Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

SOSIALISASI PENGOLAHAN MINUMAN FUNGSIONAL DARI TERIPANG DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI THERMAL DI KAMPUNG MADUNG KELURAHAN KAMPUNG BUGIS KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi; Made Suhandana
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 1 (2019): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i1.1737

Abstract

Kepulauan Riau merupakan salah satu Provinsi yang mengedepankan sektor perikanan sebagai salah satu ujung tombak perekonomiannya. Industri pada sektor tersebut masih didominasi oleh industri kecil menengah (IKM) yang umumnya bergerak pada produk olahan hasil perikanan. UMRAH sebagai salah satu Universitas di Provinsi Kepulauan Riau memiliki kewajiban dalam membantu mengembangkan industri kecil menengah (IKM) tersebut dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun mitra yang dipilih merupakan kelompok masyarakat pengolah produk perikanan yang berada di sekitar kampus FIKP UMRAH. Pada dasarnya program ini merupakan bentuk kegiatan solutif dari pihak kampus kepada mitra sebagai masyarakat sasaran. Adapun permasalahan utama pada mitra yaitu masih kurangnya pengetahuan tentang diversifikasi produk pangan dari pengolahan teripang sehingga hanya dijual dalam bentuk kering, padahal hal ini sangat berguna untuk meningkatkan nilai ekonomis dari produk. Solusi utama adalah sosialisasi pengolahan minuman fungsional teripang dengan penerapan teknologi thermal pada kemasannya sehingga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan lebih awet dalam penyimpanan. Metode program ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu penentuan kader, diskusi atau tanya jawab kepada masyarakat sasaran yang akan memberikan kesempatan kepada MItra untuk melakukan proses pemahaman materi atau menyampaikan gagasan dan permasalahan yang terkait dengan diversifikasi produk olahan teripang, sosialisasi praktik pengolahan minuman fungsional dari teripang, pembagian buku saku sebagai pengetahuan dasar tentang penganekaragaman produk olahan hasil perikanan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang penganekaragaman produk hasil perikanan dari teripang dengan menggunakan teknologi thermal pada kemasannya. Hasil pengabdian yang ingin dicapai adalah khalayak sasaran dapat mengolah teripang menjadi minuman fungsional dan menerapkannya pada industri/kelompoknya
Pemanfaatan Daging Trimmed dan Belly Ikan Todak (Tylosurus crocodilus) pada Pembuatan Abon Ikan Tioko Arzeti Sinambela; R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.845 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v9i1.1016

Abstract

Abon merupakan salah satu produk berbasis tradisional yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Abon ikan adalah ikan olahan yang dibuat dari daging ikan dan diproses secara tradisional melalui perebusan, pemberian bumbu dan penggorengan / penyangraian. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi terbaik pada pembuatan abon ikan berbasis daging trimmed dan belly ikan todak, mengetahui tingkat kesukaan produk abon ikan todak. Hasil pengujian organoleptik yang terbaik adalah formulasi A4 dengan konsentrasi 35% belly dan 15% trimmed memberikan nilai rata – rata kenampakan (3,40) aroma (3,43) rasa (3,27) tekstur (3,5). Hasil analisa proksimat berdasarkan perlakuan terbaik didapatkan nilai kadar air (15,27), kadar abu (8,16), kadar lemak (19,34), dan kadar protein (32,28). Hasil pengujian asam amino esensial tertinggi yaitu didapatkan nilai lisin (2,68 ± 0,007) sedangkan hasil analisa asam amino non esensial tertinngi yaitu didapatkan nilai asam glutamat (4,84 ± 0,028). Hasil analisa kadar logam Pb dan Hg abon ikan dengan nilai rata-rata yaitu (0,1 mg/kg) dan hasil analisa Hg dengan nilai rata-rata yaitu (0,18 mg/kg).
Pemberdayaan masyarakat Desa Benan dalam peningkatan mutu Teripang sebagai komoditas unggulan desa melalui sosialisasi penanganan pascapanen T. Ersti Yulika Sari; Sri Novalina Amrizal; Wahyu Muzammil; Yulia Oktavia; Tetty Tetty; Khairunnisa Khairunnisa; Dwi Septiani Putri; Aidil Fadli Ilhamdy; Azwin Apriandi; Aminatul Zahra; R. Marwitta Sari Putri; Jumsurizal Jumsurizal
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.3.636-643

Abstract

Sea cucumbers which have the scientific name Holothuroidea are fishery commodities that have high economic value and are in great demand in the global market. Sea cucumbers are the main commodity of Benan Village which is the outermost island of Lingga district. Most of the people in Benan Village work as sea cucumber fishermen. As an aquatic resource owned by the village, sea cucumbers are still constrained in terms of handling so that it reduces the selling value of the dried sea cucumbers produced. Therefore, it is important to empower the people of Benan Village regarding the postharvest handling of sea cucumbers which aims to improve the quality as well as directly increase the selling value of that resources. Community empowerment activities are expected to add insight and improve the ability of the Benan Village community in handling sea cucumbers post-harvest. Empowerment was carried out through three methods, namely the distribution of questionnaires and discussions in the form of questions and answers with the Benan Village community group regarding the problem process in handling post-harvest sea cucumbers, which was carried out after distributing questionnaires to the sea cucumber aquaculture community, then education and discussion on good procedures were carried out in post-harvest handling. To improve the quality of this sea cucumber commodity, then in the third stage, mentoring and practice regarding the correct handling of sea cucumbers is carried out to produce good quality sea cucumbers from washing to packaging. The selection of discussion methods, lectures/education, and direct practice is considered effective in increasing public knowledge about the process of handling sea cucumbers postharvest properly and correctly, considering that the target stakeholders are sea cucumber farmers.
Karakterisasi, Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Bulu Babi (Diadema savignyi) dari Perairan Pantai Trikora Tiga Pulau Bintan Azwin Apriandi; Raja Marwita Sari Putri; Irvan Tanjung
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 37, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2020.37.1.768

Abstract

Sea urchin is one type of aquatic biota that comes from echinoderms phylum. Biota is very abundant along the beach Trikora Bintan Island. This study aims to characterize and analyze the antioxidant activity and bioactive components contained in the crude extract of hexan and methanol sea urchins. Based on the results of this study, this biota has yield shell, thorn, viscera and gonad that is 42.62%, 18.07%, 27.31% and 12%. The result of extract of crude extract of intact fur with methanol (UMeOH), whole with hexan (UHx), gonad with methanol (GMeOH) and gonad with hexan (GHx) obtained yield of 2.37%, 3.19%, 9.87% and 6.06%. result of bioactive component analysis got 5 kinds of bioactive among them alkaloid, steroid, flavonoid, saponin and phenol hidroquinon. Analysis of antioxidant activity of crude extract of pig bristle with DPPH method obtained results for UMeOH, UHx, GMeOH and GHx is 3003 ppm, 3508 ppm, 1485 ppm dan 1420 ppm.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN IDENTIFIKASI SIPUT GONGGONG SECARA MORFOLOGI PADA MASYARAKAT KAMPUNG MADUNG, TANJUNGPINANG Susiana Susiana; Azwin Apriandi; Dedy Kurniawan; Nurleni Nurleni
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 1 (2019): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i1.1733

Abstract

Siput gonggong telah dikenal sebagai ikon Kepulauan Riau. Sampai saat ini, permintaan pasar akan siput gonggong terus berlanjut. Hal ini dibuktikan masih tersedianya stok siput gonggong baik yang masih bercangkang maupun dagingnya saja di pasar, rumah makan dan di pinggir-pinggir jalan. Peminat kuliner siput gonggong tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga para pendatang/wisatawan dari luar. Dengan permintaan pasar yang semakin hari terus berlanjut, membuat nelayan penangkap siput gonggong hampir setiap hari menangkap untuk memenuhi permintaan pasar tersebut. Sehingga keberlanjutan populasi di alam diduga mengalami kondisi kritis yaitu penangkapan berlebihan (over fishing). Saat ini, munculnya fenomena ukuran gonggong yang tertangkap semakin kecil jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Hal ini lah yang melatarbelakangi betapa pentingnya pengetahuan identifikasi jenis kelamin siput gonggong yang harus diberikan kepada masyarakat agar stok di alam dapat kembali pulih. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar kelompok masyarakat dapat melakukan pengidentifikasian secara langsung di alam sehingga masyarakat pada akhirnya bisa lebih selektif dalam melakukan penangkapan siput gonggong jantan dan siput gonggong betina agar ketersediaan stok siput gonggong dapat berkelanjutan. Upaya untuk mencapai keberhasilan dalam usaha mempertahankan keberadaan siput gonggong secara kontinyu maka tingkat pengetahuan kelompok masyarakat harus ditingkatkan dengan melakukan pendekatan sosial, pendampingan dan pelatihan serta keterampilan. Dengan pemberian informasi yang jelas tentang langkah-langkah dan tahap dalam identifikasi jenis kelamin siput gonggong secara morfologi.
SOSIALISASI PENGOLAHAN MINUMAN FUNGSIONAL DARI TERIPANG DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI THERMAL DI KAMPUNG MADUNG KELURAHAN KAMPUNG BUGIS KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi; Made Suhandana
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 1 (2019): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i1.1737

Abstract

Kepulauan Riau merupakan salah satu Provinsi yang mengedepankan sektor perikanan sebagai salah satu ujung tombak perekonomiannya. Industri pada sektor tersebut masih didominasi oleh industri kecil menengah (IKM) yang umumnya bergerak pada produk olahan hasil perikanan. UMRAH sebagai salah satu Universitas di Provinsi Kepulauan Riau memiliki kewajiban dalam membantu mengembangkan industri kecil menengah (IKM) tersebut dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun mitra yang dipilih merupakan kelompok masyarakat pengolah produk perikanan yang berada di sekitar kampus FIKP UMRAH. Pada dasarnya program ini merupakan bentuk kegiatan solutif dari pihak kampus kepada mitra sebagai masyarakat sasaran. Adapun permasalahan utama pada mitra yaitu masih kurangnya pengetahuan tentang diversifikasi produk pangan dari pengolahan teripang sehingga hanya dijual dalam bentuk kering, padahal hal ini sangat berguna untuk meningkatkan nilai ekonomis dari produk. Solusi utama adalah sosialisasi pengolahan minuman fungsional teripang dengan penerapan teknologi thermal pada kemasannya sehingga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan lebih awet dalam penyimpanan. Metode program ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu penentuan kader, diskusi atau tanya jawab kepada masyarakat sasaran yang akan memberikan kesempatan kepada MItra untuk melakukan proses pemahaman materi atau menyampaikan gagasan dan permasalahan yang terkait dengan diversifikasi produk olahan teripang, sosialisasi praktik pengolahan minuman fungsional dari teripang, pembagian buku saku sebagai pengetahuan dasar tentang penganekaragaman produk olahan hasil perikanan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang penganekaragaman produk hasil perikanan dari teripang dengan menggunakan teknologi thermal pada kemasannya. Hasil pengabdian yang ingin dicapai adalah khalayak sasaran dapat mengolah teripang menjadi minuman fungsional dan menerapkannya pada industri/kelompoknya
PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DARI JEROAN IKAN Widya Safitri; Sri Novalina A; Azwin Apriandi
Marinade Vol 6 No 01 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i01.5481

Abstract

Increasing the economic value of fish innards by processing them into one of the more useful products is Local Microorganisms (MOL). MOL is a decomposer in the manufacture of organic fertilizer in this study can be made from waste with fish offal as the basic ingredient. This study aims to determine the production of local microorganisms (MOL) and the MOL content of fish offal. The method used in the process of making MOL is fermented fish offal. Samples of fish offal MOL that had been successfully fermented for 14 days were then tested for TPC using Media Plate Count Agar. Isolation of Lactic Acid Bacteria (LAB) will be tested using MRS Agar + 1% used to differentiate LAB from non-acid producing bacteria. While the findings of mushroom identification using Potato Dextrose Agar. The results of the research that has been done show that the composition of 500 grams of fish offal, 1 liter of coconut water and 3 ounces of brown sugar in the manufacture of MOL from fish offal shows a bacterial count of 6.85x CFU/ml, which does not exceed the TPC standard threshold. The results of isolation of lactic acid bacteria found that bacteria in MOL from fish offal, namely Lactobacillus, identified the growth of fungi, where the fungi in MOL are beneficial for plant development from amino acids and sugars secreted by photosynthetic bacteria, organic matter and plant roots.
PEMBUATAN EDIBLE STRAW DENGAN MEMANFAATKAN WATER RESISTANT SODIUM ALGINATE Moh. Iwangga Kalih Syah Putra; Azwin Apriandi; Sri Novalina Amrizal
Marinade Vol 6 No 01 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i01.5491

Abstract

The current global production of plastic is very high and majority of this plastic waste is not recycled or incinerated, thus creating environmental problems. As an alternative, alginate, a stable polymer, can be used as an environmentally friendly material. The aim of this research is to evaluate the potential of alginate as a plastic replacement through testing of natural degradation, water solubility, and in vitro gastric acid results on edible straw made from it. The most significant result was found in the natural degradation test, which is the higher the concentration of E.cottonii in the edible straw, the more fragile the straw will be produced. The other two tests did not show significant results.
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Anggi Ayuni; Azwin Apriandi; R Marwita Sari Putri
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.5928

Abstract

Daun nipah (Nypa fruticans) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan, olahan makanan, dan sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut, dan obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam daun nipah (Nypa fruticans) dan tingkat toksisitasnya. Dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan uji fitokimia dan dilanjutkan dengan uji KLT. Ekstrak diuji tingkat toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Data kematian A. salina Leach dianalisis dengan probit Microsoft Excel untuk mengetahui nilai LC50. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut metanol mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut klorofom adalah flavonoid dan triterpenoid. Hasil ini diperkuat dengan KLT menggunakan eluen terbaik, pada AA2 menghasilkan 15 spot. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut metanol sebesar 100,34 ppm. Sedangkan nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut klorofom sebesar 481,87 ppm.
PENGARUH PENAMBAHAN IKAN TAMBAN (Sardinella lemuru) TERHADAP PEMBUATAN CHOUX PASTRY Wahyuni Julita Putri Ilahi; R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6075

Abstract

Saat ini variasi pengembangan choux pastry masih sangat terbatas. Salah satu cara pengembangan produk ini adalah pembuatan choux pastry dengan penambahan ikan tamban. Pemanfaatan daging ikan tamban pada choux pastry diharapkan mengandung kualitas serta kandungan gizi yang baik. Selain itu, penggunaan protein yang terkandung dalam ikan tamban pada pembuatan choux pastry mampu menghasilkan produk dengan cita rasa gurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengetahui formulasi terbaik dari penambahan ikan tamban pada choux pastry berdasarkan uji hedonik serta menentukan karakteristik fisik dan nutrisi dari choux pastry yang terpilih berdasarkan uji hedonik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu IK0 (0%), IK1 (15%), IK2 (20%), IK3 (25%). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa pada perlakuan IK3 dengan penambahan ikan 25% mendapatkan hasil terbaik dengan nilai parameter warna (2,50%), aroma (2,66%), rasa (2,79%) dan tekstur (2,66%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari hasil uji hedonik yang terpilih mendapatkan nilai kadar air (8,41%), kadar abu (3,81%), kadar protein (20,37%), kadar lemak (37,77%) dan kadar karbohidrat (32,80%).