Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Limbah Ampas Kopi Terhadap KoefisienPermeabilitas Tanah dan Piping Triana, Yulis Hendrita; Tanan, Benyamin; Wong, Irwan Lie Keng
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 3 (2022): PCEJ, Vol.4, No.3, September 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/5s5ywd24

Abstract

Tanah lempung adalah tanah yang memiliki partikel-partikel mineral tertentu dimana didalamnya terdapatpartikel lanau maupun pasir dan mungkin juga terdapat campuran bahan organik. Jenis tanah ini memilikidaya dukung tanah yang kurang baik dimana kondisi tanah tersebut tidak memungkinkan untuk dibangunkonstuksi jalan raya diatasnya. Perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut dan salahsatu cara paling umum digunakan adalah melakukan stabilisasi tanah tersebut dan tanah diambil di DesaLambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kemudian sampel tanah dicampurdengan ampas kopi dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%. Pengujian yang dilakukan yaitu kadar air tanah,berat jenis tanah, batas-batas atterberg, permeabilitas dan uji piping. Pada pengujian permeabilitasmenunjukkan adanya penurunan nilai persentase permeabilitas dan pada pengujian piping terjadi peningkatannilai persentase pipingnya. Pada penelitian ini terlihat bahwa penambahan limbah ampas kopi pada tanahlempung dapat menurunkan nilai koefisien permeabilitas dan meningkatkan nilai konsentrasi piping.
Pengaruh Penambahan Abu Limbah Kulit Kakao Terhadap KoefisienPermeabilitas Tanah dan Piping Arungtasik, Voniyanti; Tanan, Benyamin; Wong, Irwan Lie Keng
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 3 (2022): PCEJ, Vol.4, No.3, September 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/tzj9pv24

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh abu limbah kulit kakao pada permeabilitas tanah danpiping. Hal ini dikarenakan tanah lempung memiliki daya dukung yang kurang baik dimana kondisi tanahtersebut tidak memungkinkan untuk di bangun konstruksi jalan raya diatasnya. Oleh karena itu, perludilakukan upaya memperbaiki kondisi tanah tersebut, salah satu cara paling umum dilakukan yaitu stabilisasitanah tersebut. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, KabupatenMamasa, dan bahan tambah menggunakan abu limbah kulit kakao yang berlokasi di Lambara Harapan,Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur dengan persentase bahan tambah pada koefisien permeabilitastanah yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan pada piping digunakan persentase 0% dan 15%. Struktur pencapaiandalam penelitian ini yaitu menggunakan serangkaian penelitian sifat fisik tanah sehingga dapat menghasilkankoefisien permeabilitas tanah dan piping. Pengujian sifat fisik tanah dilakukan di Laboratorium MekanikaTanah Uki Paulus Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanah memenuhi karakteristik sebagaitanah lempung. Pengaruh penambahan abu limbah kulit kakao pada tanah yaitu terjadi penurunanpermeabilitas dimana semakin tinggi persentase abu limbah kulit kakao maka nilai permeabilitas semakinkecil hingga penambahan 15%, sedangkan pada piping terjadi peningkatan pada penambahan 15%.
Analisis Nilai Nilai Kadar Air Optimum Dan Kepadatan Kering Pada Tanah Lempung Dengan Penambahan Abu Cangkang Kemiri Wolor, Florianus Tobi; Wong, Irwan Lie Keng; Sopacua, Helen Adry Irene
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 2 (2022): PCEJ, Vol.4 No.2, June 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/n9jr9s87

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Abu Cangkang Kemiri terhadap nilai kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum pada tanah lempung. Abu Cangkang Kemiri sebagai bahan stabilisasi kepadatan tanah lempung yang dilakukan dengan pengujian standar proctor. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengujian Batas – batas Atterberg, pengujian Kadar Air, pengujian Berat Jenis, pengujian Gradasi Burtiran (analisa saringan dan hydrometer), dan pengujian Kompaksi. Dari pengujian Karekteristik menunjukan bahwa tanah termasuk golongan tanah lempung dan pengujian Kompaksi pada titik 1 dan titik 2 dengan variasi campuran 0%, 5%, 7%, 9% mengalami peningkatan pada kadar air optimum dan kepadatan kering maksimum. Pada pengujian kompaksi dilakukan 5 sampel dengan nilai kadar air optimum pada titik 1 variasi 0% yaitu 22,855% terus meningkat pada variasi tertinggi 9 % yaitu 25,388 dan pada titik 2 variasi 0% yaitu 21,880% terus meningkat pada variasi 9% yaitu 24,217% sedangkan nilai kepadatan kering maksimum pada titik 1 variasi 0% yaitu 0,992 terus meningkat pada variasi tertinggi 9% yaitu 1,058 dan pada titik 2 variasi 0% yaitu 0,957 juga terus meningkat pada variasi tertinggi 9% yaitu 1,047. Abu Cangkang Kemiri meningkatkan nilai kadar air optimum dan nilai kepadatan kering maksimum sehingga dapat digunakan untuk menstabilkan tanah. 
Pengaruh Penambahan Bubuk Gypsum Pada Tanah Lempung Dengan Pengujian Direct Shear Pang’ Raran, Josua Gilang; Wong, Irwan Lie Keng; Apriyani, Ika
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 1 (2022): PCEJ, Vol.4, No.1, March 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4rf1pp03

Abstract

Tanah lempung adalah suatu jenis tanah kohesif yang memiliki sifat kuat geser yang rendah namun kompresibilitasnya besar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui sifat-sifat fisik tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara serta untuk mengetahui pengaruh penambahan gypsum pada tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara dengan pengujian geser langsung. Metode penelitian mencakup pengujian sifat-sifat fisik tanah dan pengujian mekanis pada alat geser langsung. Dari hasil Pengujian geser langsung yang telah didapatkan menunjukan bahwa masing-masing sampel tanah yang dicampurkan dengan gypsum pada komposisi 12%, 20%, dan 28% mengalami peningkatan nilai (c) dan nilai (ϕ). Menurut USCS tergolongkedalam jenis tanah berbutir halus dengan plastisitas rendah sampai sedang, sedangkan padahasil pengujian geser langsung dengan adanya campuran gypsum kedalam empat sampel tanah mampu memberikan pengaruh peningkatan pada nilai (c) dan nilai (ϕ) sehingga daya dukung pada tanah menjadi lebih baik dari kondisi tanah sebelum dicampurkan dengan gypsum. 
Pengaruh Penambahan Pasir Sungai Terhadap Permeabilitas Tanah Lempung Rasinan, Gabriel; Tanan, Benyamin; Wong, Irwan Lie Keng
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/6fybh010

Abstract

Penelitian dilaksanakan agar melihat pengaruh pasir pada permeabilitas tanah lempung. Hal ini karena salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam pengerjaan jalan adalah karakteristik tanah yang lunak seperti tanah lempung. Karakteristik ini menjadikan tanah lempung kurang stabil untuk digunakan sebagai dasar pengerjaan konstruksi jalan, karena bisa terjadi kerusakan seperti retak, berlubang dan terjadi genangan air. Oleh karena itu, pelaksana konstruksi harus melakukan penambahan sesuatu pada sampel untuk memperbaiki nilai rembesan agar sesuai dengan pengerjaan sipil. Metode penelitian yang digunakan dikenal dengan constant head yaitu dengan menghitung banyaknya debit air yang lewat melalui sampel tanah dalam satuan waktu. Percobaan ini akan memperlihatkan nilai dari permeabilitas tanah yang dirumuskan dalam hukum Darcy. Sedangkan pengujian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah, UKI Paulus Makassar dengan sampel tanah dari Toraja Utara dan pasir dari Sungai Jenebarang. Metode pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik dengan jarak dan kedalaman yang sama namun persentase kadar air yang berbeda. Adapun dari pengujian yang telah dilakukan ditemukan hasil yaitu baik dari titik 1, titik 2, dan titik 3 yang telah mendapatkan penambahan hingga 15% terjadi peningkatan nilai permeabilitas. Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase penambahan pasir maka semakin tinggi nilai permeabilitasnya.
Analisis Permeabilitas Menggunakan Metode Falling headpada Tanah dengan Penambahan Abu Serabut Kelapa Tangdiombo, Sisilia Mira; Tanan, Benyamin; Wong, Irwan Lie Keng
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/s6hb3q83

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sifat–sifat fisik tanah dan pengaruh penambahan abu serabut kelapa terhadap koefisien permeabilitas tanah dengan menggunakan metode falling head. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Desa Bolu Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraa Utara dan bahan tambah menggunakan serabut kelapa dari limbah masyarakat yang berlokasi di Jalan Biring Romang Kelurahan Kapasa Kota Makassar dengan persentase bahan tambah yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15%. Struktur pencapaian dalam penelitian ini yaitu menggunakan serangkaian penelitian sifat fisik tanah kemudian menyusun ke komposisi paduan terhadap pengujian permeabilitas tanah sehingga dapat menghasilkan koefisien permeabilitas tanah, Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa tanah memenuhi karakteristik sebagai tanah lempung. Pengaruh penambahan abu serabut kelapa terhadap tanah yaitu terjadi penurunan nilai permeabilitas dimana semakin tinggi persentase abu serabut kelapa maka nilai permeabilitas semakin kecil hingga penambahan 15%.
Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Pada Tanah Lempung Paccinongang Kabupaten Gowa Leonard Felix Widyo Sanderan; Wong, Irwan Lie Keng; Palinggi, Monika Datu Mirring
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/sy5g1006

Abstract

Tanah memiliki peran penting dalam suatu perencanaan konstruksi jalan raya yang berfungsi meneruskan beban dari lapisan atas, tetapi tidak selamanya lapisan tanah dasar mampu berfungsi dengan baik. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu cangkang kelapa sawit pada tanah lempung terhadap UCT (Unconfined Compression Test). Jenis tanah yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah tanah lempung yang diambil pada daerah Paccinongang, Kabupaten Gowa. Metodologi dalam penelitian ini dilakukan beberapa pengujian sifat fisik tanah kemudian pengujian Kompaksi untuk mendapatkan nilai kadar air optimum, dan pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test) untuk mendapatkan nilai kuat tekan (qu). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tanah memenuhi sifat fisik tanah lempung. Dari pengujian Kuat Tekan Bebas pada kadar abu cangkang kelapa sawit 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% pada titik 1 nilai kuat tekan bebas menurun dari 0% sebesar 0,362% dan meningkat pada 9% sebesar 0,424%. Sedangkan pada titik 2 mengalami penurunan pada 0% yaitu sebesar 0,445% dan meningkat pada 12% sebesar 0,423%. Dari pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test) pada tanah lempung Paccinongang, Kabupaten Gowa dengan penambahan abu cangkang kelapa sawit dari kedua sampel terjadi peningkatan pada penambahan 9% dan 12% dari tanah lempung normal.
Karakteristik Campuran Laston Lapis Aus Yang Menggunakan Batu Sungai Batupapan Kabupaten Luwu Christy Agata Makupiola; Rachman, Rais; Wong, Irwan Lie Keng
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/jkcc5n62

Abstract

Tujuan penelitian berfokus pada pengujian karakteristik campuran Laston Lapis Aus, Agregat yang diambil kemudian yang akan dikaji ialah agregat dati batu sungai batupapan Kabupaten Luwu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain menguji sifat agregat kasar, agregat halus dan filler , setelah itu dilakukan perancangan campuran Laston Lapis Aus setelah itu dilakukan pengujian Marshall adapun pengujian marshall yang dilakukan ada 2 ,pertama Marshall konvensional untuk mendapat nilai karakteristik kemudian yang kedua marshall immersion untuk mendapat nilai Void in mix dan Stabilitas Marshall Sisa yang menggunakan kadar aspal optimum. Hasil penelitian setelah dilakukan telah diperoleh nilai karakteristik aggregat yaitu agregat sungai batupapan Kabupaten Luwu telah memenuhi persyaratan Bina Marga 2018 sebagai bahan dalam perkerasan jalan. Hasil penelitian ini telah lolos Uji Marshall dengan Kadar aspal 5.00% – 7.50%, kemudian padar kadar aspal optimum 7.50% didapatkan nilai Stabilitas Marshall Sisa yaitu 97.97% yang telah lolos persyaratan 90.00%.
Pengaruh Penambahan Abu Arang Tempurung Kelapa Pada Tanah Lempung Terhadap Hasil Uji Kompaksi Brigita Suzanna; Wong, Irwan Lie Keng; Palinggi, Monika Datu Mirring
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/j2yge570

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis tanah lempung dan menganalis pengaruh penambahan abu arang tempurung kelapa pada tanah lempung. Adapun sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros, diambil dua titik sampel dan variasi kadar penambahan abu arang tempurung kelapa yaitu 0%, 4%, 6%, 8%, 10%. Metode pengujian yang digunakan mengacu pada ASTM (American Society for Testing Material). Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisis tanah berupa kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg, analisa saringan, dan analisa hidrometer, kemudian dilakukan pengujian kompaksi (Compaction Test) untuk mengetahui kepadatan tanah maksimum. Hasil dari pengujian didapatkan nilai kadar air 28,811%, berat jenis 2,58 gr/cm3 sehingga digolongkan dalam tanah lempung organik. Serta nilai indeks plastisitas 9,926% dengan sifat plastisitas tergolong sedang dari interval 7%-17%. Kemudian dari hasil pengujian pemadatan tanah denganpenambahan abu tempurung kelapa didapatkan nilai kepadatan kering (dry) sebesar 0.862, 0.886, 0.914, 0.943, 0.962 hal ini berarti sampel tanah mengalami peningkatan kepadatan kering (dry) sebesar 11,60%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan abu arang tempurung kelapa dapat meningkatkan nilai kepadatan kering tanah sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai daya dukung tanah lempung. 
Pengaruh Penambahan Abu Bonggol Jagung Pada Tanah Lempung Terhadap Uji California Bearing Ratio Orlinianto Pasauran; Wong, Irwan Lie Keng; Palinggi, Monika Datu Mirring
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/12pfcj45

Abstract

Metodologi dalam penelitian ini adalah melakukan serangkaian pengujian karakteristik tanah kemudian merancang komposisi campuran pengujian Kompaksi (Proctor Standard) untuk mendapatkan nilai kadar air optimum, Pengujian California Bearing Ratio (Unsoaked Design CBR dan Soaked Design CBR) untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanah memenuhi karakteristik sebagai tanah lempung. Dari pengujian Kompaksi standard pada titik 1 dan titik 2 dengan variasi campuran 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% mengalami peningkatanpada kadar air optimum dan kepadatan kering makasimum.Pada kadar air optimum pada titik 1 yaitu 21,982%, 23,210%, 23,577%, 23,813%, 24,303%. Sedangkan pada titik 2 yaitu 22,046%, 22,898%, 23,200%, 23,750%, 24,000%. Dari pengujian California Bearing Ratio pada Unsoaked Design CBR mengalami peningkatan harga CBR baik titik 1 maupun titik 2 dimana harga CBR titik 1 yaitu 4,967%, 8,200%, 9,267%, 10,167% sedangkan harga CBR pada titik 2 yaitu 2,200%, 3,633%, 4,200%, 5,300%, 8,667%. Untuk Pengujian California Bearing Ratio pada Soaked Design CBR diperoleh harga CBR pada titik 1 yaitu 2,500%, 3,100%, 5,667%, 7,933%, 8,567% sedangkan pada titik 2 yaitu 1,867%, 2,367%, 3,700%, 4,733%, 5,367%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa abu bonggol jagung meningkatkan nilai CBR tanah sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah lempung organik.