Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Canva dan Gamma AI bagi Guru SD Pulau-pulau Kecil Perbatasan Wattimury, Ince; Souhoka, Renny; Umarella, Melati I. S.; Kilikily, Cristianti; Sugiarto, Sigit
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/87jq2c45

Abstract

Keterbatasan akses terhadap teknologi pembelajaran digital masih menjadi tantangan bagi guru sekolah dasar di wilayah pulau-pulau kecil perbatasan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif melalui pemanfaatan Canva dan Gamma AI. Canva digunakan sebagai platform pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital, sedangkan Gamma AI dimanfaatkan untuk menyusun presentasi pembelajaran yang menarik dan cepat berbasis kecerdasan buatan. Pelatihan dilaksanakan di Aula PSDKU Kampus Kabupaten Maluku Barat Daya, Universitas Pattimura, pada tanggal 24 Juli 2025 dan 29 Juli 2025, dengan peserta sebanyak 100 guru SD yang tergabung dalam Gugus Moa Barat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui dua aspek, yaitu evaluasi proses dan evaluasi produk. Evaluasi proses menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, evaluasi produk menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menghasilkan LKPD digital menggunakan Canva serta presentasi pembelajaran yang lebih sistematis dan menarik dengan Gamma AI. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Canva dan Gamma AI efektif dalam meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital, serta berpotensi mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah pulau-pulau kecil perbatasan.
Pelatihan Penggunaan Wordwall Sebagai Media Pembelajaran Interaktif dalam Menumbuhkan Literasi Digital di Era Pendidikan Berbasis Teknologi Kempa, Titin; Sopacua, Jems; Souhoka, Renny
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1817

Abstract

Education in the digital era requires elementary schools to develop learning processes that not only focus on cognitive achievement, but also strengthen students' digital literacy from an early age. However, the implementation of technology-based learning in island and remote areas remains limited, particularly in terms of digital media use and students' active participation. This community service program aimed to build elementary school students' digital literacy by applying interactive, game-based learning media through the Wordwall platform at SD Kristen Patti, Maluku Barat Daya Regency. The program employed a participatory and educational approach, involving 17 elementary school students as the primary participants. Activities were conducted through three stages—preparation, implementation, and evaluation—and carried out across three classroom learning sessions. Wordwall served as the primary learning medium, with educational game activities aligned to Indonesian Language, Mathematics, and Natural Science subject matter. The results indicated increased student engagement, learning enthusiasm, and ability to follow digital instructions throughout the learning process. Observational data showed that most students actively participated in learning activities, responded positively to the digital media, and demonstrated greater confidence in classroom interaction. These findings suggest that simple, context-specific digital learning media can be applied effectively even in schools with limited technological resources. The use of Wordwall provided meaningful digital learning experiences and supported the gradual development of students' digital literacy. This program underscores the importance of participatory and sustainable digital learning practices as a strategy to bridge digital literacy gaps in elementary schools located in island and remote areas.
Pemetaan dan Analisis Kebutuhan Kompetensi Eco-Resilience Calon Guru Sekolah Dasar di Wilayah Pesisir Perbatasan Rumtutuly, Fransheine; Souhoka, Renny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi eco-resilience calon guru sekolah dasar di wilayah pesisir perbatasan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain needs analysis, penelitian dilakukan terhadap 24 mahasiswa Program Studi PGSD PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya, Universitas Pattimura. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi eco-resilience calon guru belum berkembang secara optimal pada ketiga dimensinya. Pada dimensi kognitif, pemahaman ekologis masih bersifat umum dan belum terhubung dengan realitas sosial-ekologis lokal. Pada dimensi afektif, sikap pro-lingkungan yang positif belum diikuti oleh kepercayaan diri dan kesiapan implementatif. Dimensi pedagogis menjadi aspek paling lemah, ditandai dengan penerapan model Project-Based Learning dan Problem-Based Learning yang masih prosedural dan belum berorientasi pada penguatan ketahanan ekologis secara nyata. Kearifan lokal masyarakat pesisir juga belum diintegrasikan secara optimal dalam pendidikan calon guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara tuntutan pendidikan berkelanjutan di wilayah pesisir perbatasan dan kesiapan aktual calon guru, sehingga pengembangan kompetensi eco-resilience perlu dilakukan secara holistik melalui integrasi kurikulum yang eksplisit, penguatan pembelajaran kontekstual berbasis etnopedagogi, serta pendampingan pedagogis yang berorientasi keberlanjutan.
Sosialisasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru Sekolah Dasar di Wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan: Kasus Pulau Damer Johansz, Dovila; Souhoka, Renny; Septory, Jekriel; Kilikily, Cristianti C.; Rumtutuly, Fransheine; Sugiarto, Sigit; Sopacua, Jems; Kempa, Titin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/k37rrj13

Abstract

Guru sekolah dasar di wilayah pulau-pulau kecil perbatasan menghadapi keterbatasan akses terhadap kegiatan pengembangan profesional yang berkelanjutan, sehingga pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran inovatif masih relatif terbatas. Salah satu pendekatan yang mulai diperkenalkan dalam kebijakan pendidikan adalah pembelajaran mendalam yang menekankan pada pemahaman konseptual, keterlibatan aktif peserta didik, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar mengenai konsep dan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 November 2025, di Pulau Damer dengan melibatkan tujuh orang guru yang berasal dari tiga sekolah, yaitu SD Negeri Wulur, SD Kristen Wulur, dan SD Kristen Kehli. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah diterapkan oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam, khususnya terkait karakteristik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pentingnya pemahaman konseptual, serta penerapan aktivitas pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dan reflektif. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran guru akan pentingnya merancang pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual bagi peserta didik, khususnya pada konteks pendidikan di wilayah pulau-pulau kecil perbatasan.