Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analysis of Operational Risk Management Literature in Islamic Banking Okta Sari; Anggun Okta Fitri
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 2 No 1 (2025): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operational risk will always be faced by all financial institutions in running their business and business, and it cannot be separated by human factors, services, administrative processes and so on. The purpose of this study to examine in depth how operational risk management is applied by Islamic banking, especially in Indonesia. This research method uses descriptive qualitative approach with literature review technique to analyze operational risk management in Islamic banking. A literature study was chosen as the method to answer the research question. Data is collected through online searches. The results showed that operational management is very important for the sustainability of Islamic banks in the future, in addition to the benefits that can be received indicate the contribution of good management can be minimized due to unwanted operational errors. Islamic banks from the literature analyzed, have not shown to have developed effective solutions to manage the risks of conventional banks and face their own unique risks.
Implementation Mechanism of Internal Operational System of Islamic Banking Risna Wati; Anggun Okta Fitri
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 2 No 1 (2025): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Islamic banking system is a system that prioritizes the principle of profit sharing, where profits are obtained fairly and mutually between banks and customers. Based on Islamic law, this system emphasizes fairness, honesty, and Ethics in every transaction, as well as avoiding speculative practices and usury. This study aims to analyze the implementation mechanism of the internal operational system of Islamic banking, assess its compliance with Sharia principles, and measure its effectiveness and efficiency in operations. The method used in this study is qualitative, focusing on an in-depth understanding of the practices and challenges faced by Islamic banking. Through a review of the literature, including books, articles, and related documents, this study explores how sharia principles are applied in bank operations, as well as factors that support their successful implementation. The results showed that Islamic banking in Indonesia has experienced rapid development and become an indicator of the success of the Islamic economy. Islamic banks not only function as an intermediary institution, but also as an agent of social change oriented to the welfare of society. By prioritizing the principles of partnership, transparency, and accountability, Islamic banks strive to provide services that are in accordance with Islamic values. However, challenges remain in the implementation of its operating system, including public awareness of Sharia products and supporting regulations. This study recommends the need for increased understanding and education about Islamic banking among the public, as well as strengthening regulations to support Islamic bank operations. Thus, it is expected that Islamic banks can contribute more to the economic welfare of the community as a whole.
Innovation of Islamic Financial Products and Services in the Digital Cindi Safitri; Anggun Okta Fitri
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 2 No 1 (2025): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advancement of digital technology has led to significant changes in various areas of the industry, including Islamic banking. The digital Era has created new opportunities for Islamic banking to innovate in developing products and services that are more accessible, efficient, and in accordance with Islamic principles. This research uses qualitative method with literature study approach. Library sources can be obtained from books, journals, magazines, research results (theses and dissertations), and other relevant sources (internet, newspapers, and others). The results show that innovation of products and services related to Islamic finance in the digital era has significant potential to improve financial accessibility, improve operational efficiency, increase transparency, develop products and services that are more in line with the needs of Micro, Small, Medium and large enterprises, and increase awareness of financial products. This paper provides guidance on how to improve the innovation of Islamic banking products and services in the digital era, such as improving more personalized products and services, improving standards of financial literacy and education.
Keamanan Perbankan di Era Digital: Tantangan dan Solusinya Alfina Ali; Anggun Okta Fitri
Jurnal Bersama Ilmu Ekonomi (EKONOM) Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/ekonom.v1i2.197

Abstract

This study aims to determine banking security in the digital era along with its challenges and solutions. This study combines quantitative and qualitative approaches to dig deeper into the challenges and solutions faced by the digital banking sector in maintaining transaction security. The results of the study indicate that most customers have a good awareness of the importance of security in digital transactions, although there are several obstacles and challenges that need to be overcome. The main challenges faced by banks in implementing an effective cybersecurity system: The development of digital technology has brought significant changes in the banking industry, enabling increased operational efficiency and convenience for customers. Solutions to the level of cyber threats faced by the banking sector in the digital era: Cyber ​​threats to the banking sector in the digital era are a very serious issue because they involve sensitive customer data, public trust, and the stability of the financial system. Solutions to the main challenges faced by banks in implementing an effective cybersecurity system: There are 17 solutions to overcome the main challenges faced by banks in implementing an effective cybersecurity system.
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL PERFORMANCE DAN ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN INDONESIA M.Fikrul Umam Al jupri; Anggun Okta Fitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 4 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi April
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/yh286y58

Abstract

Perusahaan perbankan adalah lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dari otoritas keuangan (seperti Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia) untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan. Secara umum, perusahaan perbankan bertugas menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (seperti tabungan, giro, dan deposito) dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pinjaman serta jasa keuangan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman tentang pengaruh kinerja intellectual capital terhadap kinerja perusahaan perbankan di Indonesia. Sehubungan dengan itu, dalam ekonomi berbasis pengetahuan, Intellectual capital atau aset tak berwujud memberikan peranan strategis dalam mencapai keunggulan kompetitif dan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa bank nasional yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen tingkat atas, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Penelitian ini memiliki titik akses pada pendekatan tematik dalam menganalisis data untuk mempunyai pola dan hubungan antara komponen-komponen intellectual capital, yakni human capital, structural capital, dan relational capital dan indikator kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan intellectual capital berperan secara positif terhadap peningkatan kinerja perusahaan perbankan, dalam hal inovasi produk layanan dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Implikasi penelitian ini membuat perusahaan membawa implikatif penting bagi manajer perbankan dalam merancang strategi pengembangan aset intelektual untuk mendukung pertumbuhan.
PERBANKAN SYARIAH BERWAWASAN LINGKUNGAN TELAAH ATAS PELUANG DAN HAMBATAN GREEN BANKING Widia Yuliyansa; Anggun Okta Fitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1832

Abstract

Implementasi green banking dalam perbankan syariah menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem keuangan yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip syariah. Green banking mendorong perbankan untuk menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti pembiayaan hijau, efisiensi energi, dan pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. Regulasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) telah memberikan dasar hukum bagi bank syariah dalam menerapkan konsep ini. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan literasi keuangan hijau, minimnya insentif, kurangnya kesadaran pelaku industri, serta dilema antara profitabilitas dan keberlanjutan jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulasi yang lebih kuat, peningkatan literasi keuangan, kolaborasi antar lembaga, serta inovasi produk berbasis lingkungan. Selain itu, peran edukasi dan transparansi juga menjadi faktor penting dalam memperkuat komitmen terhadap green banking. Dengan langkah yang tepat, perbankan syariah dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.
EKSPLORASI INOVASI FINTECH: MENTRANSFORMASI WAJAH PERBANKAN PADA KEUANGAN TRADISIONAL DI ERA DIGITAL Lathifah Rahma Sakhi; Anggun Okta Fitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1874

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi dalam industri keuangan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi finansial (fintech). Fintech mengintegrasikan sistem keuangan dengan teknologi, mengubah cara layanan keuangan disediakan, serta meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas. Digitalisasi layanan perbankan memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi secara online, yang meningkatkan kenyamanan dan inklusi keuangan. Inovasi seperti e-wallet dan otomatisasi proses perbankan mempercepat pengelolaan keuangan. Inovasi ini membuka peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan layanan keuangan, namun juga menimbulkan tantangan bagi lembaga keuangan tradisional yang harus beradaptasi cepat agar tetap kompetitif. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi pengaruh fintech terhadap berbagai sektor keuangan, termasuk perbankan konvensional dan syariah, serta transformasi layanan keuangan secara umum. Analisis SWOT dan peran fintech dalam memodernisasi transaksi serta layanan keuangan menjadi fokus utama, menunjukkan bahwa fintech tidak hanya merevolusi cara layanan disampaikan, tetapi juga mempercepat pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis di era digital. Namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan bagi lembaga keuangan tradisional, yang perlu beradaptasi dengan cepat untuk mempertahankan pangsa pasar mereka.
PERAN BANK DALAM MENINGKATKAN INKLUSI KEUANGAN DI INDONESIA Dea Amanda Putri; Anggun Okta Fitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bank dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya pasca krisis global 2008 hingga saat ini. Inklusi keuangan menjadi strategi penting dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama untuk menjangkau kelompok masyarakat unbanked yang berada di wilayah terpencil, berpendapatan rendah, dan kurang akses terhadap layanan keuangan formal. Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan memiliki peran strategis dalam menyalurkan pembiayaan, menyediakan sarana tabungan, serta mendorong pertumbuhan sektor riil melalui akses permodalan. Selain itu, kemajuan teknologi dan hadirnya layanan perbankan digital serta kolaborasi dengan fintech menjadi inovasi kunci dalam memperluas cakupan inklusi keuangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank telah melakukan berbagai transformasi dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi hambatan utama yang harus diatasi secara kolaboratif antara pemerintah, industri perbankan, dan masyarakat.  Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi digital seperti mobile banking, internet banking, dan layanan tanpa kantor (branchless banking) telah berhasil menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan infrastruktur masih perlu diatasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara bank, pemerintah, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan
ANALISIS PENERAPAN AKAD IJARAH MUMTAHIYA BI TAMLIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI BANK SYARIAH Okta Dwi Puspita; Anggun Okta Fitri; Is Susanto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan akad ijarah mumtahiya bi tamlik dalam perspektif hukum islam di bank syariah. Akad ini merupakan kombinasi dari akad ijarah (sewa menyewa) dengan akad murabahah (jual-beli). Akad ini  memberikan banyak kemudahan bagi pelaku ekonomi, menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan data sekunder serta teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari literatur yang berkorelasi dengan pembahasan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa penerapan akad ijarah mumtahiya bi tamlik dalam perspektif hukum islam di bank syariah ini merupakan bagian penting untuk diterapkan, penelitian ini juga mengungkap bahwa meskipun Akad IMBT masih diragukan oleh banyak pihak. Yang dimana, mereka mempertanyakan bagaimana dasar hukum IMBT baik Hukum Islam ini, Dalam perspektif Hukum Islam, kesimpulan bahwa IMBT dikatakan telah memenuhi prinsip-prinsip, pilar dan syarat-syarat dalam akad. Para pemikir ekonomi kontemporer banyak yang berpendapat bahwa hukum IMBT diperbolehkan. penelitian ini menegaskan  penerapan nilai-nilai hukum Islam untuk menciptakan kepuasan duniawi dan akhirat.
PERBANDINGAN EFISIENSI OPERASIONAL BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA Ilham rizoni; Anggun okta fitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak merupakan ringkasan singkat dari keseluruhan isi artikel yang dituliskan dalam satu paragraf dengan panjang antara 150-200 kata. Penulisan abstrak harus jelas, ringkas, dan menggunakan kalimat yang efektif. Abstrak bertujuan membantu pembaca memahami poin-poin utama artikel serta memberikan gambaran umum yang lengkap. Struktur abstrak mencakup empat elemen utama yang disusun secara berurutan. Pertama, abstrak memaparkan tujuan utama dan permasalahan penelitian yang diangkat. Kedua, menjelaskan metode penelitian secara umum. Ketiga, menguraikan temuan utama atau hasil analisis. Keempat, menyampaikan secara ringkas interpretasi atas hasil serta kesimpulan penelitian. Abstrak tidak boleh memuat latar belakang secara mendalam, kutipan, singkatan atau istilah yang kurang umum, angka statistik, tabel, gambar, atau rujukan terhadapnya. Selain itu, abstrak tidak boleh mencantumkan informasi yang tidak dibahas dalam artikel atau mendefinisikan istilah tertentu. Abstrak disajikan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.