Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIRAIT, SAMOSIR: STUDI LOGIC MODEL TAHUN 2022-2024 Karsa, Muhammad Ghifari; Marhamah, Marhamah; Nana Wildana; Baharuddin, Dharina; Zakaria, Radhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48925

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dikenal sebagai silent killer karena gejalanya sering tidak disadari, namun berisiko menimbulkan komplikasi berat. Di Indonesia, prevalensi hipertensi meningkat signifikan setiap tahun, termasuk di Kabupaten Samosir. Metode: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program hipertensi di Puskesmas Sirait menggunakan pendekatan logic model, menilai efektivitas, mengidentifikasi kendala, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan desain evaluasi deskriptif dengan pendekatan campuran. Data dikumpulkan dari laporan tahunan program hipertensi tahun 2022–2024, wawancara kepada penanggung jawab program, serta observasi langsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sirait mencapai 15–29%, namun cakupan layanan hanya 15,26–25,40%. Terdapat kendala dalam ketersediaan SDM, alokasi anggaran, keterbatasan pelatihan, serta belum optimalnya distribusi dan edukasi. Tidak terdapat data pasti mengenai kepatuhan terapi, perubahan gaya hidup, dan penurunan tekanan darah. Outcome dan impact program belum menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan prevalensi dan komplikasi yang terus meningkat. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program hipertensi di Puskesmas Sirait telah berjalan, namun belum efektif dalam menurunkan prevalensi dan meningkatkan capaian layanan. Diperlukan evaluasi berkala, pendataan lebih rinci, peningkatan SDM, serta integrasi pelayanan dan edukasi berbasis komunitas untuk meningkatkan efektivitas program. Kata kunci: Evaluasi program, hipertensi, model logika ABSTRACT Background: Hypertension is a global health issue known as a silent killer due to its often unnoticed symptoms, which can lead to severe complications. In Indonesia, the prevalence of hypertension has significantly increased annually, including in Samosir Regency. Method: This study aims to evaluate the implementation of the hypertension program at Puskesmas Sirait using a logic model approach, assess its effectiveness, identify obstacles, and provide recommendations for improvement. This research employed a descriptive evaluation design with a mixed-method approach. Data were collected from annual hypertension program reports from 2022 to 2024, interviews with the program officer, and direct observations. Data analysis was conducted descriptively using both quantitative and qualitative methods. Results: Showed that hypertension prevalence in the working area of Puskesmas Sirait reached 15–29%, but service coverage only ranged from 15.26–25.40%. Constraints were identified in human resources, budget allocation, limited training, and suboptimal distribution and education efforts. No specific data were available regarding treatment adherence, lifestyle changes, or blood pressure reduction. Program outcomes and impacts have not yielded satisfactory results, with both prevalence and complications continuing to increase. Conclusion: The hypertension program at Puskesmas Sirait has been implemented, it has not yet been effective in reducing prevalence and improving service coverage. Periodic evaluations, detailed data recording, increased human resources, and community-based integrated services and education are needed to improve program effectiveness. Keywords: Hypertension, logic model, program evaluation
EVALUASI PROGRAM HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAPAKTUAN TAHUN 2022 – 2024 Atira, Dhia; Komaria, Mena; Ulfah, Aulia; Baharuddin, Dharina; Ichwansyah , Fahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49214

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan selama tiga tahun terakhir, dengan tren kasus yang fluktuatif namun tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pelaksanaan program pengendalian hipertensi menggunakan pendekatan deskriptif dan metode campuran kuantitatif serta kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, serta telaah dokumen program. Hasil menunjukkan bahwa cakupan layanan melebihi 95% tiap tahun, didukung oleh tenaga kesehatan dan kader yang aktif, serta kegiatan edukasi yang berjalan secara rutin. Program ini berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah pasien dan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Kendala utama yang dihadapi adalah keterlambatan distribusi obat dari dinas dan keterbatasan dana untuk pengadaan mandiri. Secara keseluruhan, program dinilai efektif dalam menekan angka kasus hipertensi dan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan keberlanjutan program, disarankan adanya penguatan sistem logistik obat, penyediaan stok cadangan di Puskesmas, serta peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan yang merata di seluruh desa
EVALUASI PROGRAM HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PTM DI RSU SUNDARI KOTA MEDAN Fikri, Muhammad; Cintia, Defi; Erlina, Eni; Baharuddin, Dharina; Zahara, Meutia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49236

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan. RSU Sundari Kota Medan dalam tiga tahun terakhir mengalami tren peningkatan jumlah pasien hipertensi yang signifikan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelaksanaan program pengendalian hipertensi di RSU Sundari dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen program dan rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan layanan program hipertensi mencapai lebih dari 80% pada tahun 2022 dan 2023, namun terjadi penurunan signifikan menjadi 64,6% pada tahun 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, belum optimalnya kegiatan edukasi, serta kurangnya konsistensi dalam pemantauan pasien. Meskipun demikian, program hipertensi terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan deteksi dini, kesadaran pasien, serta perluasan cakupan populasi berisiko melalui kolaborasi dengan Prolanis BPJS dan kegiatan skrining di instalasi rawat jalan. Tantangan utama program meliputi keterbatasan media edukasi interaktif, ketidakteraturan pelatihan tenaga kesehatan, serta kendala logistik dalam distribusi obat antihipertensi. Secara keseluruhan, program dinilai cukup efektif, namun memerlukan penguatan dalam aspek edukasi, standar operasional prosedur layanan, serta konsistensi monitoring pasien. Untuk menjamin keberlanjutan program, disarankan pengembangan media edukasi berbasis digital, peningkatan pelatihan berkala bagi SDM, serta integrasi program dengan sistem informasi manajemen rumah sakit.
PENGARUH EDUKASI BATAS KONSUMSI HARIAN TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA MENGENAI HIPERTENSI DI PT. RAJA MATRIAL GEDUNG PUTIH TAHUN 2025 Lheena, Cut Putri Zaila; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin, Dharina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49241

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling umum terjadi dan menjadi faktor risiko utama Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Konsumsi natrium berlebih, khususnya garam, menjadi faktor risiko penting terjadinya hipertensi. Edukasi batas konsumsi harian natrium dan skrining tekanan darah di lingkungan kerja merupakan upaya promotif-preventif yang efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi batas konsumsi harian terhadap pengetahuan pekerja serta mendeskripsikan kejadian hipertensi pada pekerja PT. Raja Matrial Gedung Putih Kabupaten Aceh Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain intervensi. Sebanyak 42 pekerja mengikuti skrining tekanan darah, pre-test, penyuluhan, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired samples t-test. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa awal (61,9%), berjenis kelamin laki-laki (88,1%), berpendidikan SMA (66,6%), dan memiliki kebiasaan merokok (88,1%). Skrining tekanan darah menemukan 59,5% responden berada pada kategori hipertensi tahap 2, 9,52% prehipertensi, dan 30,9% normal. Tingkat pengetahuan tinggi meningkat dari 9,5% sebelum edukasi menjadi 59,9% setelah edukasi. Uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0,000), menandakan adanya pengaruh positif edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi berbasis tempat kerja efektif meningkatkan literasi kesehatan dan dapat menjadi strategi penting pencegahan hipertensi pada kelompok pekerja.
Komunikasi Antar Personal (KAP) dalam Edukasi dan Pencegahan Hipertensi di Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh: Rahmadhani, Syahri; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin, Dharina
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.682

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular serta penyebab utama kematian. Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, serta pencegahan hipertensi berdampak pada komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) merupakan strategi edukasi kesehatan berbasis interaksi langsung yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat melalui komunikasi dua arah yang lebih efektif dan partisipatif. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh terkait hipertensi. Metode: menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain uji paired t-test (pre-test dan post-test). Responden terdiri dari 11 orang masyarakat di Gampong Cot Mesjid, yang diberikan edukasi menggunakan metode KAP melalui sesi interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan nyanyian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan responden terkait hipertensi setelah diberikan edukasi melalui metode KAP. Rata-rata skor pre-test sebelum intervensi adalah 55,91 meningkat menjadi 77,00 (p = 0,000), yang artinya bahwa penyuluhan dengan menggunakan metode KAP efektif dilakukan dan ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Kesimpulan: Komunikasi Antar Personal (KAP) terbukti efektif sebagai strategi edukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait hipertensi. Dengan komunikasi dua arah yang interaktif, peserta lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang diberikan. Pendekatan ini dapat diterapkan lebih luas dalam program edukasi kesehatan lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit kronis. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pencegahan penyakit ____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension or high blood pressure is one of the most common chronic diseases in the world and is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of death. The low level of public understanding of risk factors, symptoms, and prevention of hypertension has an impact on complications. Interpersonal Communication (KAP) is a health education strategy based on direct interaction that aims to increase public awareness and understanding through more effective and participatory two-way communication. Objective: To analyze the effectiveness of KAP in increasing public knowledge regarding hypertension in Gampong Cot Mesjid, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Method: using a descriptive approach with a paired t-test design (pre-test and post-test). Respondents consisted of 11 people in Gampong Cot Mesjid, who were given education using the KAP method through interactive sessions, group discussions, educational games, and songs. Data were collected through a questionnaire that measured the level of knowledge before and after the intervention. Result: there was a significant increase in respondents' knowledge regarding hypertension after being given education through the KAP method. The average pre-test score before the intervention was 55.91% increasing to 77.00% (p = 0.000), which means that counseling using the KAP method is effective and there is a significant difference between the pre-test and post-test results. Conclusion: Interpersonal Communication (KAP) has proven to be effective as an educational strategy in increasing public awareness and understanding of hypertension. With interactive two-way communication, participants find it easier to understand and remember the information provided. This approach can be applied more widely in other health education programs to increase public awareness of various chronic diseases. Keywords: health education, hypertension, interpersonal communication, disease prevention
The effectiveness of breakfast time on cognitive function among university students: A cluster experiment study protocol Baharuddin, Dharina; Septiani, Riza; Akbar, Fahrisal; Naimah, Naimah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2348

Abstract

Breakfast is important for supporting cognitive function. However, national surveys show that around 56% of university students in Indonesia often skip breakfast. Research on the optimal timing of breakfast to enhance cognitive function is limited. This study aims to evaluate the effectiveness of different breakfast times on students’ cognitive abilities and health indicators. Methods: A Cluster Randomized Controlled Trial (CRCT) was conducted at the University of Muhammadiyah Aceh in 2024. A total of 60 students from three faculties were recruited and randomly assigned into three groups: intervention 1 (breakfast at 06:30–07:30), intervention 2 (07:31–08:31), and a control group (usual breakfast habits). The intervention lasted 8 weeks (4 weeks intervention, 4 weeks maintenance). Cognitive function was assessed using the Army Alpha Test, and mood was measured with the Profile of Mood Scales. Data were analyzed based on the Intention-to-Treat (ITT) principle and the Generalized Estimating Equation (GEE) method in SPSS version 25.0. Results: This protocol is designed to explore the most suitable breakfast timing for students. Expected outcomes include identifying breakfast times that significantly enhance cognitive function. Conclusion: The study is expected to provide evidence for designing breakfast interventions that support students’ cognitive function and overall health.
Penggunaan Teknik Komunikasi Antar Personal dalam Penguatan Imunisasi: Use of Interpersonal Communication Techniques in Strengthening Immunization Baharuddin, Dharina; Arlianti, Nopa; Syahirah, Arifah; Septiani, Riza; Wardiati, Wardiati; Na’imah, Na’imah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.7768

Abstract

The government in Indonesia continues to focus its attention on the problem of stunting (shortness). In 2022, the prevalence of stunting was 31.2%. Meanwhile, in Aceh Besar Regency's Atong Village, 5% of children under the age of five were stunted. Infectious disease is one of the stunting risk factors that immunization can help avoid. Therefore, the aim of executing this community service in Atong village is to raise the community's knowledge and awareness of child vaccination in the future. The method conducted was Inter-Personal Communication (KAP), which has an instructional and engaging model. The implementation employed instructive entertaining games and songs to demonstrate the efficacy of immunization and its schedule. The respondents included adults and the elderly who will support childhood immunization today and in the future. The activity lasted one day and began with an introductory game, followed by listening to one another in the form of a critical thinking stage about the types of diseases that children suffer from, a stage of finding ways to maintain children's health, a learning stage about types of immunizations, and a commitment stage to carry out routine immunizations. There were 60 persons in attendance, and all of them were quite enthusiastic about learning. The KAP approach was successful in getting people interested in learning about immunization. KAP strategies should be used in various sensitive educational settings in the community.
Edukasi KAP untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Gampong Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya Sari, Putri Ardila; Baharuddin, Dharina; Fahdhienie, Farrah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi kronis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian tinggi. Rendahnya pemahaman masyarakat meningkatkan risiko komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran melalui interaksi dua arah. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Meunasah Raya tentang hipertensi. Metode: Desain yang ditetapkan adalah one group  pre-test post-test. Kegiatan diikuti oleh 26 partisipan. Untuk melihat adanya perubahan pengetahuan setelah edukasi, dilakukan analisis dengan uji t dari hasil pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi, yaitu sesi interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan lagu. Hasil: Skor pengetahuan meningkat signifikan dari rata-rata 7,12 menjadi 11,27 (p = 0,000). Kesimpulan: KAP efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi. Pendekatan komunikasi dua arah yang interaktif memudahkan peserta memahami dan mengingat informasi, serta memiliki potensi diterapkan lebih luas dalam program pencegahan penyakit kronis lainnya. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pengetahuan masyarakat _____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a chronic condition that is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of mortality. Low public awareness increases the risk of complications. Interpersonal Communication (ICC) is considered effective in raising awareness through two-way interaction. Objective: To evaluate the effectiveness of ICC in increasing public awareness of hypertension in Meunasah Raya. Method: The design used was a one-group pre-test-post-test. Twenty-six participants attended the activity. To determine changes in knowledge after education, a t-test analysis was conducted on the pre-test and post-test results. The activity was conducted in several sessions: interactive sessions, discussions, educational games, and songs. Result: Knowledge scores increased significantly from an average of 7.12 to 11.27 (p = 0.000). Conclusion: ICC is effective in increasing public awareness and understanding of hypertension. The interactive two-way communication approach makes it easier for participants to understand and remember information and has the potential to be applied more widely in other chronic disease prevention programs. Keywords: health education, hypertension, ICC, public knowledge