Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsud Undata Sulawesi Tengah: The Effect of Expressive Writing Therapy on Reducing Stress Levels in Patients Undergoing Hemodialysis at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Wildianty M. Manggi; Masri Dg. Taha; Ahmil
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9386

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan dunia dengan peningkatan insidensi dan prevelensi yang cukup tinggi. secara rutin sehingga mengakibatkan terjadi gangguan psikologi salah satunya yaitu stres. Expressive Writing Therapy merupakan terapi psikologis yang dapat menurunkan tingkat stres dengan cara menulis untuk merefleksikan pikiran dan perasaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan tingkat stres pada pasien penderita penyakit ginjal yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata sebelum dan setelah diberikan Expressive Writing Therapy. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimen menggunakan rancangan One Grup Pre Test And Post Test Desain. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 87 orang dan sampel berjumlah 47 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan uji yang digunakan yaitu Mc.Nemar. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0.00 (p ? 0,05). Tingkat stres responden sebelum melakukan Expressive Writing Therapy adalah stres berat (66.0%), stres sedang (29.8%), dan stres ringan (4.3%). Sedangkan tingkat stres setelah dilakukan Expressive Writing Therapy adalah stres ringan (23.4%), stres sedang (55.3%), dan stres berat (21.3%). Kesimpulan: Ada pengaruh Expressive Writing Therapy terhadap penurunan tingkat stres pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata Sulawesi tengah. Saran: Di harapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan dan masukan sebagai intervensi nonfarmakologi dalam penurunan stress.
Pengaruh Edukasi Berbasis Agama terhadap Kepatuhan Personal Hygiene Santri dalam Pencegahan Skabies di Pesantren Nurul Falah Kawatuna Nirmala Sari; Elin Hidayat; Ahmil, Ahmil
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5212

Abstract

Latar Belakang: Scabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan pesantren akibat rendahnya kebersihan diri dan pola hidup komunal. Kebiasaan berbagi perlengkapan pribadi seperti handuk dan tempat tidur, serta kurangnya praktik mandi dan cuci tangan yang benar, menjadi faktor risiko utama penularan. Di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna, masih dijumpai santri yang belum patuh dalam menerapkan personal hygiene. Edukasi kesehatan berbasis agama dipandang sebagai pendekatan yang efektif karena ajaran Islam menekankan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan santri dalam menjaga kebersihan diri dan mencegah scabies.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis agama terhadap tingkat kepatuhan personal hygiene santri dalam upaya pencegahan scabies di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan two group pre-test post-test. Populasi penelitian berjumlah 100 santri, dengan sampel sebanyak 50 santri yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Sampel dibagi menjadi kelompok intervensi (n=25) dan kelompok kontrol (n=25). Kelompok intervensi diberikan edukasi kesehatan berbasis agama, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima leaflet. Data kepatuhan personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepatuhan personal hygiene pada kelompok intervensi dari kategori kurang patuh menjadi 92% setelah pemberian edukasi berbasis agama. Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi serta antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000). Simpulan :Edukasi kesehatan berbasis agama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan santri dalam melaksanakan personal hygiene guna mencegah scabies di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan pada Anak Usia 7-18 Tahun yang Akan Dilakukan Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Puspita; Ahmil; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5427

Abstract

Anak yang menjalani tindakan medis seperti pemasangan infus sering mengalami kecemasan akibat rasa takut dan lingkungan rumah sakit yang asing. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan anak adalah dukungan keluarga, dimana keluarga dapat memberikan rasa aman dan menurunkan kecemasan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan anak usia 7–18 tahun yang akan dilakukan pemasangan infus di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang akan di lakukan pemasangan infus di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 205 orang, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 67 orang. Berdasarkan hasil analisis uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,658. Jika dibandingkan dengan tingkat signifikansi α = 0,05, maka p > 0,05, yang berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan anak dengan dukungan keluarga tinggi dan sedang. Dengan demikian, tingkat dukungan keluarga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecemasan anak yang akan dilakukan pemasangan infus. Orang tua atau anggota keluarga diharapkan hadir selama prosedur dan memberikan dukungan emosional yang hangat, menenangkan, dan penuh perhatian sehingga anak merasa aman.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMAN MODEL TERPADU MADANI PALU ramadhani, chaerunisac; Yartin, Siti; Ahmil, Ahmil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56597

Abstract

HIV/AIDS tantangan kesehatan global signifikan, termasuk di Indonesia, dengan lebih dari 4.000 kasus di Sulawesi Tengah. Pengetahuan rendah dan perilaku berisiko di kalangan remaja berkontribusi pada infeksi, sehingga pendidikan kesehatan remaja perlu ditingkatkan untuk mencegah penularan. Penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada reamaja. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional bersifat cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 responden dengan teknik pengambilan sampel melalui Proportional Stratified Random Sampling. Berdasarkan uji statistik dilakukan uji Fisher’s, didapatkan 64 responden dengan pengetahuan tinggi memiliki pencegahan baik (65,9%) dan 8 responden (9,4%) pencegahan kurang, dengan p-value 0,001 (p<0,005), menandakan hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. 66 memiliki sikap positif; 61 responden (71,8%) menunjukkan pencegahan baik. Uji Fisher,s, menunjukkan p-value 0,000 (p<0,005), menegaskan hubungan signifikan antara sikap dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja
Health Education and Cooking Demonstration of Skipjack Tuna Nuggets as a Healthy Snack Alternative for Hypertension Prevention in Boneoge Village Ahmil, Ahmil; Matasa, Fitria Wahyu Ningrum; Ziadah, Maydinar; Maila, Jingga Fitria; Misna; Novia; Mayumi; Mutiara; Ni Wayan Ulantari; Sakina
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/gcp3ms43

Abstract

Hypertension is a public health problem whose prevalence continues to increase worldwide. According to the World Health Organization (WHO, 2023), more than 1.28 billion adults are living with hypertension, with the majority residing in developing countries. In Boneoge Village, the community still tends to consume foods high in salt and fat, while the potential of local food sources such as skipjack tuna has not been fully utilized. In fact, skipjack tuna is rich in protein, omega-3 fatty acids, and various micronutrients that play an important role in maintaining cardiovascular health. This community service activity aimed to increase residents’ knowledge about hypertension, train their skills in processing skipjack tuna into nuggets as a healthy snack alternative, and support hypertension prevention efforts through the use of local food resources. The program was carried out through health education and a live cooking demonstration, involving 15 participants from RT 10 Boneoge on August 19, 2025. The results showed an improvement in knowledge regarding healthy eating patterns as well as practical skills in processing tuna nuggets. Thus, this program proved effective in raising awareness, developing community skills, and encouraging the optimization of local food in preventing hypertension.
Hubungan Pengetahuan Siswa tentang Diare dengan Sikap Pencegahan Diare di SD Alkhairat Mamboro : Penelitian Sariti, Sariti; Ahmil, Ahmil; Sringati, Sringati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5797

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan pada anak usia sekolah dan erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya kebersihan tangan. Rendahnya pengetahuan siswa tentang  diare dapat memengaruhi sikap pencegahan diare. Di SD Alkhairat Mamboro masih ditemukan siswa yang belum terbiasa mencuci tangan dengan benar sebelum makan dan setelah beraktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan siswa diare  dengan sikap pencegahan diare di SD Alkhairat Mamboro. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI SD Alkhairat Mamboro sebanyak 70 siswa, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan kebersihan tangan dan sikap pencegahan diare yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 responden, sebanyak 26 siswa (37,1%) memiliki pengetahuan kurang, 25 siswa (35,7%) pengetahuan cukup, dan 19 siswa (27,1%) pengetahuan baik. Sikap pencegahan diare berada pada kategori baik pada 36 siswa (51,4%) dan kurang baik pada 34 siswa (48,6%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,008 (p<0,05). Ada hubungan antara pengetahuan Siswa tentang diare dengan sikap pencegahan diare siswa di Alhairat Mamboro