Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STRATEGI BANK SYARIAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI MASYARAKAT Rendi Dwi Prabowo; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi yang digunakan oleh bank syariah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan berbasis prinsip syariah. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam terkait langkah-langkah yang telah diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam menyebarluaskan literasi keuangan syariah. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen BSI yang terlibat langsung dalam program literasi keuangan syariah, serta melalui analisis dokumentasi dari berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan oleh bank tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa BSI menerapkan beberapa strategi utama dalam upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di masyarakat. Strategi tersebut mencakup penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi yang lebih luas, memungkinkan penyebaran informasi tentang prinsip dan produk keuangan syariah dengan cara yang lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, BSI juga berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan lembaga keagamaan untuk menyelenggarakan seminar, pelatihan, serta program edukasi yang lebih formal dan terstruktur. Langkah lainnya adalah penyediaan materi edukatif dalam bentuk digital yang dapat diakses secara online, sehingga memungkinkan masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai perbankan syariah. Dari hasil analisis yang dilakukan, strategi-strategi ini terbukti memiliki dampak positif dalam meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Peningkatan literasi ini selanjutnya berkontribusi pada pertumbuhan inklusi keuangan berbasis syariah, dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik dan mulai menggunakan produk serta layanan bank syariah. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya keberlanjutan dan inovasi dalam strategi edukasi keuangan syariah guna memastikan pemahaman yang lebih luas dan mendalam di kalangan masyarakat Indonesia.
ANALISIS TANTANGAN  DAN SOLUSI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) OLEH BANK SYARIAH INDONESIA Dwi Putri Octavianni; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh bank syariah dalam memberikan pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan akses dan kualitas pembiayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus dengan pemilik UMKM dan manajer bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan akses pembiayaan, kurangnya pemahaman tentang produk syariah, serta adanya risiko tinggi dalam pembiayaan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi tentang produk syariah, pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM, serta kolaborasi antara bank syariah dan lembaga terkait untuk mendukung akses pembiayaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi bank syariah dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
PENGARUH KECUKUPAN MODAL, PROFITABILITAS, PEMBIAYAAN BERMASALAH, TERHADAP TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) TAHUN 2021-2023 Restu Andini; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat penting untuk menilai tingkat kesehatan bank karena peran strategis perbankan syariah dalam sistem keuangan nasional, terutama setelah pembentukan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui merger tiga bank syariah pada tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana rasio capital adequacy (CAR), return on assets (ROA), dan non-performing financing (NPF) berdampak pada tingkat kesehatan perusahaan pada BSI selama periode 2021–2023. Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan bank. Metode kuantitatif deskriptif digunakan. Data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan triwulanan BSI selama periode penelitian. Untuk mengevaluasi dampak simultan dan parsial dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu tingkat kesehatan bank, analisis regresi linier berganda digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,2078 (> 0,05), variabel kecukupan modal (CAR) tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap tingkat kesehatan perusahaan. Ini menunjukkan bahwa, meskipun CAR merupakan ukuran penting untuk ketahanan modal, keberadaan modal yang cukup tidak selalu menunjukkan peningkatan tingkat kesehatan bank secara langsung dalam konteks BSI. Sebaliknya, dengan nilai signifikansi 0,0022 (< 0,05), Return on Assets (ROA) menunjukkan pengaruh yang signifikan, menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan aset bank berdampak langsung pada kesehatan perusahaan. Selain itu, pembiayaan yang tidak memenuhi syarat (NPF) memiliki efek signifikan dengan nilai signifikansi 0,0006 (< 0,05), menunjukkan bahwa peningkatan NPF menunjukkan penurunan kualitas pembiayaan dan mungkin mengancam stabilitas bank. Hasilnya menunjukkan bahwa meningkatkan kinerja profitabilitas dan manajemen risiko pembiayaan adalah komponen penting dalam menjaga kesehatan perusahaan perbankan syariah. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan organisasi, BSI harus lebih berkonsentrasi pada strategi pengelolaan asset dan mitigasi risiko pembiayaan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Non-Performing Financing (NPF) pada Perbankan Syariah Maryuni Afivi; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi Non Performing Financing (NPF) pada perbankan syariah di Indonesia. Variabel yang diteliti mencakup variabel independen, yaitu Financing to Deposit Ratio (FDR), kurs, dan inflasi, serta variabel dependen yang adalah Non Performing Financing (NPF). FDR digunakan untuk mengukur proporsi dana pinjaman yang berasal dari dana pihak ketiga; semakin tinggi nilai FDR, semakin besar kemungkinan terjadinya NPF. Kurs menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap satu satuan mata uang asing. Jika kurs meningkat, nilai rupiah yang dibayarkan untuk hutang juga meningkat, sehingga hal ini dapat mengurangi kemampuan debitur untuk melunasi utang mereka dan berpotensi menyebabkan NPF yang lebih tinggi. Di sisi lain, inflasi, yang mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa akibat permintaan yang lebih tinggi dibandingkan penawaran, dapat menurunkan daya beli masyarakat. Ketika inflasi tinggi, masyarakat lebih cenderung untuk mengutamakan pelunasan utang, yang berimplikasi pada penurunan NPF. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari laporan publikasi yang tersedia di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia selama periode enam tahun. Populasi yang diteliti mencakup seluruh bank syariah di Indonesia, dan sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model regresi linier berganda, yang diolah menggunakan aplikasi Eviews. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Non Performing Financing (NPF); (2) kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPF; (3) inflasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap NPF. Secara keseluruhan, FDR, kurs, dan inflasi juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap Non Performing Financing (NPF).
STRATEGI INDUSTRI PERBANKAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PASAR DAN TRANSFORMASI DIGITAL DI INDONESIA Saputri, Fika; Anggun Okta Fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perbankan Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat transformasi digital dan perubahan pasar. Bank harus menggunakan strategi kreatif agar tetap kompetitif akibat digitalisasi yang pesat, didorong oleh kemajuan teknologi finansial (fintech) dan perubahan perilaku nasabah. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi industri perbankan Indonesia dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan pasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk dan layanan digital, kemajuan teknologi, kolaborasi dengan fintech, dan optimalisasi analisis data untuk proses pengambilan keputusan bisnis merupakan strategi utama yang diterapkan oleh industri perbankan. Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi dan elemen keamanan siber sangat penting untuk mencapai transformasi digital, temuan ini menunjukkan bahwa bank-bank di Indonesia mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar, meskipun menghadapi tantangan seperti regulasi yang ketat dan meningkatnya persaingan. Selain memberikan manfaat yang signifikan bagi para pemangku kepentingan di industri perbankan, penelitian ini dapat menjadi acuan untuk membangun strategi yang lebih efisien guna menghadapi perubahan pasar yang terus menerus.
PERAN DEWAN PENGAWAS SYARI’AH DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN EFISIENSI OPERASIONAL BANK SYARI’AH Wika Kalista; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) dalam meningkatkan kepatuhan dan efisiensi operasional bank syari’ah. Bank syari’ah berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah, yang menekankan keadilan, transparansi, dan keberlanjutan. DPS berperan penting dalam memastikan bahwa operasional bank syari’ah mematuhi ketentuan syari’ah melalui pengawasan, pemberian fatwa, dan audit internal. Penelitian ini menemukan bahwa DPS tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penasihat strategis yang meningkatkan pemahaman karyawan terhadap prinsip-prinsip syari’ah, serta mendukung inovasi produk. Dengan pengawasan yang ketat, DPS membantu bank syari’ah untuk menghindari pelanggaran yang dapat merugikan reputasi dan kepercayaan publik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara DPS dan manajemen bank untuk mencapai tujuan yang sejalan dengan prinsip syari’ah, serta meningkatkan efisiensi operasional bank syari’ah di Indonesia.
PENGARUH LIKUIDITAS, RISIKO KREDIT, DAN KECUKUPAN MODAL TERHADAP STABILITAS KEUANGAN DENGAN KEPATUHAN SYARIAH SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PT BCA SYARIAH TAHUN 2020-2024 Icha Enjel Lika; Ainul Fitri; Anggun Okta Fitri
NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 12 No. 1 (2026): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jn.v12i1.24533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stabilitas keuangan PT Bank BCA Syariah dengan likuiditas, risiko kredit, dan kecukupan modal dari tahun 2020 hingga 2024, dengan kepatuhan Syariah sebagai variabel moderasi. Sejumlah kriteria keuangan digunakan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan, termasuk Z-Score untuk stabilitas, FDR untuk likuiditas, NPF untuk risiko kredit, CAR untuk kecukupan modal, dan IIR untuk kepatuhan Syariah. Penelitian kuantitatif ini menggunakan perangkat lunak EViews-13 untuk menganalisis 20 observasi data deret waktu triwulanan menggunakan regresi linier berganda dan Analisis Regresi Moderasi (MRA). Kecukupan modal memiliki pengaruh positif dan substansial terhadap stabilitas keuangan, tetapi tidak berpengaruh terhadap likuiditas atau risiko kredit, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini. Kepatuhan Syariah secara signifikan meningkatkan hubungan antara likuiditas dan stabilitas keuangan, menurut pengujian MRA, tetapi tidak mampu mengurangi pengaruh risiko kredit atau kecukupan modal. Variabel likuiditas, risiko kredit, dan kecukupan modal menjelaskan 77,65% variasi dalam stabilitas keuangan, dengan faktor-faktor lain menyumbang 22,35% sisanya (seperti yang ditunjukkan oleh nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,776539). Memiliki modal yang kuat dan menerapkan standar Syariah dalam pengelolaan dana sangat penting bagi bank-bank Islam untuk menjadi tangguh, menurut penelitian-penelitian ini.