Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jurnal niara

Analisis Proses Rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu Tahun 2019 Di Kota Solok Yeni Siska; Tengku Rika Valentina; Indah Adi Putri
Jurnal Niara Vol. 15 No. 2 (2022): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.556 KB) | DOI: 10.31849/niara.v15i2.8830

Abstract

Penelitian ini berawal dari banyaknya kesalahan pengisian Formulir C1 yang dilakukan oleh KPPS sebagai Penyelenggara Pemilu di TPS dan juga untuk pertama kalinya terjadi PSU di Kota Solok pada Pemilu Serentak Tahun 2019. Adanya masalah tersebut tidak terlepas dari proses rekrutmen yang dijalankan oleh PPS selaku badan ad hoc yang membentuk KPPS dalam memenuhi kualifikasi SDM yang berkualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses dari rekrutmen KPPS yang dilakukan oleh PPS pada Pemilu Tahun 2019 di Kota Solok Provinsi Sumatera Barat dengan melakukan studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap sourcing process dimana informasi yang tersebar tidak merata dan cenderung beredar disekitar PPS serta tidak adanya seleksi tertulis dan wawancara pada tahap selection process dalam perekrutan KPPS membuka celah terjadi nepotisme dalam perekrutan KPPS karena PPS tidak mementingkan kemampuan KPPS. Kemudian pelaksanaan bimtek yang tidak maksimal dan simulasi yang tidak efektif pada tahap user process menambah buruknya kualitas KPPS yang berdampak pada kesalahan pengisian Formulir C1 di TPS. .
Literasi Informasi Petugas KPPS Terhadap Keterpunuhan Hak-Hak Sebagai Pekerja Pada Pemilu 2019 Roza indriani; Tengku Rika Valentina; indah Adi Putri
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.15845

Abstract

Abstract This study provides an explanation of how the information literacy of KPPS officers in Padang Pariaman Regency regarding their rights as workers and the fulfillment of these rights while carrying out their duties and responsibilities through a descriptive qualitative method. The analysis uses the standard information literacy model of the International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) through 3 (three) basic components, namely access, evaluation and use. The results showed that in identifying information needs, KPPS officers did not have the ability, whereas in searching for the information needed, KPPS officers had the ability but did not do it optimally. Abstrak Penelitian ini memberi penjelasan bagaimana literasi informasi petugas KPPS di Kabupaten Padang Pariaman terhadap hak-haknya sebagai pekerja dan keterpenuhan hak-hak tersebut selama melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya melalui metode kualitatif deskriptif. Analisa menggunakan model standar literasi informasi International Federation of Library Assosiations and Institution (IFLA) melalui 3 (tiga) komponen dasarnya, yakni access, evaluation dan use. Hasil penelitian menunjukkan dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi petugas KPPS tidak memiliki kemampuan, sedangkan dalam melakukan penelusuran informasi yang dibutuhkan, petugas KPPS memiliki kemampuan namun tidak dilakukan secara optimal. Kata Kunci: Literasi Informasi, Pemilu 2019, KPPS, Hak Pekerja
Best Practice Kerjasama Kelembagaan Dalam Pemutakhiran Data Pemilih Pada Pemilihan Serentak Tahun 2020 kiki mita putri; Asrinaldi; Indah Adi Putri
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.15847

Abstract

Abstract In carrying out the stages of updating voter data, the Padang Pariaman Regency KPU collaborated with the Padang Pariaman Regency Disdukcapil. The collaboration between the two public institutions is implemented in the form of innovative programs to produce accurate and up-to-date voter data through best practices in governance administration. The purpose of this study was to find out the best practice of cooperation between two public institutions at the local level, namely the Padang Pariaman Regency KPU and the Padang Pariaman Regency Disdukcapil in the process of updating and compiling the voter list. This research uses the framework of governance theory, Ansell and Gash collaboration theory, and the concept of best practice. The research method used is descriptive qualitative through in-depth interviews with various informants and document collection. The research results are described descriptively to then be analyzed to answer the research questions. The results of this study show that a network is needed as a relationship between institutions/organizations that are independent in managing and overcoming voter data problems. The existence of various limitations can be overcome through a collaborative approach (collaboration). Most of the collaborations that have been established have fulfilled the concept of best practice by taking into account the dimensions that form the basis of this research analysis. Keywords : Best Practice, Cooperation, Collaboration, Voter Data Updating Abstrak Dalam menyelenggarakan tahapan pemutakhiran data pemilih, KPU Kabupaten Padang Pariaman menjalin kerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman. Kerjasama kedua lembaga publik ini diimplementasikan dalam bentuk program-program inovatif guna menghasilkan data pemilih yang akurat dan mutakhir melalui praktik terbaik (best practice) dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui best practice kerjasama antara dua lembaga publik di tingkat lokal, yaitu KPU Kabupaten Padang Pariaman dan Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman dalam proses pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih. Penelitian ini menggunakan kerangka teori governance, teori kolaborasi Ansell dan Gash, serta konsep best practice. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai informan dan pengumpulan dokumen. Hasil penelitian diuraikan secara deskriptif untuk kemudian dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dari hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dibutuhkan jaringan (network) sebagai relasi antar lembaga/organisasi yang independen dalam mengelola dan mengatasi permasalahan data pemilih ini. Adanya berbagai keterbatasan dapat diatasi melalui pendekatan kerjasama (kolaborasi). Kerjasama yang dijalin ini sebagian besar telah memenuhi konsep best practice dengan memperhatikan dimensi-dimensi yang menjadi dasar analisis penelitian ini. Kata Kunci : Best Practice, Kerjasama, Kolaborasi, Pemutakhiran Data Pemilih