Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MELALUI PEMBUATAN DAN PEMBAGIAN HANDSANITIZER BERBAHAN BAKU ALAMI DI KOTA MATARAM Earlyna Sinthia Dewi; Syirril Ihromi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Suwati Suwati; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5402

Abstract

ABSTRAKPenyebaran COVID-19 telah menyita perhatian masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit infeksi pernafasan yang dapat ditularkan melalui percikan batuk dan bersin.  Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan handsanitizer, dan memberikan pengetahuan bahwa hand sanitizer dapat dibuat menggunakan bahan alami yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Taman Seruni, Kelurahan Taman Sari,Kecamatan Ampenan,Kota Mataram.  Metode pengabdian ada dua tahap yaitu sosialisasi tentang pentingnya penggunaan handsanitizer, diiringi dengan pelatihan pembuatan handsanitizer secara mandiri, dan pembagian handsanitizer kepada warga. Hasil yang diperoleh yaitu 100 warga paham pentingnya penggunaan mendapatkan handsanitizer, selain itu warga mendapatkan handsanitizer dari proses pelatihan. Dengan demikian, masyarakat sekitar pada akhirnya dapat menggunakan handsanitizer pada saat keluar rumah. Kata kunci: covid-19; handsanitizer; bahan alami. ABSTRACTThe wide-spread of COVID-19 has confiscates the world community’s attention, Indonesia, too. Covid-19 is a disease of infected respiration which can be transmitted through coughs and sneezes. The aims of the Community Service Activity are to educate people about the importance of using a hand-sanitizer, and to provide knowledge on that hand sanitizers can be produced by using natural materials in the environments. This service activity was carried out in Taman Seruni, Taman Sari Village, Ampenan sub-district, Mataram. The method of the community service consists of two stages,the first stage was socialization about how important to using handsanitizer and how to make independently hand-sanitizers as well as distributing hand-sanitizers to people of Taman Seruni. The result was that 100 residents know the importance of using hand sanitizer,beside the residents get a hand-sanitizer from the training process. Thus, they can use hand-sanitizers when they leave the house. Keywords: covid-19; hand-sanitizer; natural materials
Potensi Penggunaan Biomassa Tumbuhan Liar Di Lahan Kering Sebagai Sumber Bahan Organik Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanah Muliatiningsih Muliatiningsih; Erni Romansyah; Budy Wiryono
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.692 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.105-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi biomassa berbagai jenis tumbuhan liar sebagai alternatif sumber bahan organik dalam meningkatkan produktivitas tanah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di rumah kaca. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perlakuan A: alang-alang (Imperata cylindrica), B : krinyu (Cromolaena odorata), C : kentawong (Blumea mollis), D : pepeti (Pephrosia spinosa), E : kosta (Acacia sp), F : dui (Acacia pernesiana), G : sengon (Blumea sp). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imperata cylindrica masih memiliki C/N ratio > 20 tetapi Cromolaena odorata, Blumea mollis, Pephrosia spinosa, Acacia sp, Acacia pernesiana, dan Blumea sp telah mencapai kadar C/N ratio < 20, C/P ratio < 200, dan N total akhir kompos meningkat dari N total awal sebelum dekomposisi hal ini menunjukkan biomassa tumbuhan liar tersebut berpotensi sebagai sumber bahan organik.
SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI ECO-ENZYM Ida Wahyuni; Muliatiningsih Muliatiningsih; Suhairin Suhairin; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12817

Abstract

Abstrak: Salah satu cara pengelolaan sampah terutama sampah organic adalah membuatnya menjadi eco-enzym. Ecoenzym memiliki banyak sekali manfaat seperti menjadi cairan pembersih, sabun, ditergen pakaian, pembersih piring, pupuk organik alami, pengusir tikus, dan serangga. Namun pengetahuan masyarakat mengenai ecoenzym masih sangat kurang sehingga perlu lebih disosialisasikan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat eco enzyme dari bahan baku sampah organic rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi pengolahan sampah organic dengan pembuatan ecoenzym dengan peserta kegiatan sebanyak 23 orang dari anggota Wanita Rukun Keluarga Bima yang tinggal di Kota Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dengan kegiatan ini yang ditunjukkan dengan keaktivan peserta memberikan pertanyaan terkait pembuatan eco enzyme dan penggunaannya. Dari hasil evaluasi terlihat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 31,52%. Hasil uji paired semple T-test menunjukkan angka yang signifikan antara pretest dan posttest sengan nilai signifikasi (2-tailed) p=0,000<0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Abstract: One way to manage waste, especially organic waste, is to make it into eco-enzymes. Ecoenzyme has many uses, such as being a cleaning fluid, soap, laundry detergent, dish cleaner, natural organic fertilizer, mouse and insect repellent. However, people's knowledge about ecoenzymes is still lacking, so it needs to be socialized more. The purpose of this activity is to increase partners' knowledge and skills in making eco enzymes from household organic waste raw materials. The method used in this community service activity is the socialization of organic waste processing by making ecoenzymes with 23 activity participants from members of the Bima Family Pillars who live in the city of Mataram. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about this activity which was shown by the activeness of the participants in asking questions regarding the manufacture of eco enzymes and their use. The evaluation results, it can be seen that the participants' knowledge increased by 31.52%. The results of the paired sample T-test showed a significant number between the pretest and posttest with a significant value (2-tailed) p = 0.000 <0.05, which means that there was a significant effect on the participants' knowledge before and after socialization.  
PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KOTA MATARAM Suhairin Suhairin; Suwati Suwati; Muliatiningsih Muliatiningsih; Earlyna Sinthia Dewi; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14535

Abstract

ABSTRAKKepadatan penduduk di wilayah perkotaan akan menimbulkan masalah-masalah sosial perkotaan seperti : terbatasnya area pekarangan, ruang interaksi yang kurang, dan genangan air pada saat hujan. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Sekarbela terjadi pada bulan Januari hingga Maret dengan rata-rata 323-338 mm, hal ini cenderung membuat genangan di beberapa titik termasuk di wilayah lingkungan Bagek Kembar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu warga lingkungan Bagek Kembar mengurangi genangan air hujan, yaitu dengan membuat lubang resapan sederhana yang umum dikenal dengan lubang biopori. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan secara langsung. Sosialisasi di sini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mitra mengenai apa itu lubang biopori, apa manfaat, dan bagaimana proses pembuatannya. Sosialisasi dilakukan dengan “door to door” mendatangi tiap rumah yang dipilih sebagai titik penggalian lubang biopori, dengan unsur yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, karyawan, dan warga (mitra). Hasilnya adalah warga memiliki 2 sampai 3 lubang biopori dan menjadi faham tentang manfaat dan kegunaan dari lubang tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala, selang 3 bulan pasca pembuatan. Kata kunci: lubang resapan; biopori; kompos biopori. ABSTRACTPopulation density in urban areas will cause urban social problems such as: limited yard areas, less interaction space, and stagnant water when it rains. The highest rainfall in Sekarbela District occurs from January to March with an average of 323-338 mm, this tends to cause puddles at several points including in the Bagek Kembar neighborhood area. The purpose of this service is to help residents of the Bagek Kembar neighborhood reduce rainwater stagnation, namely by making a simple infiltration hole commonly known as a biopore hole. The method used in this activity is socialization and direct manufacturing training. The socialization here is to provide knowledge and knowledge to partners about what biopori holes are, what are the benefits, and how the process is made. The socialization was carried out by "door to door" visiting each house chosen as the point for digging the biopore holes, with the elements involved being lecturers, students, employees, and residents (partners). The result is that residents have 2 to 3 biopori holes and become aware of the benefits and uses of these holes. Evaluation is carried out periodically, 3 months after manufacture. Keywords: infiltration hole; biopore; biopore compost.
PENGUATAN EKONOMI PEREMPUAN KEPALA KELUARGA BERBASIS PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI ECOENZYM DI DESA SIGAR PENJALIN LOMBOK UTARA Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Suhairin Suhairin; Karyanik Karyanik; Nur Annisa Istiqamah; Desy Ambar Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15970

Abstract

ABSTRAKPengabdian Penguatan Ekonomi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Berbasis Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Sebagai Ecoenzym Di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra mengenai pengolahan sisa-sisa makanan atau sampah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bernilai ekonomis. Selain itu, produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah tersebut juga dapat memberikan sumbangan pendapatan dalam perekonomian mitra. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan dua metode yaitu metode pelatihan dan pendampingan dengan pemberian pre test sebelum kegiatan pelatihan dimulai dan post test setelah kegiatan pelatihan selesai. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan praktek pembuatan ecoenzym oleh anggota mitra dengan pendampingan oleh tim pelaksana kegiatan hingga ecoenzym dapat dipanen, yaitu selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anggota mitra umumnya langsung membuang sampah rumah tangga tanpa diolah yaitu sebesar 76%. Hasil pelatihan pembuatan ecoenzym menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman anggota mitra mengenai ecoenzym sebesar 16% dibandingkan sebelum dilaksanakan kegiatan pelatihan, anggota mitra yang tidak mengetahui tentang ecoenzyme adalah 84%. Hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan dan pemahaman bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup . Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama 4 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga produk ecoenzym dapat dipanen. Kata kunci: ekoenzym; Limbah rumah tangga; PEKKA. ABSTRACTEconomic Strengthening Service for Women-Headed Households (PEKKA) Based on the Utilization of Household Waste as Ecoenzymes in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung District, North Lombok Regency. This service activity aims to increase partners' knowledge about processing food or household waste into products that have added value and economic value. In addition, the products produced from processing this waste can also contribute to the income of the partner's economy. The implementation of community service activities is carried out using two methods, namely training and mentoring methods by giving a pre-test before the training activities begin and a post-test after the training activities are completed. Training and mentoring are carried out by practising making eco enzymes by partner members with assistance from the activity implementation team until the eco enzymes can be harvested, which is for 3 months. The results of the activity show that partner members generally directly dispose of household waste without processing, which is 76%. The results of the training on making eco enzymes showed an increase in partner members' understanding of ecoenzymes by 16% compared to before the training activities were carried out, partner members who did not know about ecoenzymes were 84%. This shows the low knowledge and understanding that waste can be processed into economically valuable products so that it can become a source of income which will ultimately improve welfare and quality of life. This service activity will last for 4 months from the beginning of the preparation of activities until the eco enzyme products can be harvested.  Keywords: ecoenzyme; Household waste; PEKKA.
Effect Of Raw Material Variation On Briquette Quality Moh Binar; Muanah Muanah; Muliatiningsih Muliatiningsih
Protech Biosystems Journal Vol 1, No 2 (2021): Protech Biosystems Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v1i2.7031

Abstract

The main source of energy for humans is natural resources derived from fossils. Scarcity and rising oil prices will continue to occur due to its non-renewable nature. This must be immediately balanced with the provision of alternative energy sources that are renewable, abundant and cheap so that they are affordable by the wider community. The use of briquettes is based on the increasing price of petroleum in the global market. Charcoal briquettes are charcoal that is further processed into briquettes (special and more attractive appearance) that can be used for daily purposes. This study aims to determine the best raw materials in making quality briquettes. The method used in this research is an experimental method with experiments in the laboratory. The design used is a completely randomised design (CRD) consisting of 5 treatments as follows, P1: 100% corn cob, P2: 75% corn cob + 25% rice husk, P3: 50% corn cob + 50% rice husk, P4: 25% corn cob +75% rice husk and P5: 100% rice husk. Observation data were analysed using Anova (analysis of variance) at the 5% level. If there is a significant difference, then it is continued with the honest real difference test (BNJ) at the real level of 5%.  The lowest value of water content was P5 which was 47.44%, in the stability of the smallest shape change was P1 4.0%, the least particle loss was P1 0.35% and the longest burning time was P3 at 113 minutes. Based on the research results, the best treatment is P3 where the moisture content value is 47.64%, with particle loss of 0.77%, and the longest burning time is 113 minutes.
Study Of The Effectiveness Of Drip Irrigation Techniques On The Use Of Diferent Mulse In Dry Land Tomato Cultivation Lilis Permatasari; Muliatiningsih Muliatiningsih; Muanah Muanah
Protech Biosystems Journal Vol 1, No 2 (2021): Protech Biosystems Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v1i2.6801

Abstract

In order to meet the water needs of tomato plants and ensure that they grow well, an adequate irrigation water supply systems that are ideal for tomato plans. This analysis aims to 1] determine the effectiveness of drip irrigation techniques on tomato plant growth on dry land, and 2] assess the impact of drip irrigation techniques on plots given silver and straw plastic mulch, as well as properties without both. This research used an experimental apporoach that included both field and laboratory experiments. A one-factor randomized blog design (RBD) was used in this analysis, with three treatments: P1 = no mulch and straw, P2 = silver color plastic mulch, and P3= straw. The least significant difference method (LSD) was evaluated at the 5% actual level using SPSS analysis. Observation data were analyzed using two apporoaches: a mathematical apporoach using Microsoft excel and statical analysis using ANOVA analysis. The serults showed that the parameters of plant height, stem diameter, and the number of leaves of tomato plants had a significant impact on P1 ( no mulch and straw), P2 ( Silver Color Plastic Mulch), and P3 (Silverr Color Plastic mulch) (straw). It applied drip irrigation techniques to the growth of tomato plants in dryland. Although tomato plant wet weight and tomato plant dry weight parameters had a significant impact on tomato  plant growth and dry weight than P1 and P3. It results in an average wet weight of 162.678 grams, P1 24.05 grams, P3 81.10 grams, and an average dry weight of 31.62 grams, P1 5.84 grams P3 18.74 gram, respectively.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI KAKAO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI DESA PERSIAPAN PANSOR KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Muliatiningsih, Muliatiningsih; Ihromi, Syirril; Romansyah, Erni
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.873 KB) | DOI: 10.31764/jadm.v1i1.2785

Abstract

Desa Persiapan Pansor yang terletak di Kecamatan Kayangan merupakan salah satu desa penghasil kakao yang potensial di Kabupaten Lombok Utara dimana sebagian besar sumber pendapatan masyarakatnya berasal dari hasil perkebunan. Akan tetapi produktivitas tanaman kakao sangat rendah yang dipengaruhi berbagai faktor, antara lain aspek sosial ekonomi, pengusahaan budidaya kakao masih bersifat konvensional dan belum mengikuti standar GAP (Good Agriculture Practise) serta adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman kakao yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas produk kakao yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan pendapatan petani. Untuk itu penyuluhan tentang pengelolaan kebun sesuai GAP (Good Agriculture Practise) yaitu PsPSP (Panen sering, Pemangkasan, Sanitasi dan Pemupukan) dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas kakao dan meningkatkan pemahaman petani tentang budidaya kakao sesuai dengan panduan budidaya kakao yang baik (Good Agriculture Practise).
PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI LINGKUNGAN BEBIDAS Wiryono, Budy; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Dewi, Earlyna Sinthia
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.224 KB) | DOI: 10.31764/jadm.v1i1.2780

Abstract

Sampah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, namun dalam kondisi dan pengolahan tertentu sampah masih dapat digunakan. Contohnya adalah sampah organik, sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (kompos). Sampah organik biasanya berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan, sampah organik sendiri dibagi menjadi dua, yaitu : Sampah organik basah dimana sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi dan Sampah organik kering, biasanya sampah ini dari bahan yang kandungan airnya kecil. Sampah organik memiliki banyak manfaat salah satunya adalah sebagai penyubur tanah dan pupuk organik. Namun masih banyak masyarakat dan petani yang tidak tahu manfaat dari sampah organic dan cara mengolah sampah organik, padahal pengetahuan tentang teknik pengolahan sampah organik sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui dan mempraktikkan secara langsung teknik pengolahan sampah yang baik dan benar, oleh karena itu melalui pengabdian ini diharapkan masyarakat dan petani dapat memiliki tambahan pengetahuan tentang bagaimana cara memisahkan sampah berdasarkan jenisnya dan teknik mengolah sampah organik menjadi pupuk organik.
Characteristics of Waste Briquettes Hazelnut Shells with Glutinous Rice Adhesive Ahmad Akromul Huda; Muliatiningsih; Fathoni, Ahmad; Karyanik
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 8 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v8i2.1675

Abstract

The energy crisis is increasingly felt starting from the scarcity of petroleum and gas fuels plus the increasingly expensive price makes it necessary to make efforts to obtain alternative renewable energy. One of the biomass materials that can be used as briquettes is hazelnut shells because in some observations in the field hazelnut shells tend to be discarded after taking the meat. The purpose of this study was to determine the differences in the characteristics of briquettes produced such as moisture content, calorific value, ash content influenced by the type of adhesive derived from glutinous rice so as to obtain the ideal formulation for making briquettes from hazelnut shells. This study used a complete randomised design (CRD) with variations in glutinous rice flour concentration of 20%, 30%, and 40%. The results showed that the concentration of the adhesive used was not significantly different from the value of water content, ash content and calorific value produced. The best quality briquettes were at 40% adhesive percentage, with a calorific value of 5321 cal/gr, 7.2% moisture content, and 5.1% ash content. Pecan shell briquettes with rice flour adhesive are in accordance with the Indonesian national standard (SNI) both from the value of water content, ash content and calorific value.