Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Naura Azkia; Riska Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 08 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Alfitri Wahyuni; Rahmat Akbar; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di Indonesia masih tinggi. Sebagai contoh, angka remaja wanita usia 15-19 tahun yang melahirkan pada tahun 2002-2007 mencapai 52 per 1000 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa-siswi di SMA negeri 08 Kota Banda Aceh yang dikumpulkan sebanyak 15 orang mereka kurang mengetahui dan memahami cara menjaga kesehatan yang baik dan benar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada remaja dan meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian tindakan berupa pemeriksaan Kesehatan dasar pada siswa-siswi dan penyampaian informasi mengenai Kesehatan reproduksi dan memberikan solusi dan penanganan pada siswa-siswi yang memioliki keluhan terhadap Kesehatan reproduksinya. Sasaran adalah siswa dan siswi SMA Negeri 08 Kotan Banda Aceh  yang berjumlah 78 orang. Tempat dilaksanakannya kegiatan ini di Ruang Lab IPA SMA Negeri 08 Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 April 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan sebagaian besar siswa memiliki kadar HB normal, namun masih ditemukan siswa dengan Hb rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kekurangan Kadar Hemoglobin pada remaja dapat menyebabkan anemia pada remaja dan kekurang fokus dalam konsentrasi belajar serta Edukasi yang diberikan pada remaja tentang menjaga kesehatan dan penanganan pada permasalahan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang lengkap pada siswa dan dapat merubah prilaku dalam kehidupan sehari-hari.     
EKSPLORASI KEPERCAYAAN BUDAYA LOKAL DAN MITOS TERKAIT KESEHATAN REPRODUKSI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI DI WILAYAH RURAL Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2876

Abstract

Maraknya pernikahan usia dini di wilayah rural sering kali terikat kuat dengan dogma kearifan lokal, persepsi tabu atas edukasi kesehatan reproduksi, serta mitos perlindungan kehormatan keluarga. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografer ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kepercayaan budaya lokal dan mitos kesehatan reproduksi yang memengaruhi keputusan pernikahan dini di pemukiman terpencil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga March 2023 di Gampong Lhoong, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, sebuah wilayah rural pesisir dengan angka pernikahan dini yang terdaftar relatif tinggi. Informan penelitian ditentukan secara purposive berjumlah 12 orang, terdiri dari 4 remaja putri terancam/pernah nikah dini, 4 orang tua/tokoh keluarga, 2 tokoh adat/keuchik, dan 2 bidan desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan diskusi kelompok terarah (FGD), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik (Miles & Huberman). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) Mitos "pamali perawan tua" jika menolak lamaran pertama, (2) Tabu pembicaraan organ reproduksi yang dianggap mendorong pergaulan bebas, dan (3) Kepercayaan bahwa pernikahan dini merupakan solusi terbaik mencegah perzinaan (mengikis aib). Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi edukasi kesehatan reproduksi berbasis advokasi kultural bersama pemangku adat setempat. Kata kunci: Kesehatan Reproduksi, Pernikahan Usia Dini, Mitos Budaya, Wilayah Rural, Gampong Lhoong
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Naura Azkia; Riska Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
ANALISIS FAKTOR MATERNAL DAN GIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM Alfitri Wahyuni; Sahbainur Rezeki; Rossi Aulia Pratiwi; Mira Andryani; Rizky Swastika Renjani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5612

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai faktor maternal dan gizi diduga berperan dalam terjadinya anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor maternal dan gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Kopelma Darussalam. Sampel penelitian diambil dengan teknik sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, kuesioner karakteristik ibu, serta penilaian asupan zat besi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan kejadian anemia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia masih ditemukan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam. Faktor usia ibu berhubungan dengan kejadian anemia, di mana ibu hamil pada usia berisiko (35 tahun) lebih banyak mengalami anemia dibandingkan usia reproduksi sehat. Paritas juga berhubungan dengan kejadian anemia, dengan proporsi anemia lebih tinggi pada ibu hamil dengan paritas tinggi. Selain itu, asupan zat besi yang rendah berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor maternal, yaitu usia dan paritas, serta faktor gizi berupa asupan zat besi berperan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan anemia secara komprehensif melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal, edukasi gizi, pemantauan kadar hemoglobin secara rutin, serta peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, khususnya pada ibu hamil dengan faktor risiko.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPATUHAN CALON PENGANTIN DALAM MENGKONSUMSI ASAM FOLAT DI PUSKESMAS MEUKEK, MEUKEK, KABUPATEN ACEH SELATAN Rizka Amalia Putri; Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5681

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPATUHAN CALON PENGANTIN DALAM MENGKONSUMSI ASAM FOLAT DI PUSKESMAS MEUKEK, MEUKEK, KABUPATEN ACEH SELATAN
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 08 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Alfitri Wahyuni; Rahmat Akbar; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di Indonesia masih tinggi. Sebagai contoh, angka remaja wanita usia 15-19 tahun yang melahirkan pada tahun 2002-2007 mencapai 52 per 1000 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa-siswi di SMA negeri 08 Kota Banda Aceh yang dikumpulkan sebanyak 15 orang mereka kurang mengetahui dan memahami cara menjaga kesehatan yang baik dan benar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada remaja dan meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian tindakan berupa pemeriksaan Kesehatan dasar pada siswa-siswi dan penyampaian informasi mengenai Kesehatan reproduksi dan memberikan solusi dan penanganan pada siswa-siswi yang memioliki keluhan terhadap Kesehatan reproduksinya. Sasaran adalah siswa dan siswi SMA Negeri 08 Kotan Banda Aceh  yang berjumlah 78 orang. Tempat dilaksanakannya kegiatan ini di Ruang Lab IPA SMA Negeri 08 Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 April 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan sebagaian besar siswa memiliki kadar HB normal, namun masih ditemukan siswa dengan Hb rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kekurangan Kadar Hemoglobin pada remaja dapat menyebabkan anemia pada remaja dan kekurang fokus dalam konsentrasi belajar serta Edukasi yang diberikan pada remaja tentang menjaga kesehatan dan penanganan pada permasalahan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang lengkap pada siswa dan dapat merubah prilaku dalam kehidupan sehari-hari.     
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.