Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS BAGI WARGA BERBASIS KOTORAN SAPI DI SEKITAR KHDTK UMMAT Romansyah, Erni; Suhairin, Suhairin; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Junaidin, Junaidin; Istiqamah, Nur Annisa; Fathoni, Ahmad; Zuliawan, Ikbal; Malik, Abdul
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.32090

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi pembuatan kompos berbasis kotoran sapi sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Batu Bolong Griya, Desa Batu Layar Barat, Kabupaten Lombok Barat, dengan sasaran petani dan peternak anggota Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera. Permasalahan utama yang dihadapi warga adalah penumpukan limbah kotoran ternak yang belum dimanfaatkan dan mencemari lingkungan sekitar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teknis warga dalam mengolah limbah ternak menjadi kompos. Selain membangun kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga membuka potensi pengembangan ekonomi lokal berbasis pemanfaatan limbah organik.
Peningkatan Literasi Lingkungan di Sekitar KHDTK UMMAT Melalui Pelatihan Kompos Berbasis Limbah Ternak Romansyah, Erni; Muliatiningsih; Junaidin; Nur Annisa Istiqamah; Suhairin
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i2.221

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan teknis petani dan peternak dalam pengelolaan limbah ternak di Dusun Batu Bolong Griya, Lombok Barat. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah limbah kotoran sapi yang menumpuk, belum dimanfaatkan, dan mencemari lingkungan. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos berbasis limbah ternak. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pada tiga aspek: ketertarikan, pemahaman, dan rencana keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek tersebut. Peserta menjadi lebih aktif (meningkat 3,33%), memahami proses pengomposan (meningkat 29%), dan memiliki komitmen untuk menerapkan secara mandiri (meningkat 5%). Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis pemanfaatan limbah organik
OPTIMALISASI PRODUKSI PUPUK ORGANIK MELALUI PELATIHAN PENERAPAN MESIN PENCACAH LIMBAH PERTANIAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Ahmad Akromul Huda; muliatiningsih muliatiningsih; Yesung Allo Padang; Muh. Safrizal Nizam; Muhibburahman Muhibburahman; Muhammad Didin Rosyidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34798

Abstract

Abstrak: Limbah peternakan yang melimpah dan tanpa sistem pengelolaan yang diterapkan, baik secara individu maupun kolektif dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran lingkungan hingga risiko terganggunya kesehatan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan potensi limbah ternak yang selama ini belum digarap, diharapkan terjadi perbaikan kualitas lingkungan, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin sulit diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam mengelola limbah ternak, khususnya kotoran sapi, menjadi pupuk organik melalui pemanfaatan teknologi mesin pencacah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan dengan mitra yaitu kelompok tani Tetu Tan ta Tunaq dan anggota mitra yang terlibat sebanyak 32 orang. Untuk mengevaluasi hasil kegiatan peserta pelatihan diberikan pretest dan posttest, kemudian data diuji menggunakan paired semple T-test. Hasil analisa menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra sebelum pelatihan sebesar 45,75% dan meningkat menjadi 88,79% setelah kegiatan selesai dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa mitra memahami materi yang disampaikan dan dapat melaksanakan hasil pelatihan yang telah dilakukan.Abstract: Abundant livestock waste without an individual or collective management system can cause various problems, ranging from environmental pollution to risks to the health of the surrounding community. By utilizing the potential of livestock waste that has not been exploited, it is hoped that there will be improvements in environmental quality, increased agricultural productivity, and reduced dependence on chemical fertilizers, which are becoming increasingly difficult to access. The community service activity carried out in Sesait Village, North Lombok Regency, aimed to increase the knowledge and skills of farmer group members in managing livestock waste, especially cow dung, into organic fertilizer through the use of shredder technology. The methods used in this activity were socialization and training with partners, namely the Tetu Tan ta Tunaq farmer group and 32 members involved. To evaluate the results of the activity, participants were given a pretest and posttest, and the data was tested using a paired sample T-test. The analysis results showed that the average level of knowledge and skills of the partners before the training was 45.75% and increased to 88.79% after the activity was completed. This shows that the partners understood the material presented and were able to implement the results of the training that had been conducted.
The Pelatihan Pengoperasian Dan Perawatan Biogas Berbasis Limbah Peternakan Di Desa Sesait Kabupaten Lombok Utara ahmad, Ahmad Akromul Huda; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Padang, Yesung Allo; Syahrul, Ahmad Ibrahim; Farhani, Naflah; Nizam, Muh. Safrizul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.389

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, untuk mengatasi melimpahnya limbah peternakan sapi yang belum dimanfaatkan dan kelangkaan energi serta pupuk kimia. Kebaharuan dalam program ini terletak pada penerapan model biogas fixed dome yang dimodifikasi pada saluran masukannya di mana proses pemasukan bahan baku kotoran sapi terintegrasi dengan proses pembersihan kendang yang dilakukan. Digester tidak hanya menghasilkan energi untuk rumah tangga tetapi juga memproduksi bioslurry siap pakai sebagai pupuk organik bernilai ekonomi. Metode kegiatan meliputi identifikasi masalah, pembangunan dua unit instalasi biogas, pelatihan teknis operasional, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan adalah Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq dengan potensi limbah ±1,5 ton/hari. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 46,41 menjadi 92,05 dan keterampilan operasional meningkat 100%. Dampak yang dicapai meliputi pengurangan pencemaran kandang, kemandirian energi, serta penghematan ekonomi sebesar ±Rp150.000/bulan/rumah dari pengurangan konsumsi LPG, serta peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan bioslurry.
Infiltration rate in several land covers in the educational forest of Muhammadiyah University of Mataram Suhairin, Suhairin; Ihwanul, Aditya; Wiryono, Budy; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Indrianti, Merita Ayu; Erlianingsih, Handriany
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 2 (2025): Protech Biosytem Journal (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i2.37708

Abstract

Infiltration rates across land cover vary depending on the type of land use. Several factors influencing soil physical properties include soil texture, organic matter, bulk density, porosity, aggregate stability, and water content. Low infiltration capacity impacts high runoff rates. Runoff has the potential to carry soil particles dislodged by rainwater to lower areas; this phenomenon is exacerbated if the land lacks shading vegetation. If continued, it will erode the topsoil, thinning the soil solum. The analysis results indicate that land covered by bananas, mixed gardens, heterogeneous forests, and shrubs has a very high infiltration rate. PCA results demonstrate a consistent relationship with basic soil science principles, particularly the relationship between soil structure, organic matter content, and infiltration rate. The positive correlation between porosity and infiltration rate reflects the role of the soil pore system in controlling water movement. The negative relationship between organic carbon and variables on the F1 axis indicates that increasing soil organic matter tends to be associated with changes in soil structure, leading to more stable and aggregative soil structures
DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS LIMBAH KRESEK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PENGRAJIN GERABAH BANYUMULEK Dewi, Novi Yanti Sandra; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Muanah, Muanah; Efendi, Muhammad Haikal; Mabrur, Imam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27663

Abstract

Abstrak: Peningkatan pemanfaatan plastik untuk keperluan rumah tangga berdampak pada banyaknya sampah plastik yang dihasilkan sehingga menjadi penyumbang limbah yang tidak hanya sulit terurai secara alami, tetapi juga dapat mencemari lingkungan secara signifikan Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan produk gerabah yang inovatif dengan memanfaatkan limbah plastik kresek, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemanfaatan limbah dan inovasi produk. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari sosialisasi dan penyuluhan a, pelatihan aplikasi limbah plastik kresek pada gerabah serta tahap terakhir adalah evaluasi kegiatan yang dilakukan dengan memberikan kuisioner untuk diisi oleh mitra, yaitu ibu-ibu anggota kelompok Industri Rumah Tangga Muhajirin sebanyak 20 orang. Kegiatan ini berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas melalui diversifikasi produk. Diversifikasi produk berbasis limbah kresek telah menciptakan nilai tambah pada produk gerabah. Pengrajin berhasil meningkatkan estetika dan daya jual gerabah melalui penggunaan bahan dekoratif limbah plastik, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan keterampilan pengrajin hingga 60%.Abstract: The increase in the use of plastic for household purposes has an impact on the amount of plastic waste produced so that it becomes a contributor to waste that is not only difficult to decompose naturally, but can also significantly pollute the environment This service activity aims to develop innovative pottery products by utilizing plastic waste, as well as increasing partners' knowledge and skills in waste utilization and product innovation. The implementation of activities starts from socialization and counseling, training in the application of plastic waste in pottery and the last stage is the evaluation of activities carried out by providing questionnaires to be filled in by partners namely 20 women members of the Muhajirin Household Industry group. This activity is based on community empowerment to increase productivity through product diversification. Product diversification based on crackle waste has created added value to pottery products. Craftsmen managed to improve the aesthetics and marketability of pottery through the use of plastic waste decorative materials, which not only reduced waste but also increased the skills of craftsmen by 60%.
Implementasi mesin putar tanah liat untuk meningkatkan produktivitas gerabah Novi Yanti Sandra Dewi; Muanah Muanah; Muliatiningsih Muliatiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26718

Abstract

Abstrak Tujuan pendampingan adalah untuk mengimpeemensikan mesin putar tanah liat untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas gerabah. Metode pendampingan terdiri dari penyuluhan alih teknologi mesin putar otomatis, pelatihan pengoperasian mesin putar otomatis, praktik pembuatan gerabah dengan mesin putar otomatis, dan evaluasi kegiatan. Sasaran mitra dalam kegiatan ini adalah Ibu-ibu pengrajin gerabah yang tinggal di Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa penyuluhan alih teknologi mesin putar tanah liat otomatis dihadiri oleh 15 orang peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Selanjutnya hasil dari pelatihan bagaimana mengoperasikan mesin putar otomatis peserta dapat menggunakan dengan baik dan menunjang usaha pembuatan gerabah yang diproduksi setiap hari. Mesin putar otomatis yang digunakan tidak jauh berbeda dengan alat putar sebelumnya, hanya saja mesin putar otomatis ini bertenaga listrik sehingga pengrajin tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk memutar alat dan kedua tangan fokus dalam membentuk gerabah. Sehingga dari hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80%, keterampilan sebesar 76%, dan jumlah produksi sebesar 75%. Kata kunci: tanah liat; mesin putar; gerabah Abstract The aim of the assistance is to improve the clay turning machine to increase the quantity and quality of pottery. The mentoring method consists of counseling on automatic rotary machine technology transfer, training on automatic rotary machine operation, practice of making pottery with an automatic rotary machine, and activity evaluation. The target partners in this activity are mothers who are pottery craftsmen who live in Banyumulek Village, West Lombok Regency. The results of the mentoring activities showed that the information on the transfer of automatic clay turning machine technology was attended by 15 participants who took part in the activity from start to finish. Furthermore, as a result of training on how to operate an automatic rotating machine, participants can use it well and support the business of making pottery which is produced every day. The automatic rotary machine used is not much different from previous rotary tools, except that this automatic rotary machine is powered by electricity so that craftsmen do not need to expend energy to rotate the tool and both hands focus on forming the pottery. So from the evaluation results there is an increase in knowledge by 80%, skills by 76%, and production volume by 75%. Keywords: clay; automatic turning machine; pottery.
Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme di desa Sigar Penjalin Lombok Utara Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Suhairin Suhairin; Nur Annisa Istiqamah; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26647

Abstract

Abstrak Pengabdian Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair  Ecoenzyme di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilakukan di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan, dengan melakukan pre-test sebelum dimulainya pelatihan dan post-test setelah kegiatan pelatihan berakhir. Pelatihan dan pendampingan anggota mitra dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dengan praktek secara langsung membuat sabun cair dari ecoenzym sampai dengan pengemasannya. Hasil pelatihan pembuatan sabun  cair ecoenzyme menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan  ketrampilan anggota mitra mengenai pembuatan sabun cair ecoenzyme yaitu sebesar 20% sebelum dilaksanakan kegiatan dan setelah dilaksanakannya kegiatan meningkat menjadi  100%. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme ini berjalan dengan lancar,  dan dapat meningkatkan ketrampilan ibu2 anggota PEKKA dalam membuat turunan  ecoenzyme menjadi sabun cair ramah lingkungan. Peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan ini karena produk sabun cair ecoenzyme ini langsung dapat digunakan untuk mencuci piring dan pakaian sehingga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari untuk membeli sabun yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota mitra. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga pembuatan produk sabun cair ecoenzym Kata kunci: ecoenzyme; limbah; perempuan kepala keluarga; pelatihan; sabun cair Abstract Empowerment of Women Headed Households (PEKKA) through Ecoenzyme Liquid Soap Making Training in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency. The implementation of the service activities was carried out by training and mentoring, by conducting a pre-test before the start of the training and a post-test after the training activities ended. Training and mentoring of partner members was carried out by the activity implementation team by directly practicing making liquid soap from ecoenzymes to packaging. The results of the training in making ecoenzyme liquid soap showed an increase in the understanding and skills of partner members regarding the making of ecoenzyme liquid soap, which was 20% before the activity was carried out and after the activity increased to 100%. The training activity on making ecoenzyme liquid soap ran smoothly, and could improve the skills of PEKKA members in making ecoenzyme derivatives into environmentally friendly liquid soap. Participants seemed enthusiastic about participating in this training because this ecoenzyme liquid soap product can be used directly to wash dishes and clothes so that it can save daily expenses for buying soap which can ultimately improve the welfare of partner members. This service activity lasted for 2 months from the beginning of the preparation of activities to the manufacture of ecoenzyme liquid soap products Keywords: ecoenzyme; waste; female headed household; training; liquid soap
Pelatihan pembuatan ecoenzym dari limbah organik sebagai sabun padat di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lombok Utara Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Earlyna Sinthia Dewi; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani; Handika Purnama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25877

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengolahan sampah atau sisa buah dan sayur dari rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan dapat menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga solusi penanganan sampah tersebut juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.  Kegiatan pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu koordinasi dengan mitra, pelatihan dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan pengabdian yaitu memperkenalkan variasi pengolahan limbah, tahapan pembuatan ecoenzym dari sampah rumah tangga (kulit buah dan sisa sayuran segar), serta meningkatkan pemahaman mitra mengenai manfaat ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan pertama yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan ecoenzyme dengan bahan baku limbah rumah tangga (sisa buah dan sayur yang masih segar). Setelah produk ecoenzyme dipanen, dilakukan pelatihan pembuatan sabun padat ecoenzyme. Kegiatan praktek dilakukan dalam kelompok-kelompok dan dibimbing oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian. Mitra sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan , dimana 87% responden menyatakan puas dengan kegiatan yang dilakukan. Kata kunci: ecoenzym; limbah organik; sabun. Abstract This community service activity is focused on processing waste or fruit and vegetable scraps from households into useful products and can become products of economic value so that the waste handling solution can also be one of the solutions to increase community income. Service activities are carried out in three stages, namely coordination with partners, training and mentoring. The objectives of the service activities are to introduce variations of waste processing, the stages of making ecoenzymes from household waste (fruit peels and fresh vegetable scraps), and increase partners' understanding of the benefits of ecoenzymes in everyday life. The first training conducted was training in making ecoenzyme with household waste raw materials (fresh fruit and vegetable scraps). After the ecoenzyme products were harvested, training was conducted on making ecoenzyme solid soap. Practical activities were carried out in groups and guided by the team implementing the service activities. Partners were very enthusiastic about participating in the training activities, where 87% of respondents expressed satisfaction with the activities carried out Keywords: ecoenzymes; organic waste; soap
PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KOTA MATARAM Suhairin Suhairin; Suwati Suwati; Muliatiningsih Muliatiningsih; Earlyna Sinthia Dewi; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14535

Abstract

ABSTRAKKepadatan penduduk di wilayah perkotaan akan menimbulkan masalah-masalah sosial perkotaan seperti : terbatasnya area pekarangan, ruang interaksi yang kurang, dan genangan air pada saat hujan. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Sekarbela terjadi pada bulan Januari hingga Maret dengan rata-rata 323-338 mm, hal ini cenderung membuat genangan di beberapa titik termasuk di wilayah lingkungan Bagek Kembar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu warga lingkungan Bagek Kembar mengurangi genangan air hujan, yaitu dengan membuat lubang resapan sederhana yang umum dikenal dengan lubang biopori. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan secara langsung. Sosialisasi di sini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mitra mengenai apa itu lubang biopori, apa manfaat, dan bagaimana proses pembuatannya. Sosialisasi dilakukan dengan “door to door” mendatangi tiap rumah yang dipilih sebagai titik penggalian lubang biopori, dengan unsur yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, karyawan, dan warga (mitra). Hasilnya adalah warga memiliki 2 sampai 3 lubang biopori dan menjadi faham tentang manfaat dan kegunaan dari lubang tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala, selang 3 bulan pasca pembuatan. Kata kunci: lubang resapan; biopori; kompos biopori. ABSTRACTPopulation density in urban areas will cause urban social problems such as: limited yard areas, less interaction space, and stagnant water when it rains. The highest rainfall in Sekarbela District occurs from January to March with an average of 323-338 mm, this tends to cause puddles at several points including in the Bagek Kembar neighborhood area. The purpose of this service is to help residents of the Bagek Kembar neighborhood reduce rainwater stagnation, namely by making a simple infiltration hole commonly known as a biopore hole. The method used in this activity is socialization and direct manufacturing training. The socialization here is to provide knowledge and knowledge to partners about what biopori holes are, what are the benefits, and how the process is made. The socialization was carried out by "door to door" visiting each house chosen as the point for digging the biopore holes, with the elements involved being lecturers, students, employees, and residents (partners). The result is that residents have 2 to 3 biopori holes and become aware of the benefits and uses of these holes. Evaluation is carried out periodically, 3 months after manufacture. Keywords: infiltration hole; biopore; biopore compost.