Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Financial Performance Of Pertamina Indonesia Against Saudi Aramco, Petro China And Exxon Mobil Usa In Price’s Turmoil Years Sazly, Syukron
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 3 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v3i1.1972

Abstract

This year, PT Pertamina (Persero) has re-emerged as the only Indonesian company to be included in the Fortune Global 500 list. PT. Pertamina managed to increase its ranking from position 287 last year to position 223 this year. While several global oil companies are considered to have performed better so that they are in a position far above Pertamina, namely, SAUDI ARAMCO is ranked 18th, Petro China is ranked 19th and Exxon Mobil is ranked 23rd. and last situation. Longer historical data is needed to assess the performance of these companies more fairly, not only looking at the profitability aspect but also other aspects such as liquidity, solvency and productivity of these companies. This study aims to compare the financial performance of the four oil companies based on data for 2017-2021. This type of research is descriptive quantitative, using a purposive sampling technique with certain considerations. The sample used is the 2017-2021 financial performance of 24 samples. Data processing uses SPSS 25, with the Kruskall Wallis test. Variables compared are Liquidity Ratio (Current Ratio /CR), Solvability (Debt-Equity Ratio /DER), Activity (Total Asset Trurn Over /TATO), Profitability (Net Profit Margin / NPM), Dupont Ratio (Return On Investment / ROI ) and Return On Assets / ROE). The results show that there are significant differences in the Liquidity Ratio (CR), Solvency Ratio (DER). Activity Ratio (TATO) and Dupont Ratio (Return On Investment/ROI) on the company's financial performance between Pertamina and Saudi Aramco, Petro China and Exxon Mobil. Meanwhile, the Profitability Ratio (NPM) and the Dupont Ratio (Return On Equity / ROE) are not significantly different.
Pelatihan Literasi Keuangan Membangun Kemandirian Finansial pada Tim PKK Kunciran, Kota Tangerang Rajagukguk, Peter; Hardani, Hardani; Fadholi, Arief; Sazly, Syukron
Journal of Entrepreneurship and Community Innovations Vol 4 No 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jeci.v4i2.440

Abstract

Kualitas kehidupan seseorang ditentukan pada bagaimana mereka mengatur pola keuangannya. Untuk itu dibutuhkan literasi keuangan yang baik. Kecakapan dalam hal ini disebut dengan literasi keuangan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong perilaku gaya hidup yang semakin hari semakin hedonis dan konsumtif. Anak muda, khususnya Tim Penggerak PKK RW 04 terdiri dari karang taruna dan ibu-ibu penggerak PKK merupakan individu yang sangat rentan berhadapan dengan penawaran uang digital melalui pinjaman online demi gaya hidup. Selain itu segmen anak muda merupakan target pasar yang sangat empuk untuk memasarkan produk-produk konsumtif. Kemudahan mendapatkan pinjaman online perlu dibekali kapasitas keuangan yang baik sehingga dapat merencanakan keuangan dengan benar. Metode yang digunakan partisipatif. melalui ceramah, diskusi dan pelatihan. Kegiatan ini memuat pelatihan terkait penganggaran keuangan keluarga, Tabungan dan investasi, pengelolaan utang, serta perlindungan finansial. Pengabdian ini dilaksanakan di Posyandu Asri Kunciran dengan peserta 25 orang tim penggerak PKK RW.04, Kunciran.  Pelatihan yang dilakukan tim PKM dapat memberikan peningkatan kemampuan keuangan, Menyusun anggaran keuangan keluarga, pengelolaan hutang, dan Tabungan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Pada Kantor Unit PTSP Kota Administrasi Jakarta Barat Jannah, Nur A’yanil; Sazly, Syukron; Kartawijaya, Ferry
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v1i1.299

Abstract

Memimpin dengan gaya kepemimpinan yang tepat dan disukai para pegawai mampu meningkatkan motivasi kerja. Semakin banyak pegawai yang memiliki motivasi kerja yang tinggi, maka tujuan yang ditetapkan perusahaan dengan cepat terlaksana sehingga perusahaan mampu bertahan dalam persaingan global. Sehubungan dengan hal tersebut, faktor kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuannya. Berkaitan dengan hal tersebut, Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Administrasi Jakarta Barat merupakan instansi pemerintahan yang bergerak pada layanan  masyarakat perlu  gaya kepemimpinan tepat  untuk diterapkan oleh pimpinan karena hal itu  dapat memberikan motivasi kepada  pegawai untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi dengan metode penelitian kuantitatif yaitu pengolahan data dengan menggunakan uji statistik. Data yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner yang disebar kepada 30 responden pada Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Administrasi Jakarta Barat dan diolah menggunakan SPSS 21 menyatakan bahwa kuesioner tersebut valid dan realiabel. Hasil uji koefisien korelasi sebesar 0,660 yang berarti terdapat hubungan yang kuat. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai sebesar 43,6%. Dari hasil penelitian koefisien regresi yang terbentuk adalah Y=17,143+0,548X.
Prosedur Pelayanan Perpanjangan IPTM Pada Sudin Pertamanan Dan Hutan Kota TPU Tegal Alur Unit Kristen Jakarta Barat Sari, Purnama; Sazly, Syukron
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v1i2.844

Abstract

              Public Cemetery is a public facility that is social in nature and already exists in the scope of services and public services in the Special Capital Region of Jakarta. A public cemetery is a place with large tracts of land intended for people who have died and become the final resting place. The public cemetery has been neatly arranged with a function as a Green Open Space filled with green trees, grass on the body of a tomb that looks beautiful. Tegal Alur Public Cemetery with a land area of approximately ± 94,810 m2 with Christian funeral service units under the auspices of the funeral section of suku dinas pertamanan dan hutan kota, West Jakarta administration city, providing administrative services to the wider community, regarding funerals, funeral maintenance, and also as one of the regional retribution tax revenues.  This study aims to find out how, obtacles and solutions in Administrative Procedures for the Extension of IPTM Services at Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, TPU Tegal Alur Unit Kristen Jakarta Barat. The method used is a study, observation and interviews were also conducted with several speakers at Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Tpu Tegal Alur Unit Kristen, located on Jl. Benda Raya No.17 RT.008 RW.002, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres District, West Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 11820. The results of the study at the Administrative Procedures for the Extension of IPTM Services at Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, TPU Tegal Alur Unit Kristen Jakarta Barat, it can be said to be good enough with an easy-to-understand stage, but there are some obstacles that occur so that it can hamper the smooth implementation of the IPTM Extension Service.   Key Words:  Public Cemetery (TPU), Administration, Services, Public Services
Komparasi Kinerja Keuangan Perbankan BUKU 4 Sebelum dan Sesudah Pengumuman Covid-19 Sazly, Syukron
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 2 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v2i1.1170

Abstract

Pandemi Covid19 sudah berjalan selama dua tahun sejak ditemukan kasus terpaparnya 3 orang pasien di Kota Depok,Jawa Barat,  yang menjadi awal pandemi di tanah ini  ini. Melonjaknya kasus secara eksponensial ini memaksa pemerintah bergerak cepat dan menyatakan covid 19 sebagai Pandemi. Konsekuensinya terjadi  berbagai pembatasan yang berpengaruh  pada menurunnya kegiatan ekonomi dan juga membuat kegiatan industri menurun dengan cepat. Tak terkecuali industri keuangan, khusunya perbankan. Terkait dengan hal tersebut, riset  ini dilakukan untuk mendapatkan infomasi apakah indikator pencapaian hasil industri keuangan, khususnya bank mengalami dampak signifikan akibat pandemi tersebut. Pencapaian hasil industri keuangan, khususnya bank yang ditunjukkan dengan Rasio Operational Cost-Operasional Income (BOPO), Rasio Loan to Deposit  (LDR) , Rasio Non Performing Loan (NPL),  Rasio Net Interest Margin (NIM) , Capital Adequency Ratio (CAR) serta Return On Asset (ROA) semestinya akan terpengaruh karena industri perbankan adalah intermediary dari semua industry yang ada. Logikanya jika industry  secara umum mengalami penurunan, maka kinerja perbankan pun mengalami penurunan. Dari riset  ini akan diketahu ada tidaknya perbedaan  rasio Rasio Operational Cost - Operasional Income (BOPO), Rasio Loan to Deposit (LDR) , Rasio Non Performing Loan (NPL),  Rasio Net Interest Margin (NIM), Capital Adequency Ratio  (CAR) serta Return On Asset (ROA)  sebelum dan setelah pengumuman pemerintah terkait pandemi. Populasi dalam riset ini adalah bank-bank yang tergolong  dalam BUKU 4, yaitu yang memiliki modal inti diatas 30 Triliun Rupiah. Metode purposive sampling digunakan dengan pertimbangan bahwa bank BUKU 4 adalah bank papan atas yang kinerjanya memiliki dampak sistemik. Sampel data yang diambil adalah sebanyak 7 bank, baik Bank BUMN maupun Bank Swasta Nasional, sesuai dengan ketentuan OJK-RI. Riset ini menggunakan uji-t sampel berpasangan dengan SPSS 25. Hasilnya, Rasio CAR dan NPL pada bank BUKU 4 tidak berbeda secara nyata saat sebelum dan setelah pemerintah mengumumkan covid 19 sebagai pandemi. Sementara itu Rasio ROA, NIM, BOPO dan LDR pada bank BUKU 4 berbeda secara nyata saat sebelum dan setelah pemerintah mengumumkan covid 19 sebagai pandemi.
STRATEGIC TRANSFORMATION AND FINANCIAL PERFORMANCE: EVIDENCE AT PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) Syukron Sazly; Dirgahayu Erri; Diana Tambunan; Saddam Hussaen
Jurnal Comparative: Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2026): May
Publisher : Univesitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/fkapt049

Abstract

This study examines the relationship between strategic transformation and performance enhancement at ASDP Indonesia Ferry during the 2017–2024 period. Using secondary data obtained from audited financial statements, annual reports, and publicly disclosed corporate strategies, the research adopts a longitudinal descriptive quantitative approach. The analysis focuses on key strategic initiatives, including operational restructuring, digital service transformation, route optimization, and asset management improvements. The findings reveal that ASDP’s transformation efforts are positively associated with improvements in financial performance, cost efficiency, service reliability, and overall operational effectiveness. In particular, digitalization initiatives and route rationalization contributed to better resource utilization and enhanced customer service quality. These results indicate that leadership-driven strategic transformation plays a crucial role in strengthening organizational performance and competitiveness within the maritime transport industryHowever, this study is limited by its reliance on secondary data and lack of primary stakeholder perspectives. Future research is recommended to incorporate qualitative insights and comparative analysis across similar state-owned enterprises. Overall, this study contributes to the literature on state-owned enterprise transformation and offers practical implications for policymakers and managers in improving performance sustainability.