Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Feasibility of learning videos on nutrient subtopics Anggini, Putri; Panjaitan, Ruqiah Ganda Putri; Titin, Titin
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.61401

Abstract

This study aims to develop and assess the feasibility of learning video media on the sub-topic of food substances based on the results of an inventory of medicinal plants that increase appetite in toddlers. The research method used is Research and Development (R&D) with reference to the Borg and Gall model which is limited to five stages, namely potential and problems, data collection, product design, design validation, and design revision. Media validation was carried out by five validators using a purposive sampling technique with assessments on aspects of format, content, language, and appearance. Validity analysis uses the Aiken's V formula, while reliability is explained using the Intraclass Correlation Coefficient (ICC) method. The results of the study showed that the learning video media obtained an overall validity value of 0.92 with a valid category. The results of the reliability test showed a value of 0.733 with a moderate category. Based on these results, the learning video media on the sub-topic of food substances is declared suitable for use as a biology learning medium, although further testing is still needed to determine its effectiveness in improving student learning outcomes.
Peranan Cimpa Makanan Khas Karo Dalam Merajut Harmoni Sosial Dalam Kegiatan Adat dan Budaya Masyarakat Karo Panjaitan, Taufik Kusuma; Alicya, Putri; Ramadani, Syafina; Febrianka, Gizka; Regar, Sarah K Br; Anggini, Putri; Amalia, Nadra
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 3, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8202

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan Cimpa sebagai makanan khas masyarakat Karo dalam merajut dan mempertahankan harmoni sosial melalui kegiatan adat dan budaya di Tanah Karo, Sumatera Utara. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai sumber sekunder terkini (2021–2025), termasuk jurnal ilmiah, artikel etnografi, dan laporan pelestarian warisan kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cimpa bukan sekadar hidangan kuliner, melainkan simbol budaya yang sarat makna filosofis dan fungsi sosial. Proses pembuatan Cimpa, yang melibatkan bahan alami lokal (beras ketan, kelapa parut, gula merah/aren, daun singkut/marasi) dan sering dilakukan secara gotong royong, mencerminkan nilai kesabaran, kerjasama, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur. Kelima varian utama Cimpa Unung Unung, Tuang, Matah, Labar, dan Gulamei memiliki perbedaan signifikan dalam komposisi bahan, teknik pembuatan, tekstur, rasa, serta konteks penggunaan dalam acara adat. Cimpa Unung Unung mendominasi pesta besar (Merdang Merdem, pernikahan) sebagai simbol syukur formal; Cimpa Tuang berfungsi praktis untuk pergaulan sehari hari; Cimpa Matah mewakili kemurnian dalam ritual intim; Cimpa Labar menggambarkan ketahanan agraris; sedangkan Cimpa Gulamei menyimbolkan kemanisan hidup yang lembut. Secara sosial, Cimpa berperan sebagai “bahasa bersama” yang memperkuat sistem kekerabatan Rakut Si Telu, memfasilitasi pembagian kebahagiaan, mengurangi potensi konflik, dan membangun solidaritas antarindividu, keluarga, serta komunitas di masyarakat Karo yang multireligius. Cimpa merupakan metafor harmoni sosial masyarakat Karo: manis namun berlapis, tradisional namun adaptif, sederhana namun kaya makna. Pelestarian dan pemahaman mendalam terhadap peran Cimpa bukan hanya upaya menjaga kuliner tradisional, melainkan investasi strategis untuk keberlanjutan harmoni sosial, solidaritas komunal, dan identitas budaya etnis Karo di tengah arus modernisasi dan globalisasi.