Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengoptimalisasian Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Senam Cerdas Ceria Siswa RA Melyaz Rizky Windi Lestari; Novita Friska
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v2i3.869

Abstract

This study aims to evaluate good behavior and critical thinking in children of group B aged 5-6 years. This study is a class action study (PTK) carried out in two phases of the pre-cycle, cycle I and cycle II, this study represents a new breakthrough in the world of education for children of 5-6 years, the study conducted interviews with 13 children revealed that 23.1% of them had low criteria, while 76.9% had high criteria for good behaviour. No child meets the high criteria in good behavior. Group B children part I do not meet the high quality criteria, while the rest meet the criteria with the proportion of five children (38.44%) and eight children (61,56%). The study also found that 11 children (84.6%) showed good critical thinking, and 2 children (15.4%) fulfilled critical thought rules, with none of them having critical thoughts rules. According to Gardner's theory, optimal cognitive development can be achieved by focusing on activities such as actors, athletes, or dancers, and repetition is an effective method to enhance critical thinking in children aged 5-6 years. The results of the study show that the quality of the child's physical examination improved significantly in 2022/2023, especially in parts I and II
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (Autis) di RA Al Hikmah Ihda Safira; Juli Yanti Harahap; Aminda Tri Handayani; Novita Friska
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orangtua dalam mendukung perkembangan belajar anak berkebutuhan khusus (autis) di RA Al Hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya keterlibatan orangtua sebagai faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak, terutama bagi anak autis yang memerlukan perhatian, pendekatan, dan dukungan khusus dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi orangtua anak autis dan anak autis di RA Al Hikmah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan belajar anak autis, meliputi: (1) peran sebagai motivator, yaitu memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan terhadap usaha belajar anak; (2) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana belajar dan lingkungan yang mendukung; serta (3) peran sebagai pendamping, yaitu terlibat aktif dalam kegiatan belajar anak serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Walaupun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, pengetahuan, dan pemahaman terhadap karakteristik anak autis, upaya yang dilakukan orangtua tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan perkembangan belajar anak.
Penerapan Program Digital Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Pada Usia 5-6 Tahun di TK Bunda Dewi Elfiani Rambe; Juli Yanti Harahap; Aminda Tri Handayani; Novita Friska
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5348

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda, yang terlihat dari kesulitan anak dalam mengikuti kegiatan storytelling, baik dalam aspek mendengarkan, menirukan kosakata, maupun menceritakan kembali isi cerita secara singkat. Berdasarkan observasi awal terhadap 15 anak kelompok B, ditemukan bahwa rata-rata kemampuan berbahasa anak hanya mencapai skor 1,73 yang termasuk dalam kategori "Kurang". Sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam semua indikator kemampuan berbahasa, dengan hanya 2 anak (13,3%) yang mampu memenuhi seluruh indikator dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B TK Bunda yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan dengan rentang usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi yang mengukur kemampuan berbahasa anak berdasarkan empat indikator yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor dan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program digital storytelling sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda. Terjadi peningkatan yang signifikan dari kondisi awal hingga siklus III, yaitu dari rata-rata skor 1,73 (kategori "Kurang") pada kondisi awal menjadi 2,9 (kategori "Baik") pada siklus III. Total peningkatan sebesar 1,17 poin atau 67,6% menunjukkan dampak yang sangat substansial dari implementasi program digital storytelling. Pada siklus I, rata-rata kemampuan berbahasa anak mencapai 2,3 dengan peningkatan 0,57 poin (32,9%) dari kondisi awal. Siklus II menunjukkan rata-rata 2,72 dengan peningkatan 0,42 poin (18,3%) dari siklus I. Siklus III mencapai rata-rata 2,9 dengan peningkatan 0,18 poin (6,6%) dari siklus II. Pada akhir penelitian, seluruh 15 anak telah mencapai kemampuan berbahasa pada kategori "Baik" atau lebih tinggi, dimana 12 anak (80%) mencapai skor 3,0, 2 anak (13,3%) mencapai skor 2,75, dan 1 anak (6,7%) mencapai skor 2,5.. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan program digital storytelling terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda.
Pengaruh Permainan Balok Unit Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Usia 3-4 Tahun Di KB Rizky Ananda Tahun Pelajaran 2024-2025 Fauziah Nasution; Aminda Tri Handayani; Novita Friska; Juliyanti Harahap
EDUTECH Vol 12, No 2 (2026): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan balok unit terhadap kemampuan komunikasi anak usia 3–4 tahun di KB Rizky Ananda Tahun Pelajaran 2024–2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan komunikasi sebagian anak usia dini yang masih menggunakan bahasa isyarat atau kode tubuh dalam berinteraksi. Permainan balok unit dipilih karena diyakini dapat menstimulasi kemampuan bahasa, sosial, dan kognitif anak melalui aktivitas membangun dan berinteraksi selama bermain.mMetode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak usia 3–4 tahun yang terbagi ke dalam dua kelompok belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan rumus persentase ketuntasan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak setelah penerapan permainan balok unit. Pada pra-siklus, rata-rata kemampuan komunikasi anak berada pada kategori 27% (belum berkembang), meningkat pada siklus I menjadi 47% (cukup berkembang), dan mencapai 83% (berkembang sangat baik) pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa permainan balok unit efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak usia dini, khususnya dalam hal berbicara, mendengarkan, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan balok unit berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi anak usia 3–4 tahun di KB Rizky Ananda.
The Development of STEAM-Based Augmented Reality (AR) Instructional Material Model to Enhance 21st-Century Assessment Competencies for Junior High School Students Siti Khayroiyah; Dara Fitrah Dwi; Hidayat; Novita Friska
ISEJ : Indonesian Science Education Journal Vol. 7 No. 2 (2026): February-May
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/isej.v7i2.2155

Abstract

This study aims to develop and evaluate a STEAM-based Augmented Reality (AR) instructional material model for improving junior high school students' 21st-century skills in solid geometry learning. The study employed a modified Research and Development model adapted from Borg and Gall, consisting of preliminary study and needs analysis, product design, expert validation, revision, limited trial, and large-scale field testing. The participants were 75 eighth-grade students. Data were collected using expert validation sheets, student response questionnaires, and 21st-century skills tests covering critical thinking, creativity, collaboration, and communication. The data were analyzed using quantitative descriptive statistics, normalized gain (N-Gain), and an independent-sample t-test. The results showed that the developed model achieved a mean expert validation score of 4.49, indicating a very valid category. The limited trial involving 15 students produced an N-Gain score of 0.46, categorized as moderate. The large-scale trial showed that the experimental class using the AR-STEAM model improved from a pretest score of 63.2 to a posttest score of 86.7, with an N-Gain of 0.63, whereas the control class improved from 62.9 to 72.4, with an N-Gain of 0.26. The t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the experimental and control classes. These findings demonstrate that the AR-STEAM model is valid and effective for enhancing students' 21st-century skills through interactive three-dimensional visualization, project-based learning, contextual problem solving, and competency-oriented assessment.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Media Kartu Kata Bergambar pada Anak Kelompok B di RA Al-Hadda Lismawati Sitorus; Aminda Tri Handayani; Juli Yanti Harahap; Novita Friska
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2673

Abstract

One of the efforts to develop children's potential and abilities is for teachers to possess the skills to provide appropriate stimulation across all developmental domains. One instructional medium that can be used to improve early reading skills is picture word cards. This study aimed to improve the early reading skills of Group B children at RA Al Hadda, Tanjung Morawa District, through the use of picture word cards. The research employed a collaborative Classroom Action Research (CAR) design, conducted jointly by the researcher and the Group B classroom teacher at RA Al Hadda, Tanjung Morawa. Data were collected through observation and documentation. The results indicated that the use of picture word cards effectively improved the early reading skills of Group B children. This improvement was demonstrated by the increase in children's reading achievement across the research cycles. During the pre-action stage, the average achievement score was 42.59%. It increased by 25.75% to 68.34% in Cycle I, and further improved by 27.23% from Cycle I to Cycle II, reaching a final score of 95.57% in Cycle II. These findings demonstrate that picture word cards are an effective instructional medium for enhancing the early reading skills of Group B children at RA Al Hadda, Tanjung Morawa.
Analisis Metode Proyek Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, dan Menempel) dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia di TK IT Qur’an Nur ‘Ilma; Novita Friska; Aminda Tri Handayani; Juli Yanti Harahap
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2675

Abstract

Fine motor skills are an essential aspect of early childhood development, as they are closely related to hand-eye coordination, writing readiness, and the ability to perform daily activities. However, in kindergarten learning practices, some children still experience difficulties in controlling finger and hand movements. Therefore, creative and engaging learning methods are needed, one of which is the project-based 3M activity method (coloring, cutting, and pasting). This study aimed to analyze the effectiveness of the 3M project activity method in improving the fine motor skills of early childhood learners at TK IT Qur'an Kisaran. This research employed a qualitative descriptive approach. The research participants consisted of 15 children in Group B of TK IT Qur'an Kisaran, including 7 boys and 8 girls. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of the 3M project activity method gradually improved children's fine motor skills. The children became more proficient in holding writing tools, using scissors correctly, and arranging picture patterns through pasting activities. In addition, they demonstrated greater participation, motivation, and enthusiasm during the learning process. It can therefore be concluded that the 3M project activity method is effective in enhancing the fine motor skills of early childhood learners at TK IT Qur'an Kisaran.