Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP KANDUNGAN pH, TOTAL BAKTERI, DAN VISCOSITAS PADA YOGHURT MENGGUNKAN STATER KOMERSIL Geofany, Andre; Rita, Wismalinda; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu adalah cairan berwarna putih yang disekresi oleh kelenjar mammae (ambing) pada binatang mamalia betina seperti sapi, kambing, atau bahkan kerbau yang diperoleh dengan cara pemerahan sebagai bahan makanan dan sumber gizi. Yoghurt merupakan salah satu produk hasil dari fermentasi susu dengan penambahan kultur bakteri asam laktat yaitu Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus bulgaricus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap kandungan pH, total bakteri dan viscositas pada yoghurt drink dengan starter komersil.Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan . Sari buah nanas dibuat dengan penambahan A = 0%, B = 3%, C = 6% dan D =9%. Parameter yang diamati adalah pH, kandungan total bakteri, dan viscositas. Hasil penelitian memperlihatkan penambahan sari buah nanas berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap kandungan pH, total bakteri, dan viscositas. Hal ini menunjukan bahwa sari buah nanas sangat berpengaruh terhadap yoghurt drink. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan sari buah nanas yang digunakan semakin meningkatkan nilai pH, kandungan total bakteri, dan viscositas yoghurt drink. Kata Kunci : Susu, Yoghurt, Sari Buah Nanas, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus bulgaricus.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS KELAPA FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI, ORGAN DALAM, DAN INCOME OVER FEED COST ITIK TALANG BENIH Afendra , Kevin; Nurhaita, Nurhaita; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik Talang Benih merupakan salah satu plasma nutfah yang ada di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Desa Talang Benih, Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Menurut Saepulah,. et al (2017) bahwa ampas kelapa merupakan limbah dari hasil perasan daging buah kelapa yang mengandung protein 11,35% serta serat kasar 14,97%. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kandungan nutrisi ampas kelapa tersebut, maka dilakukan proses fermentasi dengan mol isi rumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) adalah 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan penambahan A= 0%, B = 4%, C= 8%, D= 12%. parameter yang diamati berat hati, ventrikulus, proventrikulus, ventrikululus, panjang usus, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot akhir, berat karkas, presentase karkas itik talang benih. Penambahan ampas kelapa fermentasi sampai 12% berpengaruh terhadap berat hati, ventrikulus, proventrikulus, ventrikululus akan tetapi tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot akhir, berat karkas, presentase karkas, panjang usus itik talang benih. kata kunci : ampas kelapa fermentasi, mol isi rumen, produksi, organ dalam, income over feed cost
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH Cahya Anggara, Doni; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i1.10169

Abstract

Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung kaya akan gizi, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan yaitu sifatnya cepat rusak, mempunyai daya simpan yang pendek. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana pengaruh kosentrasi asap cair dan umur simpan terhadap kualitas fisik indeks putih telur (IPT), indek kuning telur (IKT) dan warna kuning telur itik talang benih. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2020 di laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana satu unit perlakuan berisi 4 telur. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perendaman telur itik talang benih dengan kosentrasi yaitu A1 : 0%, A2 : 2,5%, A3 : 5%, A4 : 7,5% dan masa simpan yaitu B1 :7, B2 :14, B3 :21, B4 :28 hari. Telur yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 192 butir itik talang benih. Parameter yang di ukur adalah indeks putih telur (IPT), indek kuning telur (IKT) dan warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosentrasi asap cair faktor (A) tidak berpengaruh nyata terhadap indek putih telur (IPT) berkisar 0,121- 0,136 dan indeks kuning telur berkisar 0,290-0,305 Tetapi berpengaruh pada warna kuning telur. Masa simpan faktor (B) berpengaruh nyata terhadap indek putih telur (IPT) berkisar 0,150 - 0,081, indeks kuning telur berkisar 0,36 - 0,41 dan nilai warna kuning telur 8,83 - 12,17. Semakin lama di simpan semakin menurun indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan skor warna kuning telur. Tidak terdapat interaksi antara dosis asap cair dengan masa simpan terhadap indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan skor warna kuning telur. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama simpan yang baik adalah sampai umur 21 hari, dengan indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan warna kuning telur yang masih layak untuk telur konsumsi. Kata kunci : Asap cair, Indeks Putih Telur, Indeks Kuning Telur, Umur Penyimpanan, Warna Kuning Telur.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG TEPUNG MAGGOT BSF TERHADAP PERFORMANS ITIK PEKING Amelia, Dinda; Zurina, Rita; sunaryadi, Sunaryadi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i1.10207

Abstract

Pakan merupakan faktor penting dalam budidaya itik pedaging seperti Itik Peking yang memiliki pertumbuhan cepat. Namun, tingginya biaya pakan menjadi kendala utama bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam ransum yang mengandung maggot terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum Itik Peking. Penelitian dilakukan Di lokasi Peternakan Dewi Farm jalan Citanduy Kota Bengkulu, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, melibatkan 100 ekor Itik Peking. Perlakuan meliputi konsentrasi tepung daun lamtoro dalam ransum sebesar A (0%), B (2%), C (4%), D (6%) dan E (8%). Ransum disusun dengan kadar protein 19% dan energi metabolisme 2.900 kkal/kg, menggunakan bahan baku jagung kuning, dedak, ampas kelapa, konsentrat, tepung lamtoro, dan tepung maggot BSF. Parameter yang diamati yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun lamtoro dan tepung maggot dalam ransum tidak menurunkan efisiensi pakan terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan konversi ransum itik Peking. Kata Kunci: Itik Peking, Daun Lamtoro, Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan, Konversi
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP PENURUNAN BOBOT TELUR, KEDALAMAN RONGGA UDARA, KADAR BAKTERI TELUR ITIK TALANG BENIH Ajiansah, Apri; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i1.10209

Abstract

Asap cair merupakan hasil pirolisis kayu yang bersifat alami dan dapat digunakan untuk proses pengawetan pada produk peternakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi asap cair dan umur simpan terhadap penurunan bobot telur, rongga udara dan kadar bakteri telur itik talang benih. Parameter yang diukur antara lain Bobot telur, Kedalaman Rongga Udara, Kadar Bakteri telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana satu unit perlakuan berisi 4 butir telur. Perlakuan kosentrasi A1 : 0, A2 : 2,5%, A3 : 5%, A4 : 7,5% asap cair dan lama simpan 7, 14, 21, 28 hari. Telur yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 192 butir telur itik talang benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair (A) dengan lama simpan (B) terhadap interaksi penurunan berat telur (p < 0.05), lama simpan (B) berpengaruh nyata (p < 0.05) terhadap kedalaman rongga udara, Asap cair (A) dan lama simpan (B) tidak berpengaruh nyata terhadap koloni bakteri (p < 0.05). Disimpulkan pemberian asap cair (A) dengan lama simpan (B) dapat menjaga berat telur itik talang benih, Lama simpan (B) dapat mempertahankan rongga udara, Asap cair (A) dan Lama simapan (B) tidak terdapat pengaruh terhadap koloni bakteri telur itik talang benih. Kata kunci : Asap cair, Berat Telur, Lama Simpan, Koloni Bakteri, Rongga Udara.