Juni Risma Saragih, Herlina
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PROYEKSI DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM MENGHADAPI ANCAMAN PEOPLE SMUGGLING DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045 Chaerunnisa Kuswaya, Nabilla; Halkis, Mhd; Jurianto, Moch.; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3484-3499

Abstract

Memanfaatkan bonus demografi Indonesia di 2045 merupakan aspek penting yang harus di persiapkan oleh Indonesia. Namun, meninjau pada eksistensi dari potensi ancaman people smuggling memberikan dorongan kuat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan perencanaan yang matang. Studi ini bertujuan untuk memberikan proyeksi terhadap alternatif penananganan people smuggling melalui pendekatan diplomasi maritim sebagai kunci utamanya. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemetaan terhadap penyusunan rencana strategi pertahanan melalui konsep means, ways dan ends sebagai instrumen yang mengkonstruk pelaksanaan diplomasi maritim. Dengan mengadopsi pendekatan kualitatif, peneliti berusaha mengungkap rekomendasi penanganan yang sistematis dan terstruktur dimana dalam praktiknya tidak hanya melibatkan faktor interal tetapi juga faktor eksternal secara bersamaan. Temuan ini mengungkap bahwa keberhasilan dari penanganan kasus people smuggling disebabkan oleh perencanaan strategi pertahanan yang baik dengan mengkombinasikan pola - pola diplomasi secara taktis dan efisiensi sesuai dengan perkembangan jejaring sindikat kejahatan people smuggling. Sebagai simpulan dan rekomendasi terhadap penananganan kasus people smuggling untuk mencapai Indonesia Emas 2045, diperlukan pendekatan diplomasi yang kolaboratif dan adaptif untuk memprediksi perkembangan kasus yang ada dengan menekankan pada perencanaan strategi pertahanan yang matang dan terstruktur.
PERAN AKADEMISI DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DI PROVINSI NTB 2018 Fatin Muhardika Mansyur, Nurul; Kusuma, Kusuma; Heridadi, Heridadi; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1957-1963

Abstract

Pada tahun 2018 rangkaian kejadian gempa bumi di Provinsi NTB dengan magnitudo yang cukup besar  terjadi berturut-turut pada tanggal 29 Juli, 5 dan 9 Agustus. Gempa bumi dengan magnitudo yang cukup besar ini  memberikan dampak masif berupa kerusakan infrastruktur, rumah, hingga menelan ratusan korban jiwa. Memandang hal ini diperlukan kolaborasi antar pihak/sektor (pentahelix) yang terpadu, saling berintegrasi dan berkelanjutan. Akademisi sebagai bagian dari pentahelix memiliki peran penting dalam upaya pengurangan risiko bencana karena memiliki sumber daya intelektual sebagai modal untuk peningkatan kapasitas baik bagi masyarakat  melalui pengajaran dan pendidikan, melakukan evaluasi kebijakan pemerintah, serta pengabdian masyarakat melalui pelaksanaan pendampingan sosial. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui FGD (Focus Group Discussion) dan studi literatur. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah  purposive sampling dengan pengajar dan ketua prodi program magister mitigasi bencana program pascasarjana Universitas Mataram (UNRAM) sebagai informan. Pemahaman akan peran akademisi dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi di Provinsi NTB pada tahun 2018 diharapkan dapat menjadi pembelejaran dan contoh untuk diterapkan di wilayah lainnya di Indonesia yang rawan  gempa bumi.
PROYEKSI DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM MENGHADAPI ANCAMAN PEOPLE SMUGGLING DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045 Chaerunnisa Kuswaya, Nabilla; Halkis, Mhd; Jurianto, Moch.; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3484-3499

Abstract

Memanfaatkan bonus demografi Indonesia di 2045 merupakan aspek penting yang harus di persiapkan oleh Indonesia. Namun, meninjau pada eksistensi dari potensi ancaman people smuggling memberikan dorongan kuat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan perencanaan yang matang. Studi ini bertujuan untuk memberikan proyeksi terhadap alternatif penananganan people smuggling melalui pendekatan diplomasi maritim sebagai kunci utamanya. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemetaan terhadap penyusunan rencana strategi pertahanan melalui konsep means, ways dan ends sebagai instrumen yang mengkonstruk pelaksanaan diplomasi maritim. Dengan mengadopsi pendekatan kualitatif, peneliti berusaha mengungkap rekomendasi penanganan yang sistematis dan terstruktur dimana dalam praktiknya tidak hanya melibatkan faktor interal tetapi juga faktor eksternal secara bersamaan. Temuan ini mengungkap bahwa keberhasilan dari penanganan kasus people smuggling disebabkan oleh perencanaan strategi pertahanan yang baik dengan mengkombinasikan pola - pola diplomasi secara taktis dan efisiensi sesuai dengan perkembangan jejaring sindikat kejahatan people smuggling. Sebagai simpulan dan rekomendasi terhadap penananganan kasus people smuggling untuk mencapai Indonesia Emas 2045, diperlukan pendekatan diplomasi yang kolaboratif dan adaptif untuk memprediksi perkembangan kasus yang ada dengan menekankan pada perencanaan strategi pertahanan yang matang dan terstruktur.
STRATEGI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM KEWASPADAAN DINI DAN PENANGANAN KONFLIK DI KOTA TANGERANG Wicaksono, Pamungkas; Ikhwan Syahtaria, Mohamad; Juni Risma Saragih, Herlina; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3874-3878

Abstract

Kota Tangerang memiliki letak strategis dan salah satu kota satelit vital dalam kawasan metropolitan Jakarta dan kemudahan, memberikan pengaruh secara langsung dan  tidak langsung dalam tingginya mobilisasi masyarakat setempat maupun masyarakat urban sehingga berpotensi konflik. Salah satu sub bidang pada Badan Kesbangpol Kota Tangerang adalah Kewaspadaan dini dan Penanganan konflik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan menjelaskan startegi kewaspadaan dini dan penanganan konflik  Badan Kesbangpol Kota Tangerang dengan penggunaan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data wawancara, literatur dan referensi dari berbagai sumber yaitu jurnal dan internet. Temuan dari penelitian ini adalah Badan Kesbangpol Kota Tangerang telah melakukan program kewaspadaan dini dan penanganan potensi konflik pada fokus : pemilu, ormas, wawasan kebangsaan, politik, potensi konflik sosial dengan seoptimal mungkin dan koordinasi multi stakeholder. Dalam implementasi kegiatan sering kali membutuhkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan karena keterbatasan kewenangan. Tantangan lain adalah perlu pemahaman secara berkelanjutan kepada masyarakat karena beberapa konflik disebabkan oleh keterlibatan organisasi masyarakat yang menjadi pemicu eskalasi konflik.
UPAYA MENGHADIRKAN NEGARA MELALUI PENGESAHAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG DAERAH KEPULAUAN Prissandi, Gita; Wiranto, Surya; Djoko Said, Budiman; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1705-1716

Abstract

Pembukaan konstitusi UUD NRI tahun 1945, mencakup berbagai cita-cita nasional seperti melindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh wilayah Indonesia, serta untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Namun, tujuan tersebut belum seutuhnya tercapai karena daerah kepulauan masih menghadapi ketidakadilan dan perlakuan yang tidak setara dibandingkan dengan daerah lainnya. Dalam menganalisis isu ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan mempelajari literatur yang ada. Dalam pembahasannya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah belum memberikan kepastian yuridis yang jelas mengenai tata kelola wilayah laut dan pemerintahan di wilayah kepulauan. Diperlukan perlakuan khusus yang memperkuat kapasitas masyarakat serta pemerintah daerah kepulauan dalam mengelola sumber dayanya. Langkah ini dapat diambil melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan, yang sekarang telah terdaftar dalam Prolegnas Prioritas 2020-2024 dan sudah berada pada tahap pembahasan pembicaraan tingkat II di DPR, menjadi Undang-Undang. Sebagai kesimpulan, Pengesahan RUU tentang Daerah Kepulauan menjadi Undang-Undang bertujuan untuk memperjelas kewenangan dalam menguasai dan mengelola potensi di wilayah daratan dan perairan di daerah kepulauan. Dalam menyusun RUU tentang Daerah Kepulauan, negara telah berupaya mengarahkan kebijakannya agar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
NAVIGASI AMAN DI ERA TEKNOLOGI: TANTANGAN DAN SOLUSI BAGI KESELAMATAN PELAUT Trilia, Dewi; Albert Mamahit, Desi; Wiranto, Surya; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3886-3890

Abstract

Dalam era teknologi modern, industri maritim mengalami transformasi signifikan dengan pengenalan sistem navigasi yang semakin canggih. Namun, keselamatan pelaut tetap menjadi perhatian utama karena berbagai tantangan yang muncul. Tantangan tersebut meliputi kerentanan terhadap serangan siber, kompleksitas teknologi baru, serta kurangnya keterampilan pelaut dalam mengoperasikan peralatan canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama tersebut dan menawarkan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keselamatan pelaut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode kualitatif merupakan pendekatan obervasi yang diambil dari kajian literatur dan diolah secara deskriptif untuk menghasilkan analisis terkait dengan fakta yang ada. Pendekatan ini lebih bersifat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang suatu masalah sesuai dengan fakta di lapangan dengan memberikan penjelasan yang lebih rinci.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama mencakup risiko serangan siber terhadap sistem navigasi, kurangnya pelatihan yang memadai bagi pelaut, dan kesenjangan antara teknologi yang tersedia dengan keterampilan pengguna. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaut, pengembangan sistem keamanan siber yang lebih kuat, serta implementasi teknologi yang lebih user-friendly. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak keuntungan, upaya berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pelaut dapat menavigasi dengan aman dan efektif di era teknologi ini.
POTENSI SERTA TANTANGAN PEMANFAATAN PLATFORM PETABENCANA.ID DALAM PENDIDIKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA SISWA MAN 1 BOGOR Arumsari Fitriany, Inna; Kusuma, Kusuma; Ayu Puspito Sari, Deffi; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.2036-2045

Abstract

Berdasarkan letak geografis, kepulauan Indonesia terbentang dari timur ke barat dengan lokasi yang dilalui oleh sebaran cincin api (ring of fire) sehingga berpotensi menimbulkan bencana gempa serta letusan gunung api yang masih aktif. Di lain sisi, pertumbuhan demografi Indonesia yang pesat juga berkontribusi pada risiko bencana. Semakin banyak orang yang tinggal di wilayah rawan, semakin besar potensi dampak bencana. Pengelolaan lingkungan yang kurang baik juga menyebabkan ekosistem menjadi lebih rapuh, termasuk di dalamnya perubahan iklim, penggundulan hutan dan pembalakan liar, serta kerusakan lingkungan lainnya dapat memperburuk situasi.Selain itu, Indonesia berada di wilayah tropis dengan iklim ekstrem, sehingga musim hujan yang intens dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Dengan banyaknya bencana yang telah terjadi, dibutuhkan upaya peningkatan kesiapsiagaan. Pendidikan kesiapsiagaan bencana untuk perencanaan tanggap darurat dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana yang berkelanjutan. Di era informasi saat ini, pemanfaatan teknologi serta komunikasi menjadi upaya kesiapsiagaan yang penting untuk dikembangkan. Salah satu teknologi yang dapat digunakan yaitu melalui Platform PetaBencana.id.Didukung oleh CogniCity OpenSource Software, sebuah platform berbasis website yang gratis yakni PetaBencana.id, adalah visualisasi bencana dalam skala perkotaan yang menggunakan laporan hasil crowdsourcing dan validasi instansi pemerintah secara real time. Pengenalan aplikasi PetaBencana.id pada siswa MAN 1 Bogor untuk pendidikan kesiapsiagaan bencana memiliki berbagai potensi dan tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi terjadinya bencana.
KEPEMIMPINAN STRATEGIS INDONESIA MENJADI POROS MARITIM DUNIA: PERENCANAAN KAWASAN PESISIR Cahyo Ariandi, Dimas; Yusnaldi, Yusnaldi; Asih Yulianto, Bayu; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.979-986

Abstract

Kepemimpinan strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bisa dilakukan karena wilayah laut yang lebih besar daripada daratan, serta lokasi strategis yang dimiliki. Kawasan Pesisir merupakan wilayah terdepan Indonesia sebagai Negara Maritim. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan akademis dan pendekatan kepemimpinan strategis. Perspektif Indonesia melalui geopolitik dan geoekonomi dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu sebagai strategic junction pelayaran internasional, strategic fishing ground, strategic potential business, dan strategic key partner bagi negara-negara besar. Kebijakan yang mendukung negara maritim dan penganggaran negara untuk mendukung terciptanya siklus sistem pertahanan dan keamanan mendekati ideal. Sinergitas antar lembaga negara menjadi kunci unttuk mengurangi tumpang tindih kebijakan. Sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat maritim dimana kawasan pesisir menjadi salah satu kunci utama. Kawasan pesisir yang berbtasan langsung denga negara tetangga, menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia
PERAN KEAMANAN MARITIM DALAM MENGATASI TANTANGAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT PESISIR INDONESIA Moraina Rizkiyani, Hasna; Trismadi, Trismadi; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2781-2787

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam lautan yang berlimpah. Namun, dibalik potensi kekayaan tersebut, terdapat realita kehidupan yang kompleks bagi masyarakat pesisir yang mendiami pesisir dan pulau-pulau kecil. Mereka menghadapi sejumlah tantangan yang unik dan seringkali berat dalam kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari keterbatasan akses ke sumber daya, infrastruktur yang kurang memadai, hingga ancaman keamanan seperti penangkapan ikan ilegal dan perompakan. Perjuangan masyarakat pesisir tidak terbatas pada aspek ekonomi semata. Tantangan-tantangan tersebut mencakup berbagai dimensi kehidupan sosial, mulai dari akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan hingga keinginan lingkungan dan kesejahteraan. Dengan memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir sehingga dapat diidentifikasi permasalahan dan dampak sosial ekonomi pada masyarakat pesisir, sehingga dapat diperbaiki dan berkontribusi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah-wilayah pesisir Indonesia.
BUDAYA KEPEMIMPINAN STRATEGIS DALAM MENGHADAPI ANCAMAN NON TRADISIONAL DI INDONESIA MELALUI PENINGKATAN PARTISIPASI PEREMPUAN PESISIR Yaumil Habibie, Sri; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3290-3303

Abstract

Artikel ini membahas peran perempuan dalam lingkungan maritim Indonesia, sebuah negara dengan potensi maritim yang besar. Perempuan pesisir memiliki potensi untuk menjadi agen pembangunan ekonomi dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Namun, mereka sering menghadapi kendala akses pendidikan dan pelatihan, serta keterbatasan peran tradisional dalam rumah tangga. Artikel ini juga membahas kebijakan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor kelautan, dengan fokus pada peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Adapun penulis juga membahas terkait peran perempuan dalam mengurangi ancaman non-tradisional di lingkungan maritim, serta upaya untuk meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan perempuan di bidang maritim. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada sekitar 48 persen dari pendapatan keluarga nelayan berasal dari kontribusi perempuan, sehingga penting memperhitungkan peran perempuan dalam upaya mengatasi tantangan dan ancaman di lingkungan maritim, dan perlunya kebijakan dan program yang mendukung partisipasi perempuan dalam sektor kelautan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik.