Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Dari Sosial ke Mental: Efek Dukungan dan Efikasi Diri terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Tingkat Akhir Safira, Salsa Bila Putri; Rohayati, Nita; Ibad, M.Choirul
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 4 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i4.6375

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa akhir di Universitas Buana Perjungan Karawang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Dalam penelitian ini terdapat 150 reponden mahasiswa tingkat akhir di Universitas Buana Perjuangan Karawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan  non-probability dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPPS), psychological capital dan Ryff’s Psychological Well-Being (RPWB). Analisis item dilakukan menggunakan correct item-total. Hasil uji regresi linear berganda pada uji T 0,004 < 0,05 dan pada uji F 0,00 < 0,05 artinya artinya hipotesis penelitian diterima atau ada pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Buana Perjuangan Karawang. Hasil uji koefisien determinasi (Adjusted R squrarer) 46,9%, artinya sebanyak 46,9% dipengaruhi oleh dukungan sosial dan efikasi diri. Oleh karena itu peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian menggunakan variabel lain yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis.
Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Persepsi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Safira, Agnes Salsha; Mora, Linda; Ibad, M. Choirul
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i02.2189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas penggunaan media sosial dan persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian pada produk yang diboikot di Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal serta menggunakan teknik convenience sampling. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 138 partisipan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga jenis skala, diantaranya: skala intensitas penggunaan media sosial, skala persepsi konsumen dan skala keputusan pembelian. Dalam penelitian ini, hasil perhitungan menunjukkan nilai Sig 0.000 yang menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial dan persepsi konsumen secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R Square) yang menunjukkan hasil sebesar 0,178 bahwa variabel intensitas penggunaan media sosial dan persepsi konsumen memberikan kontribusi sebesar 17,8% terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui terdapat pengaruh intensitas penggunaan media sosial, persepsi konsumen dan keputusan pembelian diperoleh nilai Sig. 0.000, maka hipotesis diterima dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian pada konsumen yang memboikot produk di Karawang.
Epistemic Curiosity as a Predictor of Psychological Well-Being: A Correlational Analysis Ibad, M. Choirul; Mora, Linda; Dimala, Cempaka Putrie
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 8 No. 1 (2025): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v8i1.26215

Abstract

The advancement of knowledge and the abundance of information can trigger confusion, information fatigue, and uncertainty that have an impact on an individual's psychological well-being. This study has three hypotheses, with one main hypothesis being to test the relationship between epistemic curiosity and psychological well-being. There are two remaining hypotheses testing the dimensions of epistemic curiosity on psychological well-being. This study uses a quantitative correlational approach with two instruments: epistemic curiosity and psychological well-being. The participants obtained were 376 students who were taken using convenience sampling and snowball sampling techniques. The results of this study did not find a significant relationship between epistemic curiosity and psychological well-being. However, Deprivation-Type Curiosity as a dimension of psychological well-being was not proven to be substantial for psychological well-being. In other words, a high level of curiosity can have positive or negative impacts, depending on the various factors that influence it. Therefore, it is important to investigate mediating or moderating variables in subsequent studies.Keywords: epistemic curiosity, psychological well-being, correlational study, mental health
PERSPEKTIF MAHASISWA TERHADAP AKSES FASILITAS DAN LAYANAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS TIDAR ibad, asna choirul
Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2025): Januari:Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/saraqopat.v7i1.1317

Abstract

This study is based on the importance of the role of libraries in supporting students' academic activities, especially in the digital era. The aim is to determine the perception of Public Administration students regarding access and quality of Tidar University Library services, both physically and digitally. This study uses a quantitative method with a survey approach and purposive sampling technique. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale. which includes aspects of staff friendliness, ease of borrowing, comfort of the reading room, and effectiveness of the online catalog. The results showed that most students were satisfied with the services provided, especially regarding the attitude of the staff and the efficiency of borrowing. Good access to physical and digital facilities also encourages the frequency of use of library services. These findings emphasize the importance of developing digital services to support the ever-growing academic needs. Libraries need to continue to innovate in order to create an inclusive and adaptive learning environment to technological advances.
QUARTER LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL DI KARAWANG: PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Virgiawan, Ichsan; Rohayati, Nita; Ibad, M. Choirul
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 8, No 3 (2025): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v8i3.1069

Abstract

Quarter life crisis (QLC) merupakan fase transisi dari remaja ke dewasa awal yang menimbulkan tantangan identitas dan emosional, ditandai oleh perasaan cemas, kebingungan, ketidakpastian, dan ketidakstabilan menghadapi masa depan. Mengidentifikasi pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang mengalami QLC di Karawang, merupakan tujuan penelitian ini. Metode kuantitatif dipakai pada studi ini dengan desain asosiatif. Sebanyak 127 individu berusia 18–40 tahun menjadi sampel pada studi ini dengan melalui purposive sampling. Instrumen pengukuran yang dipergunakan meliputi Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial dan Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB) untuk kesejahteraan psikologis. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (uji Kolmogorov-Smirnov, p = 0.200) dan hubungan antara variabel bersifat linear (p = 0.896). Dengan nilai F dan p masing-masing 17.750 dan 0.001, uji hipotesis ini menunjukkan pengaruh dukungan sosial yang signifikan pada kesejahteraan psikologis. Koefisien determinasi (R²) dengan nilai 0.124 memperlihatkan bahwa kontribusi dukungan sosial sebesar 12.4% terhadap variabel kesejahteraan psikologis, selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain, khususnya kondisi sosial ekonomi seperti pengangguran, yang dapat memperkuat tekanan psikologis dalam fase QLC.  
Is Curiosity a Problem? Mediasi Academic Burnout pada Epistemic Curiosity dan Psychological Well-Being M. Choirul Ibad; Cempaka Putrie Dimala; Linda Mora; Fauzul Adim Ubaidillah
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i1.1456

Abstract

Rasa ingin tahu yang mendalam dapat membuat psikologis individu merasa tidak tenang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh epistemic curiosity terhadap psychological well-being dengan tambahan academic burnout sebagai variabel mediator. Menggunakan design kuantitatif, penelitian ni melibatkan responden sebanyak 534 mahasiswa dari universitas negeri dan swasta. Data diambil dengan tehnik convenience & snowaball sampling melalui google-form secara online. Hasil analisis menunjukkan epistemic curiosity tidak berpengaruh secara langsung terhadap psychological well-being. Namun academic burnout berhasil menjadi mediator pada pengaruh epistemic curiosity terhadap psychological well-being. Dengan kata lain, mahasiswa yang mengalami ketidaksejahteraan psikologis tidak semata-mata karena rasa keingintahuan yang mendalam, akan tetapi secara bersamaan individu juga mengalami kelelahan dalam menghadapi serta menjalani tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
Resilience as a Mediator of Peer Support Against Workforce Burnout Wulansari, Resi; Dimala, Cempaka Putrie; Ibad, M Choirul
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11766

Abstract

The reduced number of employees caused by the effects of the Covid-19 pandemic has caused the workload of employees who are still working to increase, so that employees experience burnout. The purpose of this study was to determine whether the influence of coworker support on burnout, the influence of coworker support on resilience, the effect of resilience on burnout and the influence of coworker support on burnout with resilience as the mediator. The research subjects are workers who are domiciled in Karawang, the number of respondents is 400 people taken using the incidental sampling technique. This study uses a quantitative approach. Questionnaires were distributed via Google form. The burnout scale using the adaptation scale from the Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS) which consists of 11 question items, the peer support scale using the adaptation scale from Sarafino & Smith theory which consist of 20 question items, the resilience scale uses the adaptation scale from Connor David’s Resilience Scale (CD-RISC), which consists of 23 items questions. Data analysis using simple regression and multiple regression. The influence of coworker support variables on burnout is 19.1%. The influence of peer support on resilience is 4.7%. The effect of resilience on burnout. The effect of resilience on burnout is 24.2%. The influence of the mediator using the Sobel calculator with a value of 3.98. Based on the results of statistical tests conducted, there is a significant positive effect of coworker support on resilience, there is a significant negative effect of coworker support on burnout, there is a significant negative effect of resilience on burnout, there is a mediator effect of the resilience between coworker support on burnout.Pengurangan jumlah karyawan yang disebabkan oleh efek pandemi covid-19 menyebabkan beban kerja karyawan yang masih bekerja bertambah, sehingga karyawan mengalami burnout. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dukungan rekan kerja terhadap burnout, pengaruh dukungan rekan kerja terhadap resiliensi, pengaruh resiliensi terhadap burnout dan pengaruh dukungan rekan kerja terhadap burnout dengan resiliensi sebagai mediator nya. Subjek penelitian merupakan tenaga kerja yang berdomisili di Kabupaten Karawang, jumlah responden sebanyak 400 orang diambil menggunakan teknik Incidental sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Kuesioner di sebar melalui Google form. Skala burnout menggunakan skala adaptasi dari Masclach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS) yang terdiri dari 11 aitem pertanyaan, skala dukungan rekan kerja menggunakan skala adaptasi dari teori Sarafino & Smith yang terdiri dari 20 aitem pertanyaan, skala resiliensi menggunakan skala adaptasi dari Connor-Davidson’s Resilience Scale (CD-RISC), yang terdiri dari 23 aitem pertanyaan. Analisis data menggunakan regresi sederhana dan regresi berganda. Besar pengaruh variabel dukungan rekan kerja terhadap burnout sebesar 19.1%. Besar pengaruh dukungan rekan kerja terhadap resiliensi sebesar 4.7%. Besar pengaruh resiliensi terhadap burnout sebesar 24.2%. Besar pengaruh mediator menggunakan kalkulator sobel dengan nilai sebesar 3.98. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan terdapat pengaruh positif signifikan dukungan rekan kerja terhadap resiliensi, terdapat pengaruh negatif signifikan dukungan rekan kerja terhadap burnout, terdapat pengaruh negatif siginifikan resiliensi terhadap burnout, terdapat pengaruh mediator resiliensi antara dukungan rekan kerja terhadap burnout.
Increasing Employee Engagement Through Workplace Happiness: A Quality of Work Life Mediation Study Agustiani, Titin; Mora, Linda; Ibad, Choirul
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.16491

Abstract

Employee engagement rates in several Indonesian companies remain very low, including at PT Pupuk Kujang, which aims for an employee engagement rate above 85%. Factors affecting employee engagement levels include quality of work life and workplace happiness. Therefore, this study aims to determine whether workplace happiness mediates the effect of quality of work life on employee engagement at PT Pupuk Kujang. The study involved 191 employees selected through convenience sampling and used a correlational quantitative approach with a survey type. The instruments used were the Development Dimensions International (DDI) scale, Quality of Working Life (QoWL), and Happiness at Work Measurement Scale. Data were analyzed using assumption tests and path analysis regression models. The study findings reveal that quality of work life has a direct and significant effect on employee engagement (estimate = 0.447, p < 0.001). Quality of work life positively and significantly affects workplace happiness (estimate = 0.076, p < 0.001). Additionally, workplace happiness significantly affects employee engagement (estimate = 0.365, p < 0.001). Further analysis shows that workplace happiness can serve as a partial mediator in the effect of quality of work life on employee engagement (estimate = 0.200, p < 0.001). The implications of this study indicate that enhancing workplace happiness can strengthen the effect of quality of work life on employee engagement at PT Pupuk Kujang.Angka employee engagement di beberapa perusahaan Indonesia masih sangat rendah, salah satunya di PT Pupuk Kujang yang menginginkan angka employee engagement di atas 85%, faktor yang memengaruhi tingkat employee engagement itu sendiri diantaranya quality of work life dan workplace happines. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran mediasi workplace happiness pada pengaruh quality of work life terhadap employee engagement di PT Pupuk Kujang. Penelitian ini melibatkan 191 karyawan yang dipilih melalui metode convenience sampling dan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional berjenis survei. Instrumen yang digunakan adalah skala Development Dimensions International (DDI), Quality of Working Life (QoWL), Happiness at Work Measurement Scale. Data dianalisis menggunakan uji asumsi dan regresi model analisis jalur (path analysis). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa quality of work life berpengaruh langsung dan signifikan terhadap employee engagement (estimate = 0,447, p < 0,001). Quality of work life berpengaruh positif dan signifikan terhadap workplace happiness (estimate = 0,076, p < 0,001). Selain itu, workplace happiness berpengaruh signifikan terhadap employee engagement (estimate = 0,365, p < 0,001). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa workplace happiness dapat berperan sebagai mediasi parsial pada pengaruh quality of work life terhadap employee engagement dengan (estimate = 0,200, p < 0,001). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan workplace happiness dapat memperkuat pengaruh quality of work life terhadap employee engagement di PT Pupuk Kujang.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Siti Nur Afipah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8311

Abstract

This study aims to determine the mediating role of organizational commitment variables on job satisfaction and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It employs a quantitative method using convenience sampling with a sample size of 349 individuals. Data collection utilized questionnaires distributed directly via Google Forms. Measurement tools included the short-form Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data analysis was conducted using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that organizational commitment does not mediate the relationship between job satisfaction and turnover intention (p = 0.561 > 0.05). Job satisfaction significantly influences turnover intention (p = 0.008 < 0.05), and organizational commitment significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job satisfaction does not significantly influence organizational commitment (p = 0.558 > 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel komitmen organisasi terhadap variabel kepuasan kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form, skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak berperan sebagai mediator pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention (p = 0,561 > 0,05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,008 < 0,05) dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi (p = 0,558 > 0,05).
Fenomena Keterikatan kerja: Studi Pengaruh Kepuasan Kerja pada Karyawan Industri di Karawang Affandi, Andi; Mora, Linda; Ibad, Choirul
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepuasan kerja terhadap keterikatan kerja pada karyawan industri di Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian kausal. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Partisipan dalam penelitian ini merupakan karyawan dari berbagai industri di Karawang dengan jumlah 218 partisipan. Analisis data menggunakan uji hipotesis regresi linier sederhana menggunakan program SPSS. Pengambilan data keterikatan kerja diukur menggunakan skala adopsi Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) versi bahasa indonesia dan kepuasan kerja diukur menggunakan skala adatasi Job Satisfaction Survei (JSS). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis regresi linier sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap keterikatan kerja dengan nilai (R Square) sebesar 0,10 artinya kepuasan kerja mempengaruhi keterikatan kerja sebesar 10%.