Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MEROKOK SEBAGAI MITOS KEBERANIAN: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA POSTER IKLAN ROKOK LA BOLD Suriadi Suriadi
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i2.51901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi merokok sebagai mitos keberanian dalam poster iklan rokok LA Bold. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan berupa empat poster iklan LA Bold yang diperoleh dari situs resmi BOLD | LA Family dan Pinterest. Analisis data dilakukan melalui tiga tingkat pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat poster membangun mitos keberanian melalui tiga pola: keberanian sebagai kendali diri, keberanian sebagai pengambilan risiko, dan keberanian sebagai pilihan kebebasan. Secara denotasi, poster menampilkan figur, aktivitas, warna, slogan, kemasan produk, dan tata letak tertentu. Secara konotasi, tanda-tanda tersebut membangun asosiasi dengan keberanian, kebebasan, risiko, kendali diri, kekuatan, dan maskulinitas. Pada tingkat mitos, asosiasi tersebut dinaturalisasi sehingga rokok tampak sebagai simbol identitas yang positif, maskulin, modern, dan aspiratif.
Pelatihan Analisis Wacana Kritis untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Ideologi dan Relasi Kuasa dalam Teks Digital Faisal Faisal; Muhammad Rapi; Suriadi Suriadi; Suarni Syam Saguni; Irma Satriani
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.881

Abstract

Pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi kritis anggota eLTIM FBS UNM dalam membaca ideologi dan relasi kuasa pada teks digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas mahasiswa dalam mengakses berita daring, opini, dan media sosial yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan analisis kritis dan sistematis. Pelatihan dilaksanakan melalui empat tahap utama, yaitu pemaparan konsep, praktik analisis teks digital, diskusi kelompok, dan presentasi hasil analisis. Materi difokuskan pada tiga dimensi AWK van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil kegiatan menunjukkan capaian rata-rata peserta sekitar 82%. Sebanyak 88% peserta mampu memahami struktur teks, 84% memahami kognisi sosial, 82% memahami konteks sosial, 80% mampu mengidentifikasi ideologi, dan 78% mampu membaca relasi kuasa dalam teks digital. Peserta juga menunjukkan kemampuan menghubungkan bukti tekstual dengan konteks sosial serta menyusun dan mempresentasikan hasil analisis secara sistematis. Pelatihan ini mendorong pergeseran pola membaca dari pemahaman isi menuju pembacaan yang lebih kritis, berbasis bukti, dan kontekstual. Dengan demikian, AWK model Teun A. van Dijk dapat digunakan sebagai perangkat penguatan literasi kritis mahasiswa dalam memahami teks digital sebagai ruang konstruksi representasi, ideologi, dan relasi kuasa.
Internalisasi Filosofi Perempuan Bugis-Makassar melalui Workshop Interpretasi Tradisi dan Tari Pakarena sebagai Model Penguatan Pendidikan Siswa SMP Negeri 33 Makassar Bungatang Bungatang; Andi Agussalim AJ; Fitriansal Fitriansal; Suriadi Suriadi; M Faidil; Nur Asmi Suci Ramadhani
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.883

Abstract

Globalisasi dan modernisasi menjadi tantangan bagi keberlanjutan nilai budaya lokal di kalangan generasi muda. Kondisi ini ditemukan di SMP Negeri 33 Makassar, di mana sekitar 65–70% siswa mengenal bentuk simbolik tradisi, cerita, dan kesenian daerah, tetapi belum memahami makna filosofisnya. Pembelajaran budaya juga cenderung teoritis, sementara nilai lokal seperti Siri’ na Pacce belum terintegrasi secara sistematis dalam pendidikan karakter. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menginternalisasikan filosofi perempuan Bugis-Makassar melalui workshop interpretasi tradisi dan Tari Pakarena sebagai model penguatan pendidikan karakter siswa. Program dilaksanakan pada 23 Juli, 26 Agustus, dan 27 Agustus 2026 di SMP Negeri 33 Makassar dengan melibatkan 80 siswa. Metode yang digunakan meliputi participatory learning, pendekatan interpretasi budaya, dan experiential learning. Tahapan kegiatan mencakup sosialisasi, workshop interpretasi tradisi melalui cerita rakyat dan pappaseng, pemanfaatan media audiovisual, interpretasi dan praktik Tari Pakarena, pendampingan, evaluasi, serta perancangan keberlanjutan. Keberhasilan program diukur melalui pre-test, post-test, observasi partisipasi, dan refleksi tertulis siswa. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif mitra dan peningkatan pemahaman siswa dari sekadar mengenali bentuk budaya menjadi mampu menginterpretasikan makna simbolik dan filosofisnya. Siswa memahami nilai Siri’ na Pacce dan filosofi perempuan Bugis-Makassar, khususnya malebbi sebagai sikap bermartabat, santun, tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab. Praktik Tari Pakarena juga menumbuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, dan kerja sama. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan melampaui indikator minimal 70%. Program menghasilkan model pembelajaran karakter berbasis seni tradisional yang kontekstual dan berkelanjutan serta mendukung SDGs, khususnya pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender.