Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Radiotherapy Adverse Effects Management Training for Health Workers in Andalas University Hospital Rhandyka Rafli; Dian Ayu Hamama Pitra; Dita Hasni; Debie Anggraini; Seres Triola; Haves Ashan; Laura Zefira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6865

Abstract

ABSTRACT Cancer services in Indonesia have experienced a rapid increase with the addition of radiotherapy facilities in various hospitals. Increasing radiotherapy facilities will also increase the incidence of adverse radiation effects. Based on the initial survey, it was found that health workers from various professions, including doctors, nurses, and radiographers, did not understand radiotherapy and the side effects that could occur to patients. Training aims: To increase the knowledge of health workers and skills in managing adverse effects according to the competence of each profession. Pre-training survey was used to find the knowledge and skills discrepancy. Online training is provided with knowledge transfer, followed by monitoring practice in the field. It was found that the understanding and skills of health workers regarding the adverse effects of radiation increased, Based on the results of the pre-test, post-test, and practice evaluation of 37 training participants. It is hoped that from this training, the quality of cancer services will be better and can improve the quality of life of patients undergoing radiotherapy treatment Keywords: Radiotherapy, Adverse Effects, Health Workers
Gambaran Efek Samping dan Terapi Suportif Pasien Kanker Payudara Pasca Kemoterapi CAF di RSUP M.Djamil Padang Rhandyka Rafli; Dessy Abdullah; Billy Yuliandri Sinulingga
In Proses
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.285 KB)

Abstract

Latar belakang: pasien dengan kanker payudara sebagian besar akan menjalani kemoterapi sebagai terpai sistemik. Salah satu rejimen yang sering digunakan adalah Cyclophosphamide, Doxorubicin, 5-Fluorouracil (CAF) dapat menyebabkan berbagai efek samping yang tidak diinginkan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Untuk mengumpulkan data tentang efek samping yang sering terjadi dari kemoterapi berbasis CAF pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang dan terapi suportif setelah kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain simple random sampling. Data diambil melalui penelusuran rekam medis Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang. Hasil: didapatkan 52 pasien sebagai sampel penelitian ini. Efeksamping yang paling banyak adalah leukopenia (50%).Efeksamping yang paling sedikit adalah mual (3,8%) dan toksisitas ginjal (1,9%). Terapisuportif yang paling banyak adalah injeks ileukogen (50%).Terapi suportif yang paling jarang adalah antiemetik (3,8%) dan hesperidin (1,9%). Kesimpulan: Efeksamping yang paling banyak dari  kemoterapi berbasis CAF adalah lekopenia. Efek samping mualsangat sedikit didapatkan.Terapi suportif yang paling banyak adalahi njeksi leukogen
Efek Ekstrak Daun Paitan (Thitonia Diversifolia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus Musculus) yang Diinduksi Aloksan Mila Octavia Usti; Betty Fitriyasti; Rhandyka Rafli
In Proses
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.113 KB)

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, ditandai dengan (hiperglikemia) akibat defisiensi insulin, baik absolut maupun relatif. Daun tanaman paitan (Thitonia diversifolia) mengandung senyawa flavonoid memiliki efek seperti insulin, yaitu menurunkan produksi glukosa di sel hati”. Tujuan: Untuk melihat  Efek Ekstrak Daun Paitan (Thitonia diversifolia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Aloksan. Metode: Ruang lingkup penelitian ini merupakan Ilmu Farmakologi dan Ilmu Penyakit Dalam. Penelitian ini dilaksanakan dalam bulan Juni 2020 hingga dengan Oktober 2021 di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Jenis penelitian merupakan eksperimental laboratorium menggunakan rancangan random pre- tes/post-test dengan kelompok kontrol grup design. Populasi target pada penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) dengan 24 sampel dengan 4 kelompok. Analisa data menggunakan uji one way Anova serta uji Bonferroni.  Hasil:  Rerata kelompok terbaik berada pada ekstrak 400 mg/kgBB yaitu 148,83 gr/dl, terdapat pengaruh ekstrak daun paitan (Thitonia diversifolia) untuk penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang di induksi aloksan denga nilai p = 0,000 < 0,05 dan P1, P2, P3 memberikan pengaruh yang sama terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit dan berbeda dengan yang lainnya dan Kontrol (+) memberikan pengaruh berbeda dengan kelompok yang lainnya dan P3 memberikan kelompok perlakuan terbaik.Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak daun paitan (Thitonia diversifolia) untuk penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan.
Edukasi Masyarakat Mengenai Gejala Cemas Resti Rahmadika Akbar; Mutiara Anissa; Insil Pendri Hariyani; Rhandyka Rafli
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.10008

Abstract

In the last two years, society has been faced with a global problem, namely a pandemic, which is related to various aspects of life. Daily life and work are affected by these circumstances. Mental health, especially anxiety, stress and even depression can be felt by the community. For this reason, by providing education about symptoms of anxiety, it is hoped that the community will be aware and be able to determine when to ask for help and self-management so that the functions of daily life are not disrupted. For this reason, by providing education about symptoms of anxiety, it is hoped that the community will be aware of and be able to determine when to ask for help and self-management so that the functions of daily life are not disrupted.
Workshop Pengenalan Gejala Stres, Cemas Dan Depresi Pada Peer counselor Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Mutiara Anissa; Dessy Abdullah; Meta Oktora; Rhandyka Rafli
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1564

Abstract

ABSTRAK Gejala stress, cemas dan depresi rentan terjadi pada mahasiswa kedokteran.Penelitian yang dilakukan oleh bagian Bimbingan Konseling dari  Unit Support didapatkan mahasiswa  kedokteran mengalami cemas, stress bahkan depresi dengan gejala yang  bervariasi dari ringan sampai ke tingkat sedang-berat. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pada peer counselor untuk mengenali gejala stres, depresi dan cemas sehingga dapat melakukan deteksi pada teman sebayanya. Kegiatan ini dilakukan dengan melalui 3 tahap yaitu tahap rekruitmen dan seleksi, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap rekrutment dimulai dengan mengirimkan link survey ke grup mahasiswa, untuk mahasiswa yang memiliki minat sebagai peer counselor..Tahap pelaksanaan dimulai dengan melakukan proses pre-test yan bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta mengenai gejala stress, cemas dan depresi. Lalu dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai gejala stress, depresi dan cemas. Tahap  Evaluasi melakukan post test untuk menilai tingkat pemahaman setelah pemberian materi. Peserta dari kegiatan ini 28 orang yang dilakukan via zoom. Hasil dari kegiatan ini diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan mengenai gejala stress, cemas dan depresi, yang dapat digunakan sebagai pelaksanaan  fungsinya sebagai peer counselor.Kata kunci: konselor sebaya, depresi, stress, cemas, mahasiswa   ABSTRACT Symptoms of stress, anxiety, and depression are prone to occur in medical students. The Counseling Guidance section of the Support Unit found that medical students experience anxiety, stress, and even depression with symptoms that vary from mild to moderate to severe. This Community Service aims to increase the knowledge of peer counselors to recognize symptoms of stress, depression, and anxiety to detect their peers. This activity is carried out through 3 stages: the recruitment and selection stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The recruitment stage begins by sending a survey link to the student group for students interested in being a peer counselors. The implementation stage begins with a pre-test process that aims to determine participants' knowledge about symptoms of stress, anxiety, and depression. Then proceed with the provision of material about the symptoms of stress, depression, and anxiety. The evaluation stage conducts a post-test to assess the level of understanding after giving the material. The participants of this activity were 28 people, which were carried out via zoom. The result of this activity is an increase in the trainees' knowledge regarding the symptoms of stress, anxiety, and depression, which can be used to implement their functions as peer counselors. Keywords: peer counselors, depression, anxiety, students    
GAMBARAN DIAGNOSTIC DELAY DAN TREATMENT DELAY PASIEN KANKER PAYUDARA DI KOTA PADANG Cindy Fatricia Therescova; Annisa Lidra Maribeth; Rhandyka Rafli
Health and Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): HEME January 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i1.1174

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka mortalitas dan morbiditas kanker payudara disebabkan oleh diagnostic delay dan treatment delay. Diagnostic delay dan treatment delay dikaitkan dengan ukuran tumor yang lebih besar, peningkatan stadium, keterlibatan kelenjar getah bening serta metastasis organ. Namun, belum adanya data mengenai gambaran rentang waktu diagnostic delay dan treatment delay pasien kanker payudara di provinsi Sumatera Barat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran karakteristik dan rata-rata rentang waktu diagnostic delay, surgery delay, chemotherapy delay dan radiotherapy delay pasien kanker payudara di Kota Padang.  Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dari bulan November 2021 sampai Juni 2022. Jumlah sampel sebanyak 83 responden secara consecutive sampling di Rumah Sakit UNAND dan Ropanasuri. Analisis data berskala numerik disajikan dalam bentuk  median, nilai minimal dan maksimal. Hasil: Hasil penelitian yaitu 81 (97,6%) responden berjenis kelamin perempuan dan 2 (2,4%) laki-laki. Kelompok usia terbanyak pada kelompok lansia (46-65 tahun)  yaitu 54 (65,1%) responden dan stadium terbanyak pada stadium III B yaitu 51 (61,4%) responden. Jenis histopatologi terbanyak adalah invasive carcinoma mammae of no special type yaitu 59 (71,1%) responden dengan modalitas terapi terbanyak pada singel modaliy yaitu 36 (43,4%) responden. Hasil analisis diagnostic delay didapatkan median 7 bulan dengan nilai minimal 1 dan maksimum 193 (IK 95% : 9,78-20,66). Surgery delay didapatkan median 4 hari dengan nilai minimal 1 dan maksimum 201 (IK 95%: 4,23-25,81). Chemotherapy delay didapatkan median 23,50 hari dengan nilai minimal 1 dan maksimum 617  (IK 95% : 27,90-145,10). Radiotherapy delay didapatkan median 57,50 hari dengan nilai minimal 1 dan maksimum 1422 (IK 95% : 78,75-239,53). Kesimpulan: Rata-rata rentang waktu yang variasi dengan rentang waktu terpanjang terdapat pada diagnostic delay, yaitu dari 1 bulan sampai 193 bulan, dan terpendek pada surgery delay yaitu 1 sampai 201 hari . Nilai median dari diagnostic, surgery, chemotherapy dan radiotherapy delay adalah 7 bulan, 4 hari, 23,50 hari, 57,50 hari.
Peningkatan Peran Caregiver dalam Support System untuk Pasien Kanker Rhandyka Rafli; Yevri Zulfiqar; Fathiya Juwita Hanum; Vina Muspita; Arina Widya Murni; Puja Agung Antonius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8512

Abstract

ABSTRAK Kasus kanker diprediksi akan terus meningkat di masa depan. Kanker menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia saat ini, terutama di Indonesia. Terapi kanker membutuhkan waktu yang lama dan berkelanjutan sehingga diperlukan daya juang yang tinggi dari pasien. Dalam menjalani terapi tersebut perlu adanya peran serta dari caregiver dan support system untuk pasien kanker tersebut. Adapun yang menjadi permasalahannnya saat ini adalah caregiver dan support system belum memiliki pemahaman yang mumpuni dalam hal perawatan, pendampingan, pemberian motivasi untuk pasien kanker. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan pada caregiver dalam memberikan support system kepada pasien dalam hal deteksi dini kanker, perawatan pasien kanker, dan dukungan psikologis terhadap pasien kanker dalam menjalani pengobatan. Sehingga diperlukan penyuluhan yang fokus untuk memberikan pemahaman perihal peranan caregiver dan support system dari berbagai stakeholder yang terlibat dalam penanganan kanker, seperti dokter, organisasi yang terkait kanker, mahasiswa, dan masyarakat umum. Menanggapi permasalahan tersebut, maka diadakanlah penyuluhan dengan konsep talkshow pada 9 februari di Rumah Sakit Universitas Andalas. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan dan latar belakang. Penyuluhan ini menghadirkan empat narasumber yang berperan dalam penanganan kanker. Dengan hasil terdapat peningkatan pengetahuan berdasarkan post-test sebagai tolak ukur keberhasilan penyuluhan. Setidaknya 87.5 persen responden sepakat mengatakan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat. Kata Kunci:  Caregiver, Support System, Kanker  ABSTRACT Cancer cases are predicted to continue to increase in the future. Cancer is one of the deadliest diseases in the world today, especially in Indonesia. Cancer therapy takes a long time and is sustainable, so it requires high fighting power from the patient. In undergoing this therapy, it is necessary to have the role and participation of the caregiver and support system for these cancer patients. The current problem is that caregivers and support systems do not have a qualified understanding of care, assistance, and motivation for cancer patients. The purpose of this community service is to provide knowledge to caregivers in providing a support system for patients in terms of early detection of cancer, care of cancer patients, and psychological support for cancer patients undergoing treatment. Counseling that focuses on understanding the role of caregivers and support systems from various stakeholders involved in cancer management, such as doctors, cancer-related organizations, students, and the general public, is needed. In response to these problems, a talk show concept was held on February 9 at Andalas University Hospital. Various circles and backgrounds attended this activity. This counseling presented four speakers who played a role in cancer treatment. The results show an increase in knowledge based on the post-test as a measure of the success of counseling. At least 87.5 percent of respondents agreed that this counseling was beneficial. Keywords: Caregiver, Support System, Cancer
Eksplorasi Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Diagnostic Delay Dan Treatment Delay Pada Pasien Kanker Payudara Melian, Ruella Rivenska; Rafli, Rhandyka; Maribeth, Annisa Lidra
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 2 № 01 (2024): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v2i01.450

Abstract

The COVID-19 pandemic has had an impact on health services for breast cancer patients. During the COVID-19 pandemic, there were new government regulations, namely PSBB or large-scale social restrictions. During the PSBB, activities in public facilities are limited to only urgent interests. Therefore, breast cancer patients have difficulties during examination and treatment during the COVID-19 pandemic. The obstacles for breast cancer patients are difficulties in mobilizing to the hospital, health protocol regulations such as maintaining distance, discomfort when wearing masks and swabs before treatment, the emergence of fear and anxiety, expensive transportation costs during examination and treatment, and psychological disorders. So the impact is delay in examination (diagnostic delay) and delay in treatment (treatment delay) of breast cancer patients. This study uses a qualitative descriptive method with an in-depth interview approach that is guided by semi-structured questions and triangulates the perspectives of patients, patients' families, and health workers. The study was conducted from November 2021 to August 2022. The sample used was 27 respondents by purposive sampling. Analysis using condensed text system. There are breast cancer patients who express fear of seeking treatment during the COVID-19 pandemic because of the increasing number of pandemic cases and the stigma of being "covided". However, there are patients who express that they are not afraid to seek treatment during the pandemic because they have an optimistic and strong faith. Patients have problems seeking treatment during the pandemic due swab before treatment, feeling uncomfortable when wearing a mask, and transportation costs constraints. Patients experience diagnostic and treatment delays during the pandemic due to fear of being infected with the corona virus, lack of knowledge about symptoms and treatment of breast cancer, belief in alternative medicine, shyness to carry out initial examinations, fear of medical action, and queue lists. Based on the results of the study, it can be concluded that there are internal and external factors that influence the COVID-19 pandemic on diagnostic delay and treatment delay in breast cancer patients
Sosialiasi Gangguan Pendengaran pada Pasien di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Triola, Seres; Ashan, Haves; Hasni, Dita; Rafli, Rhandyka; Ayu Hamama Pitra, Dian; Anggraini, Debie
Abdika Sciena Vol 1 No 1 (2023): JURABDIKES Volume I No 1, Juni 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v1i1.90

Abstract

Gangguan pendengaran atau tuli merupakan salah satu masalah yang cukup serius dan banyak terjadi di seluruh negara di dunia. Gangguan pendengaran adalah hilangnya kemampuan untuk mendengar bunyi dalam cakupan frekuensi yang normal untuk didengar . Salah satu penyebabnya adalah pemakaian obat-obat ototoksik seperti streptomisin yang dapat merusak stria vaskularis. Selain tuli konduksi dan sensorineural, dapat juga terjadi tuli campuran. Tuli campuran adalah tuli baik konduktif maupun sensorineural akibat disfungsi konduksi udara maupun konduksi tulang. Pengabdian ini berupa penyuluhan pada semua pasien di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah pada semua usia tentang gangguan pendengaran
Deteksi Dini Gangguan Fungsi Tiroid pada Bayi Baru Lahir di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2023 Fharel, Muhammad; Anggraini, Debie; Rafli, Rhandyka
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.191

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan fungsi tiroid pada bayi baru lahir merupakan langkah penting dalam deteksi dini gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme kongenital yang berpotensi menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental. Di RSI Siti Rahmah Padang, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan deteksi dini dan intervensi terhadap gangguan fungsi tiroid pada neonatus, dengan tujuan meminimalkan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup dan perkembangan anak. Tujuan: Program ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi tiroid pada bayi baru lahir melalui pemeriksaan laboratorium, serta meningkatkan kesadaran orang tua dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya skrining dini. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi kesehatan neonatus yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian dilaksanakan dengan metode skrining menggunakan sampel darah yang diambil melalui teknik tusuk tumit. Analisis laboratorium difokuskan pada pengukuran konsentrasi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dengan perbandingan terhadap nilai referensi standar. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan kegiatan penyuluhan kepada orang tua dan tenaga kesehatan mengenai tanda-tanda gangguan fungsi tiroid serta pentingnya deteksi dini. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pemeriksaan fungsi tiroid pada bayi baru lahir merupakan upaya strategis dalam mendeteksi dini gangguan tiroid, yang esensial untuk mencegah komplikasi perkembangan. Keterlibatan berbagai stakeholder, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat, merupakan kunci sukses dalam penerapan program skrining yang berkelanjutan di lingkungan RSI Siti Rahmah Padang.