Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengendalian Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Senam Hipertensi di Puskesmas Suwawa Erwin Purwanto; Nur Fitriah Jumatrin; Yulianti Tuki; Nurmila S Djakaria
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1706

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan utama bagi kelompok lanjut usia (lansia) karena risiko komplikasi kardiovaskular yang tinggi. Di Provinsi Gorontalo, prevalensi hipertensi pada lansia usia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 65% hingga 70%. Angka yang signifikan ini menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang berkelanjutan dan mudah diakses di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengendalikan tekanan darah, meningkatkan kebugaran fisik, serta memperbaiki kualitas hidup lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa senam hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Suwawa dengan melibatkan 15 orang lansia sebagai partisipan. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan dan praktik senam hipertensi yang terdiri dari gerakan aerobik ringan. Gerakan dirancang khusus agar tidak memberatkan sistem kardiovaskular namun tetap memberikan stimulus fisiologis yang optimal. Tekanan darah partisipan diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi untuk melihat efektivitas kegiatan. Pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya respons positif dari partisipan. Hasil evaluasi mencatat adanya penurunan rata-rata tekanan darah pada seluruh partisipan setelah melakukan senam hipertensi dibandingkan dengan kondisi sebelum intervensi. Selain dampak fisiologis, kegiatan kelompok ini juga meningkatkan interaksi sosial antar lansia. Terapi Aktivitas Kelompok melalui senam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah lansia. Program ini disarankan untuk diterapkan secara rutin sebagai bagian dari manajemen kesehatan mandiri di komunitas
Pembuatan Nutri-Bites Daun Kelor untuk Pencegahan Stuntingdan TB Paru di Desa Salilama Zulkifli B. Pomalango; Ariani H. Hutuba; Erwin Purwanto
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ggqy6g29

Abstract

Desa Salilama merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka kejadian stunting dan tuberkulosis yang masih tinggi diakibatkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, rendahnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi untuk meningkatkan imunitas dan mencegah stunting maupun infeksi TB. Pemanfaatan daun kelor selama ini masih terbatas pada konsumsi rumah tangga tanpa inovasi pengolahan yang bernilai tambah. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan Nutri-Bites berbasis pangan local daun kelor (Moringa oleifera). Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi dua tahap utama, yaitu edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan Nutri-Bites. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan dampak peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang signifikan dalam memahami pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal bernutrisi tinggi, pada kegiatan pelatihan pembuatan Nutri-Bites mayoritas peserta mampu mengikuti instruksi dan menirukan seluruh tahapan proses pembuatan dengan baik dan tepat, baik secara teknis maupun prosedural. Produk Nutri-Bites yang dihasilkan dinyatakan memenuhi kriteria layak konsumsi dan aman dikonsumsi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal untuk mampu menghasilkan produk pangan sehat secara mandiri, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kemandirian gizi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Salilama.
Pengaruh Edukasi Self-Care Management Berbasis Video terhadap Tingkat Pengetahuan pada Pasien Hipertensi Karina Tariwoba; Erwin Purwanto; Nanang Paramata
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1328

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui penerapan self-care management. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah serta meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan pasien adalah melalui edukasi kesehatan berbasis video. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi self-care management berbasis video terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dialokasikan ke dalam kelompok kontrol (n=50) dan kelompok intervensi (n=50) berdasarkan waktu dan tempat pelaksanaan penelitian untuk meminimalkan kontaminasi informasi antar kelompok. Kelompok kontrol diberikan edukasi kesehatan tanpa media video, sedangkan kelompok intervensi diberikan edukasi self-care management berbasis video. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi mayoritas responden pada kedua kelompok memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang. Setelah intervensi, mayoritas kelompok intervensi berada pada kategori baik sebanyak 29 responden (58%), sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 28 responden (56%). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga edukasi self-care management berbasis video efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien hipertensi.
Textbook Ownership and Knowledge Among Final-Year Nursing Students in Gorontalo Maryadi Maryadi; Erwin Purwanto; Sartika Sartika; Nur Ayun R Yusuf
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/3k9g9r30

Abstract

Understanding biostatistics is one of the essential foundations in nursing science. This is because it is closely related to the development of evidence-based nursing. This study aimed to assess nursing students’ knowledge of biostatistics. This descriptive analytic study was conducted among final-semester nursing students in November 2025. The sample size in this study was 64 participants, calculated using the Slovin formula with a 10% margin of error. Samples were selected using a consecutive sampling technique to examine students’ knowledge based on age, gender, semester, university admissions, personal biostatistics reference, and seminar/workshop experience. Descriptive and correlational data analyses were performed using SPSS version 22 software. The results of this study indicate that most students have good knowledge of biostatistics, and there is a significant correlation between ownership of personal biostatistics textbooks and students’ knowledge (p= 0.040). The findings of this study provide information for both students and institutions regarding the benefits of owning personal biostatistics references on knowledge and understanding. This may serve as a consideration when recommending personal ownership of references, given greater access to knowledge.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Infark Miokard Akut (IMA) Azra Nadhira Botutihe; Nasrun Pakaya; Erwin Purwanto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h4wf9189

Abstract

This study aimed to determine the relationship between smoking habits and the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) at Toto Kabila Regional Hospital, Bone Bolango Regency. The study used a cross-sectional method. The results showed a significant association between smoking habits and the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) (p-value = 0.001). In conclusion, the heavier a person's smoking habit, the higher the likelihood of STEMI compared to NSTEMI.   Keywords: Risk Factors, Acute Myocardial Infarction (AMI), Smoking Habits, Heart Disease
Relationship of Self-Care Based on Orem Theory to the Risk of Peripheral Neuropathy in Diabetic Patients Type 2 Mellitus at the Tilongkabila Health Center Nanda Ariesta Aprilia Abas; Ita Sulistiani; Erwin Purwanto
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10394

Abstract

This study aims to find out how the relationship between self-care and the risk of peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tilongkabila Health Center. This type of research is quantitative using a correlational design, which aims to find out whether there is a relationship between two or more variables with the approach used, namely cross-sectional. Based on the results of the study, obtained from 74 respondents, it shows that most of the respondents have good self-care, namely 50 respondents (67.6%), followed by respondents with sufficient self-care as many as 11 respondents (14.9%), and less self-care as many as 13 respondents (17.6%). The results of neuropathy screening examination using monofilament found that as many as 41 respondents (55.4%) were not at risk of developing peripheral neuropathy, while 33 respondents (44.6%) were at risk of peripheral neuropathy. There was a statistically significant relationship between self-care based on Orem's theory and the risk of peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tilongkabila Health Center, with a p-value of 0.043 (p < 0.05).
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Self Acceptance Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe: The Relationship Between Social Support and Self-Acceptance in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital Dian Novianti; Nurdiana Djamaluddin; Siti Hajar Salawali; Erwin Purwanto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10623

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan suatu sindrom klinis sekunder akibat perubahan definitive fungsi atau struktur ginjal dan ditandai dengan iversibilitas serta evolusinya yang lambat dan progresif. Penyakit ginjal kronik semakin berkembang sampai sekarang, pedoman internasional mendefinisikan kondisi ini merupakan penurunan kerja ginjal yang digambarkan oleh kecepatan filtrasi glomerulus dibawah mL/menit per 1,73 m2. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 53 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan sosial dan self acceptance. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0.005 (p-value < 0.05) yang artinya ada hubungan antara dukungan sosial dengan self acceptance pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Dengan adanya dukungan sosial yang optimal, pasien diharapkan mampu menerima kondisi dirinya sendiri sehingga dapat mencapai self acceptance yang baik