Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pemodelan Matematis Dalam Pembelajaran Matematika Siswa SMPN 4 Kota Pasuruan Fitriyah, Lailatul; Fuat; Khoiri, Miftahul
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.882

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami proses proses pemodelan matematis siswa dalam pembelajaran matematika melalui soal cerita. Soal cerita mengharuskan siswa menerjemahkan informasi verbal ke model matematika seperti persamaan atau fungsi, yang merupakan keterampilan dasar pemodelan matematis. Pemodelan matematis sendiri adalah proses menggunakan matematika untuk merepresentasikan dan menganalisis fenomena nyata secara sederhana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa belum mampu menjalankan tahapan pemodelan secara utuh dan sistematis. Permasalahan utama terletak pada kurangnya pemahaman konsep matematika dan rendahnya literasi matematika, khususnya dalam memahami soal cerita dan mengidentifikasi informasi penting untuk dirumuskan secara matematis. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa meskipun siswa dapat mengidentifikasi variabel dan membuat model, banyak yang belum mampu menjalankan seluruh langkah pemodelan dengan tepat. Hal ini menekankan pentingnya penguatan konsep dan literasi matematis dalam pembelajaran pemodelan.
Analisis Siswa Dalam Mengatasi Kecemasan Matematis Terhadap Pemecahan Masalah Di Tinjau Dari Teori Polya Nisa’, Fatma Zahrotun; Fuat; Afifah, Ani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.982

Abstract

Kecemasan matematis merupakan faktor yang dapat menghambat kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika, khususnya yang membutuhkan penalaran sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana siswa mengatasi kecemasan tersebut berdasarkan langkah-langkah Polya: memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini dilakukan di MTs Yayasan Tarbiyah Islam Nguling. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas VIII B yang mengikuti tes pemecahan masalah, di mana tiga siswa dengan gejala kecemasan dipilih untuk wawancara mendalam. Instrumen penelitian mencakup tes berbasis langkah-langkah Polya, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan siswa muncul pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Meskipun demikian, siswa memilikicara mengatasi diri, seperti menenangkan diri, membaca ulang soal, menghubungkan dengan konsep yang dikuasai, serta mencari bantuan dari teman atau guru. Dapat disimpulkan bahwa cara pengendalian diri ini mampu membantu siswa menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan Polya meskipun kecemasan matematis memengaruhi proses pemecahan masalah mereka.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN TEORI APOS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Ayu Devi Utama Sari; Fuat; Keto Susanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/qygt4q66

Abstract

Setiap siswa memiliki proses kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah matematis. Perbedaan tersebut dapat terlihat secara nyata ketika siswa dihadapkan pada permasalahan matematis yang menuntut pemahaman konsep yang mendalam, kemampuan memilih dan menerapkan strategi penyelesaian yang tepat, serta ketekunan dalam melalui setiap tahapan pemecahan masalah. Perbedaan proses berpikir ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh karakter dan daya juang siswa dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan Teori APOS yang ditinjau dari tipe Adversity Quotient (AQ). Subjek penelitian dikelompokkan ke dalam tiga tipe AQ, yaitu climber, camper, dan quitter. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean menggunakan perangkat lunak NVivo guna mengidentifikasi dan mengkaji tahapan kognitif siswa secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tipe climber memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang tinggi, yang ditandai dengan kemampuannya mencapai tahap skema dalam Teori APOS. Sebaliknya, siswa dengan tipe camper dan quitter menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis yang relatif rendah karena hanya mampu berada pada tahap aksi. Selain itu, siswa dengan tipe quitter cenderung memiliki motivasi belajar yang rendah dan mudah menyerah ketika menghadapi permasalahan matematis yang menantang.