Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa Asdiana, Asdiana; Paleni, Herman; Nasruddin, Nasruddin
Journal of Management and Economics Research Vol 3 No 1 (2024): December 2024
Publisher : Graha Mitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62866/jomer.v3i1.185

Abstract

This study aims to determine and analyze the effect of financial literacy and lifestyle on the financial behavior of students of management study program at Bina Insan University. This research used 90 respondents as a sample. Research data obtained from the results of direct observation, questionnaires, and documentation. The data analysis technique is PLS (Partial Least Square) test, namely the Measuarent Model/Outer Model, Structural Model/Inner Model, and Hypothesis Test. The results described that the financial literacy and also lifestyle variable had a positive and significant effect on the financial behavior of management study program students at Bina Insan University.
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MODERASI KOMITMEN ORGANISASI Dewi, Dewi; Paleni, Herman; Effendi, Muhammad; Apandi, Apandi
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 30 No 3 (2025): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurnalmediaekonomi.v30i3.2946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh servant leadership dan motivasi kerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, di mana data dikumpulkan melalui instrumen penelitian yang terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t dan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa servant leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti semakin baik praktik kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan bawahan, maka semakin meningkat pula kinerja yang dihasilkan. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga dorongan internal dan semangat kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas. Selain itu, komitmen organisasi menunjukkan, pengaruh positif dan signifikan dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat, yang mengindikasikan bahwa, tingkat keterikatan dan loyalitas pegawai terhadap organisasi berperan besar dalam mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga model penelitian mampu menjelaskan variasi kinerja secara komprehensif. Temuan ini menegaskan bahwa, peningkatan kinerja pegawai bukan hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, tingkat motivasi kerja, dan komitmen organisasi yang kuat. Oleh karena itu, penguatan praktik kepemimpinan yang melayani, peningkatan motivasi, serta komitmen organisasi menjadi strategi yang relevan dan strategis dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan
PENGARUH SOSIAL MEDIA ENGAGEMENT DAN CUSTOMER TRUST TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN LOYALITAS KONSUMEN Agustiantara, Diki; Paleni, Herman; Anggraini, Dewi
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 30 No 3 (2025): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurnalmediaekonomi.v30i3.2947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media engagement dan customer trust terhadap keputusan pembelian serta loyalitas konsumen pada Mie Gacoan. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya peran media sosial sebagai sarana interaksi merek–konsumen yang tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan persepsi, kepercayaan, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi linear untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan loyalitas konsumen. Interaksi konsumen melalui aktivitas seperti menyukai, mengomentari, dan membagikan konten terbukti mendorong evaluasi positif terhadap merek serta memperkuat kedekatan emosional. Selain itu, customer trust juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan loyalitas, yang menunjukkan bahwa kepercayaan berperan dalam mengurangi ketidakpastian dan memperkuat komitmen konsumen terhadap merek. Secara simultan, social media engagement dan customer trust berkontribusi signifikan dalam menjelaskan variasi keputusan pembelian dan loyalitas konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas tidak hanya dibentuk oleh interaksi digital semata, tetapi juga oleh fondasi kepercayaan yang kuat. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi strategi pemasaran digital yang berorientasi pada peningkatan engagement sekaligus pembangunan kepercayaan melalui kualitas produk, konsistensi layanan, dan pengelolaan reputasi merek guna mendukung keberlanjutan hubungan pelanggan dalam jangka panjang.
PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Irvan, Ari; Paleni, Herman; Apandi, Apandi
Jurnal Interprof Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v11i2.2943

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja non fisik terhadap efektivitas kerja pegawai serta menguji peran budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Fokus kajian diarahkan pada pemahaman bagaimana faktor perilaku individu dan kondisi psikososial tempat kerja berkontribusi terhadap capaian efektivitas kerja dalam konteks organisasi publik. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada pegawai dan dianalisis menggunakan regresi linier serta moderated regression analysis. Pengujian dilakukan untuk menilai pengaruh parsial, simultan, serta efek interaksi moderator dalam menjelaskan variasi efektivitas kerja. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa, kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja. Lingkungan kerja non fisik juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan kualitas relasi sosial di tempat kerja berperan penting dalam mendukung kinerja yang efektif. Pengujian simultan memperlihatkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja. Disiplin menyediakan fondasi perilaku kerja yang tertib, sedangkan lingkungan non fisik menyediakan konteks psikologis yang mendukung implementasi perilaku tersebut secara produktif. Selanjutnya hasil uji moderasi menunjukkan bahwa, budaya organisasi memperkuat pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja non fisik terhadap efektivitas kerja. Nilai penjelasan model meningkat setelah memasukkan moderator. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai dan norma organisasi berperan sebagai penguat hubungan antarvariabel dalam mendorong efektivitas kerja pegawai
PENGARUH E-GOVERNMENT DAN PERILAKU KERJA TERHADAP KUALITAS LAYANAN PUBLIK Veti, Tiara; Paleni, Herman; Famalika, Ade
Jurnal Interprof Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v11i2.2944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Government dan Perilaku Kerja terhadap Kualitas Layanan Publik di Kecamatan Megang Sakti menggunakan pendekatan Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan SmartPLS 3. Hasil pengujian outer model menunjukkan bahwa, seluruh indikator pada konstruk E-Government, Pelayanan Publik, dan Perilaku Kerja memiliki nilai outer loading di atas 0,70, sehingga memenuhi validitas konvergen. Nilai Average Variance Extracted (AVE) masing-masing konstruk juga berada di atas 0,70, yang menegaskan bahwa, indikator mampu menjelaskan varians konstruk secara memadai. Uji validitas diskriminan melalui cross loading menunjukkan bahwa, setiap indikator memiliki korelasi tertinggi terhadap konstruk yang diukurnya dibandingkan dengan konstruk lain. Reliabilitas konstruk juga sangat baik, ditunjukkan oleh nilai Composite Reliability (>0,96) dan Cronbach’s Alpha (>0,95) pada seluruh variabel. Hasil analisis inner model menunjukkan bahwa, E-Government berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pelayanan Publik, demikian pula Perilaku Kerja yang memiliki pengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berkontribusi terhadap Pelayanan Publik dengan nilai R² sebesar 0,195 dan Adjusted R² sebesar 0,158, yang menunjukkan bahwa 19,5% variasi Pelayanan Publik dapat dijelaskan oleh model, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa, peningkatan kualitas pelayanan publik memerlukan sinergi antara penguatan sistem digital dan pengembangan perilaku kerja aparatur secara profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat
Pengaruh Transformasi Digital dan Pengembangan SDM terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada Sekretariat Daerah Santika, Yulanda; Sari, Wisdalia Maya; Effendi, Muhamad; Paleni, Herman
Journal Social Society Vol. 6 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1205

Abstract

Pentingnya peningkatan kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan yang saat ini dihadapkan pada tuntutan digitalisasi layanan publik, dimana aparatur diharuskan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta peningkatan kompetensi guna mendukung pelaksanaan tugas yang lebih optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transformasi digital dan pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada sekretariat daerah Kota Lubuklinggau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 115 pegawai dan berdasarkan rumus slovin yang digunakan, total yang dijadikan sampel berjumlah 90 pegawai. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian diolah menggunakan SmartPLS 04. Penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran yang dianalisis melalui outer model, meliputi uji validitas konvergen, validitas diskriminan, serta uji reliabilitas untuk memastikan kualitas konstruk. Selanjutnya, teknik analisis data dilakukan menggunakan inner model yang mencakup pengujian nilai R² dan F² guna melihat kekuatan prediktif model, serta dilanjutkan dengan uji hipotesis untuk menentukan hubungan signifikan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,707, t-statistic 19,794, dan p-value 0,000 (< 0,05). Sementara itu, pengembangan SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien sebesar –0,061, t-statistic 0,384, dan p-value 0,701 (> 0,05). Secara simultan, transformasi digital dan pengembangan SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,952 dan R-square adjusted sebesar 0,950. Lebih lanjut, hasil pengujian indirect effect menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi transformasi digital terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien sebesar –0,002, t-statistic 0,071, dan p-value 0,944 (> 0,05). Namun demikian, motivasi kerja terbukti mampu memediasi pengaruh pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai secara positif dan signifikan, dengan nilai koefisien sebesar 0,363, t-statistic 2,690, dan p-value 0,007 (< 0,05). Kesimpulannya transformasi digital menjadi faktor kunci peningkatan kinerja, sementara pengembangan SDM akan efektif jika disertai dengan peningkatan motivasi kerja.
THE INFLUENCE OF COMPETENCE AND JOB PLACEMENT ON THE PERFORMANCE WITH WORK DISCIPLINE AS A MODERATING VARIABLE Susila, Candra; Sardiyo, Sardiyo; Sutanta, Sutanta; Paleni, Herman
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 30 No 3 (2025): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurnalmediaekonomi.v30i3.2966

Abstract

This research investigates the Financial and Asset Management Agency of Lubuklinggau City to elucidate the independent variable's influence on the dependent variable while simultaneously assessing the moderating variable's role. The study surveyed a purposive sample of 57 agency employees. Data were scrutinized via Moderated Regression Analysis (MRA). The principal findings are as follows: 1) Employee performance registers a statistically significant partial correlation with employee competence. The correlation manifests through a t statistic of 4.926, which exceeds the critical t value of 2.002, a significance level of 0.000 (p < 0.05), and a standardized coefficient of 0.516. Competence emerges as the preeminent explanatory variable. 2) Employee performance likewise correlates positively with employee motivation, the latter being observable through collegial interactions and the conferment of recognition. 3) Work discipline functions as a moderating variable that intensifies the relationship between competence and employee performance, evident in a t statistic of 2.399 (t critical = 2.002), a significance of 0.003 (p < 0.05), and a coefficient of 0.285. The interplay of heightened competence and clearly delineated performance objectives cultivates self-regulated discipline among the workforce. 4). The root-norm of work discipline significantly magnifies the effect of the task-allocation parameter on the output of personnel, as the statistically determined t value of 2.382 exceeds the tabulated t criterion of 2.002, with a significance level of .007, thus remaining below the .05 threshold, and yielding a regression coefficient of .273. Sustained evaluative supervision thereby emerges as the foundational support for the efficacy of the process intended to institutionalize the observance of discipline.