Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Kulla, Periskila Dina Kali; Ula, Irza Mazinatul; Samaniyah, Siti; Rosdiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4892

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit kronis yang umum terjadi akibat produksi sebum yang berlebihan dan infeksi bakteri. Manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi penghambatan terendah (KHM) dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM) dari ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berbagai konsentrasi pengenceran, termasuk 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, digunakan dalam penelitian ini untuk menetapkan KHM dan KBM bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode difusi cakram digunakan untuk memeriksa kerentanan mikroorganisme terhadap antibiotik. Kontrol positif adalah 25 µg amoksisilin, sedangkan kontrol negatif adalah air suling. Uji ANOVA digunakan dalam program SPSS untuk memproses data penelitian. 5% merupakan konsentrasi di mana uji Konsentrasi Hambat Minimum (MIC) tercapai. 20% ditemukan sebagai hasil uji konsentrasi bakterisida minimum (MBC). 
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET PADA SISWA KELAS I DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN TAHUN 2018 Asyura, Finaul; Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Dhirah, Ulfa Husna; Samaniyah, Siti; Wilis, Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4835

Abstract

Salah satu penyebab tingginya perokok dikalangan remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Pengetahuan tentang bahaya merokok yaitu segala sesuatu dan informasi yang diperoleh mengenai hal yang berhubungan dengan bahaya merokok, Penggunaan metode dan media yang tepat dapat mempengaruhi pengetahuan responden. Penelitian ini ingin mengkaji Perbandingan Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok dengan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Pada Siswa Kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-aZIziyah Batee Iliek Samalanga Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP sebanyak 60 siswa. Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kasus (metode ceramah) dan 30 orang pada kelompok kontrol (kelompok leaflet). Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 08 sampai dengan 22 Januari 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik non parametrik (t-tes) dengan ? = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui ceramah (p value= 0,011) dan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui leaflet (p value= 0,001). Dari hasil uji independen sampel t-tes dapat disimpulkan media promosi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok (p value 0,023).Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan penyuluhan dengan menggunakan metode leflet guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan
FORMULASI EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (Loranthus ferrugineus Roxb) SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KRIM ANTIINFLAMASI Nasria, Nasria; Ananda, Zulia; Kesumawati, Kesumawati; Rosdiana, Eva; Samaniyah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4452

Abstract

Abstrak Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan mediator dan respons imun. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi yaitu tumbuhan benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb). Sebagai upaya pemanfaatan benalu kopi yang lebih efektif, maka perlu dilakukan pengembangan menjadi suatu produk sediaan topikal, seperti krim antiinflamasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan bahan dasar krim antiinflamasi. Metode Penelitian: True Experimental Laboratories dengan uji stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas serta uji aktivitas antiinflamasi yang menggunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (krim hidrokortison), krim F1, krim F2, Krim F3 dan krim F4. Edema pada kulit punggung mencit di ukur pada interval jam ke-0 (setelah induksi karagenin 2%) dan jam ke-1 hingga ke-6 (setelah perlakuan). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene Test), dan uji statistik parametrik (One-Way ANOVA).  Hasil Penelitian: Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 dan F4 memiliki mutu fisik yang sesuai dengan spesifikasi selama uji stabilitas. Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat menurunkan edema pada kulit punggung mencit sebesar 12,5 % (F2), 14,3 % (F3) dan 25,0 % (F4). Data yang dihasilkan tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (P<0,05) serta tidak terdapat perbedaan rata-rata edema kulit punggung mencit pada jam ke-0 hingga jam ke-6 setelah diberikan perlakuan (P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan krim antiinflamasi dan formulasi krim yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling besar dibandingkan dengan formulasi yang lain adalah formulasi 4 (F4).Kata Kunci    : Daun Benalu Kopi, Krim, Edema, Antiinflamasi Abstract Inflammation is a local tissue reaction to infection or injury involving mediators and an immune response. One plant that can be used to treat inflammation is the coffee parasite leaves (Loranthus ferrugineus Roxb). In an effort to use coffee parasites more effectively, it is necessary to develop it into a topical product, such as an anti-inflammatory cream. Aims: To determine that coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basic ingredient for anti-inflammatory cream. Methodology: True Experimental Laboratories with stability tests of cream preparations including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, stickiness, pH and viscosity as well as anti-inflammatory activity tests using 18 mice divided into 6 treatment groups consisting of negative control, positive control ( hydrocortisone cream), F1 cream, F2 cream, F3 cream and F4 cream. Edema on the back skin of mice was measured at the 0th hour interval (after 2% carrageenin induction) and 1st to 6th hour (after treatment). The data were analyzed using the SPSS program with normality tests (Kolmogorov-Smirnov), homogeneity tests (Levene Test), and parametric statistical tests (One-Way ANOVA). Result: Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 and F4 has physical quality that meets specifications during the stability test. Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) can reduce edema on the back skin of mice by 12.5% (F2), 14.3% (F3) and 25.0% (F4). The resulting data was not normally distributed and homogeneous (P<0.05) and there was no difference in the average back skin edema of mice from the 0th to the 6th hour after treatment (P<0.05). Conclusion: Coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basis for making anti-inflammatory creams and the cream formulation that has the greatest anti-inflammatory activity compared to other formulations is formulation 4 (F4).Keywords: Coffee Parasite Leaves, Cream, Edema, Anti-inflammatory 
Formulasi dan Evaluasi Lip Balm Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Husna, Zainatul; Samaniyah, Siti; Kulla, Periskila Dina Kali; Meilina, Rulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4100

Abstract

Lip balm sediaan yang digunakan pada bibir yang berguna sebagai pelembab untuk mencegah bibir dari kekeringan, melindungi bibir dari pengaruh lingkungan yang buruk. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai pelembab yaitu daun sirih. Daun sirih (Piper betle L.) memiliki kandungan tanin, alkaloid, flavonoid, yang berguna sebagai antioksidan.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip balm, untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) yang membentuk sediaan lip balm dengan karakterisktik yang baik.Metode Penelitian: Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium, pembuatan formulasi sediaan lip balm dengan F0 tanpa ekstrak konsentrasi 0%, FI dengan kandungan ekstrak daun sirih 0,5%, F2 dengan kandungan ekstrak daun sirih 1,5%, F3 dengan kandungan ekstrak daun sirih 2,5%. Kemudian tahap evaluasi sediaan lip balm, dan data uji efektifitas kelembaban dianalisis dengan metode statistik uji one way anova. Hasil Penelitian: Hasil uji pH 6,9-5,8 tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan hasil uji efektifitas kelembaban sediaan lip balm ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 2,5% dapat memberikan efek melembabkan bibir paling tinggi. Kesimpulan : Ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm, formulasi sediaan lip balm dari ekstrak etanol daun memiliki efektivitas kelembaban terhadap bibir kering dan pecah pecah yang ditandai dengan adanya peningkatan kelembaban dari dehidrasi menjadi normal dan diperoleh hasil bahwa konsentrasi formula III sediaan lip balm yang baik dengan konsentrasi 2,5% yang memberikan efek melembabkan bibir paling tinggi. Saran: Diharapkan dapat menjadi suatu bahan kajian untuk masyarakat mengetahui tentang ekstrak etanol daun sirih sebagai sediaan lip balm. Diharapkan pada peneliti selanjutnya untuk mengurangi bahan cera alba dikarenakan baunya yang sangat menyengat karena dapat mempengaruhi dari sediaan lip balm.Kata Kunci : Ekstrak, Daun Sirih, Lip balmLip balm is a preparation used on the lips which is useful as a moisturizer to prevent the lips from drying out, protecting the lips from bad environmental influences. One of the plants used as a moisturizer is betel leaves. Betel leaves (Piper betle L.) contain tannins, alkaloids,flavonoids, which are useful as antioxidants. Research Objectives: To determine whether the ethanol extract of green betel leaves (Piper betle L.) can be formulated into lip balm preparations, to determine the concentration of ethanol extract of green betel leaves (Piper betle L.) which forms lip balm preparations with good characteristics.Research Method: The research method used is laboratory experimental research, making lip balm formulations with F0 without extracts of 0% concentration, FI with 0.5% betel leaf extract content, F2 with 1.5% betel leaf extract content, F3 with 0.5% betel leaf extract content. betel leaf extract 2.5%. Then the lip balm preparation evaluation stage, and the moisture effectiveness test data were analyzed using the oneway anova test statistical method. Research Results: The results of the pH test of 6.9-5.8, and the results of the moisture effectiveness test of the betel leaf extract lip balm preparation with a concentration of 2.5% could provide the most moisturizing effect on the lips. tall. Conclusion: The ethanol extract of betel leaves (Piper betle L.) can be formulated into lip balm preparations, the formulation of lip balm preparations from the ethanol extract of the leaves has moisture effectiveness against dry and chapped lips which is characterized by an increase in moisture from dehydration to normal and the results obtained are that Formula III concentration is a good lip balm preparation with a concentration of 2.5% which provides the highest moisturizing effect on the lips.Suggestion: It is hoped that this can become a study material for the public to know about ethanol extract of betel leaves as a lip balm preparation. It is hoped that future researchers will reduce the cera alba ingredient because its smell is very strong because it can affect the preparation of lip balm.Keywords: Betel leaf extract lip balm
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL DARI PATI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Apriani, Aida; Nurfadhilah, Ika; Sirait, Tri Susanti; Azhari, Saiful; Samaniyah, Siti
Lantanida Journal Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UIN AR-RANIRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/lj.v12i2.28462

Abstract

Corn is a popular ingredient in facial skin care products. Corn contains thiamine, which can dry wounds and eliminate acne scars that appear as holes on the face or black spots. Corn starch is made into a gel mask with the gelling ingredient hidroxy prophyl methyl cellulose (HPMC). This research intends to establish if a gel mask manufactured from sweet corn starch (Zea mays saccharata) can meet the requirements of the physical quality test assessment results, as well as the stability requirements. The research approach is experimental, employing a sample gathering methodology known as purposive sampling. The evaluation of gel mask preparations includes evaluating the physical quality of the preparations, irritant testing on 10 participants, and drying time tests on the preparations. The evaluation of the preparations revealed that all gel mask formulations were semi-solid gels with a yellowish white color and a distinct corny smell. The results were homogeneous, with an average pH of 7.5–7.7, spreadability of 5–7 cm, and viscosity of 22133-67566. The preparation also exhibited stable stability at room temperature and did not irritate volunteers' skin. Therefore, both the stability requirements and the physical quality test assessment results are satisfied by the preparation.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI NANOGEL EKSTRAKS ETANOL DAUN SUKUN PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG MENGALAMI LUKA BAKAR DERAJAT II Fitria, Fitria; Astryna, Syarifah Yanti; Samaniyah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5195

Abstract

AbstrakDaun sukun (Artocarpus altilis) mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penutupan luka bakar. Nanogel merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang meningkatkan absorpsi senyawa aktif melalui kulit. Penelitian ini bertujuan meguji aktivitas antiinflamasi sediaan nanogel dari ekstrak etanol daun sukun pada tikus putih jantan yang mengalami luka bakar derajat II. Pembuatan ekstrak etanol daun sukun diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji karakteristik fisik sediaan, stabilitas, aktivitas antibakteri, iritasi dan penyembuhan luka bakar pada kulit tikus. Formulasi nanogel dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu F1 (1,5625%), F2 (3,125%) dan F3 (6,25%). Secara histopatologi aktivitas antiinflamasi kelompok tikus yang diberi basis menunjukkan inflamasi yang berat dengan skor 3, F1 menunjukkan tingkat inflamasi yang sedang dengan skor 2, F2 menunjukkan inflamasi yang ringan dengan skor 1, dan F3 menunjukkan inflamasi yang sedang dengan skor 2. F2 menunjukkan persen penurunan diameter luka yang lebih cepat yaitu 92,84% dalam waktu 21 hari dibandingkan kelompok F1 dan F3 dengan persentase penyembuhan 81,14% dan konsentrasi 88,91% dalam waktu 21 hari. 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI REPELLENT NYAMUK Aedes aegypti Samaniyah, Siti; Andayani, Thursina; ZR, Stevi Yang Kana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4204

Abstract

Salah satu penyakit ini ditularkan oleh nyamuk adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD ini disebabkan oleh suatu vektor yaitu nyamuk Aedes aegypti. Tanaman mengkudu terutama pada bagian daun menunjukkan hasil bahwa pada bagian daun mengandung flavonoid, alkaloid, fenol, steroid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimental yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasetika Universitas Ubudiyah Indonesia pada tanggal 3 Juni - 10 September tahun 2018. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemeliharaan larva Aedes aegypti, pembuatan ekstrak etanol daun mengkudu dan formulasi lotion. Sedangkan evaluasi sediaan lotion yang dilakukan meliputi pengukuran pH, uji iritasi, pengamatan homogenitas, pengamatan organoleptis, dan uji penolak terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian pH pada sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) pada kelompok kontrol pH 6, formulasi I pH 7, formulasi II pH 7 serta hasil uji iritasi adalah positif dan bersifat homogen dengan bau dan warna yang normal. Sedangkan hasil pengamatan sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) selama 0 menit sampai 480 menit, sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) lebih efektif pada formulasi II (60%). Berdasarkan hasil penelitian diatas maka sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) dapat dijadikan sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti bagi masyarakat sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah (DBD).Kata Kunci: Daun Mengkudu (Morinda citrifolia), Lotion, Repellent, Aedes aegypti One disease is transmitted by the gnat is dengue fever. Mosquito and its is induced by an Aedes aegypti mosquito vector that is. Especially on the plant mengkudu leaves shows the results of that in a foliar part containing flavonoid, an alkaloid, phenol, steroid, tannin, saponin, and triterpenoid. This is the kind of research which is a research with the experimental research activities in defiance of a experiment. The study is done in the laboratory pharmaceuticals University Ubudiyah Indonesia on 3 June - 10 September year on 2018. As for the stages that are undertaken in this research is the maintenance aedes aegypti mosquito larvae, the manufacture of extract ethanol leaves mengkudu and formulation lotion. While evaluation lotion preparation is including the measurement of pH, irritation test, observation of homogeneity, organoleptis observation, and test it repellent against mosquitos.The result showed that in testing on lotion pH preparations leaves mengkudu (Morinda citrifolia) on the control group pH 6, the formulation I pH 7, formulations II pH 7 and test irritation is positive and wreak homogeneous the smell and color normaly. While the preparations leaves observation lotion mengkudu (Morinda citrifolia) for 0 minutes to 480 minutes, preparations lotion leaves mengkudu (Morinda citrifolia) more effective in formulations II (60%). Based on the research done so lotion above preparations leaves mengkudu (Morinda citrifolia) can be used as repellent aedes for the community that can be lowered incidence of scarlet fever.Key words: Leaves Mengkudu (Morinda citrifolia), Lotion, Repellent, Aedes aegypti
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN UNTUK FORTIFIKASI PANGAN FUNGSIONAL Asyura, Syarifah; Ismiati, Ismiati; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati; Frisella, Ella; Herawati, Herawati; Pardi, Pardi; Rahmayanti, Kurnia; Serianti, Putri; Sofia, Melda; Astrina, Syarifah Yanti; Samaniyah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5216

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa bioaktif dari daun kelor (Moringa oleifera) serta mengevaluasi potensi antioksidannya untuk fortifikasi pangan fungsional. Daun kelor diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilanjutkan dengan fraksinasi pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan dengan KLT, KCKT, spektrofotometri UV-Vis, dan FTIR, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan IC50 sebesar 48,72 µg/mL, yang dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Analisis fitokimia memperlihatkan bahwa senyawa utama yang berperan adalah flavonoid, fenolik, dan tanin. Temuan ini menegaskan bahwa daun kelor merupakan sumber antioksidan alami yang potensial dan dapat diaplikasikan sebagai bahan fortifikasi pangan fungsional untuk meningkatkan kualitas gizi serta memberikan manfaat protektif terhadap stres oksidatif.