Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Efficiency and Performance Analysis of the Design and Construction of a 30 Kg/Hour Coffee Grinding Machine Sinaga, Franklin Taruyun Hudeardo; Saragi, Jandri Fan HT; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Pratama, Angga Bahri; Sahat, Sahat
Journal La Multiapp Vol. 7 No. 3 (2026): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v7i3.1416

Abstract

This study aims to evaluate the performance of a disk mill coffee grinding machine with a design capacity of 30 kg per hour for small and medium scale coffee processing. The machine was developed as a practical gasoline powered grinder to support coffee processing activities, particularly in areas where access to electricity may be limited. A performance test was conducted using roasted coffee beans with three input loads, namely 500 g, 750 g, and 1000 g. The observed parameters included grinding time, grinding capacity, product yield, residual material, material loss, material conversion efficiency, energy efficiency, and grinding quality based on particle size distribution. The results show that the machine achieved an average grinding capacity of 29.68 kg per hour, which is close to the intended capacity of 30 kg per hour. The average product yield and material conversion efficiency reached 94.55 percent, while the average material loss was 1.11 percent. However, residual material remained at 4.00 percent, indicating that the grinding chamber and discharge system still require improvement. The energy efficiency was reported at 73.8 percent, although the engine power specification needs further clarification. In terms of grinding quality, 70 percent of the particles were within the desired range of 500 to 700 micrometers. These findings indicate that the machine is technically feasible for small scale coffee production, but further refinement is needed to improve material discharge, reduce residual particles, and strengthen particle size consistency.
Evaluasi Kinerja Mesin Kiln Berdasarkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai Dasar Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT XYZ Bahri Pratama, Angga; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat, Sahat; Saragi, Jandri Fan HT
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.425

Abstract

The kiln machine demonstrates high operational effectiveness and infrequent breakdowns; however, this performance does not correlate linearly with the resulting product quality. The presence of yield losses—the discrepancy between actual specification-compliant output and total output—indicates production inefficiency, particularly regarding quality. This study aims to analyze the effectiveness of the kiln machine in activated carbon production at PT. XYZ uses the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach and proposes implementing Total Productive Maintenance (TPM) to minimize losses. The methodology involves measuring three primary OEE components: Availability Ratio, Performance Efficiency Ratio, and Rate of Quality Product. Analysis results reveal an average OEE value of 64.1%, which remains significantly below the Japan Institute of Plant Maintenance ideal standard of 85%. This suboptimal OEE value is primarily driven by a low Rate of Quality Product at 56.89% due to high yield losses. By implementing TPM, the company is expected to enhance kiln machine effectiveness through structured maintenance, autonomous operator maintenance, and comprehensive operational quality optimization, thereby improving overall manufacturing productivity.
Variasi Laju Aliran Air Panas Terhadap Efisiensi Dan Efektifitas Laju Perpindahan Panas Pada Alat Heat Exchanger Tipe Shell And Tube Dengan Aliran Searah Angga Bahri Pratama; Saragi, Jandri Fan HT; Al Qadry; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat; Kadriadi; Fajri, Nural
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i2.252

Abstract

Heat exchanger merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas suatu fluida ke fluida lain tanpa adanya perpindahan massa dan dapat digunakan sebagai pemanas atau pendingin. Salah satu jenis heat exchanger yang sering digunakan dalam proses industri adalah shell and tube heat exchanger. Fokus penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis efisiensi dan efektivitas laju perpindahan panas pada alat penukar panas tipe shell and tube dengan aliran searah. Metode pengumpulan data adalah pengamatan langsung terhadap alat, dengan selang waktu lima menit untuk setiap pengujian. Setelah dilakukan penelitian dan analisis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh variasi aliran pada Vh = ±800 l/h, Vc = ±1000 l/h yang dibuat konstan pada tipe shell and tube, dapat disimpulkan semakin besar laju aliran panas maka semakin besar temperatur yang dihasilkan yaitu dengan temperatur 47.7°C, hal ini juga mempengaruhi waktu pengambilan data, dengan efisiensi yang diperoleh sebesar 146% dan efektifitas = 0.50.
Analisis Kekuatan Tarik Plat Baja ST37 Variasi Kuat Arus dengan Metode Shielded Metal Arc Welding Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Saragi, Jandri Fan HT; Pratama, Angga Bahri; Al Qadry
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i2.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat mekanik material melalui pengujian tarik. Spesimen pengujian tarik yaitu dari plat st37, spesimen tersebut diuji berdasarkan variasi kuat arus dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses yang dilakukan dengan mempersiapkan specimen sesuai dengan standart ASTM-E8 dengan perbandingan arus listrik 35A, 45A, 55A, 65A, 75A, 85A dan Raw material. Berdasarkan hasil pengujian, variasi kuat arus 85A lebih dominan memiliki kekuatan pembebanan tertinggi dari pada kuat arus lainnya, specimen pengujian tarik dengan menggunakan SMAW 85 A memiliki pembebanan maksimum sebesar 21.561 N, tegangan maksimum yang diperoleh 94.57 Mpa, regangan maksimum 0.07 % dan modulus young sebesar 2.944.19 Mpa, akan tetapi jika dibandingkan dengan raw material, nilai dan sifat-sifat mekanisnya lebih baik daripada variasi kuat arus, hasil yang diperoleh pembebanan maksimum sebesar 23.463 N, tegangan maksimum 102.91 Mpa, regangan maksimum 0.07 % dan Modulus young 3.087.52 Mpa.
Analisis Efisiensi Turbin Pada STG-20 di PLTP XYZ Pratama, Angga Bahri; Saragi, Jandri Fan HT; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat, Sahat
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.304

Abstract

Panas bumi merupakan salah satu sumber daya terbarukan yang paling potensial untuk Indonesia. Cara pemanfatannya adalah dengan membuat sumur dengan kedalaman mencapai titik panas bumi, lalu panas bumi tersebut dialirkan melalui pipa-pipa untuk memutar turbin agar dapat membuat generator bergerak dan menghasilkan energi listrik. Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara daya keluaran (output) terhadap daya masukan (input) dalam suatu proses. Efisiensi merupakan persamaan yang penting dalam termodinamika untuk mengetahui seberapa baik konversi energi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi turbin di PLTP XYZ, kemudian dianalisis. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2024 dari jam 08:00 – 12:00 WIB, dan data yang diambil atau yang dianalisis diambil berdasarkan beban generator dari yang tertinggi. Hasil dari analisis didapatkan efisiensi turbin paling besar yaitu 95,79% pada jam 10:00 WIB. Efisiensi terendah yang didapatkan terjadi pada jam 12:00 WIB, yaitu 86.92%. Efisiensi turbin yang tidak stabil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan solusi untuk meningkatkan efisiensi juga bervariasi tergantung pada penyebabnya, seperti memantau kinerja turbin secara berkala, menyesuaikan aliran uap sesuai dengan beban, dan melakukan perawatan preventif secara berkala. Secara umum, kinerja turbin masih dalam kategori normal, karena efisiensi yang dihasilkan masih di atas 80%.
Uji Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Diperkuat Serat Daun Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi Fraksi Volume Serat Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Saragi, Jandri Fan HT; Pratama, Angga Bahri; Sahat, Sahat; Bangun, Positron
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit berbasis resin epoksi. Serat daun nanas terlebih dahulu diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% untuk meningkatkan kekasaran permukaan dan adhesi dengan matriks. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode hand lay-up, dan pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat hingga 30% menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 49,3 MPa. Nilai modulus Young juga meningkat hingga fraksi tersebut, kemudian menurun pada komposisi serat yang lebih tinggi akibat terbentuknya void dan aglomerasi serat.
Analisis Penggunaan Bahan Bakar Padat Terhadap Kebutuhan Udara Pembakaran di Dalam Furnace pada Boiler dengan Kapasitas 200 Ton/Jam Pratama, Angga Bahri; Sitorus, Rini Swandi; Saragi, Jandri Fan HT; Sitompul, Sahat; Boangmanalu, Eka Putra Dairi
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.523

Abstract

Boiler berfungsi untuk memanaskan air dengan menggunakan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Variabel bahan bakar yang diuji ada tiga yaitu cangkang, palm caul dan kulit kayu eucalyptus. Prosedur pengujian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pengujian nilai kalor bahan bakar, uji moisture bahan bakar, dan kebutuhan udara didalam furnance (ruang bakar). Analisis ini menggunakan metode observasi, Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar kulit kayu eucalyptus adalah 10.960,25 kKal/kg, nilai kalor bahan bakar cangkang diperoleh nilai sebesar 16.747,50 kKal/kg, dan nilai kalor bahan bakar palm caul sebesar 7.978,49 kKal/kg. Hasil pengujian moisture dan kebutuhan udara didalam furnace bahan bakar kulit kayu eucalyptus adalah 10,71% dan 270.455,77 kg/jam, bahan bakar cangkang memiliki nilai sebesar 16,53% dan 393.423,92 kg/jam, serta bahan bakar palm caul memiliki nilai sebesar 36,43 % dan 210.401,56 kg/jam. Dari ketiga variabel bahan bakar yang diuji didapatkan hasil pengujian pada bahan bakar cangkang yang memiliki nilai kalor bahan bakar dan moisture (kadar air) yang baik untuk pembakaran dibandingkan dengan kedua bahan bakar lainnya.
Analisis daya mesin pada mesin pengupas kopi kering kapasitas 360 kg/jam Fan, Jandri; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Pratama, Angga Bahri
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.526

Abstract

Pengolahan kopi kering (dry process) merupakan metode pascapanen yang banyak digunakan oleh kelompok tani karena lebih hemat biaya dan tidak memerlukan air dalam jumlah besar. Tahap pengupasan kulit tanduk (hulling) merupakan bagian paling kritis dalam keseluruhan proses karena menentukan mutu fisik green bean, rendemen, serta nilai jual. Namun, banyak kelompok tani masih menggunakan mesin huller berkapasitas rendah atau motor yang tidak sesuai kebutuhan daya aktual sehingga menyebabkan kerusakan biji, konsumsi energi berlebih, dan umur pakai mesin yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan daya pada rancang bangun mesin pengupas kopi kering kapasitas 360 kg/jam sebagai dasar pemilihan motor dan komponen transmisi yang tepat. Metodologi meliputi pengukuran karakteristik fisik biji kopi kering, perhitungan gaya gesek dan gaya tumbukan, perancangan transmisi sabuk–puli, serta analisis efisiensi mekanis untuk menentukan kebutuhan daya real. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan daya mesin hanya sekitar 1.1 kW setelah memperhitungkan efisiensi transmisi 82% dan faktor cadangan beban 1.4. Mesin mampu mencapai efisiensi pengupasan 93–96% dengan kadar biji pecah <8% pada putaran drum 800–900 rpm. Kapasitas 360 kg/jam dinilai ideal untuk kelompok tani karena meningkatkan kecepatan proses, mengurangi antrian pengolahan, serta menjaga mutu green bean. Berdasarkan hasil tersebut, motor bensin 1.5–2 HP dinilai paling sesuai dengan performa mekanis dan kondisi operasional lapangan. Penelitian ini memberikan dasar teknis yang kuat bagi pengembangan mesin huller berkapasitas menengah untuk kelompok tani di Indonesia.