Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Digital Mental Health Innovation: Effectiveness of Qolbu Care App in Reducing Anxiety and Improving Resilience among Adolescents in Disaster-Prone Areas Nurul Hidayah; Florensa; Nisma; Muhammad Luthfi; Yogasliana Fathudin
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.7944

Abstract

High levels of anxiety and low resilience remain common psychological challenges faced by individuals in coping with life stressors. Technology-based approaches, such as mental health applications, offer innovative and easily accessible solutions, yet remain under-researched in Indonesia.  This study aims to analyze the Qolbu Care application’s effectiveness on respondents' anxiety and resilience levels. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach involving 90 respondents. The intervention was administered over eight weeks using the Qolbu Care application. Standardized anxiety and resilience questionnaires were used as research instruments. Data were analyzed using a paired t-test. The analysis revealed a statistically significant reduction in anxiety levels (mean = –16.45; SD = 8.12; SE = 1.05; p = 0.0001), as well as a statistically significant increase in resilience (mean = 11.40; SD = 6.85; SE = 0.98; p = 0.0001). The Qolbu Care application has proven effective in reducing anxiety and enhancing resilience among respondents. These findings affirm that digital-based interventions can be an innovative alternative for psychosocial support within nursing practice.
The Relationship Between Family Support And The Quality Of Life Of Patients With Chronic Renal Failure Who Are Undergoing Hemodialysis Piddy Lhoksuma Erlyana Naceda; R.A Gabby Novikadarti Rahmah; Faisal Kholid Fahdi; Suhaimi Fauzan; Muhammad Luthfi
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/cmsnj.v15i1.67442

Abstract

Introduction: family support can affect the quality of life of hemodialysis patients. With family support in providing motivation, CKD patients undergoing hemodialysis have a stimulus to improve their quality of life. This study aims to analyze the relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Hospital in Pontianak.   Methods: This study is quantitative in nature, using a correlational design with a cross-sectional approach. The sample was taken using the total sampling technique with a total of 74 respondents. Data collection was conducted using the Family Support and Quality of Life questionnaire. (KDQOL-SF TM 1.3). Statistical tests used the Spearman rank correlation test.   Results: The univariate analysis showed that most respondents were aged 46-65 years (56.8%) and were female (52.7%). Almost all respondents were married (90.5%) and had a high school education (40.5%), with the fewest respondents having a college education, totaling 12 people (16.2%), and the majority being unemployed (62.2%). Most respondents had good family support and a moderate quality of life (52.7%). The result of the Spearman correlation test between family support and quality of life among hemodialysis patients showed a correlation coefficient of rho = −0.016 with a p-value of 0.839 (p > 0.05). This finding indicates a very weak negative correlation and statistically non-significant relationship between family support and patients’ quality of life. Therefore, family support was not significantly associated with the quality of life of hemodialysis patients in this study.   Conclusion: In this study, it can be concluded that there is no relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSU Yarsi Pontianak.
Mental Health in Gerontology: The Role of Age and Disease Duration on Perceived Stress Among Older Adults with Type 2 Diabetes Muhammad Luthfi; Djoko Priyono; Dwin Seprian; Faisal Kholid Fahdi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.579

Abstract

Latar Belakang: Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada lansia di layanan primer sering kali hanya berfokus pada terapi medis konvensional dengan mengabaikan aspek psikososial. Stres psikis kronis dapat memperburuk kontrol glikemik melalui aktivasi aksis HPA yang berlebihan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat stres yang dirasakan (perceived stress) serta menguji pengaruh usia dan durasi penyakit terhadap distres psikologis pada lansia penderita DMT2 yang tinggal di komunitas. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dilakukan terhadap 30 lansia melalui teknik purposive sampling di Puskesmas Rawat Inap Jungkat. Beban psikologis diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale 10 dan data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Seluruh responden mengalami distres psikologis, dengan 60,0% berada pada kategori sedang dan 40,0% kategori berat. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara tingkat stres dengan peningkatan usia (r=0,432; p=0,021) serta lama menderita DMT2 (r=0,512; p=0,015). Kesimpulan: Seluruh responden di Puskesmas Rawat Inap Jungkat mengalami distres psikologis, dengan tingkat stres yang cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia lansia dan lamanya durasi menderita Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil ini secara empiris menunjukkan bahwa kerentanan psikologis responden berbanding lurus dengan proses penuaan biologis dan kronisitas penyakit. Mengingat keterbatasan jumlah sampel yang kecil dan lingkup penelitian yang hanya mencakup satu lokasi, temuan ini tidak dapat digeneralisasi untuk populasi yang lebih luas. Namun, hasil ini memberikan urgensi bagi fasilitas layanan primer di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Jungkat untuk mempertimbangkan integrasi asuhan psikogeriatrik, khususnya melalui penerapan pelatihan manajemen stres sebagai prosedur tetap dalam tata laksana DMT2 di komunitas.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Kecemasan Akademik pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura Faisal Kholid Fahdi; Djoko Priyono; Nurhidayah Nurhidayah; Nadia Rahmawati; Dwin Seprian; Muhammad Luthfi; Dewi Oktavia
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.581

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan menghadapi berbagai tuntutan akademik yang dapat menimbulkan kecemasan, terutama saat menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Dukungan sosial teman sebaya dipercaya dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan akademik. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan akademik (UAS) pada mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura. Metode: Rancangan studi kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan metode random sampling dengan jumlah responden 170 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Kuesioner dukungan teman sebaya terdiri dari 14 item pernyataan yang mengukur empat dimensi dukungan sosial, yaitu dukungan emosional (item 1–4), dukungan instrumental (item 5–7), dukungan informatif (item 8–11), dan dukungan evaluatif (item 12–14). Hasil: Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kecemasan akademik (p-value = 0,019 < 0,05). Dengan korelasi sangat lemah (r = 0,180). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kecemasan akademik pada mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura dalam menghadapi UAS.