Claim Missing Document
Check
Articles

DETAIL ENGINERING DESIGN GEDUNG NAHDLATUL ULAMA RANTING BRINGIN BATEAIT JEPARA Yayan Adi Saputro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 2 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v4i2.1680

Abstract

Perumusan Detail engineering design pada pembangunan gedung nahdlatul ulama Ranting Bringin Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara merupakan kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi. Adapun tim pengabdian masyarakat ini adalah dosen dan mahasiswa program studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Proses yang ditempuh dalam kegiatan ini adalah : survey, perumusan desain, gambar kerja, gambar 3D, dan rencana anggaran biaya, hal ini disebut Detail engineering design (DED). Pentingnya dilakukan perumusan ini adalah sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi yang berkelanjutan. Beberapa pembangunan yang tampa memperhatikan dan merumuskan Detail engineering design ini sering menuai masalah baik itu tata letak, arsitektural, dan struktural. Hasil yang diperoleh yakni gambar kerja dengan luasan bangunan utama 25 m x 12 m yang terpisah dari bangunan GOR. Adapun biaya yang telah diestimasi yakni senilai Rp. 1.224.499.000. Desain yang diusung adalah desain yang merepresentasikan budaya jawa yakni pewayangan.
PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DESA WATUAJI Tristan Alfian; Yayan Adi Saputro; Gun Sudiryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 5 No 1 (2021): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v5i1.2085

Abstract

Potensi pariwisata Desa Watuaji memiliki bebatuan yang unik diantaranya ada watu gebyok, watu lawang, watu soko, watu tumpuk dan watu tatal. Hal ini berpadu dengan pemandangan alam yang sangat memukau karena berada di lereng gunung muria bagian utara, dengan rata-rata pekerjaan penduduknya bertani dan berkebun, Watuaji memiliki hamparan sawah yang membentang dan juga perkebunan apokat dan kopi yang luas. Keadaan alam yang seperti ini sangat cocok dijadikan wisata alam, dan destinasi desa wisata. Di desa watuaji sudah terbentuk POKDARWIS pada tahun 2019 mengalami beberapa kendala diataranya dana desa yang belum cair untuk penerusan pembangunan, akses jalan menuju lokasi masih susah, serta belum adanya master plan. Untuk itu kami tim KKN menawarkan solusi berupa pembuatan master plan dan tata ruang taman di area lokasi watu tumpuk, sehingga bisa menjadi alternative pembangunan wisata jangka pendek, untuk selanjutkan pembangunan jangka panjang di area watu gebyok. Metode pelaksaan dilakukan 4 tahap yaitu melakukan analisis dengan mitra, melakukan kerja sama dengan mitra, pengerjaan rencana dan pembangunan teman. Target capaiaan KKN ini adalah untuk mewujutkan desa wisata di desa Watuaji, sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok ataupun masyarakat sekitar dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi dan social.
ANALISA KUAT TEKAN MORTAR BETON FLY ASH DARI INDUSTRI PLTU TANJUNG JATI B JEPARA DENGAN MENGGUNAKAN PASIR SUNGAI TEMPUR KABUPATEN JEPARA Mochammad Qomaruddin; Ariyanto Ariyanto; Yayan Adi Saputro; Sudarno Sudarno
Reviews in Civil Engineering Vol 2, No 1 (2018): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v2i1.678

Abstract

AbstrakPLTU Tanjung Jati B Jepara merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik yang memiliki peran besar terhadap kemajuan diberbagai sektor. Hal yang perlu diperhatikan adalah limbah yang dihasilkan oleh PLTU tersebut, salah satu limbah B3 yang dihasilkan adalah fly ash dan bottom ash. Setiap jenis batu bara yang dibakar pasti memiliki prilaku yang berbeda. Limbah yang dihasilkan akan dapat memberi kemanfaatan yang besar apabila mampu mengolahnya menjadi suatu produk yang berguna bagi masyarakat. Adapun tahapan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah: persiapan bahan dan alat, pengujian bahan penyususn, pembuatan benda uji, pengujian benda uji, analisis data dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Masing-masing campuran benda uji akan diuji pada umur tiga hari, tujuh hari, 14 hari, dan 28 hari. Hasil dari pengujian analisa saringan agregat halus pada pasir tempur diperoleh Modulus Kehalusan Butiran (FM) sebesar 3,805 tergolong kategori butiran yang sangat kasar. Dari percobaan dengan mix design yang telah ditentukan, diperoleh penambahan fly ash dari PLTU Tanjung Jati B Jepara yang menghasilkan kuat tekan mortar tertinggi adalah prosentase Penambahan 20% sampai 30%. Didapat kuat tekan mortar rata-rata yang tertinggi pada campuran semen 80% dengan fly ash 20% sebesar 8,63 MPa dan campuran semen 70% dengan fly ash 30% sebesar 8,57 MPa. Sedangkan yang memiliki kuat tekan terendah pada campuran semen 50% dengan fly ash 50% sebesar 5,05 MPa. Prosentasi fly ash >30% berturut-turut menghasilkan kuat tekan lebih rendah. Kata kunci    : fly ash, pasir Tempur, mortar, kuat tekan.  
KEPADATAN URUGAN TANAH PADA PEKERJAAN PENATAAN LINGKUNGAN RUMAH NELAYAN KEDUNGMALANG KAB. JEPARA MENGGUNAKAN PENDEKATAN STANDART PROCTOR & SANDCONE yayan adi saputro; Khotibul Umam; Dhian Marhaendri Kakantini
Reviews in Civil Engineering Vol 3, No 2 (2019): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v3i2.1648

Abstract

Pekerjaan penataan lingkungan rumah nelayan kedungmalang kab. Jepara merupakan kegiatan oleh DPUPR Kabupaten Jepara Tahun 2018. Pada kegiatan ini harus menghasilkan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Lokasi pekerjaan dilaksanakan di kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan urugan tanah, mulai dari tanah yang dipakai, metode pemadatan dan penentuan jumlah lintasan pemadatan sesuai dengan spesifikasi yang ada. Pada penelitian ini untuk memperoleh nilai kepadatan urugan tanah menggunakan pendekatan standart proctor dan sandcone. Hasil dari pengujian ini akan diperoleh nilai kepadatan dari perbandingan 2 metode pemadatan. Hasil dari penelitian ini adalah Dari hasil pengujian Density sampel 1 sampai sampel 6 yakni berturut-turut senilai 1,41 g/cm3, 1,49 g/cm3, 1,57 g/cm3, 1,59 g/cm3, 1,67 g/cm3, 1,69 g/cm3. Hal ini berbanding lurus dengan hasil avarage moisture content yakni 26,6 %, 29,9 %, 33,4 % 34,3%, 38,0%, 40,3%.Specific Gravity diperoleh nilai sebesar 2,65 hal ini menunjukkan bahwa tanah yang digunakan masuk kategori tanah lempung organik. Pengujian sandcone ini sejumlah 5 sampel diperoleh hasil 95,08%, 97,54%, 98,36%, 96,72% dan 95,90%. menunjukkan bahwa kepadatan sudah masuk dalam spesifikasi  pekerjaan timbunan tanah untuk perumahan dengan nilai kepadatan > 95%
KOMPARASI KARAKTERISTIK MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN PASIR SUNGAI KLEPU DAN PASIR SUNGAI BATEALIT KABUPATEN JEPARA Ariyanto Ariyanto; Khotibul Umam; Yayan Adi Saputro
Reviews in Civil Engineering Vol 3, No 1 (2019): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v3i1.1279

Abstract

Pasir quarry lokal dalam hal ini pasir sungai merupakan jenis material yang jarang digunakan masyarakat dalam membuat beton. Disetiap daerah memiliki karakteristik pasir yang berbeda, hal ini disebabkan oleh berbagai aspek misalnya jenis batuan, derasnya aliran, dan kondisi tanah sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik antara pasir quarry Klepu dan pasir Quarry Batealit, selain itu korelasi antara perilaku pasir yang digunakan adalah pasir tanpa cucian dengan pasir dicuci untuk plesteran. Adapun dalam penelitian ini dilaksanakan mulai dari pembuatan benda uji, perawatan, dan pengujian. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari. Pengujian secara fisik dan mekanik dilakukan untuk mengetahui kandungan pasir yang digunakan. Hasil dari kadar lumpur sebelum dicuci adalah 12,07% untuk pasir Klepu, dan 10,53% untuk pasir Batealit dan setelah dicuci diperoleh kadar lumpur 4,6% dan memiliki warna coklat pada pengujian kadar organis, Tingkat butiran pasir diperoleh FM 2,9 dan berat jenis 2,40 untuk pasir Klepu serta 3,10 dan 2,40 untuk berat jenis pada Pasir Batealit, keduanya masuk dalam kategori kasar. Kuat tekan menggunakan pasir sungai klepu yakni 63,9 kg/cm2 sebelum dicuci dan setelah dicuci sebesar 72,2 kg/cm2. Kuat tekan menggunkan pasir sungai batealit menunjukkan bahwa sebelum dicuci sebesar 81,3 kg/cm2 dan setelah dicuci sebesar 111,3 kg/cm2. Hubungan signifikansi korelasi antara pasir cucian dan tidak menunjukkan korelasi yang kuat.
Analisis Sandcone Test (AASHTO T 191 dan ASTM D 1556 64) Pada Peningkatan Jalan Jepara – Kedungmalang – Pecangaan Yayan Adi Saputro; Khotibul Umam; Shiska Fauziah
Reviews in Civil Engineering Vol 4, No 2 (2020): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v4i2.2921

Abstract

Concrete road works on the improvement of the Jepara - Kedungmalang - Pecangaan road are the activities of the Publick Works Department of Highways in Central Java Province. Quality control in a building structure work is very important to support the strength of the structure. In planning the road structure, it is necessary to have density of soil and foundation layers that meet the requirements. To get the value of the degree of density that is from the sandcone test where in the sandcone test there are several standart methods or references for example from AASHTO T 191 and ASTM D 1556 - 64. In this study the aims is to obtain the value of the degree of density, how big is the difference between the AASHTO T 191 standart and ASTM D 1556 - 64, and know the water content. From the test result, the optimum moisture content value is 6.5%, dry density is 2.17gr/cm3, the value of the degree of density mostly ranges from ">100%, and the minimum water content value is 5.00% maximum water content is 6.7%.
KAJIAN SISTEM MANAJEMEN K3 DAN TINGKAT KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAJA DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT 5 & 6 JEPARA Khotibul Umam; Nur Hidayati; Yayan Adi Saputro; Dwika Fatimatuz Zaroh; Decky Rochmanto
Jurnal Disprotek Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v11i2.1164

Abstract

Safety work management system at the company is very influential in preventing work accidents. Low awarness of workers level of law enforcement provided by the government, it can cause the application of regulations is not optimal, so that it can cause a high level of work accident. For this reason, it is necessary to conduct further studies on the safety work manajemen system. and do the analysis to determine the effectiveness of safety work management and occupational accident in a company. this research was conducted on PLTU Tanjung Jati B unit 5&6 development project. This reseacrh uses questionnaires to collect the data. the data is processed using the SPSS application with linear regression analysis. The results from this reseach is safety work manajemen system have a influance on the level of occupational accidents if applied simultaneously. The results of the simulation test are F count = 3,24 ≥ 3,09 F table, and occupational accidents that occur have no relationship with the safety work management system and the safety work program. The result in anova table have a velue Sig = 0,291 = 29,1 % > 5 % is nonlinear and multiple correlation analysis T = 0,25, there is no strong relation. Accidents that often occur can be categorized in human factor theory.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah UMKM Tahu Walik Pasca Pandemi Covid-19 Yayan Adi Saputro; Nurul Fadillah; Nor Khanifah
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2022): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v1i4.119

Abstract

Cooking oil is oil derived from purified plant or animal fats—liquid forms at room temperature and usually frying food. Cooking oil is produced from palm oil on a large scale; the filtering process is carried out twice. This causes the content of unsaturated fatty acids and makes the cooking oil quickly damaged in the frying process because, in the frying process, the oil will be heated continuously at a high temperature. The oil will be directly mixed with the outside air during the frying process, resulting in an oxidation reaction. This is what is known as cooking oil, which is cooking oil that has been used for frying. Due to the large amount of waste cooking oil produced, it is necessary to recycle used cooking oil, one of which is soap's essential ingredient. We students of Unisnu KKN class XI group 76 will conduct training on soap making with used cooking oil as the base material produced by Tahu Walik Bu Ida's partner, which will be carried out at the partner's house RT 08/ RW 03 Ujung Batu, Jepara. By utilizing waste cooking oil processed into soap, it is hoped that partners will be aware that used cooking oil can be utilized.
Tingkat Pelayanan (Level of Service) di Simpang Ruwet Kabupaten Jepara Yayan Adi Saputro
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 10 No 2 (2022): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2022)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v10i2.3198

Abstract

Simpang Ruwet Roundabout in Jepara City is a form of traffic engineering to serve road users from General Sudirman, Ringin Raya, Cabbage. Sugiono, AR. Hakim, and HOS. Cokroaminoto roads. The meeting of vehicles with a heavy traffic flow creates a traffic jam at certain times for all directions. This study aims to determine the level of service at the Simpang Ruwet Roundabout in Jepara City, hence, it can provide an evaluation to determine the appropriate policy. Data were gathered from field surveys, including geometric conditions and average daily traffic (LHR). The data was processed based on the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) to obtain the capacity of each road and the level of road service. The results of the analysis showed the capacity at the roundabout for North West udder, North East udder, South East udder, and South West udder were 2894.98 smp/hour, 2901.87 smp/hour, 2887.59 smp/hour, and 2890.88 smp/hour, respectively. The Level of Service value was 0.45 which is a B category.
Tingkat Pelayanan (Level of Service) di Simpang Ruwet Kabupaten Jepara Yayan Adi Saputro
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 10 No 2 (2022): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2022)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v10i2.3198

Abstract

Simpang Ruwet Roundabout in Jepara City is a form of traffic engineering to serve road users from General Sudirman, Ringin Raya, Cabbage. Sugiono, AR. Hakim, and HOS. Cokroaminoto roads. The meeting of vehicles with a heavy traffic flow creates a traffic jam at certain times for all directions. This study aims to determine the level of service at the Simpang Ruwet Roundabout in Jepara City, hence, it can provide an evaluation to determine the appropriate policy. Data were gathered from field surveys, including geometric conditions and average daily traffic (LHR). The data was processed based on the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) to obtain the capacity of each road and the level of road service. The results of the analysis showed the capacity at the roundabout for North West udder, North East udder, South East udder, and South West udder were 2894.98 smp/hour, 2901.87 smp/hour, 2887.59 smp/hour, and 2890.88 smp/hour, respectively. The Level of Service value was 0.45 which is a B category.
Co-Authors Adib, Muhammad Adit, Prihardhita Cahya Finnahar Adolf Situmorang Ahmad Bagus Bambang Heri Hermawan Ali As’ad Amirullah, Ahmad Baharudin Ana Rahmawati Arba 'Alma, Brasyelia Ardiansyah, Ahamd Feri Arianti, Dini Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto bakhri, M.faisol Cawisdi, Cawisdi Citra, Ika Revalia Darmoko, Wahyu Setyo Decky Rochmanto Decky Rochmanto, Decky Dhian Marhaendri Kakantini Dian Eko Santoso Dwika Fatimatuz Zaroh Efendy, AH Surur Efrizal, Ersa Fahrizal, Yusuf Faqih, Nasyiin Fariza Yulia Kartika Sari Fatchur Roehman Fiki Nur Fitriani Fivin Bagus Septiya Pambudi, Fivin Bagus Septiya Gun Sudiryanto Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah Hanggoro, Wahyu hilmatunniyah, saqifah Ilham Putra Istianah Istianah Istianah Joko Minardi, Joko Kakantini, Dhian Marhaendri Khotibul Umam Khotibul Umam Khotibul Umam Khotibul Umam Laila, Azzah Nor Maemonah, Maemonah Minachussania Mochammad Qomaruddin Much Ardian Mahardika Mudjiastuti Handajani Muhammad Daffa Nabil Ifaani Muhammad Khoirul Mahfidh Muhrodi, Muhrodi Nely Mak'sudah, Ari Noor Azizah Nor Hidayati Nor Khanifah Novita Sari Nurul Fadillah Pratama, Andrie Mandala Yudha Purwanto Purwanto Qomaruddin, Mochammad Ramadiansah, Dani Rendy, Oktarisa Aviska Rizaldi, Muhammad Rifqi Rohmanto, Decky Saiful, Muhammad Saiful Anwar Samawi, Nur Aini Widya Samsul Arifin SETIAWAN, Ahmad Shadli, Maulana Chasan Shiska Fauziah Shodiq Eko Ariyanto Sisno Riyoko Sudarno Sudarno Sudarno Sudarno Syaifuddin, Dedi Ahmad Tarsisius Dwi Wibawa Budianta Tiara, Mayang Tira Roesdiana Tristan Alfian Triyano, Al Waladan As'ada Widagdo, Jati Widiyono, Aan Zainab Zainab