Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Pemanfaatan Media Tutup Botol Bekas Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila Muslimah, Ferawati; Kharismawati, Indah; Triana, Rizki Sevi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4832

Abstract

Anak usia 4–5 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang penting sehingga memerlukan stimulasi yang tepat melalui pembelajaran yang menarik dan konkret. Namun, hasil observasi di RA Salsabila menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan, menghitung benda, dan mengelompokkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun melalui pemanfaatan media tutup botol bekas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, tingkat ketuntasan hanya mencapai 20%. Pada siklus I meningkat menjadi 40% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6,66% Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus II meningkat menjadi 73,33% (BSH) dan 20% (BSB). Peningkatan ini terlihat pada kemampuan anak dalam mengelompokkan warna, menghitung benda, dan mengenal konsep bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media tutup botol bekas efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Selain itu, media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keaktifan anak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang.
Penigkatan Mengenal Huruf Melalui Permainan Plastisin Berbasis Multisensori Pada Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari Sa'diah, Halimatus; Kharismawati, Indah; Wijaya, Pipit Rika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kemampuan anak usia 5–6 tahun dalam mengenal huruf di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari. Kondisi tersebut terlihat dari sebagian besar anak yang belum mampu mengenali bentuk huruf, menyebutkan huruf, serta menghubungkan huruf dengan bunyinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengenal huruf melalui kegiatan bermain plastisin berbasis multisensori pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 11 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak. Pada tahap pra-siklus, persentase pencapaian sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi 63,6%, dan pada siklus II mencapai 81,8%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bermain plastisin berbasis multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 5–6 tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari melalui pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan melibatkan berbagai indera.
Peningkatan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Puzzle Pada Anak Usia 4-5 Tahun di KB Mutiarahati Purnamasari, Ayu; Kharismawati, Indah; Dewi, Eka Olivia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4834

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menarik dan bermakna. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bentuk geometri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam mengenal berbagai bentuk geometri melalui aktivitas eksploratif yang berpusat pada anak dengan memanfaatkan media permainan puzzle di KB Mutiara Hati, Desa Karangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus selama empat minggu dengan subjek sebanyak 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indikator keberhasilan >75% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, mengelompokkan, dan menyebutkan bentuk-bentuk geometri secara bertahap hingga mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media permainan puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini.
Peningkatan Pemahaman Bahasa Indonesia Melalui Strategi Translanguaging Berbasis Cerita Rakyat Lokal Anak Usia 4-5 Tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari Al-Aluf, Wilda; Kharismawati, Indah; Wijaya, Pipit Rika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4871

Abstract

Rendahnya pemahaman Bahasa Indonesia pada anak usia dini sering menjadi kendala dalam proses pembelajaran, terutama pada lingkungan yang lebih dominan menggunakan bahasa daerah. Kondisi tersebut juga terjadi di TK Raudlotul Ulum, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman Bahasa Indonesia melalui strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal di TK Raudlotul Ulum. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian anak usia dini di TK Raudlotul Ulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal mampu meningkatkan pemahaman Bahasa Indonesia anak. Hal ini terlihat dari meningkatnya kemampuan anak dalam memahami instruksi, menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita dari siklus I ke siklus II.Strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman Bahasa Indonesia pada anak usia dini di TK Raudlotul Ulum. Strategi ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan lingkungan bahasa anak.
Penerapan Brain Breaks Movement Untuk Meningkatkan Rentang Perhatian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila Maulida, Laili; Kharismawati, Indah; Wijaya, Pipit Rika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan rentang perhatian anak usia 4–5 tahun melalui penerapan brain breaks movement di RA Salsabila. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar anak menghadapi hambatan dalam memusatkan dan menjaga fokus selama proses pembelajaran, seperti mudah teralih perhatiannya, seringkali berbicara sendiri, dan cepat merasa bosan. Kondisi itu berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan rentang perhatian anak usia 4-5 tahun di RA Salsabila. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilangsungkan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok A3 usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rentang perhatian anak pada setiap siklus. Di tahap pra tindakan, persentase perhatian anak sebesar 40% dengan kategori rendah. Setelah diterapkan brain breaks movement pada siklus I, terjadi peningkatan menjadi 65% dengan kategori sedang. Pada siklus II, peningkatan menjadi lebih signifikan dengan persentase mencapai 85% dalam kategori tinggi. Secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 45% dari kondisi awal hingga siklus II. Penerapan brain breaks movement yang berupa aktivitas gerak sederhana seperti peregangan, tepuk tangan, serta gerak mengikuti lagu terbukti mampu meningkatkan fokus, keterlibatan, serta kesiapan belajar anak. Dengan demikian, brain breaks movement terbukti efektif digunakan menjadi teknik mengajar untuk meningkatkan rentang perhatian anak prasekolah.
Pengembangan Media Kartu Kata Bergambar Untuk Mengenalkan Huruf Vokal Pada Anak Usia 4 – 5 Tahun di TK J AR-RUMI Dina Novita; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3419

Abstract

Kemampuan membaca awal anak usia 4–5 tahun, khususnya dalam pengenalan huruf vokal, ditingkatkan melalui pengembangan media kartu kata bergambar yang dirancang sebagai sarana pembelajaran dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi, validasi dari ahli, serta uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dirancang efektif dalam membantu anak mengenali huruf vokal secara visual dan interaktif, serta memberikan masukan berupa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru PAUD.
Pengembangan Alat Pembelajaran Edukatif Fishbone (Diagram) Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak 4-5 Tahun di TK J Ar-Rumi Ika Lailatul Firdaus; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3420

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini, khususnya pada rentang usia 4–5 tahun, sehingga stimulasi yang tepat melalui media pembelajaran inovatif sangat diperlukan agar keterampilan motorik halus dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran Fishbone dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK J Ar-Rumi. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media Fishbone yang dikembangkan diuji validitasnya oleh ahli media dan materi, kemudian diimplementasikan pada 10 anak selama tiga pertemuan. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest serta observasi dan wawancara. Hasil validasi menunjukkan media Fishbone sangat valid dengan skor rata-rata 85%. Selain itu, nilai rata-rata keterampilan motorik halus meningkat dari 55 pada pretest menjadi 83 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 yang menunjukkan efektivitas sedang. Observasi selama implementasi juga memperlihatkan minat dan antusiasme tinggi dari anak-anak. Dengan demikian, media pembelajaran Fishbone efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif dalam pendidikan anak usia dini.
Pengembangan Media Pembelajaran Edukatif ‘Bowling Fruit’ Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Khotimah Khotimah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran “Bowling Fruit” yang bersifat edukatif guna membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan media permainan edukatif yang diberi nama “Bowling Buah”. Permainan ini terdiri dari bola plastik dan pin bowling yang terbuat dari botol bekas minuman, yang dihias dengan gambar buah-buahan untuk menarik perhatian anak-anak. Data kelayakan produk dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh para ahli media pembelajaran dan ahli materi. Produk yang dikembangkan merupakan alat permainan edukatif yang ramah lingkungan, karena memanfaatkan botol bekas yang dicat warna-warni dan ditempeli gambar buah-buahan. Media ini dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun, khususnya dalam aspek melempar, menggulingkan pin, serta melatih koordinasi antara mata dan tangan. Hasil validasi dari para ahli menunjukkan bahwa media ini termasuk dalam kategori “sangat layak”, baik dari segi materi maupun media yang digunakan. Dengan hasil yang sangat memuaskan ini, alat permainan edukatif “Bowling Fruit” dinilai sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran di PAUD Yaa Bunayya Sanenrejo. Selain melatih keterampilan motorik kasar, permainan ini juga terbukti mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar anak.
Interactive Pop-Up Storybooks as a Medium to Cultivate Tolerance in Early Childhood: A Local Wisdom Approach Rizki Sevi Triana; Hisbiyatul Hasanah; Eva Aini Desta Ningsih; Indah Kharismawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4373

Abstract

Interactive learning media play a crucial role in promoting cognitive and social development in early childhood education. This study aims to develop an interactive pop-up storybook based on local wisdom as a medium to foster the value of tolerance in young children. Using the 4D Research and Development (R&D) model (Define, Design, Develop, Disseminate), the study involved children aged 4–6 years enrolled in early childhood education programs. The Define stage identified needs, analyzed curriculum alignment, and explored cultural relevance. The Design stage produced a prototype integrating local cultural values, interactive features, and multisensory elements to enhance engagement and understanding of social values. The Develop stage included validation of the prototype by experts in early childhood education, child psychology, and local wisdom, resulting in an overall validity score of 90.2% (highly valid), followed by a limited trial which showed significant improvements in engagement, social interaction, and children’s understanding of tolerance. The Disseminate stage evaluated the usability of the media by teachers, achieving a high score of 87.5%. The results indicate that the interactive pop-up storybook effectively enhances cognitive, social, and emotional engagement while instilling tolerance and social values. This study underscores the potential of culturally contextualized interactive media to strengthen holistic learning experiences, learning motivation, and the development of inclusive social character in early childhood.
Optimizing Inclusive Education Through Interactive Learning Modules for Children with Special Needs in Early Childhood: Implications for SDG 4.5 Mochammad Fadil Djamali; Sugihartatik Sugihartatik; Nova Jessica Vannesa Priska; Indah Kharismawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4374

Abstract

This study evaluates the development of an interactive learning module aimed at optimizing inclusive education for children with special needs in early childhood education (ECE), in support of Sustainable Development Goal (SDG) 4.5. Employing a Research and Development (R&D) approach with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), data were collected through curriculum analysis, classroom observations, interviews with teachers and parents, expert validation, teacher practicality questionnaires, and child engagement rubrics, and then analyzed descriptively. The findings indicate that the module was rated “highly valid” by experts with an average score of 89.7%, and “highly practical” by teachers with an average score of 87.5%. Children’s engagement showed a significant increase, rising from 52.8% before to 80.6% after the use of the module, with the greatest improvement observed in social interaction (+29%). These results demonstrate that the UDL-based interactive module is effective in enhancing inclusivity, children’s participation, and teachers’ confidence in inclusive ECE classrooms, thereby contributing to the achievement of SDG 4.5.