Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS TREN RAGAM MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEORI KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA SEKOLAH DASAR Ayura Rahma Awalia; Dzaki Ullin Nuha Fachrur Rossy; Najwa Fauziah; Nurcholis Fajar Dwi Kurniawan; Oktavia Diah Rahmadhani; Sabrina Wafa; Taufik Muhtarom
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13217

Abstract

Technological innovations have driven the diversification of pedagogical instruments in elementary school thematic learning. However, prior studies tend to examine media utilization partially, leaving a significant gap in research that integrates trends, characteristics, and implementation phases of constructivist-based media into a single comprehensive synthesis. This study aims to comprehensively analyze the trends, characteristics, and implementation patterns of learning media based on constructivist theory in elementary school thematic learning. The Systematic Literature Review (SLR) method was applied by adopting the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) protocol to screen articles from the Google Scholar database published between 2016 and 2025. Out of 970 identified articles, 25 met the strict inclusion and exclusion criteria for further analysis. The synthesis reveals a distinct shift in media trends, transitioning from conventional-manipulative media to interactive-digital media (such as interactive PowerPoint, animated videos, Android applications, Quizizz, and Wordwall) that are strictly oriented toward students' independent knowledge construction. The core characteristics of these media center on a student-centered approach, visual attractiveness, and contextual relevance, while their implementation systematically follows procedural stages from needs analysis to evaluation. This literature synthesis confirms that the integration of constructivism-based media consistently transforms thematic learning into a more active, meaningful, and adaptive experience aligned with the cognitive development of elementary school students. ABSTRAK Perkembangan inovasi teknologi telah mendorong diversifikasi instrumen pedagogis dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Namun, literatur terdahulu cenderung mengkaji pemanfaatan media secara parsial, sehingga belum ada kajian yang mengintegrasikan tren, karakteristik, dan tahapan implementasi media berbasis konstruktivisme dalam satu kesatuan sintesis yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tren ragam, karakteristik, serta pola implementasi media pembelajaran berbasis teori konstruktivisme pada lanskap pembelajaran tematik sekolah dasar. Metode Systematic Literature Review (SLR) diterapkan dengan mengadopsi protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui pangkalan data Google Scholar (2016–2025). Dari total 970 artikel yang tersaring, sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan adanya pergeseran tren media yang linier, bergerak dari media konvensional-manipulatif menuju media digital-interaktif (seperti PowerPoint interaktif, video animasi, aplikasi Android, Quizizz, dan Wordwall) yang berorientasi pada konstruksi pengetahuan mandiri siswa. Karakteristik utama media tersebut bertumpu pada pendekatan student-centered, visibilitas menarik, dan kontekstual. Sementara itu, implementasinya secara konsisten mengikuti pola prosedural analisis kebutuhan hingga evaluasi. Sintesis literatur ini menegaskan bahwa integrasi media berbasis konstruktivisme secara konsisten mampu mentransformasi pembelajaran tematik menjadi lebih aktif, bermakna, dan adaptif terhadap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar.
Analisis Implementasi, Peran Guru, Tujuan Pendidikan, dan Relevansi Filsafat Pendidikan Eksistensialisme pada Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review: Penelitian Anissa Miftahqul Fauziyach; Nawang Sovyana; Neyzha Veradine; Dea Nurhani; Muhammad Ferhesa Himawar; Taufik Muhtarom
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7433

Abstract

Pembelajaran kelas rangkap merupakan realitas pendidikan di banyak sekolah dasar di Indonesia, terutama di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan jumlah guru. Praktik ini menuntut guru untuk mengelola dua atau lebih tingkatan kelas secara bersamaan dalam satu ruangan, sehingga memunculkan tantangan kompleks dalam pengelolaan kelas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi pengelolaan kelas yang efektif dalam konteks pembelajaran kelas rangkap guna menciptakan proses belajar mengajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan metode penelitian kepustakaan, menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang meliputi jurnal nasional dan internasional, buku referensi, serta hasil penelitian akademik terkait pengelolaan kelas dan pembelajaran kelas rangkap. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas rangkap yang efektif mencakup pengaturan ruang kelas berbasis zona belajar, pengelolaan waktu melalui sistem rotasi dan penjadwalan terstruktur, pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan dan usia, pengelolaan aktivitas belajar dengan metode pembelajaran terdiferensiasi, penggunaan media pembelajaran adaptif, serta manajemen perilaku berbasis pendekatan preventif. Peran guru sangat krusial dan memerlukan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang tinggi, disertai kreativitas dan inovasi pembelajaran berkelanjutan. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru yang memadai, dukungan sekolah dan masyarakat, serta ketersediaan sarana prasarana, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan siswa yang signifikan, dan beban kerja guru yang berlebihan. Implikasi dari penerapan strategi pengelolaan kelas yang tepat adalah peningkatan motivasi belajar siswa, partisipasi aktif dalam pembelajaran, hasil belajar yang lebih baik, efisiensi proses pembelajaran, serta peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dengan sistem kelas rangkap.
ANALISIS PENERAPAN, PENGARUH, FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG MODEL PEMBELAJARAN PBL DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD Kunti Ayu Irtania; Eka Rovin Putri Obita; Intan Nur Isnaeni; Yusuf Muhtarul Hakim; Taufik Muhtarom
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.13019

Abstract

Critical thinking skills are one of the key competencies of the 21st century that need to be developed starting in elementary school. However, teaching that remains teacher-centered often results in students being less engaged in the processes of analysis and problem-solving, so their critical thinking skills have not developed optimally. This study aims to analyze the implementation, impact, as well as the supporting and inhibiting factors of the Problem-Based Learning (PBL) model in thematic learning on elementary school students’ critical thinking skills. The study employs a Systematic Literature Review (SLR) method in accordance with the PRISMA 2020 guidelines. Data were obtained from scientific articles indexed in Google Scholar and Sinta 1–6 published between 2020 and 2026. The selection process was conducted based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 26 relevant articles for analysis. The findings indicate that PBL implementation involves the following stages: problem orientation, student organization, investigation, presentation of results, evaluation, and reflection. PBL has proven effective in enhancing students’ critical thinking skills because it encourages active engagement in analyzing problems, discussing, expressing opinions, and making logical decisions. Factors supporting the success of PBL include the use of contextual problems, active student engagement, group collaboration, the utilization of learning media and technology, and the teacher’s competence as a facilitator. The obstacles include differences in student ability, passive learning habits, time constraints, the abstract nature of the material, and suboptimal instructional management. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting pada abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering menyebabkan siswa kurang terlibat dalam proses analisis dan pemecahan masalah sehingga kemampuan berpikir kritis belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan, pengaruh, serta faktor pendukung dan penghambat model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran tematik terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks Google Scholar dan Sinta 1-6 diterbitkan pada periode 2020–2026. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 26 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, pengorganisasian siswa, investigasi, presentasi hasil, evaluasi dan refleksi. PBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa karena mendorong keterlibatan aktif dalam menganalisis masalah, berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan mengambil keputusan secara logis. Faktor pendukung keberhasilan PBL meliputi penggunaan masalah kontekstual, keterlibatan aktif siswa, kerja sama kelompok, pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran, dan kompetensi guru sebagai fasilitator. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, kebiasaan belajar pasif, keterbatasan waktu, karakteristik materi yang abstrak, dan kurang optimalnya pengelolaan pembelajaran.
Systematic Literature Review (SLR): Implementasi dan Implikasi Aliran Filsafat Pendidikan Idealisme, Realisme dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar: Penelitian Kartika Dewi Cahyani; Salwa Amelia Anggraeni; Savela Putri Austriani; Sulis Hindayani; Marina; Taufik Muhtarom
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.443

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) Implementasi Idealisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar 2) Implementasi Realisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar 3) Implikasi Idealisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar 4) Implikasi Realisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam PendidikanAbad 21 di Sekolah Dasar Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel secara sistematis. Artikel diperoleh melalui penelusuran pada Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2020–2026, dapat diakses secara open access, dan relevan dengan topik penelitian 1) . Hasil pencarian awal memperoleh 481 artikel, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian judul, abstrak, isi, serta kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 25 artikel yang layak dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi aliran idealisme dilakukan melalui keteladanan guru, integrasi nilai moral dan karakter dalam pembelajaran, serta pembiasaan refleksi diri peserta didik; (2) implementasi aliran realisme dilakukan melalui pembelajaran kontekstual yang melibatkan observasi, eksperimen, praktik langsung, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar; (3) implikasi aliran idealisme terlihat pada penguatan karakter, moral, spiritual, dan tanggung jawab sosial peserta didik melalui pembelajaran yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan; dan (4) implikasi aliran realisme terlihat pada peningkatan kemampuan berpikir logis, kritis, rasional, serta kemampuan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar yang nyata dan bermakna. Dengan demikian, penerapan kedua aliran filsafat tersebut saling melengkapi dalam mendukung terciptanya pembelajaran abad ke-21 yang seimbang antara pembentukan karakter, penguasaan pengetahuan, dan pengembangan keterampilan peserta didik di sekolah dasar.
Pengaruh Self-Efficacy dan Resiliensi Matematik terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Nur Hasijazh; Taufik Muhtarom
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan numerasi matematika siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Pundong; 2) pengaruh resiliensi matematik terhadap kemampuan numerasi matematika siswa; 3) pengaruh self-efficacy dan resiliensi matematik secara simultan terhadap kemampuan numerasi matematika siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan rancangan ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 135 siswa kelas V, sedangkan sampel penelitian sebanyak 101 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes pilihan ganda. Angket digunakan untuk mengukur self-efficacy dan resiliensi matematik, sedangkan tes digunakan untuk mengukur kemampuan numerasi matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kemampuan numerasi matematika siswa dengan kontribusi sebesar 10,4%, sedangkan resiliensi matematik memberikan kontribusi sebesar 9,6%. Selain itu, self-efficacy dan resiliensi matematik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan numerasi matematika siswa dengan kontribusi sebesar 15,5%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keyakinan diri dan ketahanan belajar yang baik cenderung lebih percaya diri, tekun, dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan soal matematika. Namun, kemampuan numerasi siswa juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti lingkungan belajar, kemampuan dasar matematika, dan metode pembelajaran yang digunakan guru.
ANALISIS PROGRAM SEKOLAH BEBAS BULLYING DAN PENUH EMPATI: MODEL, STRATEGI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH ALAM INKLUSI Fadhli Naufan Adyatma; Muhamad Rizki Nur Huda; Wildan Salis Arrahman; Aisah Putri Wulandari; Annisa Adelia; Shafa Ayu Nurul Isya; Syarifah Dwi Rahmawati; Taufik Muhtarom
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i2.7641

Abstract

Penanggulangan bullying dan pembentukan empati di sekolah inklusi, khususnya sekolah alam dengan pendekatan natural, masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga aspek penting, yaitu: 1) model pendidikan karakter yang diterapkan untuk menciptakan sekolah bebas bullying di sekolah alam inklusi; 2) strategi dan pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan empati di lingkungan sekolah alam inklusi; serta 3) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan model pendidikan karakter tersebut guna menciptakan lingkungan belajar yang bebas bullying dan penuh empati. Artikel dalam penelitian ini dipilih secara sistematis berdasarkan fokus pada model pendidikan karakter, strategi pengembangan empati, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan model tersebut di sekolah alam inklusi, dengan mempertimbangkan relevansi dan kualitas metodologi dari publikasi tahun 2020 hingga 2025 melalui metode systematic literature review (SLR). Hasil penelitian yang menggunakan metode systematic literature review (SLR), yaitu: 1) model pendidikan karakter melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam yang dipadukan dengan project-based learning, pembiasaan nilai integrasi, nilai religius dan etika. ; 2) strategi pengembangan empati di sekolah alam inklusi meliputi pengalaman langsung, pendekatan kolaboratif, hubungan humanis dengan pendidik, dan integrasi nilai lingkungan serta karakter melibatkan siswa, keluarga, dan komunitas; 3) faktor pendukung pendidikan karakter di sekolah alam meliputi pembelajaran berbasis alam, keteladanan pendidik, inklusi, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatan utama adalah tantangan digital, kesiapan pendidik, pemahaman orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter inklusif di sekolah alam menciptakan lingkungan bebas bullying dan penuh empati dengan dukungan pendidik, orang tua, dan pendekatan kolaboratif. Namun, keberhasilan implementasi masih terhambat oleh keterbatasan pemahaman orang tua dan pandangan masyarakat.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RADEC (READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, CREATE) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI EKOSISTEM DAN JARING – JARING MAKANAN DI SD MUHAMMADIYAH BANYURADEN, SLEMAN Evita Puspita Dewi; Taufik Muhtarom
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8734

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar, padahal kemampuan tersebut menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran (RADEC) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS materi ekosistem dan jaring-jaring makanan di SD Muhammadiyah Banyuraden, Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sebanyak 43 siswa dilibatkan sebagai subjek penelitian yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (21 siswa) dan kelas kontrol (22 siswa). Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-test serta perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rerata posttest kelas eksperimen mencapai 81,338, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh 77,36. Akan tetapi, hasil uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,126 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 52,59% pada kelas eksperimen (kurang efektif) dan 36,16% pada kelas kontrol (kategori tidak efektif). Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran RADEC mampu memberikan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol, tetapi peningkatan tersebut belum berbeda secara signifikan.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL MEMBATIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR: STRATEGI, TANTANGAN, DAN DAMPAKNYA TERHADAP SISWA Luthfi Rahmania; Violeta Nur Mania; Farroza Titis Ramazaan; Rizky Regba Aditia; Arimbi Widya Utami; Taufik Muhtarom
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i2.6869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi integrasi kearifan lokal membatik dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar; (2) mengidentifikasi tantangan implementasi yang dihadapi guru; dan (3) mengevaluasi dampaknya terhadap siswa. Kajian dilakukan melalui studi literatur terhadap 21 artikel ilmiah terbitan tahun 2019–2025 yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) strategi integrasi membatik diterapkan melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya, pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan partisipatif yang melibatkan guru, siswa, dan komunitas; (2) tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan bahan ajar, minimnya pelatihan guru, rendahnya pemahaman terhadap budaya lokal, serta kurangnya dukungan kebijakan pendidikan; dan (3) dampak integrasi membatik terbukti meningkatkan motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, serta membentuk karakter siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna karena terhubung dengan budaya serta lingkungan sekitar siswa. Dengan demikian, pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal seperti membatik perlu diimplementasikan secara sistematis melalui pengembangan kurikulum, pelatihan pendidik, dan penyediaan sumber belajar yang mendukung.
Pembelajaran Melalui Pengalaman di Sekolah Alam: Studi Kasus Pengaruh penerapan Experiential Learning berbasis Pendidikan Inklusi Terhadap Sikap dan Keterampilan Siswa Jogja Green School Tazkya Qushoyi Nabila; Adinda Natasya AMP; Rizca Nur Alinna; Aulia Restu Rinasti; Andria Widyastuti; Karina Mayland Elga; Nurul Mustajabah; Taufik Muhtarom
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Implementasi Model Pembelajaran Experiental Learning berbasis Pendidikan Inklusi di Jogja Green School 2) Pengaruh Penerapan model pembelajaran Experiental Learning terhadap pembentukan sikap siswa 3) Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Experiental Learning terhadap pembentukan Keterampilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Jogja Green School, Yogyakarta, pada tanggal 28 Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pengalaman belajar langsung, seperti kegiatan berkebun dan merawat hewan, dapat meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, model pembelajaran berbasis alam di Jogja Green School terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, yang tercermin dalam perilaku rutin seperti menjaga kebersihan area sekolah dan mengelola sampah organik. Kegiatan-kegiatan tersebut juga memperkuat keterampilan ekologis, kemandirian, dan tanggung jawab sosial, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus yang dapat berpartisipasi sesuai kapasitasnya. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis pengalaman inklusif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan sikap dan keterampilan lingkungan siswa serta mendukung terciptanya budaya sekolah yang ramah, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
PENERAPAN MODEL STEAM DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI ABAD 21 Ajeng Dara Safira; Maria Chlarita Tia; Evi Lioni Triyanti Saputri; Aurel Fitriana; Taufik Muhtarom
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui pengaruh penerapan model STEAM dalam pembelajaran tematik terhadap peningkatan kompetensi abad 21 siswa; 2) mengetahui model STEAM efektif dalam meningkatkan keterampilan berfikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa dalam pembelajaran tematik ; 3) mengetahui apa saja tantangan dan peluang dalam menerapkan model STEAM dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan kompetensi abad 21 siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Riview dengan mengkaji beragam sumber yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan STEAM dapat memadukan berbagai bidang ilmu dalam pembelajaran berbasis proyek, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan literasi sains siswa. Di samping itu, model ini juga memfasilitasi partisipasi aktif siswa dalam proses belajar dan membangun karakter sebagai pembelajar mandiri. Walaupun pelaksanaannya di lapangan menghadapi berbagai tantangan seperti kesiapan guru dan kekurangan media pembelajaran, STEAM tetap menjadi metode yang efektif dalam memenuhi tuntutan pendidikan di abad ke-21. Integrasi model ini dalam pembelajaran terpadu meningkatkan relevansi pendidikan dengan kehidupan sehari-hari dan mendukung realisasi profil pelajar Pancasila yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Co-Authors Abdurrahman Asy’ari Adelia Febi Kumala Dewi Adinda Natasya AMP Aditya Hendra Sulistyawan Agustina Yulianti Ahmad Zaini Nahar Aisah Putri Wulandari Ajeng Dara Safira Albita Intan Viola Alifah Nisa Azzahra Amirul Muaminin Andria Widyastuti Andriani Dini Prastiwi Angelica Aninda Maylanie Anggi Putri Oktavia Anissa Miftahqul Fauziyach Annisa Adelia Ari Nur Fadillah Arif Jati Kusuma Suwandi Arimbi Widya Utami Arjun Satria Nugraha Arum Puspa Kencana Aryan Trisna Wibisono Aulia Ramadhani Ariyati Aulia Restu Rinasti Aurel Fitriana Averos Iswanda Ayu Dwi Astuti Ayura Rahma Awalia Azizah Putri Arseti Azza Maulana Putra Andy Bagas Seto Ardanu Bunga Aulia Ramadhani Danuri, Danuri Daryl Ihsan Kurniawan Dea Nurhani Deftya Salfa Nurrochmah Devi Zakiah Nur Khasanah Devinda Devinda Dian Nurcahyani Dian Sri Rejeki Diki Walhadi Dinda Marlita Dini Mayada Wulan Juwita Diyah Nur Arafah Dwi Amalia Nur Chasanah Dzaki Ullin Nuha Fachrur Rossy Eka Mukti Rahayu Eka Rovin Putri Obita Elda Rintan Parwati Elsa Nur Afrisa Estri Mariana Evi Lioni Triyanti Saputri Evita Puspita Dewi Fadhli Naufan Adyatma Fadhlin Ulayya Fadilah Rizki Nur Pratama Farroza Titis Ramazaan Fatima Az-Zahra Ramadhani Agustian Fatwa Saputri Fibriana Yasfala Risti Fitria Kusuma Fadhilla Fitriyani Nuraviah Hafsyah Auliyaa H Ida Afi Ratna Sari Intan Nur Isnaeni Istiqomah Istiqomah Jana, Padrul Juniar Gita Permata Karina Mayland Elga Kartika Dewi Cahyani Khoirunisa Aulia Insani Kunti Ayu Irtania Lena Sari Wulandari Luthfi Rahmania Maria Chlarita Tia Marina Maryani Maulina Dwi Yahya Muhamad Rizki Nur Huda Muhammad Choirul Musthofa Muhammad Ferhesa Himawar Muhammad Syahrul Nada Khalista Nafaisya Kumala Sandy Najwa Fauziah Nanda Yuniarti Nawang Sovyana Neyzha Veradine Niken Dwi Lestari Novalinda Dhea Amelia Novia Diah Ayu Perdana Nur Hanifah Nur Hasijazh Nur Siti Fatimah Nurcholis Fajar Dwi Kurniawan Nurul Mustajabah Oktavia Diah Rahmadhani Puput Cahyani Rahma Dhita Miftahul Khusna Reninda Lindu Astuti Restu Prayitno Saputra Retna Mega Kartika Rina Depi Yanti Riska Ardi Widyanti Risty Agnata Rizca Nur Alinna Rizky Regba Aditia Sabrina Wafa Salwa Amelia Anggraeni Sandi Septian Alfareza Saniyyah Jasmine Arafat Savela Putri Austriani Septia Nur Etikasari Shafa Ayu Nurul Isya Shilvy Anggelia Silvia Astri Alfraeda Stephani Saputra Sulis Hindayani Syarifah Dwi Rahmawati Tazkya Qushoyi Nabila Teguh Prasetya Tessa Nathalia Theresia Amanda Wahyu Oktafianti Ulfa Maulidia Uut Aprilah Pangestu M Valentina Surya Ningrum Vania Belinda Ines Nabilah Vea Aprilia Vika Ardian Violeta Nur Mania Vivin Adinda Rosita Wahyu Wulandari Wahyuni Rismawati Wildan Salis Arrahman Wulan Rahmadani Yusuf Muhtarul Hakim Zahra Althafia Yuna Zalfa Labibah Ridwan