Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

GERAKAN KONSERVASI LINGKUNGAN MELALUI KREATIVITAS LOMBA ECOBRICK DAN LOMBA MEWARNAI DI DESA SEKOTONG BARAT Azzahra, Annisa; Purwati, Siva; Isnaini, Siti; Affandi, Rangga Idris; Setyono, Bagus Dwi Hari; Diniariwisan, Damai
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5235

Abstract

Sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna dan menjadi sumber awal pencemaran lingkungan. Sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan yaitu dengan mendaur ulang atau mengolah sampah yang telah dibuang khususnya sampah yang sulit terurai seperti plastik. Penggunaan kembali sampah-sampah plastik ini harus dijadikan budaya oleh seluruh elemen masyarakat agar terbiasa mengolah serta menggunakan kembali sesuatu yang tidak memiliki nilai jual tersebut untuk meminimalisir jumlah sampah di berbagai wilayah terutama di wilayah konservasi. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan siswa/i sekolah dasar mengenai sumberdaya perairan dan gambaran lautan yang tercemar sampah serta mengolah sampah, dalam mewujudkan kelestarian ekosistem laut khususnya kawasan konservasi TWP GITA NADA. Mahasiswa Universitas Mataram juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada Maret 2024 di Dermaga Tawun, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Perlombaan diikuti oleh siswa/i sekolah dasar di Desa Sekotong Barat. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi tentang pentingnya mengelola sampah, melalui lomba ecobrick yang merupakan salah satu upaya kreatif untuk memanfaatkan sampah plastik. Kegiatan ecobrick dilakukan dengan mengumpulkan sampah-sampah anorganik dan mengolahnya sehingga dapat mengurangi sampah anorganik yang susah terurai. Sedangkan kegiatan mewarnai dilaksanakan dengan tema konservasi laut. Melalui kegiatan mewarnai, peserta dapat mengenal dan mengetahui keanekaragaman yang ada di dalam perairan dan ekosistemnya selain itu juga bertujuan dalam menyalurkan kreativitas para peserta. Kedua kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran para siswa/i pentingnya menjaga laut dari sampah yang dapat merusak ekosistem laut. Kegiatan tersebut dapat mengenalkan siswa/i  keanekaragaman perairan dan mampu memberikan edukasi pentingnya menjaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah sembarangan
PELATIHAN BUDIDAYA NILA KOLAM TERPAL DI DESA GRIMAK, LOMBOK BARAT UNTUK MENCEGAH STUNTING Muahiddah, Nuri; Azhar, Fariq; Affandi, Rangga Idris; Diniariwisan, Damai; Diamahesa, Wastu Ayu
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di Desa Grimak Indah, Lombok Barat, dengan prevalensi yang cukup tinggi di kalangan anak-anak. Upaya pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi sangat diperlukan, salah satunya melalui pemanfaatan sumber protein yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan budidaya ikan nila dengan menggunakan kolam terpal sebagai solusi praktis dan ekonomis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan asupan protein di desa tersebut. Kegiatan pelatihan meliputi berbagai aspek teknis budidaya ikan nila, seperti persiapan dan pembuatan kolam terpal, pemilihan bibit unggul, teknik pemberian pakan, serta pengelolaan kualitas air dan kesehatan ikan. Selain itu, program ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting, serta bagaimana memanfaatkan hasil budidaya secara optimal. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Grimak Indah dalam budidaya ikan nila, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut. Keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan jumlah kolam terpal yang dibangun dan produksi ikan nila yang stabil, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi yang seimbang.
BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN TRANSPORTASI LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) DI KERAMBA JARING APUNG DUSUN UJUNG BETOK LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Affandi, Rangga Idris; Mulyani, Laily Fitriani; Dwiyanti, Septiana; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Alim, Sahrul; Diniariwisan, Damai; Setyono, Bagus Dwi Hari; Sumsanto, Muhammad
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6928

Abstract

Spiny lobsters (Panulirus homarus) are a high-value fishery commodity with strong demand in both local and international markets. Ujung Betok, located on the coast of East Lombok, is a center for spiny lobster aquaculture using floating net cages (FNC). Despite growing production, a common issue observed during transport is the decline in lobster quality, and in some cases, mortality, which significantly reduces market value. To address this problem, technical training was conducted focusing on post-harvest handling and transportation techniques aimed at preserving lobster quality up to the point of delivery. The activity was carried out through field surveys, educational sessions, and hands-on practical demonstrations at the FNC sites in Ujung Betok. Effective post-harvest handling is indicated by the lobster's ability to survive transport in healthy, undamaged condition, maintaining freshness equivalent to that at harvest. The post-harvest procedure includes sorting, holding, cold stunning, packaging, and transportation. Drier packaging methods have shown to significantly extend survival during transit. The fundamental principle of spiny lobster handling and packaging is to maintain product quality while minimizing physical injury and stress, both of which can lead to mortality.
Edukasi Potensi Ekologis dan Ekonomi Mangrove Bagi Masyarakat Pesisir Dusun Ujung Betok, Jerowaru Diniariwisan, Damai; Asri, Yuliana; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Affandi, Rangga Idris; Dwiyanti, Septiana; Alim, Sahrul; Diamahesa, Wastu Ayu; Sumsanto, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Scabra, Andre Rachmat
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.7129

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting secara ekologis dan ekonomis bagi masyarakat pesisir, namun kesadaran masyarakat terhadap nilai tersebut masih rendah. Banyak lahan mangrove di pesisir Ujung Betok yang mulai rusak dan beralih fungsi menjadi dermaga tradisional atau bahkan sekedar tempat pembuangan sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun Ujung Betok terhadap potensi ekologi dan ekonomi mangrove. Metode pelaksanaan terdiri atas survei lokasi dan edukasi langsung berupa sosialisasi interaktif di lapangan. Edukasi diberikan melalui diskusi dan penyampaian materi tentang jenis mangrove, manfaat ekologis seperti pencegahan abrasi dan habitat biota, serta manfaat ekonomis seperti potensi hasil olahan dan ekowisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan antusiasme dan kemampuan menjelaskan kembali materi, serta munculnya kesadaran terhadap pentingnya konservasi. Edukasi mangrove secara langsung efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat dan berpotensi mendorong keterlibatan aktif mereka dalam upaya konservasi berbasis manfaat berkelanjutan.
APLIKASI PENGUNAAN JARING INSANG SEBAGAI PENUNJANG DALAM MEMENUHI KETERSEDIAAN PAKAN PADA BUDIDAYA LOBSTER DI TELUK EKAS Sumsanto, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Asri, Yuliana; Diniarti, Nanda; Marzuki, Muhammad; Affandi, Rangga Idris; Diniariwisan, Damai; Diamahesa, Wastu Ayu; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Dwiyanti, Septiana
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7198

Abstract

Guna menghadapi permasalahan tentang ketersediaan pakan karena peningkatan harga, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pakan alternatif pengganti. Pakan alternatif pengganti yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar lokasi budidaya. Potensi kelimpahan jenis ikan yang ada di Teluk Ekas dapat digunakan sebagai pakan bagi lobster dengan penangkapan secara langsung menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Penggunaan alat tangkap ikan ini diharapkan dapat menunjang ketersediaan pakan selama proses budidaya lobster dan menekan penggunaan pakan buatan. Budidaya lobster di Indonesia masih bergantung pada ikan rucah sebagai pakan utama. Ikan rucah mengandung protein tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan protein organisme budidaya untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, harganya terjangkau dan ketersediaannya cukup melimpah. Kelimpahan stok ikan rucah yang tinggi ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para pembudidaya karena keterbatasan alat tangkap yang mendukung, sehingga para pembudidaya hanya mengandalkan hasil tangkapan oleh para nelayan yang setiap hari pergi mencari ikan. Salah satu upaya dalam merespons persoalan untuk mengamankan stock pakan lobster berupa ikan  rucah adalah dengan inovasi teknologi penangkapan ikan menggunakan jaring insang. Para pembudidaya belum memahami bahwa kelimpahan sumberdaya ikan yang ada di sekitar KJA dapat dimanfaatkan sebagai pakan dalam proses budidaya. Kelompok pembudidaya yang tergabung dalam Pokdakkan Pasir Putih diberikan pendampingan melalui penyuluhan dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mempelajari, mempraktekkan dan menggunakan jaring insang guna memenuhi stok pakan bagi lobster yang dibudidayakan.
PELATIHAN BUDIDAYA NILA KOLAM TERPAL DI DESA GRIMAK, LOMBOK BARAT UNTUK MENCEGAH STUNTING Muahiddah, Nuri; Azhar, Fariq; Affandi, Rangga Idris; Diniariwisan, Damai; Diamahesa, Wastu Ayu
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5909

Abstract

Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di Desa Grimak Indah, Lombok Barat, dengan prevalensi yang cukup tinggi di kalangan anak-anak. Upaya pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi sangat diperlukan, salah satunya melalui pemanfaatan sumber protein yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan budidaya ikan nila dengan menggunakan kolam terpal sebagai solusi praktis dan ekonomis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan asupan protein di desa tersebut. Kegiatan pelatihan meliputi berbagai aspek teknis budidaya ikan nila, seperti persiapan dan pembuatan kolam terpal, pemilihan bibit unggul, teknik pemberian pakan, serta pengelolaan kualitas air dan kesehatan ikan. Selain itu, program ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting, serta bagaimana memanfaatkan hasil budidaya secara optimal. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Grimak Indah dalam budidaya ikan nila, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut. Keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan jumlah kolam terpal yang dibangun dan produksi ikan nila yang stabil, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi yang seimbang.
GERAKAN BERSIH PANTAI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI SAMPAH PADA LINGKUNGAN PESISIR DI PANTAI ELAK-ELAK, SEKOTONG Diniariwisan, Damai; Affandi, Rangga Idris; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Diamahesa, Wastu Ayu; Sumsanto, Muhammad; Scabra, Andre Rachmat
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4168

Abstract

Waste is the result of discarded unused materials which generally come from human activities. The rapid development in the tourism sector, especially at Elak-elak Beach, Sekotong, West Nusa Tenggara, has made the waste problem quite crucial. The aim of this beach clean movement activity is a form of community service to reduce the amount of rubbish on Elak-elak beach, so that it can preserve the environment and increase its attraction for tourists. The method used begins with location observations followed by the implementation of beach clean-up activities. The total number of participants who participated in this activity was 116 people. This activity succeeded in collecting various kinds of waste, ranging from organic and inorganic waste, where organic waste consisted of leaves and tree twigs. Meanwhile, inorganic waste is dominated by plastic waste such as cans, mineral water bottles, straws, plastic food wrap and styrofoam. A survey was also conducted on several tourist visitors regarding waste, where basically the visitors had a good understanding of waste. The beach clean movement activity ends with collecting the resulting rubbish which will then be transported to the landfill. The beach clean movement is a form of concern for environmental management. It is hoped that the activity can help raise awareness and raise people's sense of concern for the cleanliness and sustainability of the environment, especially beaches. Further service activities can be carried out by providing assistance and training to coastal communities.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI PENTINGNYA NUTRISI IKAN DI DESA PERSIAPAN AWANG, LOMBOK TENGAH Diniariwisan, Damai; Junaidi, Muhammad; Dwiyanti, Septiana; Diniarti, Nanda; Sumsanto, Muhammad; Diamahesa, Wastu Ayu; Larasati, Chandrika Eka; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4401

Abstract

Stunting in children under five years old is the most common nutritional problem in Indonesia, namely around 30.8%. Stunting is characterized by a body height that is shorter than the average height of children in the same age. The high number cases of stunted toddlers has become a concern for the Government, where various efforts have been made to reduce the stunting rate, one of which is through socialization. Based on the results of location survey, Awang Preparation Village, in Central Lombok Regency has never received stunting socialization, so there are still many people who don't know about stunting and the benefits of fish nutrition to prevent stunting itself. The method for this activity is socialization which consists of 2 stages, namely 1) preparation which includes material preparation and timing, and 2) implementation, namely the ongoing socialization activity. This activity was attended by a total of 29 participants from among women consisting of housewives and teenagers. The results obtained after the socialization activities were that participants had a better understanding of what stunting is and how to prevent it. Apart from that, participants also know what the nutritional content of fish is so that it can be a solution to prevent stunting. Increasing maternal knowledge and awareness of the dangers of stunting can be an early indicator of a decline in stunting cases.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN HIAS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA KARANG BONGKOT Sumsanto, Muhammad; Diamahesa, Wastu Ayu; Rahmadhani, Thoy Batun Citra; Diniariwisan, Damai; Asri, Yuliana; Setyono, Bagus Dwi Hari; Affandi, Rangga Idris
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4960

Abstract

Kemiskinan dan tekanan ekonomi merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak rumah tangga di daerah pedesaan. Desa Karangbongkot adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melalui pengembangan budidaya ikan hias skala rumah tangga. Budidaya ikan hias dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah- tangga miskin, karena tidak membutuhkan modal yang besar dan dapat dikelola dengan sumber daya lokal yang tersedia. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, tim dari Universitas Mataram menggunakan metode partisipatif. Pendekatan partisipatif masyarakat adalah suatu metode dimana masyarakat secara aktif terlibat dan berperan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah proyek atau program. Setelah implementasi program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan dasar dan praktik lapangan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang teknik budidaya ikan hias. Secara keseluruhan, program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Namun, keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan dampak jangka panjang yang lebih besar.
GERAKAN KONSERVASI LINGKUNGAN MELALUI KREATIVITAS LOMBA ECOBRICK DAN LOMBA MEWARNAI DI DESA SEKOTONG BARAT Azzahra, Annisa; Purwati, Siva; Isnaini, Siti; Affandi, Rangga Idris; Setyono, Bagus Dwi Hari; Diniariwisan, Damai
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5235

Abstract

Sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna dan menjadi sumber awal pencemaran lingkungan. Sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan yaitu dengan mendaur ulang atau mengolah sampah yang telah dibuang khususnya sampah yang sulit terurai seperti plastik. Penggunaan kembali sampah-sampah plastik ini harus dijadikan budaya oleh seluruh elemen masyarakat agar terbiasa mengolah serta menggunakan kembali sesuatu yang tidak memiliki nilai jual tersebut untuk meminimalisir jumlah sampah di berbagai wilayah terutama di wilayah konservasi. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan siswa/i sekolah dasar mengenai sumberdaya perairan dan gambaran lautan yang tercemar sampah serta mengolah sampah, dalam mewujudkan kelestarian ekosistem laut khususnya kawasan konservasi TWP GITA NADA. Mahasiswa Universitas Mataram juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada Maret 2024 di Dermaga Tawun, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Perlombaan diikuti oleh siswa/i sekolah dasar di Desa Sekotong Barat. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi tentang pentingnya mengelola sampah, melalui lomba ecobrick yang merupakan salah satu upaya kreatif untuk memanfaatkan sampah plastik. Kegiatan ecobrick dilakukan dengan mengumpulkan sampah-sampah anorganik dan mengolahnya sehingga dapat mengurangi sampah anorganik yang susah terurai. Sedangkan kegiatan mewarnai dilaksanakan dengan tema konservasi laut. Melalui kegiatan mewarnai, peserta dapat mengenal dan mengetahui keanekaragaman yang ada di dalam perairan dan ekosistemnya selain itu juga bertujuan dalam menyalurkan kreativitas para peserta. Kedua kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran para siswa/i pentingnya menjaga laut dari sampah yang dapat merusak ekosistem laut. Kegiatan tersebut dapat mengenalkan siswa/i  keanekaragaman perairan dan mampu memberikan edukasi pentingnya menjaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah sembarangan