelolaan TOGA sebagai obat herbal. Selain itu, ada kalanya tanaman mati karena pemilik tanaman tidak mengelolanya dengan baik. Ada banyak hal yang menghalangi tanaman ini untuk tumbuh dengan baik, di antaranya tanah yang buruk dan kesalahan berkebun. Penyebab lainnya adalah TOGA yang ditanam kurang mendapat sinar matahari dan kapasitas penyiraman rendah. Berdasarkan KKN yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap optimalisasi tanaman obat keluarga dapat ditingkatkan melalui kegiatan promosi penanaman dan pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Effect Of Egg Weight On Hatchability And Hatching Weight Of Quail (Cortunix cortunix Japonica) Zurina, Rita; Malianti, Lezita; Definiati, Neli; Rita, Wismalinda; Suliasih, Suliasih
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.2.209-214

Abstract

The research was conducted to determine the fertility, hatchability and hatching weight of quail (Corturnix-corturnix japonica) eggs in various egg weights. The research was carried out experimentally using a Randomized Block Design (RAK) consisting of 3 treatments and 4 replications. This research will be carried out from October to December 2020 at Kandang Puyuh, Kasih Ibu Orphanage, Jalan Bali, Bengkulu City. The tools used in this research were 4 manual hatching machines, box-shaped with a capacity of around 300 quail eggs, scales and an electrical energy source. The materials used are 300 quail eggs and disinfectant. The research was carried out experimentally using a Randomized Block Design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatment applied is egg weight consisting of: B1 = Light (≤9.5g), B2 = Medium (9.6 – 10.5g), B3 = Heavy (≥10.6g)
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN GENDOLA (Basella alba) DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT AKHIR, BOBOT KARKAS DAN LEMAK ABDOMENPADA AYAM KUB Jeni Lorenza, Diana; Zurina, Rita; Sunaryadi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i3.7697

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui Pengaruh dan Dampak Penggunaan Tepung Daun Gendola (Basella alba) Dalam Ransum Terhadap Bobot Akhir, Bobot Karkas dan Lemak AbdomenAyam KUB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, penelitian ini menggunakan 20 kotak kandang ayam KUB yang masing-masing kandang diisi sebanyak 5 ekor ayam KUB. Perlakuan yang digunakan A = penambahan tepung daun Gendola 0,5%, B = penambahan tepung daun gendola 1 %, C = penambahan tepung daun Gendola 1.5 %, D = penambahan tepung daun Gendola 2 %, dan E = penambahan tepung daun Gendola 2.5 %. Ransum yang dipakai terdiri dari jagung giling, dedak, tepung daun gendola, tepung ikan, dan konsentrat, disusun dengan kandungan protein 19 % dan energy metabolisme 2800 Kkal/kg. Parameter yang diamati adalah Bobot Akhir, Bobot Karkas dan Lemak Abdomen Pada Ayam KUB. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan Tepung Daun Gendola (Basella alba) dalam ransum ayam KUB sampai level 2,5 % tidak mempengaruhi Bobot Akhir, Bobot Karkas dan Lemak Abdomen Pada Ayam KUB. Kata Kunci : Ayam KUB, Daun Gendola, Bobot Akhir, Persentase Karkas, Lemak Abdomen.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI LUWAK HITAM DESA BANDUNG JAYA Rita, Wismalinda; N. Hidayah; S. Ardiansyah; Neli Definiati; Rita Zurina; Parwito, Parwito; Susilo, Edi
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.252

Abstract

Luak Hitam Farmer Group, one of twelve farmer groups in Bandung Jaya Village, has great potential in the plantation, agriculture, and poultry farming sectors. However, high fluctuations in the price of feed concentrates are an obstacle in meeting the nutritional needs of poultry. On the other hand, the abundance of durian seeds as a source of energy and gold snails as a source of feed for ducks in this area has not been optimally utilized. In addition, post-harvest processing of quail into high-economic value products has also not been done effectively. This community service program aims to increase the knowledge and skills of farmer groups in processing durian seeds and gold snails into feed ingredients and post-harvest processing of quail. Activities include program socialization, education, and training, as well as mentoring, monitoring, and evaluation. The results of the program showed an increase in the knowledge and skills of the Luak Hitam Farmer Group in producing alternative feed made from durian seed flour and gold snail, as well as post-harvest management of quail into products of economic value.
FERMENTASI AMPAS KELAPA (Cocos nucifera L) DENGAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN-VITRO Setiawan; Zurina, Rita; Suharnas, Edwar; Suliasih
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v5i2.8745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organic pada ampas kelapa yang di fermentasi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Desember 2021 di Labolatorium Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiya Bengkulu dan analisa kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dilaksanakan di di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah Depertemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Insitut Pertanian Bogor (IPB). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kelompok ulangan. Ampas kelapa fermentasi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) dengan komposisi 2 kg ampas kelapa, 5% molasses dan 5% dedak. Perlakuan yang di uji adalah dosis mol isi rumen yaitu P0=0%, P1=2,5%, P2=5%, P3=7,5%, P4=10% mol isi rumen. Parameter yang diamati yaitu kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mol isi rumen berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan organik. Hasil rata rata kecernaan bahan kering berkisar antara 57,69 – 60,69% dan kecernaan bahan organik berkisar antara 58,06 – 60,74%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ampas kelapa yang diberi mol isi rumen sebanyak 5% dapat meningkatkan Kecernaan bahan kering dengan baik tetapi tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan organic. level mikroorganisme local (mol) yang terbaik adalah pada dosis 5%. Kata kunci : Ampas kelapa, Fermentasi, Mikroorganisme Lokal (MOL),Kecernaaan bahan kering, kecernaan bahan organic secara In-vitro
Study of Morphology, Nutrition and Bioactive Compounds at Two Accessions Marigold (Tagetes Erecta) in Kepahiang Regency Rita, Wismalinda; Neli Definiati; Rita Zurina; Edi Susilo; Parwito
International Journal of Integrative Sciences Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v3i11.12211

Abstract

Marigold (Tagetes erecta) is an ornamental herbaceous and medicinal plant that is easily cultivated, so many are found at various heights, such as in Kepahiang Bengkulu regency, Indonesia. In addition, marigolds contain nutrients and bioactive compounds that have yet to be fully utilized. This study aims to identify the morphology, nutrients and bioactive compounds of marigold flowers in Kepahiang district of Bengkulu, Indonesia. The study was conducted using a purposive sampling survey method by conducting non-experimental descriptive observations. Sampling locations were conducted around Kepahiang regency. The variables observed were morphological identification, nutrient content and bioactive compounds. Two accessions are found: marigold flowers with small petals of orange and marigold flowers with small petals of yellow. Orange marigold flowers with small petals-shaped protein (10.51%) are higher than the small yellow marigold (9.49%), while the protein content of leaves (5.96%) is lower than the protein marigold flowers. Small-sized orange Petals marigold flowers have a higher carotenoid content (166.41 mg/kg) than small-sized yellow petals flowers (85.89 mg/kg). But compared to flowers, marigold leaves have a higher chlorophyll content (246.93 mg/kg). Marigold flower with orange petals in a small shape has the best nutritional and bioactive compounds content for poultry feed
PEMANFAATAN BIJI DURIAN MENJADI TEPUNG DURIAN DAN BROWNIES PADA KELOMPOK RUKUN BERSAMA DESA ARGA INDAH : Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan Rita Hayati; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Zurina; Maheran Mulyadi; Ade Saputera, Surya; Harini, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah sebahagian besar memiliki mata pencaharian bertani Durian dan Sawit. Masyarakat petani mengalami kesulitan menangani Limbah Biji Durian yang tidak termanfaatan secara maksimal. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengolah biji durian menjadi produk yang bermanfaat. Pada umumnya petani hanya membuang biji durian menjadi limbah dan merusak lingkungan. Penggunaan Biji durian dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif. Adapun kandungan biji dalam durian 5-15%, yang biasanya hanya dibuang berupa limbah     juga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia, ntuk mengatasi pencemaran lingkungan maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan biji durian sebagai bahan pangan alternatif. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani supaya dapat memanfaatkan biji durian menjadi lebih bermanfaat dan dapat juga menambah income masyarakat. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. pelatihan pembuatan tepung biji durian yang dioleh menjadi cake sebagai pangan alternatif,  praktek langsung dengan hasilnya cake yang enak dan lezat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan masyarakat dalam pemanfaatan biji durian menjadi cake  dan menambah wawasan masyarakat petani dalam memelihara keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN TALAS (Colocasia esculenta) DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS SERTA PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN INCOME OVER FEED COST PADA ITIK TALANG BENIH Heriyati, Liza; Rita, Wismalinda; Sunaryadi, Sunaryadi; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v2i3.3693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun talas terhadap persentase karkas, serta Persentase Bagian-Bagian Karkas dan Income Over Feed  Cost pada itik talang benih. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2019 – Januari  2020 di Experimental Farm Jalan Danau 4 Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu. Penelitian  ini menggunakan 80 ekor Itik Talang Benih jantan umur 2 minggu, dan ransum yang  digunakan adalah jagung kuning giling, dedak padi, ampas kelapa, ampas tahu, tepung ikan  rucah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan 5 perlakuan dan 4 pengulangan. Setiap ulangan berisi 4 ekor Itik Talang Benih jantan  umur 2 minggu. Pada penelitian ini parameter yang diamati adalah, persentase karkas,  persentase bagian bagian karkas ( dada, paha dan sayap) dan Income Over Feed Cost itik  talang benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun talas dalam  ransum itik talang benih hingga level tertinggi 8% berpengaruh tidak nyata terhadap  persentase karkas dan bagian bagian karkas itik talang benih, namun berpengaruh sangat  nyata  terhadap Income Over Feed Cost.    Kata kunci : Tepung Daun Talas, Persentase Karkas, Bagian-bagian Karkas (sayap, paha,  dada), Income Over Feed Cost, Itik Talang Benih. 
SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN TALAS (Colocasia esculenta) DALAM RANSUM TERHADAP KOMPONEN DARAH ITIK TALANG BENIH Syuhada Gultom, Wahyu; sunaryadi, Sunaryadi; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i2.5579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun talas terhadap komponen darah itik talang benih. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2019 – Januari 2020 di Experimental Farm Jalan Danau 4 Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan 80 ekor Itik Talang Benih jantan umur 2 minggu, dan ransum yang digunakan adalah jagung kuning giling, dedak padi, ampas kelapa, ampas tahu, tepungikanrucah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 pengulangan. Setiap ulangan berisi 4 ekor Itik Talang Benih jantan umur 2 minggu. Parameter yang diamati adalah kadar haemoglobin, kadar high density lipoprotein (HDL), kadar low density lipoprotein (LDL), dan kadar trigliserida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun talas sebanyak 8% berpengaruh nyata terhadap kadar HDL di dalam komponen darah Itik Talang Benih Kata kunci :Itik Talang Benih, tepung daun talas, komponen darah