Claim Missing Document
Check
Articles

Komodifikasi Budaya dan Dampaknya Terhadap Pariwisata Marcelliantika, Adinda; Rahmawati, Anisa Puput; Sandikusumah, Ahrman
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 11, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v11i2.15373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komodifikasi budaya terhadap Tradisi Sesaji Rewanda di Desa Wisata Kandri serta dampaknya terhadap keberlanjutan pariwisata di Kota Semarang. Fokus penelitian diarahkan pada dua hal utama, yaitu bagaimana komodifikasi budaya dilakukan dalam konteks desa wisata dan bagaimana dampaknya terhadap aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini berlandaskan pada teori komodifikasi budaya, konsep pariwisata berkelanjutan, dan pendekatan Community-Based Tourism  yang menekankan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal di Desa Wisata Kandri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif yang terdiri dari tokoh adat, pengurus Pokdarwis, masyarakat pelaku tradisi, serta pelaku UMKM. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi budaya dilakukan secara adaptif dan partisipatif. Tradisi Sesaji Rewanda dikemas menjadi dua bagian, yaitu pelaksanaan sakral untuk masyarakat dan atraksi budaya untuk wisatawan. Komodifikasi ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan peluang usaha, serta penguatan identitas budaya lokal. Namun demikian, muncul kekhawatiran terhadap pergeseran makna spiritual dan ketegangan antar generasi dalam memaknai tradisi. Kesimpulannya, komodifikasi budaya dapat menjadi strategi penguatan pariwisata berkelanjutan jika dikelola secara inklusif, bijaksana, dan tetap menjaga otentisitas budaya. Cultural Commodification of the Sesaji Rewanda Tradition in Kandri Tourism Village and Its Impact on Sustainable Tourism in Semarang City ABSTRACTThis study aims to analyze the cultural commodification process of the Sesaji Rewanda tradition in Kandri Tourism Village and its impact on sustainable tourism in Semarang City. The research focuses on two main issues: how cultural commodification is carried out in the tourism village context and its effects on the local community’s social, cultural, and economic aspects. This study is grounded in the theory of cultural commodification, the concept of sustainable tourism, and the Community-Based Tourism approach, which emphasizes community participation in managing cultural tourism. The research employed a qualitative approach with a single case study method. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Purposive sampling was used to select key informants including customary leaders, Pokdarwis members, community tradition bearers, and small business actors. Thematic analysis with an inductive approach was used to interpret the data. The findings reveal that the commodification process is adaptive and participatory. The Sesaji Rewanda tradition has been divided into two parts: a sacred ritual for the community and a cultural attraction for tourists. This strategy contributes to increased community income, entrepreneurial opportunities, and the reinforcement of cultural identity. Nevertheless, concerns over spiritual meaning dilution and generational tensions in interpreting the tradition have emerged. It is concluded that cultural commodification can support sustainable tourism development when managed inclusively, prudently, and with respect for cultural authenticity.
Dinamika Kepemimpinan Studio Dinding Luar sebagai Organisasi Nonprofit melalui Pendekatan Peran Manajerial Henry Mintzberg Sundjava, Prada Aga; Marcelliantika, Adinda; Wahyuningtyas, Dinda Nastiti
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 11, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v11i2.15444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepemimpinan yang terjadi di Studio Dinding Luar (SDL), sebuah organisasi seni nonprofit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni rupa kontemporer. Masalah yang diangkat adalah bagaimana pemimpin SDL menjalankan berbagai peran manajerial dalam organisasi yang tidak memiliki struktur formal yang jelas. Penelitian ini menggunakan teori peran manajerial Henry Mintzberg sebagai landasan untuk memahami peran-peran kepemimpinan yang dijalankan oleh figur sentral dalam organisasi. Mintzberg mengemukakan sepuluh peran yang terbagi dalam tiga kategori utama: peran interpersonal, peran informasional, dan peran pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada SDL. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dari data yang diperoleh. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemimpin SDL menjalankan peran-peran manajerial secara simultan yang mencakup pengelolaan hubungan internal dan eksternal, pengambilan keputusan strategis, serta pembagian sumber daya yang efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan di SDL sangat bergantung pada figur sentral yang menjalankan peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan. Meskipun menghadapi tantangan struktural seperti ketergantungan pada figur utama, SDL berhasil bertahan dan berkembang dengan mengimplementasikan strategi adaptif, membangun kemitraan eksternal, dan memperkuat regenerasi kepemimpinan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi organisasi seni komunitas lainnya dalam mengelola dinamika kepemimpinan secara efektif. The Leadership Dynamics of Studio Dinding Luar as a Nonprofit Organization through Henry Mintzberg's Managerial Roles ApproachABSTRACTThis study aims to analyze the leadership dynamics at Studio Dinding Luar (SDL), a nonprofit community-based organization engaged in contemporary visual arts. The problem raised in this study is how SDL leaders perform various managerial roles in an organization without a clear formal structure. The study uses Henry Mintzberg’s managerial roles theory as a framework to understand the leadership roles carried out by key figures in the organization. Mintzberg identifies ten roles categorized into three main categories: interpersonal roles, informational roles, and decision-making roles. The research method used is a qualitative descriptive approach with a case study on SDL. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify emerging patterns. The study reveals that SDL leaders simultaneously perform managerial roles that involve managing internal and external relationships, making strategic decisions, and allocating resources efficiently. The findings show that leadership at SDL heavily depends on the central figure performing interpersonal, informational, and decision-making roles. Despite facing structural challenges, such as dependency on a key figure, SDL has managed to survive and grow by implementing adaptive strategies, building external partnerships, and strengthening leadership regeneration. This study provides valuable insights for other community-based art organizations in effectively managing leadership dynamics.