Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan kapasitas pemasaran usaha berbasis digital pada kelompok ternak milenial sukses bersama Dewi, Novi Yanti Sandra; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Agustina, Ahadiah; Nurmitasari, Nurmitasari; Arnola, Aditya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34104

Abstract

Abstrak Kelompok ternak milenial sukses bersama saat ini menghadapi permasalahan terkait pemasaran usaha yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga jangkauan pasar hanya berskala lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan pemasaran usaha kelompok ternak milenial sukses bersama  berbasis media sosial marketplace facebook, instagram, dan e-commerce shopee, sehingga pemasaran usaha dapat dilakukan secara online dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan kelompok ternak milenial sukses bersama secara aktif, kelompok ini diketua oleh Multazam yang beralamat di Dusun Dasan Lauk, Desa Arjangka, Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi terkait strategi pemasaran, pelatihan dan penerapan teknologi dalam pemasaran secara online, pendampingan pemasaran usaha dengan memanfaatkan media sosial dan e-commerce, serta monitoring dan evaluasi. Inovasi yang diterapkan mencakup penggunaan platform marketplace facebook, instagram, dan shopee untuk pemasaran sapi dan pakan fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok ternak milenial sukses bersama terkait pemasaran berbasis digital, dimana pengetahuan meningkat sebesar 85% dan keterampilan meningkat sebesar 80%. Kata kunci: peningkatan kapasitas; pemasaran usaha; pemasaran digital; kelompok ternak. Abstract The milenial sukses bersama livestock group is currently facing challenges related to conventional business marketing, which limits market reach to the local scale. This community service activity aims to develop the group’s business marketing through social media platforms such as marketplace facebook, instagram, and the e-commerce platform shopee, enabling online marketing and expanding market reach. The program was carried out with the active involvement of the group, chaired by Multazam and located in Dusun Dasan Lauk, Arjangka Village, Central Lombok Regency, with a total of 20 participants. The implementation methods included socialization on marketing strategies, training and application of online marketing technology, business marketing assistance using social media and e-commerce, as well as monitoring and evaluation. The innovations applied involved the use of marketplace facebook, instagram, and shopee to market cattle and fermented feed products. The results showed an increase in the group’s knowledge and skills in digital-based marketing, with knowledge increasing by 85% and skills by 80%. Keywords: capacity building; business marketing; digital marketing; livestock group.
Bulk density and water capacity analysis at magot compost and at soil containing pumice on Lombok Island Fathoni, Ahmad; Suhairin, Suhairin; Wahyuni, Ida; Muliatiningsih, Muliatiningsih
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i2.14518

Abstract

Mineral soil has a high bulk density and is a limiting factor as a nursery medium. For the application of nursery media, planting media that is light, large water holding capacity are also needed. The magot compost comes from the Magot Lingsar unit the Regional TPA of NTB Province and the soil contains pumice an average of 68.2% comes from Tanak Beak Village, Central Lombok Regency, which has potential as a medium for nurseries. The purpose of this study was to identify the Bulk Density and water holding capacity of magot compost and soil containing pumice with the control variable of mineral soil from Labuapi, West Lombok Regency. Bulk density analysis method by analyzing dry weight per unit volume on soil rings and water capacity by analyzing wet weight minus dry weight. The subjects studied were magot compost with size < 2 mm, soil containing pumice size < 2 mm and control soil mineral rice fields. The results showed that the lowest Bulk Density was magot compost 0.42 gr/cm3, soil containing soil 0,64 gr/cm3, and rice field soil 1.42 gr/cm3, this was because magot compost was residue from waste. While the largest water holding capacity was soil containing pumice of 42.67%, magot compost 22.00%, and paddy soil 6.33%, caused by the number of macro and micro pores in pumice, whereas in magot compost water is bound to the humus surface. Suggestions for further research are the permanent wilting point time test on plant seeds.
Effect of adhesive concentration and particle size on the quality of hazelnut shell briquettes with glutinous rice adhesive Huda, Ahmad Akromul; Karyanik, Karyanik; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Fathoni, Ahmad; Hakim, Abdul
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 4 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i4.19663

Abstract

One alternative energy that can be used as a substitute for fuel oil and gas is biomass energy such as briquettes. This study aims to determine the amount of heat, moisture content and ash content of briquettes made using hazelnut shells and glutinous rice adhesives that vary in adhesive concentration and particle size. This study used a complete randomised design (CRD) with variations in glutinous rice concentration of 20%, 30%, and 40% while the particle sizes used were 12 mesh and 24 mesh. The results showed that the adhesive concentration did not significantly affect the test parameters while the particle size affected the moisture content, ash content and calorific value of the briquettes. The highest calorific value was obtained by using 24 mesh particle size with 20% adhesive concentration with a calorific value of 5321 cal/g while the 12 mesh particle size produced the highest calorific value of 4704 cal/g at 20% adhesive concentration. The lowest moisture content value was obtained by using 24 mesh particle size with 20% adhesive concentration with a moisture content value of 6.9% while the 12 mesh particle size produced the lowest moisture content value at 20% adhesive concentration with a value of 7.4%. The lowest ash content value was obtained by using 24 mesh particle size with 30% adhesive concentration with an ash content value of 4.99% while the 12 mesh particle size produced an ash content value of 5.82%. The use of 12 mesh particle size is not in accordance with SNI standards because the heating value produced is still below 5000 cal/gr while the use of 24 mesh particle size is in accordance with SNI standards for all test parameters.
Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme di desa Sigar Penjalin Lombok Utara Dewi, Earlyna Sinthia; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Sari, Desy Ambar; Suhairin, Suhairin; Istiqamah, Nur Annisa; Rizka, Ziana Datul; Ramdani, Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26647

Abstract

Abstrak Pengabdian Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair  Ecoenzyme di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilakukan di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan, dengan melakukan pre-test sebelum dimulainya pelatihan dan post-test setelah kegiatan pelatihan berakhir. Pelatihan dan pendampingan anggota mitra dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dengan praktek secara langsung membuat sabun cair dari ecoenzym sampai dengan pengemasannya. Hasil pelatihan pembuatan sabun  cair ecoenzyme menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan  ketrampilan anggota mitra mengenai pembuatan sabun cair ecoenzyme yaitu sebesar 20% sebelum dilaksanakan kegiatan dan setelah dilaksanakannya kegiatan meningkat menjadi  100%. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme ini berjalan dengan lancar,  dan dapat meningkatkan ketrampilan ibu2 anggota PEKKA dalam membuat turunan  ecoenzyme menjadi sabun cair ramah lingkungan. Peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan ini karena produk sabun cair ecoenzyme ini langsung dapat digunakan untuk mencuci piring dan pakaian sehingga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari untuk membeli sabun yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota mitra. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga pembuatan produk sabun cair ecoenzym Kata kunci: ecoenzyme; limbah; perempuan kepala keluarga; pelatihan; sabun cair Abstract Empowerment of Women Headed Households (PEKKA) through Ecoenzyme Liquid Soap Making Training in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency. The implementation of the service activities was carried out by training and mentoring, by conducting a pre-test before the start of the training and a post-test after the training activities ended. Training and mentoring of partner members was carried out by the activity implementation team by directly practicing making liquid soap from ecoenzymes to packaging. The results of the training in making ecoenzyme liquid soap showed an increase in the understanding and skills of partner members regarding the making of ecoenzyme liquid soap, which was 20% before the activity was carried out and after the activity increased to 100%. The training activity on making ecoenzyme liquid soap ran smoothly, and could improve the skills of PEKKA members in making ecoenzyme derivatives into environmentally friendly liquid soap. Participants seemed enthusiastic about participating in this training because this ecoenzyme liquid soap product can be used directly to wash dishes and clothes so that it can save daily expenses for buying soap which can ultimately improve the welfare of partner members. This service activity lasted for 2 months from the beginning of the preparation of activities to the manufacture of ecoenzyme liquid soap products Keywords: ecoenzyme; waste; female headed household; training; liquid soap
Sharing Knowledge Dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup 2025: Environmental Sustainability In Mining Industry Sukuryadi, Sukuryadi; Adiansyah, Joni; Nurhayati, Nurhayati; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Wijaya, Arif; Ariyanto, Ariyanto; Matrani, Bedy; Johari, Harry; Palahuddin, Palahuddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13289

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 dengan tema Environmental Sustainability in Mining Industry. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pemangku kepentingan termasuk karyawan industri pertambangan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar mengenai praktik keberlanjutan lingkungan di sektor pertambangan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sharing knowledge yang meliputi seminar interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus berbasis pengalaman nyata di lapangan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep green mining, pengelolaan limbah tambang yang ramah lingkungan, serta strategi rehabilitasi lahan pascatambang. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya komitmen peserta dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan kerja maupun komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS BAGI WARGA BERBASIS KOTORAN SAPI DI SEKITAR KHDTK UMMAT Romansyah, Erni; Suhairin, Suhairin; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Junaidin, Junaidin; Istiqamah, Nur Annisa; Fathoni, Ahmad; Zuliawan, Ikbal; Malik, Abdul
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.32090

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi pembuatan kompos berbasis kotoran sapi sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Batu Bolong Griya, Desa Batu Layar Barat, Kabupaten Lombok Barat, dengan sasaran petani dan peternak anggota Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera. Permasalahan utama yang dihadapi warga adalah penumpukan limbah kotoran ternak yang belum dimanfaatkan dan mencemari lingkungan sekitar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teknis warga dalam mengolah limbah ternak menjadi kompos. Selain membangun kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga membuka potensi pengembangan ekonomi lokal berbasis pemanfaatan limbah organik.
Peningkatan Literasi Lingkungan di Sekitar KHDTK UMMAT Melalui Pelatihan Kompos Berbasis Limbah Ternak Romansyah, Erni; Muliatiningsih; Junaidin; Nur Annisa Istiqamah; Suhairin
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i2.221

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan teknis petani dan peternak dalam pengelolaan limbah ternak di Dusun Batu Bolong Griya, Lombok Barat. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah limbah kotoran sapi yang menumpuk, belum dimanfaatkan, dan mencemari lingkungan. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos berbasis limbah ternak. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pada tiga aspek: ketertarikan, pemahaman, dan rencana keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek tersebut. Peserta menjadi lebih aktif (meningkat 3,33%), memahami proses pengomposan (meningkat 29%), dan memiliki komitmen untuk menerapkan secara mandiri (meningkat 5%). Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis pemanfaatan limbah organik
OPTIMALISASI PRODUKSI PUPUK ORGANIK MELALUI PELATIHAN PENERAPAN MESIN PENCACAH LIMBAH PERTANIAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Ahmad Akromul Huda; muliatiningsih muliatiningsih; Yesung Allo Padang; Muh. Safrizal Nizam; Muhibburahman Muhibburahman; Muhammad Didin Rosyidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34798

Abstract

Abstrak: Limbah peternakan yang melimpah dan tanpa sistem pengelolaan yang diterapkan, baik secara individu maupun kolektif dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran lingkungan hingga risiko terganggunya kesehatan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan potensi limbah ternak yang selama ini belum digarap, diharapkan terjadi perbaikan kualitas lingkungan, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin sulit diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam mengelola limbah ternak, khususnya kotoran sapi, menjadi pupuk organik melalui pemanfaatan teknologi mesin pencacah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan dengan mitra yaitu kelompok tani Tetu Tan ta Tunaq dan anggota mitra yang terlibat sebanyak 32 orang. Untuk mengevaluasi hasil kegiatan peserta pelatihan diberikan pretest dan posttest, kemudian data diuji menggunakan paired semple T-test. Hasil analisa menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra sebelum pelatihan sebesar 45,75% dan meningkat menjadi 88,79% setelah kegiatan selesai dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa mitra memahami materi yang disampaikan dan dapat melaksanakan hasil pelatihan yang telah dilakukan.Abstract: Abundant livestock waste without an individual or collective management system can cause various problems, ranging from environmental pollution to risks to the health of the surrounding community. By utilizing the potential of livestock waste that has not been exploited, it is hoped that there will be improvements in environmental quality, increased agricultural productivity, and reduced dependence on chemical fertilizers, which are becoming increasingly difficult to access. The community service activity carried out in Sesait Village, North Lombok Regency, aimed to increase the knowledge and skills of farmer group members in managing livestock waste, especially cow dung, into organic fertilizer through the use of shredder technology. The methods used in this activity were socialization and training with partners, namely the Tetu Tan ta Tunaq farmer group and 32 members involved. To evaluate the results of the activity, participants were given a pretest and posttest, and the data was tested using a paired sample T-test. The analysis results showed that the average level of knowledge and skills of the partners before the training was 45.75% and increased to 88.79% after the activity was completed. This shows that the partners understood the material presented and were able to implement the results of the training that had been conducted.