Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN PADA LANSIA DI DESA TIBANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Eva Rosdiana; Desita Ria Yusian TB; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Finaul Asyura; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan penduduk yang beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan karena menurunnya status kesehatan lansia disebabkan dengan bertambahnya usia. Sehingga lansia memerlukan pemeriksaan dan pemantauan secara rutin. Namun Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2023 jumlah lansia di kota Banda Aceh yang melakukan skrining kesehatan menurun menjadi 97,2% dari data tahun sebelumnya  yaitu 98,15%. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada lansia tentang kesehatan pada lansia dan juga pentingnya melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan pada lansia yang dapat dilakukan di posyandu lansia desa Tibang. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 10 Oktober 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, lansia dan pendamping (keluarga). Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara rutin ke pada lansia.Kata Kunci: Lansia, Pemantauan KesehatanThe elderly are a population at risk of experiencing various health problems due to the decline in the health status of the elderly due to increasing age. So the elderly need regular examination and monitoring. However, based on data obtained in 2023, the number of elderly people in the city of Banda Aceh who underwent health screening decreased to 97.2% from the previous year's data, namely 98.15%. The aim of this service activity is to provide knowledge to the elderly about the health of the elderly and also the importance of carrying out health checks and monitoring of the elderly which can be carried out at the Posyandu for the elderly in Tibang village. This activity was carried out on October 10 2024 with a total of 30 participants consisting of village officials, posyandu cadres, elderly people and companions (families). This service activity was successful and received good attention from all participants as well as appreciation from village officials. In conclusion, the implementation of this health education can provide additional knowledge to participants and increase participants' interest in carrying out routine health checks and monitoring for the elderly.Keywords: Elderly, Health Monitoring
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN TENTANG KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMAN 9 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Alfitri Wahyuni; Nur Afni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada remaja putri. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 32%. Salah satu upaya pencegahan adalah program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang dilakukan di sekolah. Namun, kepatuhan konsumsi TTD masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, sikap, serta persepsi remaja terhadap manfaat TTD. Penyuluhan kesehatan dipandang sebagai strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Penyuluhan kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet tambah darah terutama jika dilakukan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik remaja. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penyuluhan memberikan kesempatan bagi remaja putri untuk memperoleh informasi secara langsung, interaktif, dan kontekstual mengenai pentingnya konsumsi TTD, efek samping yang bisa terjadi, serta cara pencegahannya. Tujuan dilakukannya penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk rutin mengkonsumsi tablet tambah darah agar tidak terjadi anemia. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada 2-3 Juni 2025 di SMAN 9 yang hadiri oleh siswi kelas XI yang berjumlah 33 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : penyuluhan kesehatan, tablet tambah darah.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS ALUE BILIE Alfitri Wahyuni; Faradilla Safitri; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, ibu bekerja sering menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di kalangan ibu bekerja di wilayah Puskesmas Alue Bilie. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman ibu bekerja mengenai pentingnya ASI eksklusif dan strategi yang dapat diterapkan, seperti memerah dan menyimpan ASI dengan benar. Dengan adanya program edukasi dan pendampingan, terjadi peningkatan proporsi ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, dukungan tenaga kesehatan dan kebijakan yang mendukung ibu menyusui sangat diperlukan untuk keberhasilan program ASI eksklusif di lingkungan kerja.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BALITA DI DESA TIBANG Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan pertumbuhan optimal balita sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Salah satu aspek penting dalam pemenuhan gizi balita adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat. Namun, masih banyak orang tua yang kurang memahami pentingnya MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan anak, baik dari segi komposisi gizi maupun cara pemberiannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua balita di Desa Tibang mengenai pentingnya MP-ASI yang sehat, bergizi, dan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pendampingan langsung kepada orang tua dalam praktik pemberian MP-ASI. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menyiapkan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan balita di Desa Tibang. 
EDUKASI KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda; Ratna Willis; Ismail Ismail
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Aktivitas yang dahulu identik dengan orang dewasa kini telah merambah ke kalangan pelajar, bahkan pada usia sekolah dasar. Data global menunjukkan sekitar 38 juta remaja berusia 13–15 tahun merupakan perokok aktif, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun (Wijayanti & Ronoatmodjo, 2025). Di Indonesia, prevalensi perokok remaja mencapai lebih dari 20% dan menempatkan negara ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di dunia (Fauziah et al., 2020; Vivy Maharani et al., 2021). Sebagian besar remaja mulai merokok pada usia sangat muda, yaitu 12–15 tahun (Rahayuwati & Castillo, 2020), yang meningkatkan risiko penyakit kronis di usia dewasa (Winelis, 2021). Melihat tingginya angka tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Dengan pelaksanaan edukasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Besar, diharapkan siswa mampu memahami risiko merokok serta menumbuhkan sikap menolak terhadap perilaku merokok sejak dini. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang merokok dan dampak negative yang dapat muncul akibat merokok sehingga siswa/i SMAN 1 Baitussalam terhindar dari perilaku merokok. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 22 Februari 2025. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 78% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 98% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka yang sudah terlanjur merokok menyatakan menyesal sudah mengenal rokok dan akan berusaha untuk berhenti merokok. Kata Kunci : Bahaya Merokok, Edukasi Kesehatan, Remaja
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG PANYANG KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Ismail Ismail; Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi di mana anak memiliki tinggi badan yang jauh lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, dapat dicegah dengan beberapa strategi melalui pendidikan keluarga. Langkah penting untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga sehingga dapat menumbuhkan kesadaran untuk melakukan pencegahan dan penanganan anak yang mengalami stunting. Pengabdian kepada masyarakat dengan tema pencegahan stunting melalui pendidikan keluarga ini telah dilakukan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2024secara langsung dengan mengunjungi rumah (home visit) keluarga yang memiliki bayi dan balita yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Panyang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya dengan menggunakan brosur. Pencegahan stunting dapat dilakukan lebih efektif dan berdampak jangka panjang pada kesejahteraan generasi mendatang dengan pemberian pendidikan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Stunting, Pendidikan KeluargaStunting, a condition in which children have a height significantly lower than their age standard due to chronic malnutrition, can be prevented with several strategies through family education. An important step to ensure children grow and develop optimally. The purpose of this community service is to provide knowledge to families so that they can raise awareness to prevent and treat stunted children. Community service with the theme of stunting prevention through family education was carried out on August 18 to September 2, 2024 directly by visiting homes (home visits) of families who have infants and toddlers in the Padang Panyang Health Center Working Area, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency using brochures. Stunting prevention can be done more effectively and have a long-term impact on the welfare of future generations by providing comprehensive and sustainable family education.Keywords: Stunting, Family Education
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET FE UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Naura Azkia; Riska Amalia Putri; Noerma Ismayukha; Nurna Fauziah; Siti Afsah; Syarifah Naja; Alya Ramadhani; Anis Hikma Mulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang diperburuk oleh kebutuhan gizi tinggi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian suplementasi zat besi (tablet Fe) secara rutin, disertai dengan edukasi gizi dan pendampingan agar kepatuhan konsumsi dapat terjaga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe, sekaligus melakukan pendampingan agar siswa lebih disiplin dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi, pendampingan konsumsi tablet Fe, serta evaluasi. Peserta kegiatan adalah 60 orang siswi SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dipilih secara purposive. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, disertai pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu, di mana siswi mendapatkan tablet Fe yang dikonsumsi secara teratur dengan pengawasan guru dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 55% setelah edukasi, serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe mencapai 85%. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme siswa dan dukungan pihak sekolah, sementara hambatan yang muncul adalah keluhan efek samping ringan dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan konsumsi tablet Fe terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Program ini dapat dijadikan model implementasi pencegahan anemia berbasis sekolah yang berkelanjutan dengan melibatkan guru UKS, puskesmas, serta keluarga siswa. 
ANALISIS FAKTOR MATERNAL DAN GIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM Alfitri Wahyuni; Sahbainur Rezeki; Rossi Aulia Pratiwi; Mira Andryani; Rizky Swastika Renjani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5612

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai faktor maternal dan gizi diduga berperan dalam terjadinya anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor maternal dan gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Kopelma Darussalam. Sampel penelitian diambil dengan teknik sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, kuesioner karakteristik ibu, serta penilaian asupan zat besi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan kejadian anemia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia masih ditemukan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam. Faktor usia ibu berhubungan dengan kejadian anemia, di mana ibu hamil pada usia berisiko (35 tahun) lebih banyak mengalami anemia dibandingkan usia reproduksi sehat. Paritas juga berhubungan dengan kejadian anemia, dengan proporsi anemia lebih tinggi pada ibu hamil dengan paritas tinggi. Selain itu, asupan zat besi yang rendah berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor maternal, yaitu usia dan paritas, serta faktor gizi berupa asupan zat besi berperan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan anemia secara komprehensif melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal, edukasi gizi, pemantauan kadar hemoglobin secara rutin, serta peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, khususnya pada ibu hamil dengan faktor risiko.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak seperti kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas sehari-hari. Selain itu, anemia pada remaja juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan cara pencegahannya. Melalui edukasi, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta perilaku hidup sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang anemia dan pencegahannya pada remaja.Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 02 Februari 2026. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang anemia dan pencegahannya. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 70% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 95% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan mau dan mampu melakukan pencegahan anemia untuk kehidupan yang lebih sehat.