Articles
Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Blended Learning untuk Mengurangi Burnout Belajar Pada Perkuliahan Bimbingan dan Konseling Keluarga di Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Bengkulu
Anna Ayu Herawati;
Vira Afriyati;
Suci Habibah;
Cici Pratiwi
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 3, No 2 (2020): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/egcdj.v3i2.10784
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pembelajaran di kelas dengan metode ceramah, Mahasiswa mengalami kejenuhan belajar yang disebut dengan burnout belajar. Upaya yang dilakukan dalam mengurangi tingkat burnout belajar mahasiswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis blended learning. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis blended learning untuk mengurangi tingkat burnout belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa BK UNIB semester 3B. Instrument penelitian yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis blended learning efektif untuk mengurangi burnout belajar mahasiswa. Implikasi hasil penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan masukan bagi dosen untuk memanfaatkan media pembelajaran berbasis blended learning dalam perkuliahan. Kata kunci: Burnout Belajar, Blended Learning.
Kajian Perpektif Pendidikan Guru Ditinjau dari Kompetensi dan Pemerataan Di Lapangan
Vira Afriyati;
Zahra Nelissa;
Agus Taufik
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v8i2.7029
Indonesia tidak pernah terlepas dengan Pendidikan Guru. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan perspektif Pendidikan Guru dan isu-isu yang ada di dalamnya, serta menawarkan solusi yang mungkin diambil dalam menyelesaikannya. Metode yang digunakan adalah kajian literature. Pembahasan meliputi empat perspektif dalam memandang Pendidikan guru di Indonesia yaitu, 1) realitas guru saat ini yang ada di sekolah-sekolah, 2) kompetensi guru, 3) pemerataan guru yang ada di Indonesia, 4) profesionalitas guru yang saat ini, pemerintah menyelenggarakan PPG (Pendidikan Profesi Guru) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan profesionalitas guru. Hasil kajian dapat digunakan sebagai pandangan dalam pengambilan kebijakan. Kajian selanjutnya perlu untuk mengembangkan perspektif Pendidikan guru lainnya dalam cakupan yang lebih luas baik secara teknis dan empiris.
PELATIHAN PEMANFAATAN GAME EDUKATIF ULAR TANGGA UNTUK PENGEMBANGAN DIRI ANAK
Anna Ayu Herawati;
Vira afriyati;
Arsyadani Mishbahuddin
Jurnal ABDI PAUD Vol 2, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v2i2.19307
Anak merupakan salah satu bagian terpenting yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan sebuah Negara. Anak yang berhadapan dengan hukum selanjutnya disebut dengan narapidana anak hendaknya tetap mendapatkan hak-hak nya salah satunya yaitu hak pendidikan. Hak yang sangat berkaitan erat dengan perbaikan mental anak adalah hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Masih banyak ditemui bahwa anak-anak binaan LPKA mengalami gangguan dalam pengembangan diri, seperti kemampuan bahasa, adaptasi dan kemampuan soft skill lainnya. Dengan demikian perlu adanya pembinaan yang menggunakan pendekatan konseling melalui pemanfaatan game edukatif ular tangga guna meningkatkan pengembangan diri anak binaan di LPKA Bengkulu.Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu: (1) Mengembangkan communication skill mereka melalui pelatihan pengembangan diri melalui pemanfaatan game edukatif ular tangga, (2) Memberikan narapidana bekal soft skill yang dapat mereka manfaatkan untuk dapat melanjutkan kehidupan setelah habisnya masa tahanan. Mitra kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bengkulu. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu anak binaan yang mengikuti kegiatan game edukatif ular tangga terlihat aktif dan responsif. Beberapa anak yang awalnya terlihat malu, pendiam bahkan kurang percaya diri menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hal ini dikarenakan dalam prosedur pelaksanaan kegiatan di dalamnya membahas tentang materi-materi yang berkaitan dengan kecakapan hidup serta kemampuan bahasa yang berkaitan dengan pengembangan diri anak binaan LPKA.
Penyuluhan Bahaya Merokok Bagi Remaja Dengan Layanan Penguasaan Konten di Pondok Pesantren Sentot Ali Basya Kota Bengkulu
vira afriyati;
Arsyadani Mishbahuddin
DHARMA RAFLESIA Vol 17, No 1 (2019): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/dr.v17i1.6171
Merokok merupakan salah satu masalah yang sulit dipecahkan. Dan sudah menjadi masalah nasional, dan bahkan internasional. Hal ini menjadi sulit, karena berkaitan dengan banyak faktor yang saling memicu, sehingga seolah- olah sudah menjadi lingkaran setan. Merokok harus dihentikan karena menyebabkan gangguan kesehatan,sampai mengakibatkan kematian, oleh karena itu merokok harus dihentikan sebagai usaha pencegahan sedini mungkin. Sebagai salah satu bagian dari unsur pendidikan Bimbingan Konseling memiliki fungsi pemahaman. Lewat layanan penguasaan konten, diberikan pemahaman kepada santri bagaimana bahayanya merokok bagi keehatan mereka. Pengabdian ini dilkukan dengan menggunakan layanan penguasaan konten. Dari hasil pelaksanaan kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman santri tentang bahaya merokok dan keinginan untuk berhenti merokok. Sehingga dapat disimpukan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang postif bagi santri-santri.
GUIDANCE AND COUNSELING STUDENTS’ PROFILE OF CAREER MATURITY: REVIEWING FROM ETHICAL DIFFERENCES
Vira Afriyati;
Anna Ayu Herawati
JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jomsign.v6i2.46573
The aim of this article is to examine the career maturity profile of University of Bengkulu Guidance and Counselling student. This research is a census study, all the population is used as a sample. There are nine tribes in this study consisting of Serawai, Javanese, Rejang, Minang, Palembang and Lintang, Basemah, Batak, Lembak and Bengkulu, and others. A career maturity questionnaire was employed as the instrument. The descriptive statistical analysis and the Kruskal Wallis Statistical Test were used to analyse the data. The results showed that there was no significant difference between the career maturity profiles of students from different ethnic backgrounds. The results of this study can be used as a basis for developing student career development programs.
Group Guidance Through Internalization of Indigenous Knowledge Values to Reduce Student Aggressiveness at Madrasah Tsanawiyah
Anna Ayu Herawati;
Vira Afriyati;
Fadil Maiseptian;
Chici Pratiwi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2447
Students in the learning process often experience social problems such as rampant aggressive behaviour. An environment that rarely instils local cultural values can trigger the erosion of ethics and morals. Through the cultivation of local wisdom, it is hoped that it will be able to reintroduce students to the cultural values that belong to Indonesia. Efforts to overcome student aggressiveness can be made with group guidance through the internalization of local wisdom values. This study aimed to describe the differences in student aggressiveness before and after being given a treatment of group guidance services through the internalization of local wisdom values (Indigenous Knowledge). The method used is pre-experimental with the One-Group Pretest-Posttest Design approach. The population of this study were all students of class IX at a Madrasah Tsanawiyah. Samples were taken by purposive sampling technique. Data collection techniques using a questionnaire with a Likert scale. The data analysis technique using the T-test showed a value of t = 10.774 and sig (2-tailed) 0.000, meaning 0.000 ˂ 0.05. Based on score data, group guidance through the internalization of indigenous knowledge values is effective in reducing student aggressiveness.
STUDENT FLOURISHING IN TERM OF SUBCULTURES IN BENGKULU CITY AND THE IMPLICATIONS OF GUIDANCE AND COUNSELING
Anna Ayu Herawati;
Vira Afriyati
JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jomsign.v7i2.58237
Research related to flourishing has so far been centered on the western context and limited to the context of education in Indonesia. Even though Indonesia is a plural country that requires studies related to this topic to encourage a harmonious atmosphere for students in the educational environment. Flourishing students refers to the condition of individuals who are able to achieve optimal development and function fully . This study aims to describe the profile of student flourishing in terms of the Bengkulu subculture. There are six different tribes in this study consisting of Serawai, Rejang, Lembak, Javanese, Minangkabau and Batak. This research is a quantitative research with a survey type. A total of 360 students from 5 (five) major universities in Bengkulu Province filled out the survey. The instrument used is the flourishing scale ( PERMA Profile measure ), which was adapted from Julie Butler Margaret L. Kern (2016). Data analysis used descriptive analysis and the Kruskal Wallis statistical test . The results showed that the respondents had different tendencies in describing the flourishing conditions of each subculture. This research is an empirical fact that students have a level of flourishing which is still classified as moderate, and there are still many students in the low category. Each description of the flourishing of Bengkulu subculture students can be seen from the results of each indicator obtained.
THE EFFECT OF SELF CONTROL THROUGH GROUP COUNSELING ON STUDENTS’ AGGRESSIVE BEHAVIOR TENDENCY
Maisaroh, Dewi;
Dharmayana, I Wayan;
Afriyati, Vira
TRIADIK Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/triadik.v15i2.2870
Abstract: This research aimed to describe the effect of self control through group counseling on students’ aggressive behavior tendency. The method quasi experimental method with one group pre-test post test design. The subject was 6 students class VIII at SMPN 12 Kota Bengkulu who had very high and high aggressive behavior tendency. The technique of collecting data was questionnaire. The result showed that the students’ aggressive behavior decreased after giving self control exercise through group counseling. It was showed by the result of difference test Z = -2,201 (p<0,05).
STUDI DESKRIPTIF KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SMP NEGERI 17 KOTA BENGKULU
Mirani, Mirani;
Afriyati, Vira
TRIADIK Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/triadik.v17i2.11126
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan sosial siswi SMP Negeri 17 kota Bengkulu. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif, dimana bentuk datanya berupa deskripsi kuantitatif, dengan menggunakan statistik deskiptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala likert. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan sosial siswa baik menurut jenis kelamin, pendidikan orangtua, dan tempat tinggal ada pada kategori sedang. Hasil ini menyarankan bahwa keterampilan sosial siswa SMP Negeri 17 Kota Bengkulu perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Studi Deskriptif, ketrampilan sosial siswa. DESCRIPTIVE STUDY OF SOCIAL SKILLS OF STUDENTS OF STATE SMPN 17 CITIES BENGKULU CITY ABSTRACTThis research ained to describe the social skills of students in the SMPN 17 cities of Bengkulu City. The research, were description study. Data collected by quessioner with scale. The sample used in this research is SMPN 17 Bengkulu city. Scale used in this research is likert scale. The results showed that the stedend social skill accordy to gender, perent educations level and student living were un moderent category. This study reconended to in student , social skill in SMP 17 Kota Bengkulu.
PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN BERETIKA SISWA KEPADA GURU DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SIMULASI DI KELAS X TKI 1 SMK NEGERI 4 KOTA BENGKULU
Cahya, Peavy Dwi;
Syahirman, Syahirman;
Afriyati, Vira
TRIADIK Vol. 19 No. 2: OKTOBER 2020
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/triadik.v19i2.16457
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh layanan penguasaan konten terhadap peningkatan pemahaman beretika siswa kepada guru dengan menggunakan teknik simulasi. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji T-test (Paired Sample Test). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pengaruh layanan penguasaan konten terhadap pemahaman beretika siswa kepada guru. Hal ini dapat terlihat dari hasil pengujian hipotesis dengan hasil uji t -21.265, nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 (? 0,05) maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan, terdapat pengaruh layanan penguasaan konten terhadap peningkatan pemahaman beretika siswa dengan menggunakan teknik simulasi.