Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN MOBILE BANKING BANK SYARIAH (BSI) DALAM MEWUJUDKAN KONSEP PAPERLESS DI SEKTOR PERBANKAN SYARIAH Hana Mentari Aprilia; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan syariah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan teknologi informasi dan mobile banking guna mewujudkan konsep paperless. Di tengah perkembangan pesat era digital, teknologi informasi memiliki peran krusial dalam operasional perbankan syariah, mulai dari layanan daring hingga penggunaan aplikasi mobile. Meskipun menawarkan banyak keuntungan, bank syariah harus tetap menjaga kerahasiaan serta integritas data nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Mobile banking memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi secara efisien dan praktis, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan, khususnya di wilayah terpencil. Sementara itu, penerapan konsep paperless banking, yang mengurangi penggunaan kertas melalui transaksi digital, berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional serta menjaga kelestarian lingkungan. Transformasi digital dalam perbankan syariah juga mendorong inovasi dalam produk dan layanan, sehingga dapat meningkatkan pengalaman nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi produk digital Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya mewujudkan paperless banking dan green banking. Dengan mengadopsi teknologi informasi dan mobile banking, BSI diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi kebutuhan nasabah dengan lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peran teknologi dalam perbankan syariah serta dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan.
Analisis Peran Bank Perkreditan Rakyat Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia Aufa Rabbani; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan konvensional. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait, serta studi literatur dari berbagai sumber akademik dan laporan industri yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa BPRS memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan bagi kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah, terutama di wilayah-wilayah yang masih kurang terjangkau oleh bank umum atau lembaga keuangan lainnya. Keberadaan BPRS memberikan solusi keuangan yang lebih fleksibel dan berbasis prinsip syariah, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses pembiayaan atau layanan perbankan lainnya. Namun, meskipun memiliki potensi besar dalam memperluas inklusi keuangan, BPRS masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat perkembangannya. Beberapa kendala utama yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi keterbatasan modal yang membatasi kemampuan ekspansi usaha, serta regulasi yang masih dianggap kurang mendukung pertumbuhan dan inovasi dalam sektor perbankan syariah. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan, akademisi, serta pelaku industri untuk merancang strategi yang lebih efektif dalam memperkuat peran BPRS dalam meningkatkan inklusi keuangan. Upaya seperti peningkatan akses terhadap pendanaan, optimalisasi regulasi, serta peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat dapat menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan kontribusi BPRS dalam sistem keuangan nasional.
TINJAUAN LITERATUR: PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DI ERA DIGITAL Putri Ameliaa; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis yang bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan tantangan perbankan syariah di Indonesia dalam menghadapi era digital. Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap keuangan global, termasuk perbankan syariah. Penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, buku, laporan industri, dan publikasi lainnya, untuk memahami tren, inovasi, dan hambatan yang dihadapi oleh industri perbankan syariah di Indonesia. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa digitalisasi menawarkan peluang besar bagi perbankan syariah untuk meningkatkan inklusi keuangan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Namun, terdapat pula tantangan yang signifikan, seperti regulasi yang belum sepenuhnya adaptif, kesenjangan literasi digital, risiko keamanan siber, dan persaingan dengan lembaga keuangan konvensional dan fintech. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbankan syariah di Indonesia perlu mengembangkan strategi yang komprehensif dan inovatif untuk memanfaatkan potensi digitalisasi sambil mengatasi tantangan yang ada, guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif.
STRATEGI BANK SYARIAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI MASYARAKAT Rendi Dwi Prabowo; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi yang digunakan oleh bank syariah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan berbasis prinsip syariah. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam terkait langkah-langkah yang telah diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam menyebarluaskan literasi keuangan syariah. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen BSI yang terlibat langsung dalam program literasi keuangan syariah, serta melalui analisis dokumentasi dari berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan oleh bank tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa BSI menerapkan beberapa strategi utama dalam upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di masyarakat. Strategi tersebut mencakup penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi yang lebih luas, memungkinkan penyebaran informasi tentang prinsip dan produk keuangan syariah dengan cara yang lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, BSI juga berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan lembaga keagamaan untuk menyelenggarakan seminar, pelatihan, serta program edukasi yang lebih formal dan terstruktur. Langkah lainnya adalah penyediaan materi edukatif dalam bentuk digital yang dapat diakses secara online, sehingga memungkinkan masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai perbankan syariah. Dari hasil analisis yang dilakukan, strategi-strategi ini terbukti memiliki dampak positif dalam meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Peningkatan literasi ini selanjutnya berkontribusi pada pertumbuhan inklusi keuangan berbasis syariah, dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik dan mulai menggunakan produk serta layanan bank syariah. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya keberlanjutan dan inovasi dalam strategi edukasi keuangan syariah guna memastikan pemahaman yang lebih luas dan mendalam di kalangan masyarakat Indonesia.
ANALISIS TANTANGAN  DAN SOLUSI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) OLEH BANK SYARIAH INDONESIA Dwi Putri Octavianni; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh bank syariah dalam memberikan pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan akses dan kualitas pembiayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus dengan pemilik UMKM dan manajer bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan akses pembiayaan, kurangnya pemahaman tentang produk syariah, serta adanya risiko tinggi dalam pembiayaan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi tentang produk syariah, pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM, serta kolaborasi antara bank syariah dan lembaga terkait untuk mendukung akses pembiayaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi bank syariah dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
PENGARUH KECUKUPAN MODAL, PROFITABILITAS, PEMBIAYAAN BERMASALAH, TERHADAP TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) TAHUN 2021-2023 Restu Andini; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat penting untuk menilai tingkat kesehatan bank karena peran strategis perbankan syariah dalam sistem keuangan nasional, terutama setelah pembentukan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui merger tiga bank syariah pada tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana rasio capital adequacy (CAR), return on assets (ROA), dan non-performing financing (NPF) berdampak pada tingkat kesehatan perusahaan pada BSI selama periode 2021–2023. Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan bank. Metode kuantitatif deskriptif digunakan. Data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan triwulanan BSI selama periode penelitian. Untuk mengevaluasi dampak simultan dan parsial dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu tingkat kesehatan bank, analisis regresi linier berganda digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,2078 (> 0,05), variabel kecukupan modal (CAR) tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap tingkat kesehatan perusahaan. Ini menunjukkan bahwa, meskipun CAR merupakan ukuran penting untuk ketahanan modal, keberadaan modal yang cukup tidak selalu menunjukkan peningkatan tingkat kesehatan bank secara langsung dalam konteks BSI. Sebaliknya, dengan nilai signifikansi 0,0022 (< 0,05), Return on Assets (ROA) menunjukkan pengaruh yang signifikan, menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan aset bank berdampak langsung pada kesehatan perusahaan. Selain itu, pembiayaan yang tidak memenuhi syarat (NPF) memiliki efek signifikan dengan nilai signifikansi 0,0006 (< 0,05), menunjukkan bahwa peningkatan NPF menunjukkan penurunan kualitas pembiayaan dan mungkin mengancam stabilitas bank. Hasilnya menunjukkan bahwa meningkatkan kinerja profitabilitas dan manajemen risiko pembiayaan adalah komponen penting dalam menjaga kesehatan perusahaan perbankan syariah. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan organisasi, BSI harus lebih berkonsentrasi pada strategi pengelolaan asset dan mitigasi risiko pembiayaan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Non-Performing Financing (NPF) pada Perbankan Syariah Maryuni Afivi; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi Non Performing Financing (NPF) pada perbankan syariah di Indonesia. Variabel yang diteliti mencakup variabel independen, yaitu Financing to Deposit Ratio (FDR), kurs, dan inflasi, serta variabel dependen yang adalah Non Performing Financing (NPF). FDR digunakan untuk mengukur proporsi dana pinjaman yang berasal dari dana pihak ketiga; semakin tinggi nilai FDR, semakin besar kemungkinan terjadinya NPF. Kurs menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap satu satuan mata uang asing. Jika kurs meningkat, nilai rupiah yang dibayarkan untuk hutang juga meningkat, sehingga hal ini dapat mengurangi kemampuan debitur untuk melunasi utang mereka dan berpotensi menyebabkan NPF yang lebih tinggi. Di sisi lain, inflasi, yang mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa akibat permintaan yang lebih tinggi dibandingkan penawaran, dapat menurunkan daya beli masyarakat. Ketika inflasi tinggi, masyarakat lebih cenderung untuk mengutamakan pelunasan utang, yang berimplikasi pada penurunan NPF. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari laporan publikasi yang tersedia di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia selama periode enam tahun. Populasi yang diteliti mencakup seluruh bank syariah di Indonesia, dan sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model regresi linier berganda, yang diolah menggunakan aplikasi Eviews. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Non Performing Financing (NPF); (2) kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPF; (3) inflasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap NPF. Secara keseluruhan, FDR, kurs, dan inflasi juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap Non Performing Financing (NPF).
STRATEGI INDUSTRI PERBANKAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PASAR DAN TRANSFORMASI DIGITAL DI INDONESIA Saputri, Fika; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perbankan Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat transformasi digital dan perubahan pasar. Bank harus menggunakan strategi kreatif agar tetap kompetitif akibat digitalisasi yang pesat, didorong oleh kemajuan teknologi finansial (fintech) dan perubahan perilaku nasabah. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi industri perbankan Indonesia dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan pasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk dan layanan digital, kemajuan teknologi, kolaborasi dengan fintech, dan optimalisasi analisis data untuk proses pengambilan keputusan bisnis merupakan strategi utama yang diterapkan oleh industri perbankan. Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi dan elemen keamanan siber sangat penting untuk mencapai transformasi digital, temuan ini menunjukkan bahwa bank-bank di Indonesia mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar, meskipun menghadapi tantangan seperti regulasi yang ketat dan meningkatnya persaingan. Selain memberikan manfaat yang signifikan bagi para pemangku kepentingan di industri perbankan, penelitian ini dapat menjadi acuan untuk membangun strategi yang lebih efisien guna menghadapi perubahan pasar yang terus menerus.
PERAN DEWAN PENGAWAS SYARI’AH DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN EFISIENSI OPERASIONAL BANK SYARI’AH Wika Kalista; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) dalam meningkatkan kepatuhan dan efisiensi operasional bank syari’ah. Bank syari’ah berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah, yang menekankan keadilan, transparansi, dan keberlanjutan. DPS berperan penting dalam memastikan bahwa operasional bank syari’ah mematuhi ketentuan syari’ah melalui pengawasan, pemberian fatwa, dan audit internal. Penelitian ini menemukan bahwa DPS tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penasihat strategis yang meningkatkan pemahaman karyawan terhadap prinsip-prinsip syari’ah, serta mendukung inovasi produk. Dengan pengawasan yang ketat, DPS membantu bank syari’ah untuk menghindari pelanggaran yang dapat merugikan reputasi dan kepercayaan publik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara DPS dan manajemen bank untuk mencapai tujuan yang sejalan dengan prinsip syari’ah, serta meningkatkan efisiensi operasional bank syari’ah di Indonesia.