Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER RSUD Drs. JACOBUS LUNA, M.Si KABUPATEN BENGKAYANG Mita Dian Pralinda; Yanuarti Petrika; Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1065

Abstract

Penyakit jantung koroner memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia, terutama pada usia produktif. Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5% pada tahun 2018. Penyakit jantung kokoner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan penyumbatan salah satu atau beberapa pembuluh darah yang menyuplai aliran darah ke otot jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar Pada Penyakit Jantung Koroner di RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si kabupaten Bengkayang. Metode penelitian bersifat deskritif pada studi kasus adalah pasien penderita jantung koroner yang dirawat inap sebanyak 1 pasien berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Pasien jantung koroner di RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang telah melakukan Proses Asuhan Gizi Terstandar yaitu Assesment/Pengkajian Gizi, Diagnosa Gizi dan Intervensi Gizi, untuk Monitoring dan Evaluasi RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang telah melakukan proses asuhan gizi terstandar dengan baik, sesuai dengan Assesment/Pengkajian Gizi, Diagnosa Gizi dan Intervensi Gizi.
PENGARUH MEDIA VIDEO MOTION GRAPHIC TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMPN 6 TELUK KERAMAT Halimahtussa'diah; Iman Jaladri; Sopiyandi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1101

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan yang signifikan dikalangan remaja putri, terutama di Indonesia. Data Riskesdas (2018) pravelensi anemia pada remaja sebesar 32%. Pengetahuan sangat penting untuk membentuk tindakan seseorang, dan pendidikan merupakan cara efektif untuk meningkatkannya. Salah satu media pendidikan kesehatan yang digunakan adalah video motion graphic. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis pengaruh edukasi sebelum dan sesudah edukasi melalui media video motion graphic terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri di SMPN 6 Teluk Keramat, Sambas. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Pre experimental dengan rancangan “ One Group pretest-postest. Subjek penelitian adalah remaja putri kelas VIII SMPN 6 Teluk Keramat sebanyak 41 responden dipilih menggunakan metode Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji wilxocon karena data tidak normal. Hasil penelitian : Ada perbedaan signifikan pengetahuan gizi pada remaja putri antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media video motion graphic dengan nilai (p= 0,000).  
DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK DAN ANALISIS PROKSIMAT NUGGET IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI MAKANAN SELINGAN TINGGI PROTEIN Ira Putri Winata; Iman Jaladri; Dahliansyah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1102

Abstract

Nuggets are a practical and preferred processed meat product, which can be a solution to increase children's protein intake. High-grade nuggets that use mackerel as the main ingredient, rich in protein and essential fatty acids, can be combined with tofu pulp flour as a utilization of tofu waste that has not been fully utilized by the community and to increase the nutritional value of nuggets. Making mackerel nuggets with the addition of tofu pulp flour can help develop sustainable food products that are beneficial to children's health and the local economy. This study aims to determine the organoleptic acceptability and determine the content of protein, fat, carbohydrates, moisture content and ash content in mackerel nuggets with the addition of tofu pulp flour. This type of research is an experimental design with 4 treatments, namely F1 (95gr:5gr), F2 (90gr:10gr), F3 (85gr:15gr) and F4 (80gr:20gr) mackerel and tofu pulp flour in the manufacture of nuggets. Data analysis for organoleptic tests used the Friedman test conducted by 25 moderately trained panelists at the Pontianak Health Polytechnic Taste Laboratory and proximate analysis at the Pontianak BSPJI Laboratory. The results showed that the tested nuggets had the acceptability of color, aroma, taste and texture in the F2 treatment (90gr:10gr). Nuggets in the best treatment had a moisture content: 57.1%, ash content 1.57%, protein content 9.81%, fat content 1.17%, carbohydrate content 24.5%.  There is an effect of aroma and texture on the acceptability of mackerel (Rastrelliger sp.) nuggets with the addition of tofu pulp flour, while on the color and taste acceptability there was no effect of the addition of tofu pulp flour on the mackerel nuggets.
HUBUNGAN KUALITAS SARAPAN PAGI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 5 SUNGAI RAYA Aprianti, Ria; Iman Jaladri; Mulyanita
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1119

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri rentan mengalami masalah gizi anemia. Sarapan adalah kegiatan makan di waktu pagi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi harian. Kualitas sarapan dengan keberagaman menu dan kecukupan zat gizi dapat membantu dalam proses fisiologis tubuh salah satunya adalah pembentukan hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis hubungan kualitas sarapan pagi terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMPN 5 Sungai Raya. Metode: Penelitian dilakukan di SMPN 5 Sungai Raya, Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai raya, Kabupaten Kubu Raya dan dilaksanakan bulan Mei 2025. Penelitian menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri sebanyak 41 orang yang di pilih dengan metode Purposive Sampling. Data di kumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square nilai signifikansi 0,004 (< 0,05 didapatkan adanya hubungan signifikan kualitas sarapan pagi dan kadar hemoglobin. Remaja putri dengan kadar Hb rendah lebih banyak memiliki kualitas sarapan kurang sebanyak (46,3%) dibandingkan yang memiliki kualitas sarapan baik (17,1%). Sedangkan remaja putri dengan kadar Hb normal lebih banyak memiliki kualitas sarapan baik (26,8%) dibandingkan yang memiliki kualitas sarapan kurang (9,8%). Kesimpulan: Adanya hubungan kualitas sarapan pagi terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMPN 5 Sungai Raya.
GAMBARAN ASUPAN MAKAN, PENYAKIT INFEKSI, JUMLAH KELUARGA, DAN PENDAPATAN KELUARGA PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN Putri Nur Masithoh; Shelly Festilia Agusanty; Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1111

Abstract

Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan gizi atau status gizinya berada dibawah standar rata-rata. Hasil Prevalensi balita gizi buruk berdasarkan provinsi di Kalimantan Barat pada tahun 2022 yaitu 10,1% dan yang berdasarkan Kabupaten di Kubu Raya yaitu 10,4%. Menurut Puskemas Sungai Durian Prevalensi balita gizi buruk di wilayah tersebut yaitu 0,30%. Tujuan penelitain ini mengetahui gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga pada balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dimana berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti. Sampel penelitian ini balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Data Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 12 balita. Teknik pengumpuluan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner berkaitan dengan gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian ini sebagian besar asupan makan balita kurang baik dari segi jenis, jumlah, dan frekuensi yaitu 100,0% kurang.  Pada balita yang memiliki penyakit infeksi ada 83,3%. Selain itu, jumlah keluarga yang ≥ 4 anggota yaitu 75,0%. Pendapatan keluarga pada balita tinggi di atas UMR 83,3%. Kesimpulan dari penelitian ini dinyatakan bahwa dalam asupan makan masih kurang baik, yang memiliki penyakit infeksi masih banyak. Sehingga diperlukannya keanekaragaman makanan dan peningkatan kesadaran orang tua untuk mencegah, mnegatasi masalah gizi buruk pada balita.
GAMBARAN INDIKATOR STATUS GIZI DAN PERILAKU GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0–5 TAHUN DI KECAMATAN RASAU: ANALISIS DATA SURVEI DUA TAHUN (2023–2024) Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1125

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang bersifat kronis dan berdampak pada kesehatan serta perkembangan anak. Periode kehamilan dan praktik pemberian makan bayi merupakan determinan penting stunting. Tujuan: Mengetahui gambaran indikator status dan perilaku gizi ibu hamil serta prevalensi stunting pada balita usia 0–5 tahun di Kecamatan Rasau berdasarkan survei tahun 2023 dan 2024. Metode: Penelitian survei primer dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan pada dua tahun berturut-turut (2023–2024) di Kecamatan Rasau dengan teknik total populasi (sensus) untuk ibu hamil dan balita usia 0–5 tahun. Analisis dilakukan secara deskriptif tanpa uji statistik. Hasil: Proporsi konsumsi energi defisit menurun dari 55% (2023) menjadi 47% (2024), sedangkan protein defisit menurun dari 38% menjadi 32%. Proporsi KEK meningkat dari 16,1% menjadi 17,1%. Prevalensi stunting pada balita usia 0–5 tahun meningkat dari 38% menjadi 48%. Selain itu, wasting juga meningkat dari 20,6% menjadi 30,6%. Kesimpulan: Meskipun beberapa indikator gizi ibu hamil dan praktik pemberian ASI membaik, prevalensi stunting dan wasting pada balita meningkat dari 2023 ke 2024. Intervensi pencegahan stunting perlu bersifat multisektor dan berkelanjutan, mencakup penguatan layanan gizi ibu hamil, pencegahan infeksi, serta penguatan praktik pemberian makan dan pengasuhan anak.