Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Eco-Enzyme: Sebuah Solusi dalam Mengatasi Sampah Organik Rumah Tangga di Banjarmasin Islan Nor; M. Awaluddin Padjrin; Najwi Hasani; Muhammad Yusuf; Daipadli, Daipadli; Aura Nasyafa; Novita Indira Sari; Nicky Saputra; Muhammad Dhaifullah; Khusnul Khotimah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1643

Abstract

Jumlah penduduk yang besar sebanding dengan akumulasi produksi sampah. Tahun 2024 jumlah sampah diprediksi sebesar 5.256.225 kg dengan sampah organik sebesar 4.958.447 kg. Jumlah ini akan terus meningkat dan menjadi masalah, baik masalah kesehatan maupun masalah lingkungan. Sekarang pengelolaan sampah masih mengandalkan pendekatan akhir (end-of-pipe) yang banyak kekurangannya, salah satunya adalah penumpukan sampah sehingga menjadi risiko pencemaran air, tanah dan meningkatkan gas metan yang membuat pemanasan global. Eco-enzyme menjadi salah satu cara untuk mengelola sampah organik tersebut. Disamping mengurangi sampah organik, eco-enzyme juga dapat digunakan dalam kebutuhan rumah tangga seperti mencuci piring dan perlengkapan dapur, menyegarkan udara, menyiram tanaman, sebagai desinfektan, mengepel lantai, hingga mencuci pakaian. Berbeda dengan program eco-enzyme lainnya, kegiatan ini menargetkan ibu-ibu Aisyiyah Al-Mujahidin Banjarmasin yang belum pernah menerima pelatihan pengelolaan sampah organik, serta mengintegrasikan ajaran agama tentang kebersihan, menambah dimensi budaya dan etika dalam pendekatan pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan informasi dan edukasi mengenai eco-enzyme kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu Aisyiyah Al-Mujahidin Banjarmasin. Kegiatan ini dilakukan berupa pemberian edukasi, praktik serta dilakukan pretest dan posttest yang dilakukan di Masjid Al-Mujahidin Banjarmasin. Dari hasil pretest dan posttest diketahui adanya perubahan pengetahuan dan sikap dari sebelum dan sesudah diberikan informasi, sehingga menjadi parameter keberhasilan kegiatan ini. Masih banyak pembinaan yang harus dilakukan salah satunya dengan memberikan informasi cara pembuatan produk-produk berbasis eco-enzyme. Dengan adanya kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapat pengetahuan tentang proses pembuatan eco-enzyme, tetapi juga memahami manfaat dan nilai ekonomisnya. Harapannya, peserta dapat mengimplementasikan dan menyebarkan informasi ini kepada masyarakat sekitar sehingga membawa perubahan.
PENGEMBANGAN WHATSAPP BOT DI DESA PUNTIK TENGAH: DIGITALISASI LAYANAN DESA Najwi Hasani; Dedi Hartanto; Devi Ristian Octavian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1941-1947

Abstract

Latar Belakang: Digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi administrasi. Di Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, proses administrasi surat pengantar dan keterangan masih dilakukan secara manual oleh Ketua RT yang sering terkendala oleh kesibukan pekerjaan utama. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan mengembangkan sistem otomatisasi layanan administrasi berbasis WhatsApp Bot (Wabot) yang terintegrasi dengan Google Spreadsheet dan Google Docs. Metode: Pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) meliputi identifikasi masalah, pengembangan sistem, pelatihan, dan evaluasi. Hasil: Sistem Wabot mampu mempercepat proses pembuatan draf surat dan memudahkan komunikasi antara warga dan Ketua RT. Evaluasi kepuasan dari 15 responden menunjukkan nilai rata-rata 4,30 (skala 5), terutama pada aspek kecepatan respon dan kemudahan administrasi. Simpulan: Inovasi ini terbukti efektif sebagai solusi transisi digital di tingkat pemerintahan desa meskipun masih memerlukan tanda tangan basah untuk validitas hukum
Edukasi Formulasi Sejak Dini: Membuat Hand Sanitizer dari Infusa Daun Sirih dan Jeruk di Lingkungan SMP Negeri 6 Banjarbaru Hayatus Sa'adah; Muhammad Fazri; Mahmudah Mahmudah; Khairunisa Rahmadayanti; Risa Ahdyani; Erlina Fatmasari; Nor Latifah; Rosa Riauwati; Najwi Hasani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3961

Abstract

Penggunaan bahan alami yang memiliki sifat antibakteri/antivirus dan aman untuk kulit dapat menjadi alternatif bahan hand sanitizer. Daun sirih mengandung senyawa eugenol dan jeruk mengandung vitamin C, keduanya memiliki manfaat antibakteri dan antivirus, dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan dalam pembuatan hand sanitizer alami ramah lingkungan. Mengingat pentingnya kebersihan tangan, terutama di kalangan anak muda yang sering beraktivitas di lingkungan sekolah, pengetahuan mengenai formulasi hand sanitizer berbahan alami relevan untuk diinformasikan melalui kegiatan Konseling Informasi dan Edukasi. Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Menengah Pertama mengenai pentingnya formulasi hand sanitizer berbasis bahan alami serta meningkatkan kesadaran akan kebersihan tangan sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pretest, pemberian materi edukasi, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, praktik langsung oleh siswa, dan postest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias dalam mengikuti proses formulasi dan memahami manfaat bahan alami. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada aspek pemahaman siswa terhadap materi dan proses formulasi hand sanitizer.
Penyuluhan PHBS sebagai Upaya Peningkatkan Kesadaran Konsumsi GGL, Sanitasi, dan Pola Tidur Sehat pada Siswa SMA PGRI 1 Banjarmasin Nazili Fadillah; Septiannor Sukma; Gina Gina; Muhammad Ryan Farizal; Anjeli Agustanti; Najwi Hasani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3987

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan derajat kesehatan remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Remaja masih rentan terhadap perilaku berisiko kesehatan, seperti konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebihan, sanitasi yang kurang baik, serta kebiasaan tidur tidak sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA PGRI 1 Banjarmasin mengenai PHBS melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan berbasis sekolah dengan desain pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint, leaflet, dan banner, yang diikuti oleh 28 siswa kelas X, XI, dan XII. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan serta penilaian tingkat kepuasan peserta. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 64,76% meningkat secara signifikan menjadi 97,14% pada posttest. Peningkatan pengetahuan terjadi pada seluruh aspek yang diukur, meliputi konsumsi GGL, sanitasi, dan pola tidur sehat. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan penyuluhan mencapai 90,7%, yang menunjukkan bahwa kegiatan dinilai sangat baik dan bermanfaat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan PHBS efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan serupa disarankan untuk terus dikembangkan sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan sejak usia remaja.
Sosialisasi dan Edukasi Solusi Sehat Atasi Batuk dan Flu dengan Memanfaatkan Obat Herbal sebagai Penunjang Obat Modern Najwi Hasani; Andika Andika; Hendri Anugrah Wibowo; Nita Rahmadani; Nor Aida; Oktriyisa Tantia Mini; Raudatul Jannah; Hayatus Sa’adah; Hasbi As-Shiddiq
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4819

Abstract

Batuk dan flu merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi di masyarakat dan sering ditangani menggunakan obat herbal maupun obat modern. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan yang tepat dan aman dari kedua jenis pengobatan tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Semangat Dalam tentang pemanfaatan obat herbal sebagai penunjang obat modern dalam mengatasi batuk dan flu. Metode kegiatan dilakukan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berupa penyuluhan, pembagian leaflet, pemutaran video edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test kepada 23 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat setelah edukasi diberikan. Nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 87% dan mengalami peningkatan pada hasil post-test, terutama pada pemahaman terkait integrasi penggunaan obat herbal dan obat modern. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal yang aman, rasional, dan terintegrasi dengan pengobatan modern dalam penanganan batuk dan flu.
Pemberdayaan Ekonomi Petani Jeruk melalui Produksi Eco-Enzyme Berbasis Limbah Organik di Desa Mandastana Aris Purwanto; M Awaluddin Padjrin; Hasbi As-shiddiq; Herman Ariadi; Nor Latifah; Najwi Hasani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28545

Abstract

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, terutama kulit jeruk, gula, dan air, yang diproses selama kurang lebih tiga bulan. Fermentasi ini menghasilkan cairan berwarna cokelat dengan aroma khas yang mengandung enzim serta senyawa bioaktif bermanfaat. Produk eco-enzyme memiliki beragam fungsi, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk organik cair, desinfektan, pengusir serangga, dan pengharum ruangan. Pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi eco-enzyme memiliki nilai strategis karena mampu mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga, menekan pencemaran lingkungan, serta menghasilkan produk ramah lingkungan dengan nilai ekonomis. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, pelatihan pembuatan eco-enzyme tidak hanya meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis lingkungan. Dengan demikian, eco-enzyme berbasis kulit jeruk dapat menjadi solusi sederhana, murah, dan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Jiwa Yang Sehat, Raga Yang Kuat : Mengungkap Sinergi Kesehatan Mental dan Peran Vitamin dalam Harmoni Tubuh dan Pikiran Rani Sapitri; Kitya Salsabilla; Nur Aina; Hasbi As-Shiddiq; Najwi Hasani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 10 (2026): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1vn5kj04

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang semakin mendapat perhatian karena tingginya prevalensi gangguan psikologis pada kelompok usia sekolah. Selain faktor psikososial, status gizi khususnya kecukupan vitamin dan mineral memiliki peran penting dalam mendukung fungsi otak dan kestabilan emosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental remaja serta pemahaman mengenai peran vitamin dan mineral dalam menjaga harmoni tubuh dan pikiran. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif dengan media presentasi, leaflet, pelatihan teknik relaksasi pernapasan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada siswa siswi kelas XII SMAN 2 Kuala Kapuas dengan jumlah peserta 36 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 78% pada pre-test menjadi 90% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 12%. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental, peran vitamin, serta keterampilan coping sederhana.
Transfer Teknologi Kesehatan Aplikasi Layanan Pengobatan Gratis MPKU Kapuas Daipadli Daipadli; Lukman Harun; Subhan Panji Cipta; Viony Tri Banowati; Siti Rahmaniah; Najwi Hasani; Nor Latifah; Joko Priyanto Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1665

Abstract

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Kapuas menghadapi hambatan operasional layanan kesehatan di daerah terpencil akibat pengelolaan data manual, seperti tingginya waktu tunggu antrean, risiko kesalahan data, dan inefisiensi manajemen logistik obat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas operasional program pengobatan gratis melalui modernisasi sistem pelayanan berbasis Sistem Informasi Manajemen (SIM) MPKU. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahap persiapan, pelatihan (capacity building), dan evaluasi. Sasaran program meliputi 15 staf medis dan administratif serta 70 pasien penerima manfaat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi waktu, kuesioner System Usability Scale (SUS), kuesioner kepuasan, dan analisis dokumen logistik. Analisis data memanfaatkan statistik komparatif (Paired Sample t-Test), uji proporsi, dan analisis deskriptif.
Unlocking Antibiofilm Compounds of Tigarun (Crataeva magna (Lour.) DC.): A Metabolomic Insight via FTIR Spectroscopy Wibowo, Joko Priyanto; Lestari, Dwintha; Nor, Islan; Hasani, Najwi; Wewengkang, Restu Dara; Nurrahmah, Medina
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v7i1.28123

Abstract

Antimicrobial resistance remains a major challenge in the treatment of bacterial infections worldwide, particularly because certain pathogenic bacteria can form biofilms that enhance antibiotic resistance. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is one of the most clinically significant antibiotic-resistant bacteria, with biofilm formation contributing to persistent infections and reduced therapeutic efficacy. Therefore, the exploration of medicinal plants as alternative sources of antibiofilm agents has become increasingly important. This study aimed to evaluate the antibiofilm activity of three parts of Tigarun (Crataeva magna (Lour.) DC.), a native medicinal plant from Borneo, against MRSA and to investigate the potential metabolites associated with its activity through metabolomic analysis. Leaf, bark, and flower extracts of C. magna were obtained using ultrasound-assisted extraction. Antibiofilm activity against MRSA ATCC 33591 was evaluated using a spectrophotometric microplate assay. Metabolomic profiling was conducted using Fourier-transform infrared (FTIR) spectroscopy combined with multivariate statistical analysis to identify metabolite groups that may be responsible for the antibiofilm activity. The results demonstrated that the leaf and flower extracts exhibited strong antibiofilm activity against MRSA biofilms, with IC₅₀ values of 52.88 ± 5.77 µg/mL and 49.30 ± 5.23 µg/mL, respectively. In contrast, the bark extract showed weaker activity, with an IC₅₀ value exceeding 100 µg/mL. FTIR-based metabolomic analysis and multivariate modeling indicated that phenolic and flavonoid metabolites were strongly associated with antibiofilm activity. These findings suggest that C. magna, particularly its leaf and flower extracts, has promising antibiofilm potential against MRSA and may serve as a valuable natural resource for developing alternative antimicrobial agents targeting biofilm-associated bacterial infections.
Formulation and Physical Stability Evaluation of a Clay Mask Containing Basil Leaf (Ocimum sanctum L.) Extract with Varying Kaolin and Bentonite Concentrations Rosa riauwati; Najwi Hasani; Wiwin Nadia; Hayatus Sa'adah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol. 10 No. 2: September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jcps.v10i2.1644

Abstract

Acne is a common skin problem experienced by teenagers and adults. One alternative plant that has the potential to overcome acne is basil leaves which can be formulated into a clay mask preparation. Claymask is used for oily or sensitive skin because of its ability to deeply cleanse the skin, absorb excess oil and detoxify the facial skin. The purpose of this study was to determine whether there were differences in the physical properties of claymask preparations before and after the stability test of physical properties with variations in kaolin and bentonite concentrations in claymask preparations from basil leaf extract. This research method was carried out by extracting basil leaves using the maceration method. The formulation of clay mask preparations from basil leaf extract used variations of kaolin and bentonite bases respectively, namely, F1 (25% and 3%), F2 (30% and 4%) and F3 (35% and 5%). Evaluation of the physical properties of the clay mask preparations included organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness, viscosity, drying time and physical stability tests of the preparations using the cycling test method which was carried out for 6 cycles. The results showed that all formulas were declared stable because there was no significant difference in the physical properties of the preparations against the stability test carried out on the clay mask preparation from basil leaf extract, and all formulas in each test were declared good because the results showed that they were within the required range