Qadir, Abdul
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The The Effect of Potential Water Pressure on the Emergence of Radicles in Maize Seeds (Zea mays): Pengaruh Tekanan Potensial Air Terhadap Kemunculan Radikula pada Benih Jagung (Zea mays) Suwarno, Punjung Medaraji Suwarno; Abdul Qadir; Aditya Kusumawardana; Ritawati
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.13.2.11-19

Abstract

Water is an important factor for plant growth. A few studies about the amount of water required by the seed for radicle emergence in germination has been done. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture IPB Bogor. Maize seeds were planted using a solution of Polyethylene Glycol (PEG) 6000 with a concentration level of 0%, 5%, 10%, 20%, and 30%. A Completely Randomized Design with 3 replications was used in this research. The appearance of the radicle first occurred in phase II, namely during the 48-hour observation for the Ψ -0,13 MPa treatment (5% PEG) and 60 hours for the Ψ -0,4 MPa treatment (10% PEG). The results showed that testing maize seed vigor under drought stress can use water potential (Ψ) higher than -0,4 MPa. The results showed that water potential (Ψ) of -0,4 MPa or higher can be used in vigor testing of maize seed.
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPKMg: Growth and Production of Shallot (Allium ascalonicum L.) at Various Planting Space and Fertilizers Dose of NPKMg Afaf, Sausanil; Suwarto; Abdul Qadir; Awang Maharijaya
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.2.62-69

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas strategis di Indonesia. Kebutuhan yang terus meningkat sehingga produksinya perlu ditingkatkan. Faktor penentu produksi diantaranya adalah jarak tanam dan pemupukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jarak tanam dan dosis pemupukan NPKMg yang tepat untuk tanaman bawang merah. Percobaan disusun secara faktorial dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 3 ulangan menggunakan varietas SS-Sakato. Faktor pertama adalah jarak tanam yaitu 10 cm x 10 cm, 10 cm x 15 cm, 15 cm x 15 cm, dan 15 cm x 20 cm. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPKMg (10:12:17:2) yaitu 200, 400, 600, dan 800 kg ha-1. Jarak tanam 10 cm x 15 cm menghasilkan luas daun, jumlah umbi dan bobot basah umbi per rumpun, hasil ubinan dan produktivitas lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 10 cm x 10 cm, 15 cm x 15 cm, dan 15 cm x 20 cm. Laju transpirasi tertinggi juga dihasilkan dari jarak tanam 10 cm x 15 cm untuk semua dosis pupuk NPKMg (10:12:17:2), kecuali 400 kg ha-1. Peningkatan dosis pemupukan pada rentang 200 - 800 kg NPKMg (10:12:17:2) tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil umbi karena kandungan N rendah (20 – 80 kg ha-1) sehingga perlu tambahan pupuk tunggal sumber N. Kata kunci: bobot umbi, jumlah umbi, NPKMg, SS-Sakato
Seed Diversity Five Species of Chili (Capsicum spp.) Based on Morphological Characters and Seed Viability: Keanekaragaman Benih Lima Spesies Cabai (Capsicum spp.) Melalui Karakter Morfologi dan Viabilitas Benih Undang; Muhamad Syukur; Yudiwanti Wahyu; Abdul Qadir; Siti Marwiyah; Punjung Medaraji Suwarno
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.1.47-57

Abstract

Benih cabai memiliki banyak keragaman dan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya. Identifikasi keragaman benih cabai, pengujian viabilitas benih diperlukan sebagai langkah dalam perakitan varietas dan penyediaan benih bermutu. Penelitian bertujuan memperoleh informasi bentuk biji, tonjolan paruh, bobot 1000 biji dan viabilitas benih. Penelitian dilakukan terhadap 63 genotipe cabai dari 5 spesies (Capsicum annuum, C. frutescens, C. chinense, C. baccatum, dan C. pubescens) bulan Februari-Juli 2023 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak 3 ulangan. Pengamatan meliputi sifat morfologi dan fisiologi benih cabai. Biji cabai secara umum berwarna putih kekuningan dengan tonjolan paruh, kecuali C. pubescens (warna biji hitam, tidak ada tonjolan paruh), bentuk biji seperti ginjal (C. annuum), lonjong (C. baccatum), tetes air mata (C. frutescens), berbentuk D (C. pubescens), melingkar dengan mulut ikan (C. chinense). Spesies cabai yang diamati memiliki berbagai ukuran bobot 1,000 biji (ringan (<3.90 g), sedang (3.90-5.68 g), dan berat (>5.68 g). Keragaman genetik perkecambahan, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh berkategori luas, sedangkan bobot kering kecambah normal, laju pertumbuhan, bobot 1000 biji berkategori sempit. Ukuran biji tidak mempengaruhi persentase perkecambahan benih. Spesies C. pubescens memiliki karakteristik benih yang berbeda dengan spesies Capsicum lainnya, sedangkan spesies C. annuum memiliki kemiripan dengan C. frutescens, C. chinense, dan C. baccatum. Kata kunci: benih, cabai, keanekaragaman, morfologi, spesies
Growth and nitrogen uptake modeling in composite and hybrid corn varieties Fajar Ilhamy, Muhammad Rizki; Suwarto; Herdhata Agusta; Abdul Qadir
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i2.53962

Abstract

Corn is a strategic commodity in Indonesia's agricultural and economic development. The problem of corn production can be overcome with proper usage of nitrogen fertilization. Dynamic modeling can be used as a tool to solve this problem. This study aimed to develop a dynamic model for the growth and nitrogen uptake of composite and hybrid corn varieties. Stages in the model construction: (1) identifying system components, (2) model construction, (3) simulation, and (4) validation. The growth model is a construction of the plant's ecophysiological response to solar radiation and temperature in photosynthesis. A growth model in composite and hybrid corn varieties with simulated dry weight as output has been constructed validly. The model input components, such as light use efficiency, extinction coefficient, specific leaf area, and carbohydrate partition coefficient varied at each development phase for each variance. The actual total dry weight on the Pioneer 27 variety was 6,406 kg ha-1 with a simulated total dry weight was 6,228 kg ha-1, and the actual total dry weight on the Bisma variety was 5,127 kg ha-1 with a simulated total dry weight was 4,864 kg ha-1. The level of validity of the Pioneer 27 variety growth model reached 83.5% and the Bisma variety reached 80%. Keywords: Bisma; dry weight; growth model; nitrogen uptake; Pioneer 27; simulation; validation