Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Spiritual-Intellectual Balance in Al-Ghazali’s Educational Epistemology: Toward a Framework for Modern Islamic Education Misbahul Arifin; Ahmad Rifa’i; Rezki Nila Munanna; Fazarina Nurfatihah
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v6i1.182

Abstract

This study focuses on Al-Ghazali’s thought regarding the spiritual-intellectual balance in the epistemology of Islamic education, aiming to reveal its relevance and contribution to contemporary educational challenges. Employing a qualitative method with a library research approach, primary data were obtained from Ihya’ ‘Ulum al-Din, while secondary data were drawn from contemporary articles and scholarly journals. Data were analyzed using content analysis and philosophical hermeneutics to interpret the educational concepts in Al-Ghazali’s perspective. The findings indicate that Al-Ghazali emphasizes the integration of knowledge, practice, the heart, and ethics as a holistic framework of educational epistemology. These results demonstrate that the spiritual-intellectual balance is essential for building an educational system that not only develops intellectual capacity but also strengthens the moral and spiritual character of learners. The implication of this research highlights the importance of integrating classical epistemology into modern educational practice to establish a more comprehensive and relevant paradigm of Islamic education.
Kearifan Lokal dan UMKM Kreatif: Kunci Revitalisasi Ekonomi Inklusif di Era Digital Misbahul Arifin; Durrotul Masruroh; Chusnul Muali
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 03 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/annafi.v2i03.917

Abstract

This research delves into the application of the Community-Based Development Model (CBDM) to empower MSMEs rooted in local wisdom within Probolinggo Regency, contributing to participatory and sustainable community economic development. The core focus is to understand how community engagement, leveraging local potential, and digitalization drive collective economic independence. Employing a qualitative approach with a case study method, data was gathered via in-depth interviews, observation, documentation, and thematic analysis. Findings highlight five key stages in CBDM implementation: identifying local potential, community involvement, MSME capacity building, executing culture-based programs, and evaluating economic independence. This implementation successfully boosted MSME turnover by 57%, spurred citizen participation in village economic forums, and independently strengthened digital marketing capabilities. These results demonstrate that development rooted in local participation and culture not only enhances the economy but also reinforces community social cohesion, offering a replicable development model for similar regions.
Model Pendampingan dan Pelatihan Berbasis Cloud: Peningakatan Tata Kelola Lembaga di MAN 1 Probolinggo Misbahul Arifin; Ahmad Faidul Mannan; Syahzadi Hina
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola MAN 1 Probolinggo melalui pendampingan dan pelatihan bagi kepala sekolah serta tenaga administratif dalam mengimplementasikan sistem manajemen berbasis cloud. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya kompetensi SDM dalam mengelola administrasi secara digital. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pendampingan dan pelatihan partisipatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra, mengatasi resistensi awal, serta membangun budaya kerja yang adaptif. Implikasi dari kegiatan ini adalah terwujudnya tata kelola lembaga yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, serta dapat dijadikan model percontohan bagi madrasah lain. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa keberhasilan digitalisasi terletak pada penguatan kapasitas manusia sebagai aktor utama perubahan.
Strategi Penguatan Motivasi Belajar Berbasis Nilai Trilogi dan Panca Kesadaran Santri di SMP Nurul Jadid Misbahul Arifin
Educational Research Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65678/eri.v2i2.216

Abstract

This study explores strategies to strengthen students’ learning motivation based on the Trilogy of Santri and the Five Awarenesses of Santri at SMP Nurul Jadid, Probolinggo. The research addresses the issue of low learning motivation, seen in students’ limited participation, low initiative, and weak academic discipline. Using a qualitative case study approach through interviews, observations, and documentation, the study examines how the Trilogy of Santri—fardhu ‘ain awareness, avoidance of major sins, and noble character—and the Five Awarenesses—religious, scientific, social, national, and organizational—can enhance motivation. The findings show that integrating these values improves students’ discipline, academic responsibility, intrinsic motivation, and active engagement in learning and community life. The study concludes that strengthening learning motivation through religious and moral foundations provides an effective model for modern Islamic education, fostering balanced intellectual, spiritual, and social development among students
Model Pendampingan dan Pelatihan Berbasis Cloud: Peningakatan Tata Kelola Lembaga di MAN 1 Probolinggo Misbahul Arifin; Ahmad Faidul Mannan; Syahzadi Hina
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola MAN 1 Probolinggo melalui pendampingan dan pelatihan bagi kepala sekolah serta tenaga administratif dalam mengimplementasikan sistem manajemen berbasis cloud. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya kompetensi SDM dalam mengelola administrasi secara digital. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pendampingan dan pelatihan partisipatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra, mengatasi resistensi awal, serta membangun budaya kerja yang adaptif. Implikasi dari kegiatan ini adalah terwujudnya tata kelola lembaga yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, serta dapat dijadikan model percontohan bagi madrasah lain. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa keberhasilan digitalisasi terletak pada penguatan kapasitas manusia sebagai aktor utama perubahan.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Dalam Menjawab Tantangan Globalisasi Misbahul Arifin
GAHWA Vol. 4 No. 1 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v4i1.716

Abstract

Globalisasi telah membawa pengaruh signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Islam, dengan munculnya tantangan berupa penetrasi teknologi digital, perubahan nilai sosial, serta tuntutan kompetensi global. Dalam konteks tersebut, pengembangan kurikulum Pendidikan Islam menjadi isu strategis yang menarik untuk diteliti karena menyangkut upaya mempertahankan identitas keislaman sekaligus merespons perkembangan zaman. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kurikulum Pendidikan Islam dapat dikembangkan agar relevan dengan tuntutan global tanpa kehilangan landasan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi pengembangan kurikulum yang integratif, adaptif, dan aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis sumber primer berupa kebijakan pendidikan Islam, dan dokumen kurikulum, serta sumber sekunder berupa artikel jurnal internasional dan nasional yang terbit antara tahun 2020–2025. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola, hubungan, dan relevansi antara teori dan praktik pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum Pendidikan Islam terletak pada integrasi tiga dimensi utama, yakni internalisasi nilai-nilai Islam, pemanfaatan teknologi digital secara kritis, dan kesiapan institusional dalam mendukung inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa kurikulum yang hanya menekankan satu dimensi cenderung tidak berkelanjutan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya desain kurikulum Islam yang lebih holistik, fleksibel, dan kontekstual sehingga mampu menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pendidikan Islam yang berdaya saing global sekaligus berakar pada tradisi keilmuan Islam.
Islamic Education Transformation at Nurul Jadid University: The Controversy of Pesantren Values and Global Academia Misbahul Arifin
DAAR EL-MAKRIFAH: Journal of Islamic Religious Education Vol. 2 No. 01 (2026): DAAR EL-MAKRIFAH: Journal of Islamic Religious Education
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Badri Mashduqi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66931/jpai.v2i01.15

Abstract

This study focuses on the integration of pesantren values into the academic system of Nurul Jadid University as a model of Islamic higher education in addressing the challenges of globalization. The research aims to explore how the identity of pesantren can be preserved without neglecting modern academic demands, while at the same time discovering a balanced model between tradition and modernity in higher education management. The study employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation at Nurul Jadid University, KH. Zaini Mun’im Street, Karanganyar, Paiton, Probolinggo in August 2025. Data analysis was conducted through thematic reduction, presentation, and verification. The findings reveal that integrating pesantren values into the academic system presents challenges, such as the potential dichotomy between tradition and modernity, but also opens opportunities through the strengthening of contextual curriculum, institutional culture, and adaptive use of digital technology. The implications of this study highlight that Islamic higher education based on pesantren can create a balanced integration model, thus maintaining the spiritual essence of Islam while simultaneously enhancing global competitiveness.
MEDIASI KONFLIK SEBAGAI SOLUSI TRANSFORMATIF UNTUK MENINGKATKAN IKLIM ORGANISASI DAN MUTU PENDIDIKAN Misbahul Arifin; Abu Hasan Agus R
ASCENT: Al-Bahjah Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2025): ASCENT Vol. 3 No. 2 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61553/ascent.v3i2.914

Abstract

This study examines the role of conflict mediation as a transformative approach to strengthening school organizational climate and improving educational quality. Using a literature review of 30 key scholarly sources, the study finds that conflicts within schools are not merely obstacles to progress but hold constructive potential when mediated effectively. Mediation fosters equal dialogue, interest alignment, and relationship restoration, enabling a shift from destructive to collaborative communication patterns. The findings indicate that well-implemented mediation processes enhance trust, psychological safety, and mutual respect within school communities—fundamental components of a healthy organizational climate. Such a climate contributes directly to increased teacher motivation and job satisfaction, improved instructional interactions, and the development of students’ socio-emotional skills, ultimately advancing educational quality in a sustainable manner. Although conceptual, this study makes a significant contribution by integrating conflict mediation, organizational climate, and educational quality into a coherent conceptual framework. The study recommends further empirical research to evaluate the measurable effectiveness of mediation programs in various school contexts as an organizational-based strategy for quality improvement.
Ibn Khaldun’s Educational Paradigm: A Philosophical-Hermeneutical Perspective Misbahul Arifin; Danil Hakim Maulidi; Muflihatul Maqfirah
Journal of Islamic Education and Pedagogy Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember (UAS Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jiep.v3i1.2724

Abstract

This study focuses on Ibn Khaldun’s perspective on the paradigm shift in education, particularly the transformation from classical traditions to modernity. The main objective of this research is to explore the relevance of Ibn Khaldun’s educational thought, as presented in al-Muqaddimah, to the development of contemporary education which demands an integration of traditional values with modern needs. The research employs a library-based method by examining the primary text al-Muqaddimah (Dar al-Fikr, 2001) and its English translation by Rosenthal (2015), complemented with secondary sources from international scholarly articles. Data were analyzed through a qualitative-hermeneutical approach, emphasizing textual interpretation and its correlation with the theory of paradigm shift. The findings reveal that Ibn Khaldun positions education as the core of civilization, criticizes excessive rote learning, emphasizes gradual and systematic learning, and views social transformation as a catalyst for educational change. The implication of this research is the urgency of reinterpreting classical intellectual heritage in order to formulate a curriculum that is more humanistic, integrative, and adaptive to global challenges. Furthermore, the study highlights the potential for integrating tradition and modernity in shaping sustainable Islamic educational policies.
Eksplorasi Gaya Kepemimpinan Transformasional: Konstruksi Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Bajuran Misbahul Arifin; Durrotul Masruroh
The Prime Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan eksplorasi mendalam mengenai praktik Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam mengkonstruksi kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Bajuran, dengan tujuan merumuskan model spesifik Konstruksi Kinerja Guru Berbasis Nilai Spiritual Transformasional (K2GST). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus tunggal, di mana data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil temuan kunci menunjukkan bahwa Kepala Sekolah berhasil mengintegrasikan dimensi transformasional dengan nilai-nilai Islam: Pengaruh Ideal berlandaskan ihsan yang menumbuhkan komitmen, Motivasi Inspirasional menggunakan retorika jihad ta'lim yang memicu dedikasi, Stimulasi Intelektual menyediakan psychological safety untuk inovasi, dan Pertimbangan Individual berprinsip amanah untuk menjamin keberlanjutan kinerja. K2GST terbukti efektif mengubah kinerja guru dari kepatuhan menjadi inisiatif berbasis kesadaran spiritual. Implikasi teoretis penelitian ini adalah memperkaya perspektif kepemimpinan transformasional dengan menambahkan variabel mediasi spiritual, yang sangat relevan untuk pengembangan kebijakan dan program pelatihan kepala madrasah agar lebih sensitif konteks kultural dan spiritual.