Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pembuatan Nutri-Bites Daun Kelor untuk Pencegahan Stuntingdan TB Paru di Desa Salilama Zulkifli B. Pomalango; Ariani H. Hutuba; Erwin Purwanto
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ggqy6g29

Abstract

Desa Salilama merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka kejadian stunting dan tuberkulosis yang masih tinggi diakibatkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, rendahnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi untuk meningkatkan imunitas dan mencegah stunting maupun infeksi TB. Pemanfaatan daun kelor selama ini masih terbatas pada konsumsi rumah tangga tanpa inovasi pengolahan yang bernilai tambah. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan Nutri-Bites berbasis pangan local daun kelor (Moringa oleifera). Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi dua tahap utama, yaitu edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan Nutri-Bites. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan dampak peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang signifikan dalam memahami pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal bernutrisi tinggi, pada kegiatan pelatihan pembuatan Nutri-Bites mayoritas peserta mampu mengikuti instruksi dan menirukan seluruh tahapan proses pembuatan dengan baik dan tepat, baik secara teknis maupun prosedural. Produk Nutri-Bites yang dihasilkan dinyatakan memenuhi kriteria layak konsumsi dan aman dikonsumsi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal untuk mampu menghasilkan produk pangan sehat secara mandiri, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kemandirian gizi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Salilama.
Pengaruh Edukasi Self-Care Management Berbasis Video terhadap Tingkat Pengetahuan pada Pasien Hipertensi Karina Tariwoba; Erwin Purwanto; Nanang Paramata
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1328

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui penerapan self-care management. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah serta meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan pasien adalah melalui edukasi kesehatan berbasis video. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi self-care management berbasis video terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dialokasikan ke dalam kelompok kontrol (n=50) dan kelompok intervensi (n=50) berdasarkan waktu dan tempat pelaksanaan penelitian untuk meminimalkan kontaminasi informasi antar kelompok. Kelompok kontrol diberikan edukasi kesehatan tanpa media video, sedangkan kelompok intervensi diberikan edukasi self-care management berbasis video. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi mayoritas responden pada kedua kelompok memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang. Setelah intervensi, mayoritas kelompok intervensi berada pada kategori baik sebanyak 29 responden (58%), sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 28 responden (56%). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga edukasi self-care management berbasis video efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien hipertensi.
Textbook Ownership and Knowledge Among Final-Year Nursing Students in Gorontalo Maryadi Maryadi; Erwin Purwanto; Sartika Sartika; Nur Ayun R Yusuf
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/3k9g9r30

Abstract

Understanding biostatistics is one of the essential foundations in nursing science. This is because it is closely related to the development of evidence-based nursing. This study aimed to assess nursing students’ knowledge of biostatistics. This descriptive analytic study was conducted among final-semester nursing students in November 2025. The sample size in this study was 64 participants, calculated using the Slovin formula with a 10% margin of error. Samples were selected using a consecutive sampling technique to examine students’ knowledge based on age, gender, semester, university admissions, personal biostatistics reference, and seminar/workshop experience. Descriptive and correlational data analyses were performed using SPSS version 22 software. The results of this study indicate that most students have good knowledge of biostatistics, and there is a significant correlation between ownership of personal biostatistics textbooks and students’ knowledge (p= 0.040). The findings of this study provide information for both students and institutions regarding the benefits of owning personal biostatistics references on knowledge and understanding. This may serve as a consideration when recommending personal ownership of references, given greater access to knowledge.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Infark Miokard Akut (IMA) Azra Nadhira Botutihe; Nasrun Pakaya; Erwin Purwanto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h4wf9189

Abstract

This study aimed to determine the relationship between smoking habits and the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) at Toto Kabila Regional Hospital, Bone Bolango Regency. The study used a cross-sectional method. The results showed a significant association between smoking habits and the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) (p-value = 0.001). In conclusion, the heavier a person's smoking habit, the higher the likelihood of STEMI compared to NSTEMI.   Keywords: Risk Factors, Acute Myocardial Infarction (AMI), Smoking Habits, Heart Disease
Relationship of Self-Care Based on Orem Theory to the Risk of Peripheral Neuropathy in Diabetic Patients Type 2 Mellitus at the Tilongkabila Health Center Nanda Ariesta Aprilia Abas; Ita Sulistiani; Erwin Purwanto
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10394

Abstract

This study aims to find out how the relationship between self-care and the risk of peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tilongkabila Health Center. This type of research is quantitative using a correlational design, which aims to find out whether there is a relationship between two or more variables with the approach used, namely cross-sectional. Based on the results of the study, obtained from 74 respondents, it shows that most of the respondents have good self-care, namely 50 respondents (67.6%), followed by respondents with sufficient self-care as many as 11 respondents (14.9%), and less self-care as many as 13 respondents (17.6%). The results of neuropathy screening examination using monofilament found that as many as 41 respondents (55.4%) were not at risk of developing peripheral neuropathy, while 33 respondents (44.6%) were at risk of peripheral neuropathy. There was a statistically significant relationship between self-care based on Orem's theory and the risk of peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tilongkabila Health Center, with a p-value of 0.043 (p < 0.05).
Description of Uremic Pruritus in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis at Prof. Dr. Aloei Saboe Regional General Hospital Moh Ikbal Lahabu; Vivien Novarina A. Kasim; Maryadi Maryadi; Nurdiana Djamaluddin; Erwin Purwanto
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19379

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with a steadily increasing prevalence, particularly among patients undergoing hemodialysis. One of the most frequently reported complaints is uremic pruritus, defined as a chronic itching sensation that significantly affects patients' quality of life. This study aimed to describe the characteristics of uremic pruritus in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at RSUD (Regional General Hospital) Prof. Dr. Aloei Saboe, Gorontalo City. This study employed a descriptive quantitative design using a total sampling technique involving 42 CKD patients undergoing hemodialysis who presented with uremic pruritus. Data were collected using a demographic questionnaire and the 5D Itch Scale instrument. The results showed that 3 respondents (7%) experienced mild pruritus, 24 respondents (57%) experienced moderate pruritus, and 15 respondents (36%) experienced severe pruritus. The findings indicate that uremic pruritus remains a predominant clinical problem among CKD patients undergoing hemodialysis. Consequently, increased attention to assessment and management is necessary to improve patients' quality of life
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Self Acceptance Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe: The Relationship Between Social Support and Self-Acceptance in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital Dian Novianti; Nurdiana Djamaluddin; Siti Hajar Salawali; Erwin Purwanto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10623

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan suatu sindrom klinis sekunder akibat perubahan definitive fungsi atau struktur ginjal dan ditandai dengan iversibilitas serta evolusinya yang lambat dan progresif. Penyakit ginjal kronik semakin berkembang sampai sekarang, pedoman internasional mendefinisikan kondisi ini merupakan penurunan kerja ginjal yang digambarkan oleh kecepatan filtrasi glomerulus dibawah mL/menit per 1,73 m2. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 53 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan sosial dan self acceptance. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0.005 (p-value < 0.05) yang artinya ada hubungan antara dukungan sosial dengan self acceptance pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Dengan adanya dukungan sosial yang optimal, pasien diharapkan mampu menerima kondisi dirinya sendiri sehingga dapat mencapai self acceptance yang baik
Model EduSex-HIV Berbasis PLISSIT Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penularan HIV Pada Remaja Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto; Ridha Hafid
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2575

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual dan penularan HIV akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi serta terbatasnya edukasi seksual komprehensif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Edusex-HIV berbasis PLISSIT dengan perspektif kesetaraan gender dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota Gorontalo pada Maret–April 2025 dengan sampel 100 siswa menggunakan simple random sampling. Variabel utama penelitian adalah tingkat pengetahuan dan sikap siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan HIV. Intervensi edukasi dilakukan selama dua minggu melalui empat sesi berbasis model PLISSIT. Analisis data menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pengetahuan dari mean 1,32 menjadi 1,80 dan sikap dari 1,18 menjadi 1,90, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami perubahan kecil pada pengetahuan (1,30 menjadi 1,34) dan sikap (1,20 menjadi 1,25). Uji Independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok baik pada pengetahuan maupun sikap (p = 0,001). Model Edusex-HIV berbasis PLISSIT efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi edukasi kesehatan reproduksi di sekolah.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Di Puskesmas Kota Timur: The Relationship Between Body Mass Index and the Incidence of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) at the East Kota Community Health Center Alyaa Aladawiyah Lalapa; Vivien Novarina A. Kasim; Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8254

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan gastrointestinal kronis. GERD adalah suatu gangguan saluran pencernaan di mana isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan GERD adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas diduga dapat meningkatkan tekanan intraabdomen sehingga memperburuk gejala GERD. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 238 responden dan sampel sebanyak 149 responden dengan penyakit GERD maupun non-GERD di Puskesmas Kota Timur. Instrumen penelitian yaitu alat ukur IMT untuk menilai status gizi seseorang berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data menggunakan uji ChiSquare, dengan hasil p-value 0,007 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian gerd (p-value<0,05). Kesimpulannya, bahwa terdapat hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Puskesmas Kota Timur.
Pengaruh Edukasi Diet Rendah Garam terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Erwin Purwanto; Nurdiana Djamaluddin; Nirwanto K. Rahim; Maryadi Maryadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1442

Abstract

Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global yang besar, dimana salah satu akar masalahnya yakni rendahnya pengetahuan pasien mengenai manajemen nutrisi berupa pembatasan asupan garam (natrium). Pengelolaan diet rendah garam sebagai strategi non-farmakologis untuk mengendalikan tekanan darah, karena konsumsi garam yang berlebih merupakan faktor utama yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi diet rendah garam terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test pada 64 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan media leaflet selama 60 menit. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebanyak 20 item pertanyaan, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan pre-test sebesar 58,75 meningkat menjadi 84,63 rata-rata skor pengetahuan post-test, dengan proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik dari 20,31% menjadi 76,56% setelah intervensi dengan hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi diet rendah garam secara terstruktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi. Intervensi keperawatan ini terbukti efektif digunakan sebagai upaya promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan primer.