Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI WATTPAD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA Adriansyah Adriansyah; Fita Fatria
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 13 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jkb.v13i1.4937

Abstract

Short story writing is one of the essential language skills to be developed in Indonesian language learning. However, many students still face difficulties in writing creatively and structurally. This study aims to examine the effectiveness of using the Wattpad application to improve the short story writing skills of Grade XI IPS students at Madrasah Aliyah Al Washliyah Tebing Tinggi. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. A total of 60 students were selected through purposive sampling and divided into two groups: the experimental group, which utilized Wattpad for writing activities, and the control group, which was taught using conventional methods. The main instrument was a short story writing test assessed based on six aspects: narrative structure, plot, character development, setting, language style, and originality. The results showed a significant difference in posttest scores between the two groups. The experimental group experienced a greater increase in scores, particularly in language style and originality. These findings indicate that Wattpad is an effective and innovative digital medium that enhances students' writing skills, fosters creativity, and provides a contextual writing experience aligned with students’ digital learning preferences.
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERKANDUNG PADA NOVEL “MATAHARI MINOR” KARYA TERE LIYE Nur Lika Amiira Shasha,fita Fatria
EDUCATE Vol. 2 No. 1 (2023): EDUCATE
Publisher : PUSKAPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Pendidikan Karakter yang terdapat dalam Novel “Matahari Minor” Karya Tere Liye, dimana nilai-nilai pendidikan karakter adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dan nilai-nilai yang merumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. Novel ini merupakan buku ke 14 dalam serial Bumi karya Tere Liye dengan total halaman 363 halaman. Pokok permasalahan dalam penelitian ini, yaitu Apa saja nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel “Matahari Minor” karya Tere Liye. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel “Matahari Minor” karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian novel “Matahari Minor” karya Tere Liye. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan cara membaca, inventarisasi data, klarifikasi data, dan membuat tabel. Teknik analisis data pada penelitian ini berupa pemilihan beberapa adegan dan pencatatan dialog yang kemudian dianalisis sesuai dengan pokok permasalahan pada penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel “Matahari Minor” karya Tere Liye mengandung tiga jenis nilai-nilai pendidikan karakter yaitu (1) Nilai pendidikan karakter dengan diri sendiri; (2) Nilai pendidikan karakter dengan sesame manusia; (3) Nilai pendidikan karakter dengan kebangsaan. Pada nilai pendidikan karakter dengan diri sendiri terdapat 9 nilai pendidikan, pada nilai pendidikan karakter dengan sesama manusia terdapat 4 nilai pendidikan, dan pada nilai pendidikan dengan kebangsaan terdapat 2 nilai pendidikan. Simpulan yang diperoleh dari novel ini adalah mengenai nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Matahari Minor karya Tere Liye penulis dapat simpulkan bahwa nilai pendidikan karakter adalah suatu pendidikan yang bisa merubah sifat dan karakter seseorang untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepannya.
Gerakan Sekolah Cerdas Berliterasi Dalam Menyaring Informasi Obat Bagi Siswa Generasi Z MA Islamic Center Ali Bin Abi Thalib Raihan Nasution, Muhammad Adam; Fatria, Fita; Daulae, Alfi Syahrina; Ghadati, Ayudia Lintang; Margolang, Nurul Irwah; Nevertity, Shireen
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2358

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan siswa Generasi Z sangat mudah mengakses informasi, termasuk informasi mengenai obat-obatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahan dalam memahami informasi obat, seperti penggunaan obat tanpa aturan yang benar dan kepercayaan terhadap informasi yang tidak valid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Gerakan Sekolah Cerdas Berliterasi dalam meningkatkan kemampuan siswa Generasi Z dalam menyaring informasi obat secara kritis dan bertanggung jawab, serta membentuk sikap kritis dan bijak dalam menerima dan menggunakan informasi kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Penelitian dilakukan di Sekolah Islamic Center Ali bin Abi Tholib dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi informasi obat melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan membaca, serta integrasi nilai-nilai keislaman mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap penggunaan obat yang rasional. Gerakan ini dinilai efektif sebagai upaya preventif dalam membentuk perilaku sehat dan kritis pada siswa. Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa Penerapan Gerakan Sekolah Cerdas Berliterasi mampu memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya informasi obat yang benar, aman, dan berbasis sumber terpercaya.
KEGIATAN “MAGRIB MENGAJI” : BERSAMA ANAK-ANAK  DI DESA PAGAR MERBAU I  Khairunnisa Dinah; Priyo Budi Santoso Sinaga; Raudah Raudah; Diajeng Amelia Putri; Sapnani Garamba; Fita Fatria
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5218

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara1-2 bulan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahap pelaksanaan, Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan oleh Tim Pengabdi menggunakan metode Pengabdian Berbasis Masyarakat (CBR), sebuah metode pengabdian yang mengutamakan peran masyarakat dalam proses pendampingan dan menghasilkan hasil yang baik. Tahap Evaluasi mahasiswa KKN melakukan evaluasi dengan penilaian deskriptif untuk setiap pertemuan untuk mengetahui seberapa efektif kegiatan pengabdian ini. Di tahap persiapan, Mahasiswa KKN menggunakan 3 tahap, yang pertama berdiskusi serta berkoordinasi dengan dosen pembimbing dan kepala desa. Tujuannya untuk menyatukan pemikiran, agar kegiatan KKN ini berjalan dengan baik. Yang kedua observasi, Observasi dilaksanakan agar kita dapat gambaran yang nyata seberapa mampu anak desa Pagar Merbau I dalam membaca al-Qur’an, mengetahui permasalahan dan kendalanya. Observasi ini dilakukan dengan tujuan melihat masyarakat dari perspektif sosial dan berbicara dengan anggota masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan “Magrib Mengaji” menjadi kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan yang sama agar dapat tindak lanjuti hasil yang telah tercapai oleh Tim KKN UMN AW.
IMPLEMENTASI 4 KATA AJAIB (MAAF, TOLONG, TERIMA KASIH, PERMISI) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Fita Fatria; M.Faisal Husna; Rahmadi Ali; Putri Alya Febrianty; Icha Adinda; Febri Ayu Saputri; Fitri Ramadani Hsb; Riska Dwi Ananda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5286

Abstract

Kata-kata "Maaf," "Tolong," "Terima Kasih," dan "Permisi," yang sering disebut sebagai "kata ajaib," memiliki peran penting dalam membangun karakter dan etika sosial anak usia dini (Anriani, 2024). Artikel ini mengeksplorasi implementasi dan dampak penggunaan kata ajaib di lingkungan pendidikan dan keluarga. Berdasarkan observasi di sekolah RA raudatussolihin medan johor penerapan konsisten kata-kata ini meningkatkan rasa hormat, empati, dan kemampuan komunikasi yang sopan. Peran keluarga sangat penting dalam membiasakan penggunaan kata ajaib di rumah, dengan konsistensi dan dukungan sebagai faktor utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi "empat kata ajaib" maaf, tolong, terima kasih, dan permisi dalam pembentukan karakter anak usia dini. Metode pengabdian masyarakat ini digunakan untuk menggali interaksi antara guru, dan siswa serta dampak penggunaan kata-kata ini dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan kata-kata ini mendukung pembentukan karakter positif anak dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang kuat. Penggunaan konsisten dari empat kata ini dapat meningkatkan etika sosial dan perilaku sopan santun pada anak. Pendekatan melalui lagu "4 kata ajaib" terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif, karena anak-anak lebih mudah menerima dan mengingat melalui nyanyian. Selain itu, pembiasaan penggunaan kata-kata tersebut dalam interaksi sehari-hari di sekolah membantu anak memahami pentingnya etika dalam berkomunikasi. Dengan demikian, implementasi empat kata ajaib merupakan strategi efektif dalam pendidikan karakter anak sejak usia dini. Metode pengabdian masyarakat digunakan untuk menggali interaksi antara guru, dan siswa serta dampak penggunaan kata-kata ini dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan kata-kata ini mendukung pembentukan karakter positif anak dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang kuat.
Membangun Rasa Percaya Diri Melalui Pendekatan Intrapersonal di Sekolah SD PAB 34 Patumbak Putri Juwita; Fita Fatria; Nirmawan Nirmawan; Sutri Novika; Khairiah Khairiah
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i02.3226

Abstract

Program pengabdian ini difokuskan pada penguatan efikasi diri dan kompetensi interpersonal tenaga pendidik melalui skema pelatihan kecerdasan intrapersonal. Melibatkan 13 partisipan, kegiatan ini mengintegrasikan edukasi teoretis dengan praktik reflektif melalui penggunaan jurnal, teknik mindfulness, serta simulasi peran (role-play). Pendekatan partisipatif yang diterapkan menjamin keterlibatan aktif subyek dalam setiap tahapan pelatihan. Data evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata pertumbuhan skor sebesar 18,6 poin. Temuan utama menunjukkan adanya transformasi paradigma di mana guru mulai menempatkan kesadaran diri sebagai fondasi utama kepercayaan diri. Implementasi metode ini efektif dalam meningkatkan ketangkasan emosional dan keterampilan komunikasi profesional di lingkungan sekolah.
Miskonsepsi Terhadap Numerasi Calon Guru SD Mahasiswa PGSD UMN Al-Washliyah Tiflatul Husna; Fita Fatria; Putri Juwita
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i01.3148

Abstract

Numerasi adalah kemampuan penting yang mencakup pengaplikasian konsep dan prinsip matematika dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Kompetensi ini lebih dari sekadar matematika karena melibatkan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Namun, literasi numerasi di Indonesia masih rendah, seperti tercermin dari hasil PISA 2015, dituliskan skor Indonesia jauh di bawah rata-rata internasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya numerasi dalam pembelajaran dasar dan rendahnya pemahaman numerasi calon guru SD. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi dan analisis miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah untuk mencegah kesalahan konseptual yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah semester 5. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 123 mahasiswa PGSD semester 5. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan empat pernyataan terkait pemahaman numerasi (1) Literasi baca tulis lebih penting daripada literasi numerasi, (2) Numerasi adalah matematika (3) Diperlukan mata pelajaran khusus untuk belajar numerasi. (4) Numerasi identik dengan soal cerita. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola miskonsepsi dan mengevaluasi tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep numerasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting yakni (1) sebanyak 31,7% mahasiswa beranggapan bahwa literasi baca tulis lebih penting dibandingkan literasi numerasi, menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya numerasi. (2) Sebanyak 52% responden salah memahami bahwa numerasi adalah sinonim dari matematika. (3) Sebanyak 35% mahasiswa merasa numerasi harus diajarkan sebagai mata pelajaran khusus, mengindikasikan kurangnya pemahaman tentang integrasi numerasi dalam berbagai disiplin ilmu. (4) Sebanyak 34,1% responden menganggap numerasi identik dengan soal cerita, yang menunjukkan pemahaman yang sempit tentang konsep numerasi. Luaran penelitian ini adalah jurnal nasional/internasional. Penelitian ini berada pada TKT 3, yaitu tahap eksplorasi dan analisis konsep. Hasil penelitian menjadi dasar untuk pengembangan intervensi lanjutan. Miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah masih cukup tinggi, khususnya terkait esensi dan integrasi numerasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan pemahaman numerasi dan menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi calon guru SD.
IMPROVING THE ABILITY TO WRITE Fiction PROSA (SHORT STORY) USING INTERACTIVE LEARNING MEDIA SEMESTER 7A PBSI UNIVERSITY OF MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH YEAR 2020/2021 Fita Fatria; Putri Juwita; Tiflatul Husna
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 1 No. 2 (2021): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v1i2.22

Abstract

This study aims to determine the ability to write prose fiction and drama by applying the use of video-based interactive learning media in the 7 semester of PBSI, University of Muslim Nusantara Al Washliyah year 2020/2021. The research method used in this research is quantitative descriptive method using Classroom Action Research (CAR). The population in the study amounted to 91 in 7 semester students of the PBSI Department at the Muslim Nusantara Al-Washliyah University. The sample in this study was 32 students in semester 7A PBSI University of Muslim Nusantara Al Washliyah year 2020/2021. Before carrying out cycle I, the initial test obtained an average score of 66.9, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 66.9%. The next step is to carry out the action with II cycles. In cycle II, the average score of 72.4, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 72.4%, is higher than the initial test, but has not met the target of implementing the action. To achieve better learning, reflection is carried out for further action. Then proceed to cycle II with an average value of 80.4, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 80.4%. The target for the implementation of the measures was an average of 70 individually and classically. This means that there is a very significant increase
THE ANALYSIS OF THE POETRY “PAINTING THE MOTHER’S FACE” BY SEVRYADE ANUGRAH SAMBOLANGI FROM THE INNER STRUCTURE Putri Juwita; Desniarti Desniarti; Fita Fatria
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 1 No. 2 (2021): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v1i2.33

Abstract

Poetry is one of the most interesting and beautiful forms of literary work. The beauty of poetry does not only lies in words. The beauty of poetry is also formed by the physical and mental structures. The physical structure is the builder of poetry from the outside, while the inner structure of poetry is the spirit of a poem, so it is very important in a poem itself. This study aims to analyze the poem “Painting the Mother's Face” by Sevryade Anugrah Sambolangi from the Inner Structure. In this case, the observations or studies of poetry, especially in terms of language style are often carried out. The researcher chose Painting The Mother's Face poetry as the object of the study of poetry. The choice of poetry Painting The Mother's Face is based on the inner structure of the author which is interesting to study further. Those poetry contain the complexities associated with the language to be conveyed by the author. The researcher feel that the aspect of language has not been examined. These reasons encourage the researcher to conduct research on the language used by the author in conveying the meaning and message of the story to examine the inner elements, namely Themes, Tones and Feelings , Atmosphere , and Message.