Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Penggunaan Dana Desa dalam Rangka Peningkatan Gizi Balita terhadap Pencegahan Stunting di Kampung Nusei, Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Mohamad Emin Refideso; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Sarce Makaba; Novita Medyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58098

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan Dana Desa merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendukung program peningkatan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi penggunaan Dana Desa dalam peningkatan gizi balita di Kampung Nusei Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif berdasarkan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas aparat kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan gizi balita telah menjadi prioritas pembangunan kampung dan didukung oleh alokasi Dana Desa, tenaga kesehatan, serta kader posyandu. Program dilaksanakan melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan balita. Program memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Namun, penguatan kapasitas kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program
Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Sistem Manajemen dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan Inra Sari Mariyani Nainggolan; Agus Zainuri; Arius Togodly; Novita Medyati; Sarce Makaba; Roby Kayame
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58949

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan di puskesmas. Budaya organisasi dan sistem manajemen yang baik diyakini dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan yang efektif dan berkualitas. Namun, capaian beberapa indikator pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanah Miring masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya organisasi dan sistem manajemen dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tanah Miring Kabupaten Merauke. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Puskesmas Tanah Miring sebanyak 66 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan pengukuran asosiasi menggunakan Rasio Prevalensi (RP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (71,2%), budaya organisasi baik (54,5%), dan sistem manajemen baik (57,6%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi maupun sistem manajemen dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tanah Miring.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI KABUPATEN JAYAWIJAYA Odi Haluk; Novita Medyati; Dolfinus Yufu Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13671

Abstract

Maternal and child health services are a priority program aimed at improving public health status and reducing maternal and infant mortality rates. Their implementation in Jayawijaya Regency continues to face geographical, socio-cultural, and access-related challenges. This study aimed to analyze the factors associated with maternal and child health services, including antenatal care (ANC) visits, community awareness, maternal education, access to services, and childbirth practices. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. Informants consisted of three healthcare workers managing the maternal and child health program at Ilekma, Asolokobal, and Musaffak Community Health Centers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that ANC visits remained low because most pregnant women first sought antenatal care during the second or third trimester. Limited community awareness and low maternal education further hindered service utilization. Access to services was constrained by distance, mountainous topography, and limited transportation, while home delivery practices persisted and increased the risk of complications. Healthcare workers had undertaken health education, home visits, collaboration with cadres, and integrated health post (posyandu) activities to improve service coverage. Strengthening health promotion, referral systems, and cross-sectoral support is needed to improve maternal and child health services in the Papuan highlands. ABSTRAK Pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan program prioritas dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pelaksanaannya di Kabupaten Jayawijaya masih menghadapi tantangan geografis, sosial budaya, dan keterbatasan akses fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meliputi kunjungan antenatal care (ANC), kesadaran masyarakat, pendidikan ibu, akses pelayanan, dan praktik persalinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri atas tiga tenaga kesehatan pengelola program KIA di Puskesmas Ilekma, Puskesmas Asolokobal, dan Puskesmas Musaffak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan ANC masih rendah karena sebagian besar ibu hamil baru memeriksakan kehamilan pada trimester kedua atau ketiga. Kesadaran masyarakat dan tingkat pendidikan ibu yang rendah turut menghambat pemanfaatan pelayanan kesehatan. Akses pelayanan terkendala jarak, topografi pegunungan, dan keterbatasan transportasi, sementara praktik persalinan di rumah masih ditemukan dan meningkatkan risiko komplikasi. Tenaga kesehatan telah melakukan penyuluhan, kunjungan rumah, kerja sama dengan kader, dan kegiatan posyandu untuk memperbaiki cakupan pelayanan. Penguatan promosi kesehatan, sistem rujukan, dan dukungan lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pegunungan Papua.
Analisis Implementasi Integrasi Layanan Primer Pada Penjaringan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Enarotali Kabupaten Paniai Papua Tengah Otniel Mote; Robby Kayame; Semuel Piter Irab; Yacob Ruru; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.58950

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingginya angka kasus dan kematian. Pemerintah mengembangkan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui penemuan kasus aktif, skrining berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 12 informan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi program telah dilakukan melalui sosialisasi dan koordinasi lintas program, namun terkendala akses wilayah dan rendahnya pemahaman masyarakat. Sumber daya masih terbatas pada tenaga kesehatan, sarana, logistik, dan anggaran. Disposisi menunjukkan adanya komitmen positif tenaga kesehatan dan pemerintah daerah. Struktur birokrasi serta koordinasi lintas sektor telah berjalan, meskipun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan akses pelayanan. Simpulan: Implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali telah berjalan namun belum optimal.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Mutu Dokumentasi Rekam Medis di RSUD Paniai Rasmawati Rasmawati; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60958

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting keberhasilan sistem kesehatan, salah satunya ditunjang oleh rekam medis sebagai sumber informasi pasien, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, dasar pengambilan keputusan klinis, evaluasi pelayanan, serta bukti hukum. Namun, praktik pengisian rekam medis di lapangan masih belum optimal sehingga menurunkan kualitas dokumentasi dan berpotensi menimbulkan masalah tanggung gugat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu dokumentasi rekam medis di RSUD Paniai. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional ini melibatkan 35 tenaga kesehatan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi dokumentasi, dengan analisis menggunakan uji chi-square, rasio prevalensi, serta regresi logistik biner. Hasil menunjukkan variabel usia, masa kerja, pengetahuan, motivasi, sikap, koordinasi tim, dan kepatuhan berhubungan signifikan dengan mutu dokumentasi. Analisis multivariat menegaskan motivasi tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (p=0,001; OR=67,5; CI95% 5,099–86,330). Temuan ini menekankan perlunya peningkatan motivasi, kepatuhan, dan koordinasi tim untuk memperbaiki mutu dokumentasi rekam medis serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Paniai.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Linda Margared Antaribaba; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Dolfinus Yufu Bouway
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61207

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam keberhasilan organisasi kesehatan. Kinerja pegawai yang baik berperan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi dan pelaksanaan program kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi kerja, kompetensi, lingkungan kerja, dan beban kerja dengan kinerja pegawai serta mengidentifikasi faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 97 pegawai dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (73,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p<0,001), kompetensi (p<0,001), lingkungan kerja (p<0,001), dan beban kerja (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai, sedangkan motivasi kerja tidak berhubungan signifikan (p=0,380). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja pegawai (OR = 27,565; 95% CI = 5,951–127,680). Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kompetensi pegawai perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kinerja pegawai.