Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENYULUHAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA GURU-GURU SEKOLAH DASAR Ukti Lutvaidah; Luluk Setyowati; Zeinora; Nur Rizkiyah; Novita Delima; Bado Riyono
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): AGUSTUS-NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v3i2.3924

Abstract

  Pembelajaran matematika di sekolah dasar seringkali menghadapi tantangan, termasuk persepsi siswa yang menganggapnya sulit dan membosankan serta keluhan orang tua mengenai beban tugas matematika yang tinggi . Kondisi ini mengindikasikan perlunya pendekatan pengajaran yang lebih menarik dan relevan, seperti Pendekatan Matematika Realistik (PMRI), yang harus disajikan secara menyenangkan. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan di SDN 11 Babelan, Kabupaten Bekasi, dari Januari hingga Maret 2023, melibatkan 15 guru. Metode yang digunakan meliputi observasi awal untuk identifikasi masalah, dilanjutkan dengan perumusan masalah. Kemudian, dilakukan penyuluhan selama tiga sesi yang meliputi pengenalan dasar, komponen, serta teknik PMRI. Setelah itu, para guru melaksanakan praktek mengajar dengan pendekatan realistik, dan diakhiri dengan evaluasi melalui tes praktek, penyelesaian soal, dan penilaian mengajar. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan sikap positif yang tinggi dari para guru dalam menerapkan PMRI. Skor rata-rata praktek mengajar mencapai 72, mengindikasikan bahwa para guru telah mulai mengadopsi metode ini meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam penguasaan pengajaran dan pengelolaan kelas. Keberhasilan ini menunjukkan potensi PMRI dalam membantu guru menyajikan matematika secara menyenangkan dan kontekstual. Disarankan agar para guru terus memperbaiki pengajaran dan pengelolaan kelas. Sekolah juga perlu menyediakan program pelatihan berkelanjutan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan guru dengan fokus pada penyajian matematika yang relevan dan menarik, demi meningkatkan minat dan pemahaman siswa secara signifikan.    
PENGENALAN KEWIRAUSAHAAN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR Bado Riyono; Hugo Aries Suprapto; Sigit Widiyarto; Albertus Maria Setyastanto; Ukti Lutvaidah
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i2.4510

Abstract

Pengenalan kewirausahaan pada murid sekolah dasar di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya minat kewirausahaan pada usia dini serta tuntutan era globalisasi dan digitalisasi yang menuntut keterampilan hidup, kreativitas, dan kepedulian sosial-lingkungan sejak awal. Pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar dipandang tidak hanya berorientasi pada kemampuan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter, tanggung jawab sosial, dan kesadaran lingkungan melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan orang tua murid di dua sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan kewirausahaan dilaksanakan melalui kegiatan berbasis proyek seperti pembuatan produk sederhana, simulasi jual-beli di kelas atau pasar mini sekolah, serta pembelajaran membawa barang untuk dijual. Sekolah menyusun kurikulum tematik kewirausahaan sederhana, menyediakan ruang kreativitas dan bahan praktik, serta melibatkan pelaku usaha lokal sebagai mentor dan role model. Guru berperan aktif sebagai fasilitator, sementara dukungan orang tua memperkuat pembelajaran melalui pendampingan dan pengelolaan uang saku. Pembelajaran juga menanamkan nilai sosial dan lingkungan. Meskipun menunjukkan praktik yang positif dan kontekstual, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan evaluasi dampak pembelajaran, integrasi kewirausahaan ke dalam kurikulum formal, peningkatan kapasitas guru, serta pemanfaatan teknologi agar program berkelanjutan dan berdampak lebih luas.
KONSEP TEKNOLOGI PENGEMBANGAN TAMAN LINGKUNGAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK TAMAN BERWAWASAN PANGAN Fajar Affanul Hakim; Bambang Perkasa Alam; Indah Yuliasari; Ukti Lutvaidah
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman lingkungan merupakan aspek penting dalam mewujudkan arsitektur keberlanjutan pada kawasan pemukiman. Sebagai ruang terbuka hijau rukun tetangga memiliki peran menghadirkan keseimbangan ekologi, sarana interaksi serta aktivitas warga. Namun pada praktiknya taman mengalami degradari fisik dan minimnya pemeliharaan akibat rendahnya partisipasi masyarakat. Pembahasan ini bertujuan mengeksplorasi konsep teknologi pengembangan taman lingkungan berwawasan pangan dan menganalisis pengaruh setting fisik taman terhadap penggunaan ruang dan interaksi sosial. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan analisis setting fisik taman. Hasil penelitian manunjukan setting fisik taman dibentuk untuk mendukung ruang interaksi sosial individu dan multifungsi meningkatkan fleksibilitas penggunaan ruang. Pengaturan ketinggian vegetasi untuk memaksimalkan view ruang, pencahayaan dan sirkulasi udara dalam ruang taman dan lingkungannya. penerapan tanaman pangan sebagai elemen pembatas dan peneduh memperkuat ruang interaksi sosial. Kesimpulan penelitian bahwa penguatan komunitas di taman memiliki potensi meningkatkan partisipas masyarakat dalam mewujudkan keberlanjutan taman lingkungan, melalui penerapan konsep berwawasan pangan,ruang interaksi sosial dirancang untuk menguatkan komunikasi komunitas dalam penggunaan taman. Oleh karena itu perencanaan taman lingkungan perlu dikembangkan dengan pendekatan berbasis ruang interaksi komunitas hingga tahap implementasi.
KAJIAN MATERIAL REFLEKSI DALAM PADA DINDING TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN ALAMI Muhammad Sega Sufia Purnama; Mukhamad Risa Diki Pratama; Dian Nugraha; Ukti Lutvaidah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i2.3151

Abstract

Abstract: Natural lighting has been widely studied by measurement and simulation methods. Aperture is the factor under study associated with the intensity of light in the room. Reflective materials in their kind are walls and furniture. It also plays a role in determining the intensity of light in a room. This study aims to examine the various materials commonly used for walls and their effect on the intensity of light in a room. The research method used in this study is a quantitative method with a simulation using dialux Evo 8.6 software. Research begins by creating a model. The room model is made of 7 pieces in a row. After the model is finished, a window with a size of 1 x 1.3 m is created. Each room will be given a different wall material. The result is a room with wooden walls has the highest light intensity. The lowest intensity is in a room with walls of glass block material. The order from lowest to highest after red brick is rough plaster, followed by concrete, vinyl and then ceramic. This has to do with the condition of the surface of the material. The conclusion is that a room that has walls with a rough surface will experience a decrease in light intensity due to light diffraction. Color plays a role as an absorber of light. Even though the surface is smooth, if the color of the field is dark, the room will have low light intensity.Keyword: natural lighting, walls, inner reflection, light intensityAbstrak: Pencahayaan alami sudah banyak diteliti dengan metode pengukuran dan simulasi. Bukaan menjadi faktor yang diteliti dikaitkan dengan intesitas cahaya dalam ruangan. Material refleksi dalam jenisnya adalah dinding dan furnitur. Hal ini juga memainkan peran dalam menentukan intensitas cahaya dalam sebuah ruangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji beragam material yang biasa digunakan untuk  dinding dan pengaruhnya terhadap intensitas cahaya dalam sebuah ruang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan simulasi menggunakan software dialux Evo 8.6. Penelitian dimulai dengan membuat sebuah model. Model ruang dibuat sebanyak 7 buah berjejer. Setelah model selesai maka dibuat jendela dengan ukuran 1 x 1.3 m. Setiap ruang akan diberikan material dinding yang berbeda. Hasilnya adalah ruang dengan dinding kayu mempunyai intesitas cahaya yang paling tinggi. Intensitas paling rendah ada pada ruangan dengan dinding material blok kaca. Urutan dari paling rendah ke lebih tinggi setelah bata merah ada pelster kasar disusul beton, vinyl lalu keramik. Hal ini ada hubungannya dengan kondisi permukaan material tersebut. Kesimpulanya adalah ruang yang memiliki dinding dengan permukaan yang kasar akan mengalami penurunan intensitas cahaya disebabkan terjadinya difraksi cahaya.Warna memainkan peran sebagai penyerap cahaya. Walau permukaannya halus bila warna bidang gelap maka ruang akan punya intensitas cahaya rendah. Kata Kunci: pencahayan alami, dinding, refleksi dalam, intensitas cahaya