Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

manajemen nyeri pada Tn. I dengan post op apendisitis di RSUP Prof. H. Muhammad Yamin Ardiyanti Sari, Redha Illahi; Dewi, Debby Silvia; Gusni, Jufrika; Ajani, Anggra Trisna
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.297

Abstract

Apendisitis adalah kondisi peradangan yang dapat bersifat akut maupun kronis, yang terjadi apada apendiks vermiformis akibat adanya sumbatan di lumen apendiks (Nurjanah, 2020). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2022, angka kematian akibat apendisitis mencapai 21.000 jiwa, dimana jumlah kasus pada pria lebih banyak dibandingkan wanita. Sekitar 12.000 jiwa laki-laki meninggal akibat apendisitis, sedangkan pada perempuan, angkanya mencapai sekitar 10.000 jiwa. Tujuan studi kasus ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan Penyakit Apendisitis dengan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di ruangan rawat inap bedah RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH. Pariaman pada tanggal 12 sampai 15 Februari 2025 dengan satu orang pasien yakni Tn. I, dengan cara metode observasi dan wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil penelitian selama 4 hari tersebut di dapatkan masalah keperawatan yaitu nyeri akut, resiko infeksi dan intoleransi aktivitas. Diharapkan RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH. Pariaman dapat memberikan pelayanan Kesehatan dengan optimal dan kerja sama yang baik antar tim Kesehatan serta mempertahankan standar asuhan keperawatan terutama pada pasien dengan Penyakit Apendisitis.
Implementasi Keperawatan Pada Pasien Dengan Demam Thypoid Amirah Najmah Elvarino, Amirah Najmah Elvarino; Dewi, Debby Silvia; Gusni, Jufrika; Ajani, Anggra Trisna
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.309

Abstract

According to the WHO, Indonesia reports an average of 900,000 typhoid fever cases annually, with over 20,000 deaths. In West Sumatra, cases can reach 46,142 or 1.52%. At Dr. Reksodiwiryo Padang Hospital, 795 cases and 5 deaths were recorded in 2024. This case study aims to provide nursing care for typhoid fever patients, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and documentation. The study was conducted in the Agus Salim Inpatient Room from February 17–21, 2025, with one patient, Mrs. P. Data were collected through observation, interviews, physical exams, and documentation. Nursing problems identified were hyperthermia, sleep disturbances, risk of infection, and risk of nutritional deficit. Interventions included hyperthermia management, sleep support, infection prevention, and nutrition management. After 5 days of care, all problems were resolved. Typhoid fever, caused by Salmonella typhi, spreads through contaminated food and water. It is recommended that patients and families increase awareness about the causes and prevention of typhoid fever.
IMPLEMENTASI PRODUK INOVASI BERBASIS GIZI DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Aprihatin, Yessy; Yessi, Hilma; Yoselina, Prima; Sinthania, Debby; Anggita, Kheniva Diah; Asman, Aulia; Ajani, Anggra Trisna; Yanti, Erpita; Novera, Milya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35180

Abstract

Abstrak: Kegiatan Implementasi Produk Inovasi Berbasis Gizi dan Pengendalian Lingkungan untuk Pencegahan Stunting penting dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui penerapan solusi inovatif yang menyentuh langsung aspek gizi dan lingkungan. Program ini berperan strategis dalam memperkuat pencegahan stunting secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan implikasi produk inovasi intervensi preventif stunting berbasis kontrol nutrisi dan lingkungan. Metode yang digunakan Adalah praktik dengan proses kegiatan meliputi survei kondisi awal, pre-test, pelatihan dengan media video, leaflet, serta komunikasi interpersonal, dan diakhiri dengan post-test. Peserta terdiri dari 25 orang ibu dengan balita serta kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat, dimana skor pemahaman baik naik dari 56,5% menjadi 86,5% setelah pelatihan. Peserta juga aktif berdiskusi, mampu mempraktikkan pola asuh sehat, serta memahami pentingnya PHBS dan gizi seimbang dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader sebagai agen pencegahan stunting. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak positif terhadap kesadaran gizi dan kebersihan lingkungan serta dapat menjadi model edukasi berkelanjutan di tingkat nagari.Abstract: The implementation of nutrition-based and environmentally controlled innovative products for stunting prevention is important as a concrete effort to improve children's health and growth through the application of innovative solutions that directly address nutrition and environmental aspects. This program plays a strategic role in strengthening sustainable stunting prevention by involving the community and applying appropriate technology. This community service activity aims to increase community knowledge and skills through training on the implications of innovative products for stunting prevention based on nutrition and environmental control. The method used is a practice with a process that includes an initial condition survey, pre-test, training with video media, leaflets, and interpersonal communication, and ends with a post-test. The participants consisted of 25 mothers with toddlers and posyandu cadres. The results of the activity showed a significant increase in community knowledge, with the good understanding score rising from 56.5% to 86.5% after the training. Participants were also active in discussions, able to practice healthy parenting, and understood the importance of PHBS and balanced nutrition in the first 1000 days of life. This activity proved effective in increasing the capacity of the community and cadres as agents of stunting prevention. Overall, this program has had a positive impact on nutritional awareness and environmental hygiene, and can serve as a model for sustainable education at the village level.